Ramadhan di Rantau

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa Nabi SAW bersabda: Di berikan kepada umatku lima kelebihan yang tidak di berikan kepada umat terdahulu, (iaitu) mulut orang yang berpuasa lebih harum baunya di sisi Allah dari pada bau kasturi, para Malaikat memohon keampunan untuk mereka sehingga berbuka puasa, setiap hari pula Allah senantiasa menghiasi syurga dan berfirman: Sedikit masa lagi hamba-hamba-ku yang sholeh akan terlepas dari mereka beban dan kesakitan dan mereka akan menuju ke dalammu (Syurga), para syaitan pula di rantai dan mereka tidak mampu melakukan apa yang boleh mereka lakukan pada waktu lain, kemudian mereka semua (orang berpuasa) akan di ampunkan sehingga ke akhir malam. Di tanya kepada baginda s.a.w, "Wahai Rasulullah apakah ia malam lailatulqadar? jawab baginda, tidak tetapi orang yang beramal akan di ganjari jika laksanakan amalannya". (riwayat Imam Ahmad dalam musnadnya) Tidak terasa, ini memasuki Ramadhan ketiga di Negeri orang. Jauh dari orang-orang terdekat. Adakalanya, terasa sayu saat berbuka puasa ketika mengenangkan keluarga di tanah air. Duhai Allah, adakah ini Ramadhan terakhirku...??? Aku berharap banyak pada Ramadhan ini, semoga ia penuh makna dan aku mampu melaluinya dengan sempurna.

0 komentar:

Poskan Komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P