Potret TKW Indonesia Di Malaysia

Ada ketikanya dan memang seharusnya, dalam perjalanan hidup kita harus selalu berfikir dan memikirkan. Tentang tujuan hidup, juga hakikat hidup. Pun ketika jauh dan harus berada di negara orang. Gambaran TKW, biasanya identik dengan kekerasan dan penganiayaan. Apalagi, kalau di Malaysia. Sepertinya, sudah menjadi sinonim kalau Malaysia adalah penganiaya terbesar TKW. Tapi, apakah seperti itu...??? Rasanya tidak. Aku sendiri yang sudah hampir empat tahun bekerja sebagai TKW, alhamdulilah tidak mengalami penderaan bahkan jauh sekali dari penganiayaan.
Sudah hampir empat tahun aku merantau di Negara orang, tidak terasa begitu cepat waktu berlalu Silih berganti. Beberapa waktu lalu, aku ada kesempatan berkunjung ke sebuah surau base campnya temen temen Kilang (Pabrik) yang bekerja Western Digital. Mereka, memang sudah mendapatkan izin untuk menggunakan surau ini sebagai aktifitas harian mereka. Tak hanya itu, pengajian rutin bulanan yang di adakan oleh pihak pabrik pun menjadi sajian mereka ketika menghadapi cuti panjang setelah lelah bekerja. Subhanallah... (Gak nyangka banget khan...???) Mukena Tersusun rapi khan...?? :) Di tengah keterpurukan ekonomi global, western Digital tetap teguh kukuh berdiri. Padahal, beberapa temanku yang bekerja di Texas Instrument sudah kena PHK berama-ramai, juga dari beberapa pabrik-pabrik lainnya. TKI Indonesia sudah mencapai 100.000 yang di pulangkan di awal tahun 2009. Yang masih berada di Malaysia, mereka terkatung-katung tanpa status yang jelas. Meskipun ada yang bekerja kembali tapi, dengan gaji yang sangat minim (Aku menyalahkan agen penyalur tenaga kerja dalam hal ini) Agen benar-benar tidak mau rugi. Padahal, pihak kerajaan Malaysia sudah mengumumkan mengurangkan pembayaran levi pekerja yang kena PHK. Nyatanya, agen tetep ngeyel. kalau ada yang mau pulang harus membayar segala tetek bengeknya, termasuk melunasi levi kerja (Huh!, sungguh tidak adil agen) Kembali ke Western Digital, aktifitas muslimah di sana cukup aktif. Selain kajian rutin yang di lakukan oleh pihak Kilang, mereka juga aktif mengadakan kajian mingguan yang di selenggarakan oleh FOKMA (Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia). Mereka juga inisatif untuk mengadakan latihan nasyid, sungguh salut aku dengan usaha gigih mereka, terutama, berkaitan dengan agama. Serius Latihan Nasyid...:) Ketika mereka penat lelah setelah seharian bekerja, tempat singgah mereka adalah surau. Di situ, mereka berkumpul, beristirahat, shalat jama'ah dan ba'da Isya baru mengadakan latihan nasyid. Subhanallah... Usaha keras, yang patut di tiru. Ada hidangan strowbery gratis, dari Cameron Highlands Adakalanya, kita harus memandang sisi baik dari segi buruk (ko bisa sih Na...?? ada-ada aja kamu...??? :D) Terbukti, ketika gaung keburukan potret TKW, masih ada gambar kebaikannya (bukankah begitu...?) :) Kunjunganku ku Sana, sebetulnya, ada misi khusus juga, apa tuh..??? Mo sosialisasiin KBA (KBA..??? apalagi tuh...?) ada dech... kita tulis dalam judul lain...OK

2 komentar:

  1. alhamdulillah...
    kita adalah perantau yang beruntung...

    BalasHapus
  2. betul mbak ree ree... Seneng juga bisa kenal mbak Ree ree...

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P