Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Surat Tanggapan Ketua FOKMA

Assalamu'alaikum wr wb Sebelumnya, saya ingin mengucapkan jazakillah atas kehadiran dan apresiasinya terhadap acara FOKMA kemarin. Mudah2an menjadi pengaruh yang positif dan penyemangat bagi para muslimah yang hadir ... amin. Berikut adalah tanggapan saya untuk pertanyaan2 dalam email yang dikirimkan mbak Ely Yuliana melalui milis ini. Sebagai informasi, FOKMA memilki cabang yang masih di wilayah Kuala Lumpur dan Selangor yaitu, Shah Alam, Sunway, Nilai, Kajang, dan Sungai Wei. Insya Allah kami akan membuka cabang baru di Melaka (maaf, bukan Johor seperti yang mbak Ely tulis). Anggota FOKMA itu beragam mbak,
ada pekerja kilang, ibu rumah tangga, pelajar dan mahasiswi. Namun, karena sebagian besar anggotanya adalah pekerja kilang, maka kami lebih memfokuskan untuk mengembangkan dan membina potensi mereka. Namun tidak menutup kemungkinan kami juga bisa merangkul para pembantu rumah tangga yang berminat menjadi anggota dan ikut aktif di dalamnya. Yang menjadi masalah adalah adanya perbedaan kondisi antara pekerja kilang dan pembantu rumah tangga. Dalam artian, tidak semua pembantu rumah tangga bisa aktif dan mendapatkan hari libur seperti mba Ely dan pekerja kilang. Selain itu, jam kerja pembantu rt biasanya terikat dengan majikan mereka yang tentunya tidak sebebas anak kilang dalam beraktivitas (meskipun memang tidak semuanya). Inilah yang menjadi kendala kami selama ini, tidak semuanya seberuntung mba ely yang bisa ambil cuti sabtu-ahad. Dan tidak semua pembantu rumah tangga yang bisa mengakses internet dengan mudah. Pada akhirnya mereka juga jarang bisa berkumpul pada setiap acara2 kajian yang kami adakan karena tidak diberi cuti sabtu-ahad (kebetulan kajian kami diadakan setiap 1 bln sekali pd hari ahad). Selain itu, jika kami berkomitmen untuk merangkul para pembantu rumah tangga berikut permasalahannya. Fokma belum memiliki badan advokasi, sehingga apabila FOKMA terkait masalah hukum akan sangat rumit mengatasinya. Kami bukan lembaga resmi pemerintah Malaysia. Jadi, kalau ada masalah, kami lebih menyerahkannya kepada KBRI. Oleh karena itu, kami juga mau tidak mau harus menyediakan badan hukum. Sekarang ini, Fokma baru mengajukan surat legalisasi organisasi Indonesia di Malaysia ke KBRI. Semoga mba elly paham bahwa kami juga berusaha merangkul semua muslimah. Ini juga menjadi masukkan yang berharga buat Fokma ke depan agar lebih aktif merangkul para muslimah pembantu rumah tangga...insya Allah. Untuk mbak Ely ketahui, pengurus pusat FOKMA sebagian besar adalah ibu rumah tangga dan mahasiswi, karena kami memang lebih mudah berkoordinasi terutama melalui internet atau rapat di hari2 biasa (yg tentunya sulit bagi para pekerja kilang utk melakukannya krn mrk pny sistem cuti tak tentu). Terkahir, FOKMA akan menyambut dengan tangan terbuka dan senang hati, apabila mbak Ely dan teman2 pembantu rumah tangga lainnya dapat ikut serta dalam setiap kegiatan FOKMA. Sesuai dengan namanya, FOKMA adalah forum komunikasi untuk para muslimah Indonesia di Malaysia. Ini berarti, siapapun yang merupakan muslimah Indonesia yang tinggal di Malaysia adalah bagian dari FOKMA, tidak memandang status sosial ataupun profesi. Demikian tanggapan dari saya, selaku ketua FOKMA. Untuk segala info tentang FOKMA, silahkan mbak Ely kunjungi web kami di http://www.fokma.blogspot.com atau http://www.fokmadimalaysia.multiply.com dan saya ucapkan sekali lagi selamat bergabung dengan FOKMA. Wassalamu¢alaikum wr wb Ketua FOKMA, Mas Farlina LW (Ellin)

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Untuk Mas Gola Gong

Beberapa waktu lalu, entah kenapa aku selalu ingat dengan mas GG.Ingat segala tutur katanya, ingat gelagatnya, ingat bagaimana dia mengajar kelas menulis dengan santainya, ingat di mana selalu dia meluangkan waktunya menyiram bunga sebelum mengajar kami. Dan, aku juga ingat ketika pertama kali aku ketemu Mas gola gong. Aku juga pengen banget telfon ke rumahnya. Aku juga ingat, waktu aku pulang tahun kemarin kakek meninggal dunia (ayah dari mas Gong) dan aku tahu begitu terpukulnya mas gong saat itu. Aku hanya sempat mengirimkan sms saja. Kemarin, aku buka-buka imel dan terbacalah kalau mas Gong sedang sakit. Seingatku, teh Najwa pernah bercerita kalau mas Gong mempunya penyakit kanker otak (aku lupa juga sebenernya, apa kanker otak atau apa?). Mengimbas kepada ingatan-ingatan saya minggu-minggu kemarin. Yang entah kenapa teringat dengannya, dengan mbak Tias, juga anak-anaknya. Setelah cari info dari temen-temen Rumah Dunia, akhirnya, tahulah aku bahwa Mas Gong mengalami pengapuran di leher dan di rawat di Rumah Sakit Holistik Purwakarta. Bukan sedikit biaya yang di perlukan, dalam seminggu +- Rp.5.000.000. Dan mas gong sudah di rawat selama tiga minggu. Semoga Mas Gong dan keluarga selalu di beri ketabahan untuk menjalani cobaan ini. Mas Gong tetaplah seorang Gola Gong yang penulis, di saat-saat waktu kritikalnya dalam kesakitan beliau tetap membawa laptopnya. Semoga lekas sembuh mas Gong... Inilah beberapa sms mas Gong yang sempat di kirimkan kepada rekan-rekannya "Tolong sobat, pengapuran di leher harus intensif. Saya butuh 20 juta lagi untuk biaya 1 bulan. Mungkin bisa pinjam 3 juta sebagai DP. Nanti barter buku terbaru. Saya bawa laptop ke rumah sakit". 18/03/08, dari teh Pipiet Senja "Duduk di taman rumah sakit. Gerimis. Leher yang pengapuran di sangga collar neck. Ku hitung sisa usiaku. Semoga Allah menganugerahiku kesehatan lagi. Aku rindu sehatNya. Amiin". 19/03/08 "Kondisi tangan yang kesemutan akibat pengapuran di leher, membuat saya tidak bisa optimal ngetik". 21/03/08 Semoga lekas sembuh mas Gong...

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Launching FLP Malaysia

Launching FLP Malaysia Bertempat di Dewan Anwar Mahmud Fakultas Sains Teknologi Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) bertepatan dengan 15 Rabiulawal 1429H/23 Maret 2008 bersamaan dengan Gebyar Kreatifitas Seni Muslimah telah di resmikan Forum Lingkar Pena (FLP) Malaysia. Acara yang di resmikan langsung oleh mantan Ketua Pusat FLP (mbak Helvy Tiana Rosa) berjalan dengan penug meriah. Susunan kepanitiaan sudah pin terbentuk di mana sebagai penasihat adalah ketua FOKMA dan kang Abik (Habiburrahman el-syirazi, penulis paling fenomenal Ayat-Ayat Cinta).

baca selengkapnya...

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Surat Kepada Ketua Fokma

Assalamu’alaikum Wr Wb Yang terhormat ketua Fokma. Perkenalkan, saya seorang pembantu Rumah Tangga. Alhamdulilah, kemarin saya hadir dalam acara Gebyar Kreatifitas Muslimah di Dewan Anwar Mahmud Fakultas Sains UKM. Selamat yah bu, acaranya begitu meriah. Itu dapat mewujudkan bahwa kita pun bisa terlihat dan berbuat baik saat berada di negara orang. Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan suara hati saya kepada ibu. Sedikit pertanyaan, kenapa seolah-olah FOKMA itu ”milik” pekerja Kilang saja. Apa memang dari dulu tidak pernah membuka cabang untuk merambah kepada para pekerja Rumah Tangga?. Kalau di lihat, FOKMA sudah begitu hebat dan sukses menjadikan para pekerja Kilang yang begitu aktif dalam kajian juga kegiatan-kegiatan lainnya. Bahkan, tidak hanya terbatas di Sungai Way saja tetapi sudah merentasi beberapa Negeri di Malaysia. Termasuk di Negeri Sembilan dan beberapa Negeri lainnya dan kalau tidak salah sasaran selanjutnya adalah di Johor. Ibu ketua, bolehkah kiranya kami,
para pekerja rumah tangga ada kesempatan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan FOKMA?. Berilah kami ruang dan peluang untuk mencari sedikit ilmu, supaya kegiatan kami tidak monoton hanya sebatas mencari Ringgit saja. Pergerakan pekerja rumah tangga sangat terbatas, itu yang menjadikan kami selalu tidak tahu info-info yang ada. Bahkan saya sendiri juga mengetahui FOKMA setelah dua tahun berada di Malasysia. Dan mungkin, lebih banyak lagi para pekerja Rumah Tangga yang tidak mengetahui keberadaan FOKMA. Berbeda sekali dengan para pekerja Kilang, yang kebanyakan dari mereka berpendidikan minimal adalah SMU bahkan, tidak sedikit yang Diploma lihat saja para kandidat Muslimah Award bahkan ada yang D3. Selama acara berlangsung, saya cukup bangga dan terharu. Bangga, karena di tengah-tengah kesibukan para panitia (terdiri dari para ibu Rumah Tangga juga para Mahasiswa) dan para pekerja Kilang yang bekerja selama 12 jam sehari, masih bisa mengadakan acara yang begitu meriah dan sangat bermanfaat. Tentunya, bukan kerja mudah. Terharu, karena di tengah-tengah para muslimah itu amat sangat sedikit sekali pekerja Rumah Tangga. Kapankah agaknya para pekerja rumah tangga ini merubah imej yang sudah melekat?. Selama ini yang kita dengar, para pekerja Rumah Tangga yang selalu di anaiaya, tidak di bayar gajinya, yang lari dari majikan, yang mencuri harta majikan juga yang menjadi korban jual beli manusia moderen. Sekian surat saya. Bilamana ada kata-kata yang salah, mohon kiranya maafkan saya. Sekian dan terimkasih Hormat Saya: Eli Yuliana

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Surat Buat Mbak HTR (Helvy Tiana Rosa)

Surat Buat Mbak HTR (Helvy Tiana Rosa) Assalamu’alaikum Wr Wb Mbak, maaf baru sempat up date blog. Semoga mbak baik-baik aja dan makin produktif lagi dalam tulisannya. Yang belum kenal ama mbak HTR, sedikit aku kasih info tentangnya. Beliau, lahir di Padang pada 2 April 1970 (bener gak mbak?). Dan beliau juga pendiri FLP. FLP didirikan pada tahun 1997, sehingga tahun 2005 pesertanya sudah mencapai 5000 lebih (70% dari padanya adalah muslimah) dan tersebar lebih dari 135 kota termasuk di luar Negeri, diantaranya, Amerika, Mesir, Belanda, Singapura, Hongkong, Singapura dan beberapa negara lainnya. Akan segera menyusul adalah Paris dan yang baru di resmikan adalah FLP Malaysia pada tanggal 23 Maret kemarin. Semoga apa yang mbak lakukan bisa menjadi amal Jariyah, seperti apa yang pak Taufik Ismail bilang, ”FLP adalah hadiah dari Syurga untuk Indonesia.” Sedikit cerita, pertemuan kemarin di UKM adalah untuk yang ke dua kalinya aku ketemu ama mbak. Pertama kali ketemu, di Rumah Dunia kira-kira tiga tahun yang lalu mungkin mbak dah lupa tapi, aku masih inget karena waktu itu aku sempat foto-foto ama mbak, mas gg, mbak Tias, kang Qijing, kang Firman, teh Najwa dan temen-temn Rumah Dunia yang lain. Kalau kemarin, aku gak sempet foto ama mbak. Sebenernya, bukan gak sempet tapi, karena aku gak ada kamera mau nebeng malu. Maklum, dari sebagaian peserta yang datang pembantunya hanya beberapa orang saja. Lagian, aku lihat mbak juga sibuk banget dah ngelebihin artis eui... di kerubutin kanan kiri. Kalau panitia nggak nyelametin mbak, mungkin sampai sore kali . Tentang pembantu dari Hongkong yang mbak ceritakan itu, aku dah pernah baca di rumahdunia.net. Waktu baca itu, aku sedih banget dan aku beberapa kali menceritakan itu kepada teman-teman ku. Ternyata, aku beruntung mendapatkan majikan yang baik tapi, ada ketikanya saat kita berada di zon selesa (aman) kita menjadi tidak bisa berfikir karena tidak banyak tantangan. Aku masih inget kata-kata terakhir dalam tulisan mbak, ”kelak akan pulang ke Indonesia bukan sebagai seorang pembantu tapi, sebagai seorang penulis”. Kata-kata mbak untuk pemenang lomba cerpen Hongkong itu menjadi semangat buat aku. Waktu itu, di Malaysia belum ada FLP. Waktu kemarin denger mo ada launching FLP aku seneng banget. Itulah yang aku bela-belain datang ke UKM padahal, aku gak tahu sama sekali dan gak pernah pergi ke UKM (walaupun numpang temen, alhamdulilah sampai juga). Juga tentang Faiz anak mbak, aku pernah denger ceritanya dari teh Najwa sahabat saya ketua FLP Serang. Kita tahu, acara kemarin seolah-olah khusus hanya untuk pekerja kilang. Lihat saja dari kandidat muslimah award, ke enam-enamnya adalah pekerja kilang. Mungkin, FOKMA harus melebarkan dakwahnya kepada pekerja Rumah Tangga. Dan saya berharap, keberadaan FLP Malaysia tidak hanya terbatas untuk para Mahasiswa saja atau pekerja Kilang saja.

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Gebyar Kreatifitas Muslimah

Acara yang di adakan oleh FOKMA (Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia) bekerja sama dengan PPIM (Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia) UKM, merupakan acara yang khusus di adakan untuk para muslimah khususnya para pekerja Kilang dan Pelajar yang ada di rantau. (Pembantu gak termasuk lho, soale kemarin emang kagak ada pembokat kecuali aku dan temen aku kali ). Acara ini juga merupakan acara puncak pengumuman pemenang lomba-lomba yang telah di adakan pada tanggal 24 Februari untuk anak-anak Kilang.. Jujur aja, sebenernya aku sedih banget karena gak ada satu pun komunitas aku yang ikut andil dalam acara ini. Semoga saja di tahun-tahun yang akan datamg, FOKMA juga melebarkan sayap dakwahnya untuk para pekerja rumah tangga. Tidak hanya terbatas pada pekerja kilang saja. Acara yang tadinya akan di mulai jam 08.30 am ternyata, molor juga. Kayaknya, itu dah biasa deh :D. Aku dateng nebeng temen (malam sebelumnya aku nginep di rumah beliau, makasih banyak yah bu, pak dan teh Imas ). Waktu baru dateng, suasana Dewan masih agak sepi hanya para panitia yang sibuk di meja penerima tamu dan baru beberapa peserta yang baru dateng. Aku dateng, kayaknya dah jam 08.30an gitu deh, soalnya berangkat dari Setiawangsa dah jam 08 am. Sekedar jadi peserta, jadi Cuma isi buku tamu, ambil kupon masuk deh. Tidak lama setelah itu, acara di mulai. Pertama, biasa pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an yang di bacakan oleh seorang anak kecil. Aku lupa namanya siapa, yang pasti, dia anak cowo, umurnya kira-kira tujuh tahunan gitu dah gitu tanpa Mushaf lagi! Keren banget khan...??? Walaupun Tajwidnya banyak kesalahan... Abis itu, menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, jadi inget waktu sekolah tapi, kali ini rasa terharu juga soalnya, berada di negara orang. Terus sambutan-sambutan, banyak yang ngasih sambutan. Pertama, dari Ketua panitia, kedua dari Ketua FOKMA, ketiga dari Ketua Atase Tenaga Kerja KBRI (Bapak Teguh Hendro Cahyono), inget aja kata-kata bapak atase ini, dia sangat bangga dengan acara yang di adakan oleh FOKMA. keempat dari Ketua Persatuan Darma Wanita KBRI (Ibu Marita Roza SH, bener gak yah namanya...??? kalau salah teh hapunteun pisannya...) Kalau gak salah, ibu ini isteri dari Kedubes RI, ibu Marita Roza bilang, ”Diplomasi bukanlah milik diplomat tapi, milik seluruh umat” Itulah inti dari sambutan Isteri bapak Tatang. Acara demi acara bergulir, di selang selingi dengan nasyid oleh para Muslimah Kilang ada juga kabaret oleh anak-anak Indonesia (namanya apa yah? Aku lupa...), terus sesi bicara sastera bersama mbak Helvy dengan moderator oleh ka Rahmawati Latief. Acara ini seru banget tapi sayangnya gak buka sesi tanya jawab ama peserta. Padahal, di kepal ku dah banyak pertanyaan. Mbak Helvy cerita macam-macam dari anaknya, terus FLP Hongkong yang kebanyakan anggotanya adalah para pembantu rumah tangga kapan yah Pembantu Indonesia di Malaysia ada perubahan...???). Terus, persembahan Puisi, musik gerak dan lagu dan yang paling keren adalah persembahan tari saman yang berasal dari Aceh oleh mahasiswa UKM Indonesia. Ngelihat tari Saman ini, asli! Ribet abiz! Kayaknya, latihannya susah kali yah? Nah yang paling keren adalah acara kemuncak yaitu pengumuman nama-nama kandidat yang akan mendapatkan Muslimah Award 2008 (keren amir yah, kayak Anugrah AMI Award gitu lho) Kalau di lihat sekilas, acara ini gak jauh beda ama award-award yang lain Cuma, sekalanya aja lebih kecil. Kalau gak salah, dari 130an lebih angket dan enam orang inilah yang berhasil masuk seleksi dan akan di cari lagi mana yang paling baik diantara yang terbaik. Acara ini, tentunya masih khusus untuk anak-anak Kilang. Seru juga lihat acara ini, kayak pemilihan Puteri Indonesia aja. Para Jurinya juga senior-senior lho, ada mbak Helvy, ada sarjana Sosiologi, terus ketua Darma Wanita tadi (terusnya, aku lupa deh soale, aku ora nyatet, maklum, wartawan bodrek ). Setiap peserta, di suruh mengambil kertas satu-satu dan itulah yang akan jadi pertanyaannya. Juri hanya memberikan waktu 3 menit saja. Pertanyaan itu, kadang mudah tapi, karena ada di depan panggung tentu aja para peserta nervous. Yang palin lucu adalah pertanyaan kepada peserta nomor dua. Pertanyaan mudah tapi tidak mudah juga untuk yang tidak tahu. ”Berapa biaya pembuatan Passport Indonesia di KBRI dan berapa lama.” Muslimah nih, bingung maklumlah, dulu Passport yang urusin agent. Jawaban Muslimah nih, biayanya, RM.700, waktunya 1 bulan. Bu Kedutaan langsung jawab, yang bener adalah, biaya pembuatan, RM. 22 dan waktunya adalah 3 jam saja. Semua peserta yang ada di Dewan tertawa. Dalam hati aku, waktunya memang 3 jam tapi, nunggu dan ngantri di situ bisa dari subuh bahkan, bisa dua hari karena saking banyaknya manusia yang ingin memperpanjang Passport dan sarana fasilitas yang tidak memadai. Acara di tunda makan siang dan Shalat dhuhur. Setelah selesai shalat dhuhur, aku kembali ke Dewan ngelihat mbak HTR lagi di kerubutin fansnya. Pengen juga foto ama dia tapi, kamera aja kagak ada. Akhirnya, aku duduk diam aja sambil menikmati makanan siang dan memperhatikan gelagat mereka yang sedang berfoto. Hari itu, Dewan Anwar Mahmud bermandikan cahaya kilauan kamera kalau mbak HTR gak di selametin ama ketua panitia mungkin, para fansnya masih pada pengen foto bareng. Aku sih ngaden-ngademin hati aku aja, aku masih ada ko foto aku ama mbak HTR 3 tahun yang lalu waktu di Rumah Dunia. Waktu terus bergulir, tibalah pengumuman pemenang lomba-lomba. Aku ikut juga lomba menulis surat untuk Ibu tapi sayang, kecundang oei...hehehe... Dan pemenang Muslimah award 2008 adalah jatuh kepada Fitriyah, pekerja Kilang Digital Western dari Sungai Way. Wah, selamat yah mbak, semoga ia menjadi tonggak untuk mbak selalu berdakwah dan berkarya untuk menjadi muslimah yang Aktif, Kreatif dan Produktif. Kapan yah agaknya para pekerja rumah pada punya agenda yang bermanfaat...??? PR untuk saya.

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 1 komentar

Salam Maulidurrasul

Salam Maulidurrasul, semoga kita mampu meneladani dan mencontoh akhlak Nabi. Dialah manusia sempurna di dunia, juga di akhirat. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Amiin...

1 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 2 komentar

Ka Mona, Fotogenik


Nama sebenarnya bukan Mona tapi, Azlina tapi aku dah biasa dengan panggilan ka Mona. Ini menantu majikan ku, Mamy nya Adam Hakimy, isteri dari Bang Hamdy( ya elah, lengkap banget kekeke...). Pertama kali ketemu ka Mona, ka Mona pakai baju merah waku itu, perut ka Mona besar soalnya, Adam masih ada dalam perut. Kalau gak salah mau lebaran Haji tahun 2006, ka Mona inget gak?

Tadinya sih gak akrab gitu, maklum baru kenal gitu, aku sok jaim (ka Mona juga khan...??? :D) Ka Mona jarang ke rumah ibu kecuali hari sabtu ahad jadi, aku gak sering ngobrol ama dia. Waktu dah ngelahirin Adam, ka Mona pernah tinggal satu minggu di rumah Ibu, di situlah aku mulai akrab dengannya. Ada ketikanya sekedar tanya dan mengalirlah sebuah cerita.

Mulai akrab banget, waktu aku tinggal di rumah ka Mona untuk jaga Adam. Ternyata, ka Mona tuh garing abiz! Lebih hebat dari aku. Awal-awal mulai akrab aku pernah tanya ama ka Mona, ”ka Mona waktu kecil suka nangis yah?” ( soalnya badan ka Mona kecil). Terus, pertanyaan kedua setelah ngelihat foto-fotonya adalah, ” Ka Mona waktu kecil sering di foto yah...??? ( soalnya, gak canggung kalau di depan kamera. Ce’ewah...).

Selain itu, ka Mona juga orangnya Fashion able banget. Kalau dandan harus matching, lihat aja foto-foto Adam matching-matching kan...??? Nah, foto yang ini, waktu ka Mona lagi di Jepang. Sebenernya, aku dah lama pengen nulis tentang ka Mona tapi baru sekarang sempatnya. maaf ye kalo ada kate2 yang salah

2 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Pembantu Juga Manusia

Pembantu Juga Manusia Pembantu juga manusia, itulah yang sekarang sering banget bermain di kepala ku. Aku jadi inget sama lagunya Candil Serieus Band, Rocker Juga Manusia. Pembantu juga manusia, punya hati punya rasa, jangan samakan dengan pisau belati. Terimakasih Candil, lagu kamu bisa juga buat inspirasi aku. Cuma minta maaf ya, liriknya aku ubah sedikit bukan bermaksud jadi plagiat. Kalau aku tulis depannya rocker juga kan gak lucu. Wong aku cerita tentang pembantu ko, jadi rocker segala di bawa-bawa :D. Betul-betul susah meletakan jiwa sebagai pembantu. Adakalanya, bertentangan dengan hati nurani. Walaupun hati berontak, mau tidak mau terkadang aku harus menerima hakikat itu. Tapi, aku juga manusia biasa yang ada ketikanya tak luput dari kesalahan, khilaf dan lupa. Sekian lama aku jadi seorang pembantu ternyata, bukan mudah untuk mendapatkan jiwa pembantu. Dan aku pun baru menyadarinya sekarang-sekarang ini. Terkadang, harus rela menggadaikan perasaannya. Aku bukannya baik banget atau manusia sempurna. Tapi adakalanya saat aku berbuat salah, itulah kesempatan di mana aku harus memperbaiki diri sendiri. Aku berharap, semoga Allah yang berkuasa membolak-balikan hati manusia memberi kekuatan kepadaku supaya aku mendapatkan jiwa itu.

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Al-Qur'an


Al-Qur’an

Ya Allah, ya Karim
Jadikanlah Al-Qur’an sebagai petunjuk hidupku
Jadikanlah Ia sebagai perantara untuk aku bertemu dengan-Mu
Jadikanlah Ia penawar saat aku merindukan-Mu
Jadikanlah Ia pelembut hati saat aku di landa gundah
Ya Allah, ya Rahman
Berilah aku kefahaman untuk memahaminya
Memahami Kitab-Mu dan mengamalkannya

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

kEADILAN

Bila sang mentari dan setiausahanya Berbuat jahat di bumi ini Begitu juga hakimnya dzalim dalam memutuskan Celaka, sungguh celaka dan celakalah Bagi hakim bumi ini Karena nanti ada hakim langit yang menghukumnya Syeikh Ath-Thantawi Sesungguhnya panggung kehidupan dunia ini belum lagi sempurna; pasti ada sebuah panggung kedua. Sebab kita semua melihat di sini orang yang dzalim dan di dzalimi namun kita tidak dapatkan keadilan, orang yang menang dan yang kalah namun kami tidak mendapatkan balasan yang pasti. Maka pasti ada alam lain yang akan menyempurnakan keadilan. Immanuel Kant, seorang ahli filsafat dari Jerman yang mengakui keadilan di alam lain. Ini sangat sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Az-Zummar ayat 69: ” Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan di berikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan di datangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan di beri keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak di rugikan”.

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Untuk Pemuda

Wahai orang-orang yang menyerukan kebenaran, yang berniat hendak memajukan bangsa dan tanah airnya. Wahai orang-orang yang tidak sayang darah dan nyawa untuk mencapai bahagia dan kemerdekaan, yang hendak melepaskan aniaya dan belenggu, yang hendak menegakkan keadilan dan kebenaran! Dengarlah himbauanku, aku hendak menunjukkan suatu jalan supaya maksud yang mulia itu tercapai! Terangkanlah kepada orang ramai, kepada pendengar nasihatmu, kepada pembaca-pembaca tulisanmu, kepada rakyat yang sudi mengikutimu terangkanlah kepada mereka, bahwa Allah senantiasa melihat dan menjaga gerak-geri mereka selama-lamanya. Terangkanlah kepada setiap pemerintahan yang berkuasa berlaku adilah memerintah. Sebab kedzaliman harus di pertanggungjawabkan di hadapan Yang maha Kuasa. Terangkan sampai terasa kepada hakim-hakim, bahwa jika mereka menghukum dengan dzalim, perkara ini kelak akan di buka kembali di hadapan Allah. Terangkan kepada orang berniaga, bahwa jika mereka menipu, tipuannya selalu di lihat Tuhan, tidakkah dia malu. Terangkanlah kepada mereka semua bahwa besar dan kecil semuanya dalam penjagaan dan penglihatan Tuhan. Dengan jalan demikian akan tercapailah oleh manusia bahagia dan kemenangan. Wahai seluruh manusia yang cinta pada tanah airnya, yang ingin supaya bangsanya maju dan tanah airnya mulia! Pakailah kepercayaan, supaya tercapai kemuliaan yang di ingini. Kalau tuan-tuan merasai lemah untuk memperbaiki otak angkatan yang sekarang, sebab telah terlalu rosak, perbaikilah otak angkatan yang akan datang, yaitu pemuda-pemuda. Di Petik dari; Tasawuf Modern oleh, Prof. Dr. Hamka

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Amir Nasif Bn Haznizam, Seorang Yang Penakut


Amir Nasif Bn Haznizam, Seorang Yang Penakut

Umurnya baru tujuh tahun, dia lahir pada tanggal Juni 2001. Sekarang dia dah derjah 1, kalau di Indonesia SD kelas 1. Amir nih, kalau mau apa-apa jarang minta langsung ama aku. Dia selalu nyuruh Wawa, kayaknya Amir takut dech ama aku. Mungkin, aku ini galak kali yah...???. Tapi gak selalunya nyuruh wawa sih, kadang, dia juga minta langsung ama aku. Amir nih korban dari permen dan coklat, giginya dah abis. Orang Jawa bilang, gigi Amir gupis. Abis dia suka banget ama permen dan coklat, eh tapi, di mana-mana anak kecil emang suka ama yang gituan khan...???

Walaupun cucu lelaki yang paling besar, Amir penakut. Kalau naik atas atau turun bawah, dia minta Wawa temankan. Atau kalau cuci tangan di dapur terus gak ada orang, biasanya dia langsung lari. Tak jarang aku kejutkan dia, aku sembunyi di sebelah kulkas terus aku kagetin. Kesian juga kalo lihat di terkejut (hehehe... boleh juga khan jahilnya???) Terus, kalau marah jarang di lampiasin ke orangnya. Dia akan pendam, terus menghentak-hentak apa yang ada di dekat dia, lama-lama baru nangis. Amir cukup pemalu kalau di luar, tidak mudah rapat dengan orang. Tapi, dia terlalu baik. Waktu baru awal-awal masuk sekolah Amir di bekalkan uang jajan RM.2. Tahu temennya gak bawa uang, dia bagi RM.1 untuk temennya. Mungkin itu saja yang ku ceritakan tentang Amir.

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Arwa Bt Haznizam, Pemberani dan berdikari


Arwa Bt Haznizam, Pemberani

Arwa, dia ni adik Amir umurnya baru lima tahun. Harusnya dia sekolah Tadika, tapi sekarang dia ada di rumah aja dengan aku. Berbeda dengan abangnya, Arwa atau Wawa dia pemberani gak penakut seperti Amir. Wawa berani naik turun tanpa di temani. Dan Wawalah korban Amir, yang selalu di suruh-suruh menemani dan kadang di suruh Amir meminta roti telur ama aku. Kadang, Wawa juga di suruh minta permen ama aku, padahal, aku gak ada. Yang sama dari mereka berdua adalah, mereka suka makan nasi telur dengan kecap. Kalau marah juga gak jauh beda.

Wawa suka bersolek, maklum, cewe gitu lho!. Dia juga rajin bantuin aku kalau aku angkat jemuran. Itu kalau aku di tinggal di rumah bertiga aja. Aku, Wawa dan Aufa. Dia juga pinter jagain Aufa kalau aku buatkan susu untuk dia. Kalau Cuma bertiga, kadang aku lihat kayaknya dia bt juga di rumah terus. Paling nonton TV, kalo dah gitu, kadang aku ajak keluar rumah. Itupun Cuma di teras doank. Abis aku risih kalau mau keluar-keluar semenjak ramai kasus penculikan. Wawa kalau dengan aku biasa-biasa aja tapi, kalau dengan Mama dia pasti akan merengek-rengek.

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Nabila, Nak Tak Nak


Nuha Nabila Bt Haiyan, Nak ke Tak Nak

Nabila, umurnya baru empat tahun. Dia nih jenis yang aleman. Mainan dia, gak boleh temennya pinjem gitu aja kecuali mood dia lagi baik. Kalau gak...??? Bakalan nangis tuh. Nabila dah biasa di temenin, jadi kalo main kadang harus di temenin juga. Atau terkadang, kalau aku lagi gosok baju dia akan main-main di situ juga ama adiknya. Terus, kalau aku di dapur juga kadang dia nungguin di dapur. Aku rasa dia dah terbiasa saat di Nussery. Mak cik yang jaga Nabila dengan Arief aku rasa sungguh bijak. Keibuan, lembut dan penuh sabar. Mungkin karena pengalamannya yang bertahun-tahun menjaga anak-anak.

Nabila jarang aku jaga, kecuali Abah dan Mamanya keluar kota. Atau abahnya saja keluar kota. Walaupun begitu, Nabila pun cukup akrab dengan aku. Ada ketikanya dia tahu kalau Mamanya menitipkannya ama aku jadi, setiap apa yang ia mau selalu minta ama aku. Dulu, waktu masih dua tahunan Nabila pun suka di gendong juga. Terus, suka berebut ama adiknya. Gak jarang juga minta gendong berdua sekaligus ama Arief. Waduh, pingsan aku... Dia selalu bilang, ”nak dokong sama-sama.” Walaupun baru empat tahun, Nabila dah pinter nulis nama dia, dah hapal abjad dan dah bisa tambahan.

Nabila ni agak susah, terkadang, dia yang buat orang dulu tapi dia yang ngambek. Terus lama-lama nangis, ini yang susahnya...Kalau Nabila ngambek atau marah kadang dia ngumpet di bawah meja. Lain kalau ada Mamanya. Kalau ada Mamanya, biasanya dia akan menangis. Tapi, tak jarang juga Nabila merajuk. Dia nih, kalau dah ngambek semua tak kena. Kadang dia buat juga ama aku gitu. Kayak waktu itu, bajunya basah ama Arief dia pun menangis. Aku gosok, gak boleh. Akhirnya aku buka, bukan jadi betulnya dia malah menangis. Aku pakein lagi gak mau. Akhirnya, aku tinggal jemur baju. Bukan semakin betul, malah tambah banyak salahnya. Nabila semakin kuat menangis, ”Nak pake baju” Ujarnya sambil menangis. Aku pun deketin dia mo pakein baju, tapi dia tak nak. Berulang-ulang kayak gitu. Akhirnya aku deketin lagi, ”nak ke tak nak?, nak pake sini ka Eli pakaikan, kalo tak nak, ka Eli dah tak nak pakaikan!”. Suaraku mulai meninggi. Terkadang, perlu dengan sedikit ancaman. Emang anak-anak, kadang kalau dengan mereka kita pun harus berubah jadi anak-anak juga.


0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Arief Adly Bn Haiyan, Manja


Arief Adly Bn Haiyan, Manja

Aku dulu dah pernah nulis tentang Arief, umurnya baru dua tahun lebih. Tingkah laku Arief gak jauh beda ama kakanya Nabila. Kadang dia buat hal kayak Nabila juga, nak tak nak...??? Tapi, kemarin waktu di tinggal dia dah gak banyak minta gendong lagi karena tahu ada Aufa. Kayaknya, Arief dah bisa deh kalau ada adik. Hehehe... kalau ka Sham baca jangan marah ek..??? kakaka..

Suara Arief dah mulai pecah, bertukar menjadi suara kanak-kanak. Tapi manjanya tetep kayak dulu, gak berubah! Sekarang, gak ada lagi panggilan Tata Ayi. Sekarang dah lengkap panggilan itu, Kaka Eli. Tapi dia belum bisa ngomong R.

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 1 komentar

Adam Hakimy Bn Hamdy, Tak Nak Sudah




Adam hakimy Bn Hamdy, Tak Nak Sudah!

Adam, umurnya gak jauh beda ama Arief Cuma beda dua bulan aja kalo gak salah. Waktu aku baru dateng, Adam masih dalam kandungan lagi. Aku masih inget, waktu bayi adam hitam, terus keciiill banget. Beda banget ama sekarang, putih, ganteng kayak anak orang bule aja.

Waktu belum ada yang ngasuh, aku pernah jaga Adam selama dua minggu. Mengasuh Adam gak begitu susah. Adam suka kalau di nyanyiin, dia paling suka kalu di nyanyiin lagu Adam bobo. Setelah ada yang ngasuh, aku gak penah jaga dia lagi, ketemu paling kalau dia main ke Gombak. Atau aku pergi ke Putra Jaya. Jadi aku gak begitu akrab ama Adam.

Setiap tahun, ulang tahun Adam selalu di rayakan. Januari kemarin, ulang tahun Adam yang ke dua. Masih inget waktu ultah yang pertama, temanya merah, putih dan hitam. Kalau ultah khan biasa tuh hias-hias dengan balon. Kalau ngelihat fotonya, dari sekian banyak balon-balon kebanyakan aku yang niup. Kempis deh aku hehehe... Waktu itu, aku sampai nginep di sana. Tahun ni, aku gak sempat nginep di sana. Aku datang keesokan harinya. Tapi, waktu itu balon belum banyak akhirnya, aku deh yang tiup banyak lagi.

Adam ni suka ngomong tak nak, di tegur aja tak nak, di panggil tak nak. Hih, gemes dech! Terus, kalau dia ngomong tak nak, aku selalu bilang, ”Tak nak sudah!”. Rupa-rupanya dia merekam semua yang dia lihat dan dia dengar. Sekarang dia dah pinter ngomong gitu. Kalau ada orang ngomong tak nak ama dia, dia pasti akan jawab, ”tak nak sudah!.” Lucunya anak itu. Terus kemarin, ka Mona negur aku, ” ooo...Eli ke ajar tak nak sudah?” kakaka... Bukan Eli lah ka Mona, mungkin Adam rakam sendiri.

1 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Aufa Bt Haznizam, Cengeng


Aufa Bt Haznizam, Cengeng

Aufa, umurnya baru masuk lima bulan. Tapi badannya gemuk, berat badannya sekarang dah 6,9 kg dokter bilang dia dah over weight. Wajar aja, wong waktu bayi aja 4,4 kg. Lucu khan fotonya...??? Aku ngasuh dia baru dua bulan lebih. Bermakna, semenjak Aufa berusia dua bulan. Awal-awal ngasuh dia, aku agak nervous juga. Maklum, dah lama aku gak ngasuh bayi. Yang aku takutin, aku gak bisa sabar. Karena, bukan kerja mudah saat kita harus mengasuh bayi. Di butuh kan kesabaran dan ketelatenan. Waktu belum mulai mengasuhnya, aku sangat keberatan dengan pekerjaan baru ku. Dulu, waktu di Indonesia aku juga pernah menjaga bayi. Sedikit banyak bisa ku jadikan pengalaman. Alhamdulilah, sekarang aku dah bisa handle.
baca selengkapnya...

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

3 Hari

3 Hari Minggu kemarin, selama tiga hari aku cukup sibuk. Sebenernya, gak sibuk banget sih Cuma bertambah aja anak-anak yang aku jaga. Kalau hari-hari biasa aku jaga dua anak, waktu itu aku jaga sampai empat anak. Bahkan, waktu hari seninnya sempet lima. Ramai banget tentunya. Aku jadi terfikir, ternyata, begitu berat menjadi seorang ibu apalagi, seorang ibu yang banyak mempunyai anak. Hari pertama, aku bingung juga gak tahu harus mulai dari mana. Kebetulan, waktu itu aku jaga 5 anak sekaligus. Amir, enam tahun yang sudah masuk derjah satu waktu itu libur sekolah. Arwa, lima tahun adik Amir. Nabila, empat tahun. Arief dua tahun adik dari Nabila dan yang paling kecil adalah Aufa empat bulan adik dari Amir dan Arwa. Menjaga kelima-limanya tidak begitu sulit sebetulnya, kecuali Aufa tentunya karena dia masih bayi.Yang paling susah adalah memahami karakter mereka masing-masing. Nabila dengan Arief bangun lebih pagi, berbanding dengan Amir dan Arwa. Selalunya, merekalah yang akan aku mandikan dulu. Kalau Aufa waktu itu tidur, aku sambil-sambil aja buat kerja lain. Setelah jam sepuluh, Wawa (Arwa) biasanya baru bangun. Abis itu, aku baru deh mandiin. Waktu itu, Aufa pun selalunya dah bangun. Karena Amirlah yang paling besar, tak jarang aku bagi tugas memperhatikan Adik-adiknya yang kecil. Misalnya, ”Amir, jangan bagi Arief main air ye.” Selalunya kalau minum, Arief akan banyak main airnya, bukan minumnya. Atau kalau mereka main rumah-rumahan Amirlah orang yang pertama aku suruh mengemas. Tapi, namanya juga anak-anak tetep aja gak bisa di percaya. Terkadang yang beresin malah Wawa dengan Nabila. Susahnya, kalau Nabila dengan Arief dah berantem. Kayak waktu itu, Nabila kalau abis bangun tidur selalunya bad mood. Jadi selalu cari jalan gimana untuk ngambek. Aku abis mandiin Aufa, baru aja aku letakkan Aufa di atas handuk eh, tahu-tahu Nabila lagi berantem ma Arief. Siap tarik-tarik rambut pula tuh. Aku tinggalin Aufa yang masih telanjang, aku leraikan mereka. Pertama Arief yang nangis, lama-lama Nabila pun menangis juga. Akhirnya, bisa juga di pisahkan. Arief ku angkat dan ku letakkan di dekat Aufa. Aufa pun sudah menangis, masya Allah... kalu inget ini gak bisa di bayangin deh tapi, lucu juga ada. Kayaknya, aku pengen deh cerita satu-satu tentang mereka. Dulu aku pernah nulis tentang Arief sekarang, aku mau tulis semuanya lah. Termasuk Adam hakimy. Aku urutin dari yang tertua, Amir, Arwa, Nabila, Arief, Adam dan Aufa.

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Isteri, Bukanlah Hak Milik

Aku tertarik dengan film Cinta, sejak pertama kali ngeliat iklannya di TV. Waktu itu, pengen banget aku nonton di bioskop. Tapi, mikir-mikir lagi mo pergi dengan siapa...???. Aku tertarik bukan karena gandingan para pemainnya, emang sih pemainnya bintang film yang cukup terkenal. Menampilkan, Syarifah Amani, Piere Andre, Que Haidar, Rita Rudiani dan banyak lagi. Sampailah Film itu habis di tayangkan di bioskop aku tidak ada kesempatan untuk menontonnya. Akhirnya, kesempatan itu datang juga. Film Cinta di tayangkan di TV, seneng banget. Sebenernya, aku Cuma pengen ngelihat lakonannya Datuk Rahim Razali dan Fatimah Abu Bakar. Aku cukup tertarik dengan dialog Datuk Rahim Razali di sebuah kedai, ” Isteri, bukanlah hak milik tapi anugerah .” Apakah lakonan Sophan Sopian dan Widiawati mampu menyaingi kehebatan Datuk Rahim Razali dan Fatimah Abu Bakar?. Kita lihat saja nanti, Film Cinta juga akan di tayangkan di Indonesia tapi tentunya dengan artis-artis Indonesia tapi dengan judul lain, LOVE apa bedanya dengan CINTA?.

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Cinta




Seorang lelaki, mengharapkan cinta pertama seorang wanita. Seorang wanita, mengharapkan cinta terakhir seorang lelaki. Seorang suami yang tega meninggalkan seorang isteri untuk perempuan lain, bukan tidak mungkin di kemudian hari ia akan melakukan hal yang sama. Pun sebaliknya dengan perempuan. Pada dasarnya, bukan semua lelaki itu baik dan tidak semua perempuan itu jahat. Karena pada hakikatnya, kehidupan itu tidak pernah sama pada hitam dan putihnya.

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P

Diposting oleh Anazkia Aja | 0 komentar

Ada Ketikanya

Rutinitas pembantu kadang menjenuhkan juga. Ada masa-masa di mana saya begitu suntuk dengan pekerjaan saya. Apalagi, kalo lagi ada salah paham Jenuh banget rasanya. Kalo dah gitu terkadang, dalam aku bekerja menitis juga air mata, dalam aku membasuh pinggan basah juga tangan saya menyeka air mata. Kemarin, saya merasakan begitu suntuk. Pagi-pagi dah bad mood. Kalau saya gak mikir dah nyanggupin masak untuk ulang tahun Nabila, pengen aja aku keluar rumah pagi itu. Membawa diri. Bukan karena di suruh masak tapi, karena hal lain. Ah, ternyata bukan mudah menjadi pembantu. Yang paling susah saya dapatkan selama saya jadi pembantu adalah jiwa pembantu itu sendiri. Selesai acara Nabila, saya langsung beres-beres. Walaupun belum beres semua terpaksa aku tinggalin juga kerjaan aku. Karena dah sore, rencananya aku mo nginep ke rumah temen. Tapi, aku gak yakin mau ke mana??? Temen deket ku dah pulang ke Indonesia, waktu itu rencana ku ada dua. Ke Putra jaya atau ke Setiawangsa. Sebaik saja aku berangkat, Bang Haiyan dan ka Sham menyuruh ku membawa makanan, karena masih banyak. Tapi, nasi ayam yang aku buat abis lho, katanya " enak " cieh...GR aku!. Emang perginya aja dah ragu-ragu sampai di jalan pun aku ragu-ragu mau ke mana??. Sebenernya, sampai di Stasiun Setiawangsa aku dah kontek temen aku. Tapi, kayaknya dia sibuk gitu. Terus, aku ngerasa gak enak juga. Aku mikir-mikir lagi, aku kontek temen yang di Putrajaya. Tapi kayaknya gak berkenan aku kesana malam itu dan nyuruh aku datang esok hari. Akhirnya, aku kontek temen yang di Setiawangsa. Tapi, kayaknya, dia masih sibuk juga aku semakin gak enak. Terus, aku telfon aja ama temen ku yang satu lagi. Ini lebih akrab, lebih dekat dan sudah lama kenal. Aku langsung bilang aja mo ke sana. Dia kaget juga. Selama dalam perjalanan sedih, ngebayangin kalo aku deket dengan keluarga khan otomatis gak kayak gini kali yah..??? Tapi aku PD aja, aku gagahin juga untuk tidak sedih n menangis. Alhamdulilah, naik taksi ketemu pak cik yang baik. Sampai aja di rumah temen, aku ngerasa gak enak banget takut ngerepotin rasa gimana gitu...??? Aku minta maaf aja ama ka Darsini n suaminya kalo aku pengen nginep di situ. Padahal, aku tahu tempat mereka bukan besar. Tapi, apalah daya. Setelah makan sate yang aku bawa, kami ngobrol-ngobrol. Sebenernya, aku ngerasa gak enak banget ama ka Darsini dan suaminya. Berulangkali aku meminta maaf, karena sudah menyusahkan. Tapi, ka Darsini begitu memahami keadaan ku. Alhamdulilah banget. Sebenernya, tempat temen ku itu tidak layak di sebut rumah, hanya sebuah bilik. Ukurannya pun kecil banget di mana di situ lah tempat makan, tidur dan shalat. Akhirnya, kita pun tidur. Dah larut malam rupanya. Kasihan anak ka Darsini, dia tidur lambat tapi katanya dah biasa tidur lambat. Jam sudah menunjukan pukul satu. Kalo membayangkan tadi malam, aku sedih banget kamar begitu kecil di huni empat orang. Ah, di perantauan kadang mendidik aku banyak hal. Melihat dan merasakan kehidupan yang sebenar. Walaupun tidur lambat, malam terasa begitu lama. Aku tidur di hujung dekat dengan Maulana kecil, dengan memakai kerudung. Pengalaman ini, insya Allah tak kan aku lupakan sampai kapan pun. Bumi Allah, 02 Maret 2008 21:40

0 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P