Yuk Ngitung Surat Suara...???

TPS 11, sunyi...
Kalau banyak yang sedang menghitung hasil suara pemilu kemarin, apasalahnya, kita hitung juga surat suara yang tidak terpakai, surat suara yang di buang begitu saja, surat suara yang hanya di silang depannya tanpa di buka. Agaknya, mungkinkah ada hitungan akurat untuk itu...??? yah, kalau aku sih, sekedar melihat dari beberapa TPS saja, yang ada di depan mata. Begitu banyak pembaziran yang terbuang, duit yang melayang begitu saja berjuta-juta. Padahal, sepertinya negeri kita sedang terlunta dengan kemiskinan yang nyata. Meskipun dapat di manupulasikan.
Ngecek di DPT, ada gak namanya di situ...???
Saat memantau sebuah TPS (11) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, aku cukup terkejut dengan pemilih yang mendatangi TPS-TPS. Sangat sedikit, jauh melebihi dari yang terdaftar. Di buku pendaftaran, tercatat 2000 suara terdaftar di TPS 11. Menyaksikan berjalannya waktu, setelah pembukaan satu jam lambat dari yang di jadwalkan, satu demi satu pengundi mulai berdatangan. Sangat di sayangkan ketika ramai orang yang kembali ke rumah setelah jauh-jauh datang dari berbagai daerah. Ada kesalah informasi, banyak yang mengundi pos tapi, tidak ada pemberitahuan sebeleumnya. Atau mengundi di TPS lain tapi, datangnya ke SIK. Tak sedikit juga yang marah-marah atau mengeluarkan sumpah serapah. Sungguh memprihatinkan... Melihat para pekerja KPPLN kasihan juga, ada yang melampiaskan amarahnya di depan mereka. Ada seorang bapak-bapak, dengan nafas turun naik menahan marah dan kelelahan ngantri di DPT ternyata, namanya tiada di sana. Bapak itu mengeluh, mengepalkan tangan dan pelan bergumam, "Kalau gini, ngapain saya jauh-jauh datang?. Buat apa milih...???" Aku tersenyum melihatnya, tak mampu berkata apa-apa. Sabar pak, ini sebuah proses dalam hati aku berujar. Tak sedikit juga yang sabar dengan segala peraturannya...
Yang sabar pun ada...
Hari beranjak siang tapi para pengundi tak juga bertamabh. Kertas suara pun tak beranjak berkurang. Aku mengeluh menyaksikan ini. Berepa juta di habiskan untuk membuat surat suara. Tapi, ia terlonggok begitu saja. Berapa juta biaya pengiriman untuk keluar negeri tapi, ia tak berguna. Semoga pemilu tahun depan tidak ada insiden yang sama...
Surat suara yang tak terpakai, banyak banget....
Sekedar mencongkak dan mengira-ngira surat suara yang tak berguna. Aku bertanya kepada petugas, berapa jumlah yang terdaftar dalam TPS 11. Rupa-rupanya sampai 2000 orang. Jumlah yang sangat besar... Mencorat-coret di kertas dengan harga satu kertas surat suara sekitar Rp. 2000 berapa agaknya kerugian negara...??? Sampai sore, para pengundi masih sepi. Sampai TPS di tutup jam empat waktu Malaysia, suara yang masuk, hanya 109 dari 2000 suara terdaftar. Masya Allah... begitu banyak yang terbuang. 1891 surat kalau di kalikan dengan harga Rp.2000/lembar berapa agaknya...@2000x1891= Rp. 3.782.000. Itu baru satu TPS. Innalillah... betul-betul sebuag pembaziran (Aku tidak tahu pasti harga kertas surat suara. Ada yang tahu...???) Aku mulai keliling mengunjungi TPS-TPS lain. Hasilnya tetap sama, hampir 2000 yang terdaftar tapi hanya beberapa suara saja yang mampu masuk ke kotak pengundian. Aku kembali mengeluh... TPS yang aku duduki ternyata, merupakan terbanyak suaranya. TPS 10, 83 orang, dan TPS-TPS lainnya tidak jauh beda. Berapa juta terbuang percuma hanya untuk kertas suara?
Belum buat ini lagi, begitu sayang ketika banyak yang terbuang Ini gimana....???? Aku berharap, pemilihan presiden nanti, tidak ada lagi insiden seperti ini...

8 komentar:

  1. Mudahan bagusja negara kita ke depannya, amin, doakan berataan pertamax WAJIB diaminkan dan dikunjungi balik

    BalasHapus
  2. sayangnya banyak coretan hitam dari penyelenggara pemilu... Soal DPT misalnya,, Kasian banyak yang tidak bisa memberikan hak suaranya... Di daerah aku lebih dari 40 persen warga pemilih potensial yang tidak masuk DPT. Siapa yang bertangung jawab?

    BalasHapus
  3. banyak coretan, hooh dikampungku malah lebih heboh lagi, emang dasarnya udah seniman ga peduli dimanapun tempatnya selalu aja bisa berkreasi.
    gambar caleg yang cakep2, ganteng2, ampe yang botak pun sampe punya rambut

    BalasHapus
  4. mungkin kamu melupakan satu hal, bahwa seseorang memilih itu karena ada pilihan yang sesuai hatinya. Dan kalau ternyata tak ada pilihan yang pas mau gimana lagi? Memaksakan diri? Nah itu khan namanya pembohongan pada diri sendiri juga pada negara???

    Aku mau tanya apakah kamu memilih untuk salah pilih atau memilih untuk tidak memilih yang salah? Bingung? Aku tidak. Ada pemilu atau tidak, tidak merubah nasib(terutama nasib TKW).

    Apakah kita harus bersatu-padu untuk memilih yang keliru???

    BalasHapus
  5. Untuk mbak Rie Rie, saya memilih karena ada yang ingin saya pilih dan saya meletakan harapan di pundaknya. Meskipun yang saya pilih tidak mengenali saya :). Harapan saya, satu pilihan, akan menentukan satu langkah masa depan bangsa :) (cieee... so beget nenh...)

    Memang mbak, ada pemilu atau gak, tidak akan merubah nasib para TKW, buktinya, waktu saya milih saya seorang pembantu dan sekarang, saya masih pembantu. Intinya, perubahan itu bukan pada pemilu tapi, pada diri sendiri yang memegang kendali. (BUkan begitu mbak Rie Rie...???

    Tentunya, saya berharap akan semakin banyak para TKW seperti mbak. Makasih mbak Rie Rie...

    BalasHapus
  6. Juga, sejauh mana ketawakalan kita dan usaha kita sama Gusti Allah tentunya... :)

    BalasHapus
  7. nambah lagi ni, biarpun ada pemilu ato ga. contreng atopun ga
    tetep aja dikampung masih nyari rumput buat makan kambing

    BalasHapus
  8. contreng ataupun tidak, buat bunda yang penting tetap pasrahkan pada yang Kuasa agar mereka yg terpilih tetap memiliki hati nurani yang jujur dan tetap setia memegang amanahNya.

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P