Males...??? Betulkah....???

Aku menguap panjang, menggeliat meluruskan badan. Perasaan itu benar-benar ada dan wujud. Rasa itu benar-benar nyata. Tiba-tiba, aku di hinggapi rasa malas dan tak tahu hendak berbuat apa. Kisah Siti hajar membuatku berpanjang tanya, apa gerangan yang sebenenarnya melanda hukum-hukum tenaga kerja?. Befikir keras, membuatku semakin rasa tak waras. Artikel seorang alumni fakultas satera dan sains sosial ku buru dan ku baca. Tapi, aku belum juga mendapatkan kesimpulan yang nyata. Artikel sebanyak 32 halaman, dalam word ku baca sambil mencernanya, ku teliti sambil coba memahami. Sepertinya... Aku belum mampu mengambil kesimpulan. Keadaan Siti Hajar sudah semakin membaik. Sungguh wanita yang tegar aku rasa, berkat kesabarannya banyak keajaiban di dapatinya. ku buru beritanya di situs KBRI. Sungguh aku yakin bahwa setelah kesulitan. pasti ada kemudahan dan janji ALlah itu, pasti betul adanya. Tapi, adakah harus terantuk dulu baru tengadah...??? Sampai kapan kisah Siti Hajar, Nirmala Bonat dan lainnya akan menjadi sandiwara kehidupan. Tapi ini bukan skenario Tuhan, ini ulah tangan-tangan yang tak bisa di pertanggungjawabkan.
Kepedulian KBRI dan pemerintah pusat membuatku sedikit merasa tenang. Presiden yang tak segan-segan menelfon Siti Hajar membuktikan bahwa Siti Hajar tidak sendirian menghadapi dukanya. Masih banyak air mata yang telinang melihat nasibnya. Juga tak sedikit doa yang teruntai untuk di beri kesabaran untuknya. Ribuan doa dan simpati membuahkan rizki yang tak terperi-peri. Sungguh Allah memberikan kemudahan setelah kesusahan. Sumbangan dari berbagai pihak untuknya terus mengalir. Alhamdulilah ya Allah... Tuntutan gaji selama 34 bulan juga sedang di upayakan dan sebisa mungkin menyeret pelaku ke meja hijau dan di hukumi yang setimpal. Setiap kali melihat beritanya, ada kisi-kisi kesedihan tersimpan. Ada riak-riak duka terpendam. Akankah ini menjadi yang terakhir...??? Aku yakin, di ceruk meruk seluruh Malaysia dari sekitar 294.115 orang (data 2006) masih ada yang teraniaya baik fisik maupun mental. Keteledoran PJTKI mengirim pembantu muslim ke mayoritas orang-orang China juga patut di pertanyakan. Menurut artikel yang ku baca, dari sekian banyak tenaga kerja 70 persennya adalah bekerja dengan orang China. Bukan tidak mungkin, cerita seperti ini akan kembali terulang. Kembali kepada potret TKW, tidak semuanya di aniaya majiakan tak sedikit pula yang menganiaya diri sendiri dengan berlaku tidk terpuji. Wallahu'alam (Insya Allah akan ku tulis dalam posting lain) rakaman detik gambar ini ku ambil dari situs KBRI. Siti Hajar saat di telfon pak Presidan, sebelahnya ketika di temukan dengan kakaknya yang bawah sekali tatkala duta besar awal-awal sekali berkunjung menemuinya.

46 komentar:

  1. nasib saudara kita yg jd TKI penuh duka, andai ada sedikit kebaikan maka akan ada kecerahan dimasa depan..semoga doa2 mereka dikabulkan ALLAH SWT

    BalasHapus
  2. Salut pada bu Siti Hajar yg begitu tegar dalam menghadapi derita. Semoga apa yg ia alami tak perlu dialami para TKI yg lain. Dan ini jadi pelajaran juga buat semua orang yg memiliki karyawan, apapun jabatannya apapun pekerjaannya.

    Bos dan karyawan hanya dibedakan oleh fungsi dan tugas. Mereka semua sama-sama manusia, dan sama-sama punya harkat dan martabat. Mari kita lebih peduli pada sesama kita. Jangan lupa, bahwa diatas kita selalu ada yg lebih tinggi, dan di atas semuanya: kita ini cuma setitik debu di haribaan Tuhan.

    Jangan lupa diri!

    BalasHapus
  3. aduh para TKi
    kapan ya nasib para pendulang devisa ini membaik???

    BalasHapus
  4. Tampaknya TKI indonesia sudah tidak aman lagi tidak hanya TKI,,istri kerajaan kelantanpun yang dari indonesiapun tersiksa disana..
    yang lebih parah lagi kalo dinegeri sendiri harus mendekam dipenjara hanya gara--gara ngeblog contohnya ibu prita
    ada apa dengan perempuan indonesia?? kenapa selalu didera masalah

    BalasHapus
  5. knp yah kayaknya disana tuh ada trend menyiksa TKI. moga aja kejadian spt ni tdk terulang lg. n si pelaku itu di hukum sberat2nya biar yg lain pd takut n akhirnya ndak melakukan hal keji spt itu

    BalasHapus
  6. aku bermimpi kelak tak ada lagi TKI yang berangkat ke luar negri...
    karna Negara ini tak layak Miskin...

    BalasHapus
  7. panjang y,kalau ditelusuri dalam..tapi apa kita juga harus perlu turun tangan langsung?mungkin mereka hanya bisa berharap dari doa kita saja

    BalasHapus
  8. mmm..bner mba,,didalam surat al-insyirah ALLAH berfirman hingga 2x,,"sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan",,
    makannya kita harus selalu berfikir positif dalam keadaan apapun,,okay..hehe"

    BalasHapus
  9. Semogah dapat selesai dengan baik semuanya. Dan semoga tidak ada case TKW lagi.

    BalasHapus
  10. semoga dapat menjadi pembelajaran bagi pemerintah Indonesia terlebih khusus buat PJTKI.

    Sukses buat naz,.....

    BalasHapus
  11. Kenapa masih terjadi kasus penganiayaan seperti ini, ini terjadi bukan karna tanpa sebab, ini mestinya menjadi pembelajaran buat kita semua, khususnya Pemerintah Indonesia dan PJTKI, menyalahkan bukanlah tindakan bijak, sedikit usaha untuk memcahkan masalah lebih berarti dari mencari kesalahan. Semoga setelah kasus ini tidak ada lagi TKI yang teraniaya, buat Ibu Siti hajar semoga diberi kesabaran, dan semoga pertolongan Allah tak kan pernah berhenti.

    BalasHapus
  12. Mbak Ana, aku kurang ngerti yaa.. apa di rantau para TKI kita ada wadah khusus gitu yg punya posisi tawar (bargain), sehingga tidak timbul hal-hal yang merugikan para TKI.
    Sudah beberapa kasus yg membuat para TKI kita cedera dan bahkan tewas di rantau...

    BalasHapus
  13. Aku turut prihatin Anaz, akan tragedi itu, semoga pelaku diganjar dng hukuman yg setimpal.
    Pemerintah harus bertanggung jawab penuh akan hal ini.

    BalasHapus
  14. pemerintah harus lebih serius menangani kasus ini agar tidak terulang lagi.

    BalasHapus
  15. sereemm..
    sem0ga majikannya dapet hukuman yang setimpal.

    Kadang kalo ngeliat kejadian kayak gini, aku sering mikir betapa hidup itu gak adil.
    Yah, tapi selanjutnya aku sadar tiap titik uda ada garisnya masing2. Mungkin memang uda jalan Tuhan. Insya Alloh ada hikmahnya ya mbak..

    BalasHapus
  16. Sudah nonton berkali2 berita ini di tv, jd membuat ngilu dan jengah. Knp masalah ini tdk pernah tuntas ? Akankah ini gejala autisme laten para penguasa ? Entahlah. Semoga masalah yang membuat geram ini segera tuntas.

    BalasHapus
  17. sampai kapan ya nasib mereka bisa seperti manusia normal lainnya...? :(

    BalasHapus
  18. Semoga kisah Siti Hajar ini tidak terulang lagi, Dan peran aktif dari pemerintah juga diharapkan tidak hanya dalam rangka tebar pesona kampanye pilpres.

    BalasHapus
  19. semoga cepat ter atasi ,siti hajar hanya contoh kecil,semoga allah segera mengungkap kebenaran yang lain
    itu sebabnya aku ngga mau jauh jauh dari ibukQ,hiks hiks,,takut,
    duh jadi inget rumah ni !!

    BalasHapus
  20. Males kok bisa buat postingan yang keren ini ?
    Semoga kasus serupa tak terulang lagi dan Pemerintah lebih peduli kepada nasib para TKI dan TKW-nya.
    Semangat dunk mbak..
    Ohya, biar semangat.. ambil award di tempatku ya?

    BalasHapus
  21. Ahamdulillah Siti Hajar sudah berangsur pulih
    semoga ditabahkan hati di murahkan rejeki di beri kemudahan dunia dan akhirat. Amin

    kok males Naz.. bukan cuma kamu banyak blogger yg sepertinya lagi gak rajin ngeblog
    gak papa itu semua hak mutlak kok
    btw, mana nih situs buku online nya?

    BalasHapus
  22. iya, turut berduka dengan apa yang dialami oleh siti hajar

    BalasHapus
  23. semoga cepet2 dibuatkan peraturan baru, perundang2-ngan baru yang lebih melindungi para teman2 TKI

    baiknya, jangan ngirim TKI ke Malay dulu, secara malay sering panas2san sama indonesia gituh ...

    BalasHapus
  24. naas...kabarnya mulai sekarang TKI/TKW dikasih bekal bela diri y

    BalasHapus
  25. Lanjutann kemarin ya naz...
    moga nggak akan ada lagi masalah seperti siti hajar ini....

    BalasHapus
  26. maaf mampir dulu ke blog ku akan ku jelaskan makasih
    salam ajie tips

    BalasHapus
  27. duuhh, kasian bener nasib para pahlawan devisa negara kita, turut prihatin

    ada award untuk dikau, kalo udah punya silahkan disimpen di gudang aja ato buat pajangan dikamar mandi, kalo belum pajang donkkkk wkakaa

    BalasHapus
  28. setuju sama sendal jepit, turut prihatin atas penderitaan pahlawan devisa negara kita

    BalasHapus
  29. miris dengar dan liat berita tentang nasib TKI di negeri Jiran ini...
    mereka yg punya niat baik, bekerja utk menghidupi anak dan keluarganya, harus mendapatkan perlakuan buruk yg spt itu.
    Udah gitu, sang majikan berdalih lagi... "dia yg melakukannya sendiri"
    hmmmm.... ada rule kali ya "Majikan ngga pernah salah", klo majikan bersalah, ingat rule tersebut.
    capek deh...

    maaf baru bisa berkunjung ya.. Ana

    BalasHapus
  30. turut prihatin, semoga Allah membalas perbuatan2 mereka yg sudah berbuat zalim.

    BalasHapus
  31. Assalamualikum mbak, salam kenal juga. aku ijin link blog nya ya thx.

    BalasHapus
  32. First aku baca posting, ingatkan karangan novel. Cantik sungguh susunan bahasa. Nway, yg bab2 penderaan ni, entah la. Selagi wujud manusia berhati binatang. Yg meletakkan sifat2 kemanusian di takuk yg paling bawah, dan sifat2 kebinatangan menguasai akal, maka perkara2 ini akan terus berterusan.

    BalasHapus
  33. ass.
    sungguh getir nasib tki,sy tidak bisa berkomentar banyak.
    mmhh...
    wassalam

    BalasHapus
  34. sungguh tragis memilu hati
    memukul rasa tak terkira

    salam
    KONTES SEO BERTUAH

    BalasHapus
  35. Selalu ada hikmah yang tersembunyi dari setiap kejadian ya mbak...

    BalasHapus
  36. Semoga Siti Hajar selalu diberi ketabahan, dan para majikan selalu diberi pikiran yang lurus dan bersih, supaya tidak terjadi hal-hal yang seperti ini.

    BalasHapus
  37. sedih ya ngeliatnya...
    aku ntn tipi aja smp miris gitu kok bs sih ada yg jahatin org smp segitunya...iiih

    BalasHapus
  38. x( Ana... apakah dirimu masih males....

    :)) hayoo kampanye males...kampanye maless...

    :@ hodoooo puyeng ah

    :( nyari duit dulu ah..kali aja nemu

    :f capek ngoceh ah.. pulang yukkk...

    BalasHapus
  39. wah...La baru tau di postingan teh Ana niy... (mank ada di berita2 TV Indonesia ya?? kemarennya masi nonton tentang Prita Mulyasari...)


    baca awal2 postingan, kirain tentang siti hajar beneran (istri nabi Ibrahim tu..)

    Btw, blog La udah bisa di komentarin tu...

    BalasHapus
  40. sukurlah...yang teraniaya telah mendapatkan bantuan. mudah2han lekas sembuh dan bisa kembali berkatifitas. vote buat sisti hajar

    BalasHapus
  41. tapi esbeye nelpon kok pas gitu loh dengan kampanye...arrrgg postif ajalah

    BalasHapus
  42. sayang sekali kepeduliannya sedikit terlambat ya...

    ah ya... seharusnya emang ga disalurkan dengan sembarangan begitu!

    semoga yang begini sekalipun ga hilang tapi sungguh jauh berkurang kasusnya... Amien...

    BalasHapus
  43. Salam Kak Naz..

    masih ingat sy? .. :)

    Hmm.. tak habis2 kes dera nih,tak tahu nak buat apa lagi dah,undang2 dah ada, penguatkuasaan dah dijalankan.. tp masih ada yg berhati binatang mcm ni,

    untung kak dapat majikan melayu yg baik, kalo lihat dari kes nirmala n siti hajar ni, majikannya *********..

    latest news, dgr cerita nak limitkan org indo just keja dgn org melayu jer, so that, takde yg jadi korban "haiwan ganas" nih..

    Sabarlah kak..

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P