Aufa dan Kesabaran




Siapakah dia yang bulat matanya, tembam pipinya, pesek hidungnya, lebat rambutnya, keras suara tangisnya, suka makan kertas, suka makan habuk, pokoknya apa saja benda yang di kutipnya pasti masuk ke mulut dia... Hebat khan...??? Tapi, Adam lebih hebat, semut pun masuk ke mulut dia hehehe...tapi itu dulu sekarang, gak getu deh! Ngomong2, sapa sih yang tadi...??? Dialah Aufa Peta-peta (aik, ini khan bahasa Arief yang sebut Aufa peta-peta padahal, peta-peta itu hanya seekor kucing) Sian Aufa...

Karena masih kecil, dia selalu jadi perhatian. Apalagi dengan teriakannya, dengan tangisnya, dengan kelucuannya. Tapi, di sebalik kelucuan dan keluguan kekanak-kanakannya Aufa terkadang menguji kesabaran yang mengasuhnya. Apalagi aku yang setiap hari selalu bersamanya. Gimana gak Bt, kalo di tinggal langkah dikit aja dah bunyi. Harus selalu di gendong terus padahal... aku cape banget kadang...

Kalo di tinggal wudhu, dia menangis, kalo di tinggal kebelakang, dia menangis, kalo di tinggal gosok menangis, kalo di tinggal masak, dia pun tetep menangis masya Allah... Akhirnya, ku dapatkan sebuah ide. Saat aku ambil air wudhu, ku letakan ia di tempat mandinya, saat ke belakang, ku gendong dia, saat menggosok ku gelar tikar dan ku letakan ia di atasnya, kalo aku masak ku gendong semampunya dengan kain, kayak cerita Oshin. Malah, kadang aku letakan dia di bawah, selagi Aufa melihatku, selagi aku ada di dekatnya. Ya elah... kayak apa aja...:D

Aufa, dari mu aku banyak belajar kesabaran, dengan mu ku cari kesabaran, karena mu aku belajar bersifat keibuan tanpa mu aku akan merasa kesunyian dan tanpaku kau akan menangis seharian (kalo gak ada ibunya gitu :D)

0 komentar:

Poskan Komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P