DiTinggalkan dan Meninggalkan

Di tinggalkan orang tua merantau sejak kecil menjadikanku terbiasa saat jauh dari orang tua. Bukannya aku gak kangen atau gak ingat ama mereka. Sesekali perasaan rindu itu pasti ada tapi, ku coba untuk menepisnya. Dalam menepiskan perasaan itu terkadang menimbulkan kesedihan. Masih teringat masa kecilku, entah sejak umur berapa tahun orang tuaku meninggalkan ku dengan nenek dan budeku. Mungkin sejak usiaku 3 tahun, aku ingat saat ibuku pulang sering mengendongku. Waktu itu, aku pun masih ingat-ingat lupa. Awal-awal aku di tinggal merantau ke Tegal, beberapa bulan sekali orang tuaku datang untuk menjenguk aku dan kakaku. Saat itu, aku belum mempunyai adik. Bukan hanya ke Tegal, orang tuaku pun merantau ke Cilegon. Semakin jauhlah aku dengan orang tuaku dan semakin jarang aku berjumpa dengan mereka. Terkadang setahun sekali, bahkan bisa lebih. Semakin besar, aku semakin memahami arti perpisahan. Perasaan gembira dan sedih saat orang tuaku pulang kampung. Gembira, karena mereka datang dan ada di dekatku. Dan yang membuatku paling sedih adalah saat mereka hendak pergi kembali ke Cilegon. Kalau mereka mau berangkat, aku dan kakaku selalu menghantarnya sampai ke jalan raya. Nenek dan orang tuaku selalu melarang tapi, kita tetap ngotot mau nganterin mereka. Yang aku ingat, saat ayah dan ibuku sudah berangkat, aku selalu nangis di tepi jendela dari senja hari sampai malam hari. Neneku dengan setia menemani dan mendiamkan ku. Dalam tangisku, aku selalu berharap ibu dan ayah ku akan berbalik arah dan kembali pulang ke kampung. Aku pun selalu berpikir kalo mereka tidak menyayangiku. Tapi, setelah dewasa aku dan kakaku menyusul ke Cilegon. Kini, setelah aku dewasa betapa sakit dan sedihnya juga saat harus meninggalkan orang tuaku. Masih teringat jelas, waktu aku mau berangkat ke Malaysia. Ibuku dengan langkah perlahan mengiringi kepergianku, ku hulur salam mencium tangannya ibuku diam tak berkata apa. Tapi, aku tidak tahu apa yang terpikir di benaknya. Mungkinkah sama sedihnya saat aku di tinggalkan dulu...??? ” Di tinggalkan dan meninggalkan ternyata, sama-sama sakit dan menyedihkan... ”

1 komentar:

  1. jadi inget ibu.. setiap aku datang dan pergi selalu berkaca-kaca... hiks

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P