Menulis, Bakat Atau Minat...???

Suatu ketika, saat aku sedang ngobrol di dunia maya dengan seorang editor partime di sebuah penerbitan beliau menganggapku, kalau aku orang yang berbakat menulis. Aku bingung mendengar kalimat dan kata-katanya. Aku berfikir dan memikir, betulkah aku berbakat...??? Pada hakikatnya, aku memang suka menulis dan pernah memiliki keinginan untuk jadi penulis. Tapi, nyatanya, sampai saat ini tak satupun karya yang betul-betul aku buat. (Fiuhhh...) Mendengar perkataan bapak tadi, aku merenungkan kata-katanya. Betulkan menulis membutuhkan bakat...??? Jawabannya, bisa ya, bisa juga tidak. Bakat memang perlu dalam menulis tapi, ia tak begitu penting untuk bekal sebagai seorang penulis. Minat dan usahalah yang menjadi penting dan sangat di butuhkan. Kepada pak Purwadi Sadim, terimakasih atas kalimat-kalimatnya. Mungkin, aku memang memiliki bakat hanya saja, ia harus di asah betul-betul. Satu lagi yang ku ingat pesan bapak, Insya Allah akan senantiasa berburu karya sastra dan karya-karya penulis lainnya. Untuk aku belajar, mempelajari juga mempraktekan. Insya Allah... Semangatttt...!!!

2 komentar:

  1. kalau menurut aku sih yang paling utama tu minat, kita ga perlu punya bakat yang penting minat kita untuk menulis. kayak saya ini ga ada bakat nulis yang ada cuman sering ngisengin orang2.

    tetep semangat ya....

    BalasHapus
  2. bagi saya bukan keduanya. yang penting usaha dan belajar. dia punya bakat atau minat tapi tidak direalisasian sama saja bohong.

    jujur aku tiada bakat dan tiada minat. bila boleh jujur tulisanku kena cacian banyak orang. karena menulis terus dan aku paksakan makanya sekarang jauh lebih baik :)

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P