Aku Dan Potret TKW Hongkong

Selalunya, aku mendapat julukan sensitif, tukang ngambek atau paling banter, sentimentil... Sungguh kasihan diriku. tapi, apa jadinya ketika aku di katakan orang yang selalu protes dan berfikir, agak "kekirian" nah lho... bingung aku, sungguh aku bingung... Dan juga di katakan, seperti para TKW Hongkong (Waduh... tambah pusing aku mikirnya) Tapi, apa iya harus di fikir...???
Sejatinya, dalam teori motivasi ada dua bentuk teori (katanya HM. Tuah, pakar motivasi) teori motivasi primer dan motivasi sekunder (halah, ko malah ngomongin ekonomi seh...?? tersier nya ada gak...?? :D) kembali ke topik. Sebetulnya, kalimat yang di katakan bahwa aku tukang protes dan berfikir "kiri" (meskipun sebenernya aku tidak tahu apa yang di maksud "kiri" yang sebenarnya). Kalimat-kalimat tadi bisa di jadikan penyemangat atau lebih tepatnya motivasi sekunder. Ia datang bukan dalam bentuk dukungan langsung tapi, ia memberi makna pada setiap kalimatnya. Haruskah aku terpuruk dengan kata-kata itu atau, aku bangun tegak berdiri menjadi diri sendiri. Berfikir tentang "kiri yang di maksud, aku betul-betul bingung. Setahuku, dalam tulisan-tulisan ku aku tak banyak protes atau pemberontakan (ko kayaknya serius banget yah...?? :) peace atuh...) Dalam beberapa kali posting tulisan, hanya ada beberapa yang aku berusaha mempertahankan hak-hak ku sebagai pembantu rumah tangga. Itupun tak banyak. Itu, just tulisan. yang lain, gak ada dan aku, tidak pernah mengikuti demo!. hehehe... Tapi, kata-kata itu bener-bener jadi spirit buatku. Alhamdulilah masih ada yang mengingatkan... Kalau tentang TKW Hongkong, aku di samakan ama mereka. Yah jelas jauh beda. Khan aku dah bilang di atas mereka more segalanya, more expert, more educated n more advance. Kalau aku mengenali mereka, memang banyak. Pertama sekali, aku tahu tentang mbak Susan mantan ketua FLP Hongkong yang pertam (2004) dialah motivator sekunder aku (aku gak pernah ketemu soalnya), di lanjutkan dengan perkenalan-perkenalan berikutnya, Mell saliha dari sebuah milis, Nia kenal di Friendster, Indri, Aini, Mbak Ida, mba Rie Rie dan mungkin ada beberapa lagi yang tak ku sebut. Mereka semua, adalah motivator-motivator ku. Hikmah di sebalik silaturrahmi. Bersyukur, karena-Nyalah pertemuan ini ada. Semoga selalu saling bisa mnegingatkan dan nasihat menasihati dalam kebaikan, Insya Allah...Allahumma Amin..

7 komentar:

  1. kepikiran dgn kata orang, menurutku itu seh wajar,karena kita pengen orang mengenal kita seperti adanya kita, bukan dari pendapat orang yang kadang salah menilai kita, itu artinya kita masih berpikir "kanan"(baik), bukan berfikir "kiri"(jahat), tapi jangan sampe berlarut2, yakin aj hitam dan putih itu beda...

    BalasHapus
  2. komennya ntar dulu...terima award dariku ya

    BalasHapus
  3. mau banner female-inspiring? silahkan ambil sayratnya logo itu sertakan di postinganmu tentang RA.kartini di bulan april ini.

    BalasHapus
  4. sabar ya non, tetap semangat
    kalian adalah orang2 penyumbang devisa terbesar negara kami, I love u all
    salam kenal n sukses selalu

    BalasHapus
  5. insya allah
    Hmm.aku baru tau nih,
    setiap orang punya garisnya masing2,
    tinggal bagaimana kita mengeksplore potensi diri.


    -salam persaHabatan semuanyah-
    Yup !

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P