Pesta Buku

Inilah pesta yang di tunggu-tunggu, sebuah pesta buku. Kalau tidak ada aral melintang, inilah kali ke empat aku mengikutinya. Terbayang berbagai slide-slide memoar ku ketika awal-awal aku dulu sampai di Malaysia. Pesta buku, ku datangi setelah aku baru masuk empat bulan berada di negeri jiran ini. Langkah-langkah kecil ini akan kembali ke sana, menyusuri lorong-lorong PWTC, mencari dan meneliti helaian demi helaian buku yang tersusun rapi. Juga sesekali mengira dan membelek dompet, "cukupkah uangku...???" :)
Beberapa kenangan lucu di pesta buku masih ku simpan. Tahun pertama, aku pergi dengan anak majikanku, dengan harap-harap cemas, tangan tak terlepas, juga duit yang ngepas (maklum, masih baru jadi, belum dapet gaji) beruntung ketika menantu majikanku memberikan aku uang. Aku yang masih baru, tanpa fikir panjang, langsung menghabiskan uang tiu untuk belanja. Peristiwa lucu di pesta buku saat itu, aku di tawarin suruh nulis novel untuk DBP (Katanya, aku ada bakat) Gubrak...!!! aku nyengir kuda aja :D sambil ngeloyor pergi. Tahun ke dua, lumayan banyak aku membeli buku. Sayangnya, aku menghabiskan banyak uang hanya di satu penerbit, ALAF 21. Hasilnya, aku ngiler2 saat melihat gerai-gerai lainnya. Tahun ke tiga, inilah kali pertama aku membeli buku betul-betul lupa lautan dan daratan :). Kantongku langsung kering. Ah, tak mengapa, mungkin ia akan berguna kelak... Sangat sulit mengatasi hobi membeli buku. padahal, aku jarang sekali membacanya. Tak sedikit juga buku yang aku beli di tahun-tahun sebelumnya masih tersusun indah tak tersentuh sesiapa :(. Helah ku berkata, kalau pembelian buku juga bisa sebagai amal jariyah kelak, semoga bisa di pertanggungjawabkan. Aku jadi teringat teguran majikan ku ketika pesta buku tahun pertama dulu. Setelah membongkar plastik buku yang aku bawa, majikanku berujar, "Awak, beli buku banyak-banyak nanti, pulang nak bawa buku je ke...???!." nadanya kesal. Aku yakin, dia marah dengan aku. Tapi, lama kelamaan dia mahfum dengan hobiku. Tak mengapa ketika aku pulang ke Indonesia hanya membawa lembar-lembar dan tumpukan buku. Mungkin, ia lebih baik ketika aku harus pulang hanya membawa helaian-helaian cerita dan berita tentang duka dan air mata nasib para tenaga kerja wanita yang tak terbela atau lebih buruknya, pulang hanya membawa nama. Naudzubillah...

6 komentar:

  1. salut dengan hobinya berburu buku disaat banyak orang ramai-ramai suka berburu dolar, salam kenal

    BalasHapus
  2. eng eing eng daku datang anaz iye kia nya kelupaan
    borong buku ni ceritanya. ada buku humor ga

    BalasHapus
  3. ee..itu di Malaysia yah?
    di indonesia ada nggak???

    BalasHapus
  4. saya pun suka PESTA BUKU...Juga membaca buku..dan membeli buku..he3..:)

    BalasHapus
  5. beli buku terus mbak, tapi dibaca juga dong. sampeyan harus yakin, tidak semua orang punya kesempatan dan kemampuan untuk membeli buku. terima kasih telah berkunjung.

    BalasHapus
  6. salam kenal juga Naz sayang
    beruntung sekali bisa mengoleksi buku. coba dong diposting di blog ini jadi kan bisa berbagi ilmu juga karenanya..
    salam

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P