Bukan Diriku...

Menjawab pertanyaan beberapa komen di cerpen keduaku, aku menjawab pasti bahwa, peran "AKU" dalam cerpen Sebuah Pengharapan bukanlah diriku. Ia hanya imajinasiku berlatar belakang kisah seorang wanita yang aku temui hampir setahun dulu. Tentunya di bumbui dengan berbagai hal. Dimana seorang "Rinah" dalam dunia nyatanya adalah pulang dengan menaiki pesawat. Sedang cerita menaiki boat adalah kisah sahabatku yang lain. Dulu, ketika pertama kali bertemu dengan pelaku "AKU" aku sempat mempostingnya dalam blog. Tapi, dulu blogku bener-bener bersifat pribadi dan aku belum mengenal istilah blogwalking atau apapun (Ternyata, baru dua bulan aktif ngeblog). Di bawah ini, ku copas cerita ku awal mula bertemu dengan pelaku "AKU" dalam tokoh cerpen. Tulisan dengan judul "PEREMPUAN, PELAKU DAN KORBAN"
Minggu pertama aku mulai aktif ikut pengajian. Alhamdulilah, bersyukur pada Allah karena telah memudahkan aku jalan untuk menemukan dan mencari ilmu. Tentunya, tidak lupa juga aku ucapkan terimakasih pada Bu Syarifah dan Bu Tria. Bu Syarifah yang nyariin tempatnya dan Bu Trialah tebengan aku (Ya elah... ketahuan banget yah gue nich? Miss nebeng hehehe..) Tidak begitu susah mencari tempatnya, soalnya aku tinggal turun di stasiun Setiwangsa, dari situ ada Bu Tria dan khodimnya yang dah nungguin, ama Teh Imas sekali ndink. Sampai di rumah Bu Wati pukul empat. Berbarengan kita sampai ada juga seorang akhwat yang menggendong anak, menenteng sebuah bag kertas, memakai baju kurung warna biru, kerudungnya warna kelabu (sandalnya aku lupa dech). Sebaik saja pintu di buka, anak-anak bu Wati sibuk menyapu ruang tamu (Bu Wati cerita, kalo abis pada makan). Terus, kita salam-salaman dech trus cipika-cipiki (apaan tuh..??? cium pipi kanan, cium pipi kiri) Belum masuk waktu Ashar jadi, kita ngobrol-ngobrol dulu. Maklum, baru pada kenal gitu (kalo mereka sih dah pada kenal, aku aja kali yang baru soalnya, acara itu dah di mulai dari minggu kemarin n minggu kemarin aku gak bisa dateng). Mulanya agak canggung, biasalah... namanya orang baru. Yang menjadi tumpuan tentunya mba yang bawa anak, banyak di tanyain, umur anaknya berapa bulan (biasa khan...??) Dalam diam-diam, tiba-tiba mbak itu nyeletuk ”Suamiku lari sama perempuan lain” Ujarnya. Kontan, aku sungguh terkejut dengan kata-katanya. Dalam hati, ”ko belum kenal dah cerita hal pribadi” Teh Imas pun langsung menyela, ”Ko ngomong gitu? Gak baik ka” ”Orang iya, bapaknya gila” Jawabnya lagi sambil menengok anaknya. Waktu itu, anaknya tertidur lena. Dia cerita, kalau anaknya suka tidur bahkan, tak jarang saat di mandikan pun dia tertidur padahal, mandinya air dingin, hebat banget tuh anak, umur belum mencecah dua bulan tapi, dah mandi air dingin. . Spontan kami tertawa. Tanpa kami minta, akhirnya mbak itu menceritakan masalah pribadinya. Cerita, yang bisa di ambil hikmahnya cerita, yang aku rasa banyak manfaatnya. Untuk pelajaran sebagai perempuan, sebagai seorang isteri juga pelajaran bagi hamba Allah. Waktu dia bercerita, sesekali aku memandang wajahnya dengan teliti. Kalau di lihat-lihat, mungkin umurnya tidak jauh beda dengan aku atau bahkan lebih muda. Tapi, sungguh cobaan yang di laluinya sangat berat menurutku. Dia bercerita tanpa mengalirkan setitik pun air mata (mungkin dah kering dalam sujud-sujud panjangnya). Hanya, tatapannya begitu kosong, wajahnya pun nampak begitu pucat. Sebelum menikah, mba ini bekerja di sebuah kilang di daerah Nilai Negeri Sembilan. Dia menikah secara siri, di lakukan di Malaysia tanpa mendaftarkan status perkawinan secara resmi(kalau dah gini, susah mau nuntut suaminya). Setelah mbak ini hamil, dia langsung di buang kerja (karena dalam syarat-syarat pekerja kilang di larang untuk hamil) sebenernya, aku gak jelas antara dia di buang kerja, atau melarikan diri. Nyatanya, dia gak punya passport, mbak itu cerita passportnya di tahan Polisi tapi, aku rasa passport itu bukan di tahan ama Polisi mungkin ama agent nya. Mustahil kalau di tahan Polisi mungkin, mbak itu sudah duduk di penjara. Dan status dia sekarang adalah pendatang tanpa izin. Suaminya meninggalkan mbak itu, setelah satu minggu dia melahirkan anak pertamanya (tidak bertanggung jawab banget kan? Mosok isteri baru ngelahirin di tinggal gitu aja, orang kayak gini, bukan tidak mungkin akan berbuat hal yang sama kepada para wanita-wanita lainnya. Entah-entah, anak dia di kampung dah berderet!). Kalau dah gini, aku jadi mikir terkadang, perempuan itu, pelaku dan korban perbuatan lelaki tidak bertanggung jawab. Gimana enggak, yang jadi korban itu perempuan dan antara sebab lelaki itu meninggalkan isterinya adalah perempuan juga. Aku gak bisa ngebayangin perempuan yang tega menyakiti perempuan lainnya. Bertepuk sebelah tangan, tentunya tidak akan berbunyi. Tapi, aku salut ama mbak itu. Waktu dia mendengarkan tarbiyah, sesekali di menyusukan anaknya, dalam dia terbata-bata membaca ayat suci Al-Quran sesekali dia menepuk-nepuk anaknya supaya tidak menangis. Perasaanku sungguh terguris menyaksikan hal itu dalam diam, aku menyembunyikan air mataku menangisi kehebatannya, menangisi kenapa sebelum menikah dia tidak berfikir panjang, menangisi kalaulah hal itu terjadi denganku, apakah aku akan sanggup...??? (aku yakin, Allah tidak akan menurunkan cobaan ke atas hamba-Nya yang tidak mampu). Kalau di lihat dari cerita hidupnya, aku yakin mbak ini sudah begitu banyak merasakan asam garam kehidupan, Sudah pernah kerja di Hongkong dan Singapura. Selamat berjuang mbak, jadikanlah Allah sebagai penolong mu. Inilah wajah para tenaga kerja kita, khususnya para TKW. Mungkin, ini satu di antara berpuluh-puluh ribu kasus seperti ini. Bahkan, mungkin lebih banyak lagi kasus di luar sana yang lebih parah lagi. Terkadang, bukan saja di tipu oleh para agent atau kilangnya. Nyatanya, yang menipu kadang adalah orang terdekat kita sungguh suami yang kejam! Bumi Allah, 20 April 2008/14 Rabiulakhir 1429H Diposting oleh Anazkia 6/15/2008

36 komentar:

  1. pertamaaaaaaaaaaaaaxxxxxxxxxxxxx dolooooooooooo,,wahahhah

    BalasHapus
  2. salut bwt wanita yg ada di postingan ini...
    kuat dan tegar ya...

    ohya, met mlm mbak,,,,
    blogwalking dlu neh sblm tdur...

    Assalamu'alaikum....

    BalasHapus
  3. hmmmmmmmmm,,ternyata bukan mba ana tho,aku kira mbak ana yang di peristri sama mas parno,,
    udah dikubur semua pa belom mas parnonya,semuanya ya mbak,,heheh

    BalasHapus
  4. Siiiiip mbak, di konfirmasi...hehehehehe...kayak email...*halah*...hehehheeh

    BalasHapus
  5. TKW-Pahlawan Devisa yang tersia-saikan.....

    BalasHapus
  6. TKW-Merupakan tangan dan kaki bangsa ini,,citra dan reputasi yang disandang para tkw membuat hidup kalian begitu memilukan,,tak ada hidup yang aman dan nyaman untuk para tkw yang ilegal bayang--bayang para petugas selalu muncul dalam benak kalian,,yang legalpun terkadang masih menyimpan rasa was--was!!semoga allah melindungi kalian,,amiin

    BalasHapus
  7. Aku sungguh prihatin dengan nasib para TKW mbak
    entah pemerintah yang gak serius menangani masalah ini
    atau pemerintah memang tak berdaya
    seperti kasus manohara
    walaupun kasus itu belum tentu kebenarannya
    tapi merupakan tamparan keras buat kedutaan Besar Indonesia di Malaysia
    bahwa mereka tak punya daya apa-apa untuk membantu warga Indonesia yang punya masalah di Negeri orang

    BalasHapus
  8. ya ..sekali lagi berharaplah hanya kepada Illahi Robby jika di perantauan, sebab berharap pada manusia(baca:pemerintah) hanya akan membawa kekecewaan.

    BalasHapus
  9. sungguh nasibnya malang sekali
    Semoga diberi ketegaran dan jalan terbaik untuknya.

    BalasHapus
  10. Begitulah mbak Ana, banyak hal miris di sekitar ya. Sy jg miris td bc sedikit cerita ttg si mbak yang bw anaknya itu. Semoga dia belajar dr pengalamannya ya. Buat mbak Ana selamat berjuang, mengaji dan berukhuwah ya, katanya ada banyak pelajaran kan bs dipetik.

    BalasHapus
  11. suami tidak selayaknya berlaku kejam pada wanita yang telah dipilihnya sendiri untuk menjadi istri...

    BalasHapus
  12. Memang hidup ini selalu penuh hal2 yg berat, tapi kalo kita memiliki Dia di hati kita, pasti kita akan dapat mengatasinya. Semoga si Aku tetap kuat ya...

    BalasHapus
  13. jaman udah modern gini, tapi wanita tetap menjadi objek penderita.

    BalasHapus
  14. nice share...
    semoga tetep semangat menghadapi kerasnya hidup....

    BalasHapus
  15. sebenarnya masalah TKI krn pemerintah di sini belum bisa memberikan lap kerja bagi semua rakyat yg butuh. akibatnya mereka cari pekerjaan di luar negeri dan mengalami perlakuan buruk.

    yg harus diperbaiki adalah negara ini dulu dlm memperluas lap kerja bagi rakyatnya.

    BalasHapus
  16. teh ana posting nya banyak bgt....

    btw, teh ana tuh bener2 kutu buku yah???

    BalasHapus
  17. aku prihatin banget dg nasib para TKW kita mbak,, kalo ada apa2 sama mereka,, biasanya penanganan atupun bantuan dari Indonesianya lambaaatt bgt..

    bahkan di beberapa negara,, banyak yg beranggapan kalo tuh TKW dari Indonesia maka TKW itu bisa diperlakuin seenaknya aja,,karna ya itu tadi,, Indonesia lemot bgt ngurusin yg begituan..

    BalasHapus
  18. kenapa gak bikin kumpulan cerpen ajah?

    anyway, film ketika cinta bertasbih tidak mengecewakan kok, ayat2 cinta jujur ajah mengecewakan, tapi setelah nonton KCB, dijamin berbeda. lanscape mesir nya itu loh, masya allah keren. nonton deh, tapi sorry yah gue dah nonton duluan. wakakakakakak...selamat menunggu tanggal 11 juni, di malaysia di puter juga kok.

    BalasHapus
  19. wah..ceritanya membuat hati ku menggugah..

    BalasHapus
  20. malangnya perempuan
    semoga tercerahkan

    BalasHapus
  21. salam kenal mbak.. trim udah maen ke blog saya....

    BalasHapus
  22. duh kasian banget yahhh, yang tegar aja yahh, n bnyk2 bdoa pstinya

    BalasHapus
  23. Yaahhhhh...lagi lagi aku tak kebagian coklat

    ga apa2 ding, kan masih bisa baca kisahnya...he-he..

    BalasHapus
  24. terlepas dari apakah itu kesalahan dia atau bukan, semoga Allah menurunkan penolong untuknya yang akan mengeluarkannya dari kesedihan dan kesulitan, dan membawanya menuju kebahagiaan dalam kemudahan...

    BalasHapus
  25. Sering baca TKW ato TKI yang tersia-sia di negeri orang..
    Setuju Mbak Ana, semoga Tuhan yang jadi penolongnya....

    BalasHapus
  26. Wah,keren jga nieh cerpennya... Langsung d link dah blognya ! Lam kenal yah?

    BalasHapus
  27. pengorbanan seorang ibu dalam mendampingi anaknya

    BalasHapus
  28. wah cerita yg bagus
    kapan2 aku yg cerika ah

    BalasHapus
  29. moga nasib mereka lebih baik dimasa yg akan dtg...

    BalasHapus
  30. wah klo gni pemerintah gmn ya...
    hmmmhh..

    BalasHapus
  31. Duh... jahat banget tuh bapak-2 yg tega ninggalin anak istrinya hanya seminggu setelah anaknya lahir..!!

    BalasHapus
  32. *merinding mode on*

    "saat diri sedang sedih dan susah, mencoba tersenyum dan bersyukurlah pada Alloh bahwa diri masih diberi hidup"

    lam kenal mbak... :)

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P