Hari Ini, Aku Menulis

Aku menulis, dengan tanganku AKu menulis, dengan kakiku Aku menulis, dengan mataku Aku menulis, dengan telingaku Aku menulis, dengan mulutku Aku menulis, dengan hatiku Aku menulis, dengan jiwaku
Hari ini, aku menulis dengan kedua tanganku. tangan-tangan kecil yang terus menari di atas tuts-tuts kompi menceritakan segala yang di lihat dengan mata, yang di dengar oleh telinga juga yang di tarik oleh ayunan langkah kakiku. yang tak jemu menapaki bumi menari dan mencari arti sebuah pekerti juga terkadang budi. Hari ini, tanganku menulis tentang pandangan mataku, bahwa aku menyaksikan seorang lelaki tua menegadahkan tangannya cacat. di sebuah stasiun kereta api. "Hatiku berbisik, tangan di atas lebih baik." tangan menuliskan, "Aku beruntung ketika tak harus menegadahkan tangan kepada sesamanya. Karena aku berharap, Dialah yang selalu ku tengadah sepuluh jari. Hari ini, kakiku mengayunkan langkah. Menyusuri lorong demi lorong sebagaian kota metropolitan Kuala Lumpur. Sepanjang Chow kit, aku berjalan melilau dan mencari tempat yang aku tuju, Alhamdulilah ku temu. Berlalu dari yang ku temu, kakiku kembali melangkah, mengejar laju bis, berselisih dengan orang, juga laju kendaraan yang lalu lalang. Aku duduk bersebelahan dengan seorang gadis berjilbab. Manis, batinku. Kerudung, selalu memberi nuansa lain buatku. Dalam diam, kusaksikan kesesakan lalu lintas, tiba-tiba aku melihat orang berjalan tertatih-tatih dengan dua tongkat di kanan dan kirinya. Hatiku terusik, "Ya Allah, Aku masih memiliki dua kaki tanpa harus bergantung pada dua tongkat." Hari ini, aku melihat. Sepanjang jalan yang ku temu, sejauh tempat yang ku tuju. Di dalam gerbong sebuah kereta api, yang tak begitu ramai penumpangnya, aku melihat sepasang suami isteri yang berkata lewat bahasa di luar kebiasaannya. Menggerakan kedua tangganya, mengaggukan kepala, melihat dengan penuh seksama. Hatiku tergugu pilu, mereka bisu ya Allah... mereka tak mampu berkata-kata seperti aku. Hari ini, aku menulis dengan kata-kataku, aku menulis dengan panca inderaku yang Allah anugerahkan kepadaku yang kelak, akan di mintai pertanggungjawabannya. Wallahu'alam

32 komentar:

  1. Syukur,, kata yang mudah diucapkan tapi terkadang sulit diingat...

    BalasHapus
  2. ayat-ayat Allah bukan hanya diAlqur'an

    dan ini mungkin sebagian dari Ayat-ayat itu,

    berbahagialah orang-orang yang memiliki hati yang lembut,,hidayah akan mudah masuk padanya..

    BalasHapus
  3. aku jadi ngerti, makna puisi diatas,,

    BalasHapus
  4. mba? mampir lagi, minta ijin pinjam nama untuk posting terbaruku ya, hehe maaf gak ngelink, karakternya terbatas cz post via HP..:-)

    BalasHapus
  5. Indah banget mba....

    bisa kuselami kehalusan jiwa mba anazkia,
    terkadang kita lupa y mba betapa bgt banyak nikmat yang Allah beri.
    Tapi DiA memberi tanda-tanda kita untuk melihat lebih jelas kebesaranNya dan harusnya kita bersykur.

    Terkadang mulutku berbicara...aku bersyukur ya Allah untuk hidupk,tapi disisi yg lain aku mengeluh..susah ternyata y mba...

    bolehkah aku belajar darimu mba.....

    BalasHapus
  6. Fuh!

    Tidak terjangkau dek keilmuanku, kerana itu adalah kekuasaanMU. Akan ku cuba memahami seribu makna yang tersembunyi. Agar dapat ku lakarkan melalui penulisan ini.

    Akan aku terus menggali, erti kehidupan ini, Agar dapat ku kongsi, nikmat kehidupan yang sedang aku kecapi untuk dijadikan Pedoman Hidup ini.

    Pastilah melalui tulisanku dan tulisanmu. Wahai Sahabatku.

    BalasHapus
  7. itulah hidup tidak ada yang sempurana selain ALLAH..

    kita sebagai umatnya pasti ada kekurangan dan kelebihanya..

    BalasHapus
  8. hari ini aku melangkah dengan mata
    hari ini aku membaca dengan hati
    hari ini aku mencerna dengan otak
    hari ini aku koment dengan tangan

    semua akan dipertanggungjawabkan dihari pembalasan
    salam sukses selalu untuk kamu.

    BalasHapus
  9. Aku menulis, dengan tanganku
    AKu berjalan, dengan kakiku
    Aku melihat, dengan mataku
    Aku mendengar, dengan telingaku
    Aku makan, dengan mulutku
    terakir
    aku menyambitmu dengan sendalku
    wkakakakaka
    kaburrrr......

    BalasHapus
  10. sayang saya bukan penulis ataupun penyair jadi tidak bisa berbuat apa-apa ketika bertemu hal serupa.

    Tapi aku bersyukur masih bsa ngomel, hi..hi..hi

    BalasHapus
  11. Kubersyukur padaMu atas segala limpahan rahmat yg telah Engkau berikan padaku, amin....

    aku sadar masih byk yg belum aku gunakan dengan sebagaimana mestinya,,, -_-

    BalasHapus
  12. huaaa dikau pujangga ya? btw, bulan juni ada pentas di GKJ, nonton yuksss *mudah2an tiketnya murah*

    BalasHapus
  13. yup...dibalik semua yang pahit..masih terlalu banyak yang harus kita syukuri dalam hidup ini....

    BalasHapus
  14. Apapaun yang terjadi hari ini, itu adalah "mata" sehingga kita harus mensyukuri apa yang kita punya

    BalasHapus
  15. aku menulis dengan pulpen
    aku menulis dengan pensil,
    aku menulis dengan apa lagi ya,,,,,,,?

    BalasHapus
  16. aku menulis dengan batinku.....
    Sahabat, senang ketemu penyair yang mengalir
    seperti air
    Terus berkarya

    BalasHapus
  17. Kita memang patut bersyukur jika diberi kesempurnaan..

    BalasHapus
  18. hmmm.... mbak anaz pinter banget nyusun kalimatnya.

    BalasHapus
  19. aku menulis dengan segala sesuatu yang kumiliki dengan tujuan tertentu yaitu menghasilkan karya yang berharga bukan untuk diri sendiri tapi untuk orang lain.

    salam dan senyum persahabatan

    BalasHapus
  20. Alhamdullilah Allah masih memberikan kita kemampuan berbicara, menulis, membaca....

    BalasHapus
  21. hari ini akupun belajar darimu cara menangkap hikmah dalam kehidupan, sungguh...butuh kepekaan hati yang bersih untuk bisa menangkap hikmah tersama seperti itu.

    BalasHapus
  22. ayo mbak anaz, saya mau ikutan. ditunggu ya infonya.

    BalasHapus
  23. Alhamdulillah saya masih bisa menulis dengan tangan, berjalan dengan kaki, melihat dengan mata dan berkata dengan mulut, mendengar dengan telinga, merasa dengan hati... dan itu semua akan jadi saksi atas apa yang sudah aq lakukan selama ini..

    BalasHapus
  24. tulisan yang bagus untuk di jadikan bahan renungan,,,
    menulis dengan apa yang kita miliki,,
    menulis di terminal alam,,

    BalasHapus
  25. halo mbak, syahdu banget tulisannya..salam kenal dari bundo :D

    BalasHapus
  26. Moga kita sentiasa bersyukur dengan Nikmat yg ada. Tidak takbur dan riak. Sebagai Insan `Sempurna` ciptaan Illahi, hendaklah kita menjalankan tanggungjawab kita di muka bumi ini. Aku merayu, bantulah golongan2 yang tidak berada ini. Jgnlah kita sering mempertikaikan golongan2 ini dengan berkata, `Mintak sedekah je tahu, try la pergi kerja untuk mencari rezki`. Allahualam.

    BalasHapus
  27. @Sahabat Alang, Insya Allah, saya tidak mencibir golongan yang meminta sedekah. Tapi, saya hanya berfikir tangan di atas lebih baik tanpa harus menghardik dan mencebik, "Buat keje lain tak boleh ke...???" Meskipun, ada sesekali saya hanya diam tanpa memberikan apa2. 9tak jarang, orang itu2 jugak yang meminta sedekah. Ini kerja rumah kita semua sebagai umat manusia (khususnya, Islam tentunya) makasih dah mampir. Gimana liburannya...???

    BalasHapus
  28. keren...salut deh...terharu deh..

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P