Surat Buat Mbak HTR (Helvy Tiana Rosa)

Surat Buat Mbak HTR (Helvy Tiana Rosa) Assalamu’alaikum Wr Wb Mbak, maaf baru sempat up date blog. Semoga mbak baik-baik aja dan makin produktif lagi dalam tulisannya. Yang belum kenal ama mbak HTR, sedikit aku kasih info tentangnya. Beliau, lahir di Padang pada 2 April 1970 (bener gak mbak?). Dan beliau juga pendiri FLP. FLP didirikan pada tahun 1997, sehingga tahun 2005 pesertanya sudah mencapai 5000 lebih (70% dari padanya adalah muslimah) dan tersebar lebih dari 135 kota termasuk di luar Negeri, diantaranya, Amerika, Mesir, Belanda, Singapura, Hongkong, Singapura dan beberapa negara lainnya. 

Akan segera menyusul adalah Paris dan yang baru di resmikan adalah FLP Malaysia pada tanggal 23 Maret 2008. Semoga apa yang mbak lakukan bisa menjadi amal Jariyah, seperti apa yang pak Taufik Ismail bilang, ”FLP adalah hadiah dari Syurga untuk Indonesia.” Sedikit cerita, pertemuan kemarin di UKM adalah untuk yang ke dua kalinya aku ketemu ama mbak. Pertama kali ketemu, di Rumah Dunia kira-kira tiga tahun yang lalu mungkin mbak dah lupa tapi, aku masih inget karena waktu itu aku sempat foto-foto ama mbak, mas gg, mbak Tias, kang Qijing, kang Firman, teh Najwa dan temen-temn Rumah Dunia yang lain. 

Kalau kemarin, aku gak sempet foto ama mbak. Sebenernya, bukan gak sempet tapi, karena aku gak ada kamera mau nebeng malu. Maklum, dari sebagaian peserta yang datang pembantunya hanya beberapa orang saja. Lagian, aku lihat mbak juga sibuk banget dah ngelebihin artis eui... di kerubutin kanan kiri. Kalau panitia nggak nyelametin mbak, mungkin sampai sore kali . 

Tentang pembantu dari Hongkong yang mbak ceritakan itu, aku dah pernah baca di rumahdunia.net. Waktu baca itu, aku sedih banget dan aku beberapa kali menceritakan itu kepada teman-teman ku. Ternyata, aku beruntung mendapatkan majikan yang baik tapi, ada ketikanya saat kita berada di zon selesa (aman) kita menjadi tidak bisa berfikir karena tidak banyak tantangan. Aku masih inget kata-kata terakhir dalam tulisan mbak, ”kelak akan pulang ke Indonesia bukan sebagai seorang pembantu tapi, sebagai seorang penulis”. Kata-kata mbak untuk pemenang lomba cerpen Hongkong itu menjadi semangat buat aku. 

Waktu itu, di Malaysia belum ada FLP. Waktu kemarin denger mo ada launching FLP aku seneng banget. Itulah yang aku bela-belain datang ke UKM padahal, aku gak tahu sama sekali dan gak pernah pergi ke UKM (walaupun numpang temen, alhamdulilah sampai juga). Juga tentang Faiz anak mbak, aku pernah denger ceritanya dari teh Najwa sahabat saya ketua FLP Serang. Kita tahu, acara kemarin seolah-olah khusus hanya untuk pekerja kilang. Lihat saja dari kandidat muslimah award, ke enam-enamnya adalah pekerja kilang. Mungkin, FOKMA harus melebarkan dakwahnya kepada pekerja Rumah Tangga. Dan saya berharap, keberadaan FLP Malaysia tidak hanya terbatas untuk para Mahasiswa saja atau pekerja Kilang saja.

0 komentar:

Poskan Komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P