Mengapa Hiatus...???

"Kamu ni orang yang sembunyi di balik tulisan. (tertawa, betul juga sih. penulis khan sembuyi di balik tulisannya). Kalau kamu jadi mahasiswa, kamu ni termasuk aliran "kiri." Bawaannya protes aja..." Deg, sungguh sangat terkejut aku mendengar huraian kata-katanya. Seorang hamba Allah yang baik hati yang begitu peduli sama aku. Mengkritik beberapa tulisanku di milis dan sekali di media online.
Awal ku dengar, biasa aja. Tapi, lama kelamaan terfikir juga akan kata-katanya. dari situ, semangat menulisku mati suri, bahkan, aku bunuh diri dengan tidak menulis di milis manapun juga media online. Tak segan-segan bulan April lalu, aku pun menutup blog. Wujud dari rasa sakit hati. Tapi, atas semangat dan dorongan dari Ratu Kondangan dan Berlian Dublin Alhamdulilah, keterpurukanku terobati. (Waktu itu belum kenal mbak Reni, mbak Elly, mbak Tisti dll) Dan aku, kembali mengaktifkan blog.
Dan seminggu yang lalu, tengah malam. Aku membuka imelku di yahoo. Sungguh sangat terkejut tatkala membaca imel dari seorang sahabat bloger. "Apa istimewanya anazkia buatku." membaca kalimat-kalimatnya membuatku menahan senyum, menyimpan kata beku dalam tanya. Aku di rejam malu kepada Robbku, juga pada diri sendiri. Aku tak sebaik sangkaannya. Dari situ, aku merenung dan ambil kesimpulan untuk berhenti sejenak dalam dunia bloging. mencari arti, untuk apa selama ini aku menulis dan bersusah-susah mengunjungi dari satu blog ke blog lainnya. Aku yang malas menulis, aku yang terkadang berhenti sesaat ketika ada sesuatu dan lain hal, aku yang terkadang tulisannya tiada mutu kembali termenung... Meskipun bukan penulis handal, meskipun bukan penulis buku tapi, sekurang-kurangnya aku adalah penulis blog. Yang terkadang tulisanku di baca oleh sesama bloger. Mengapa dan kenapa kembali tertanya di benak kepala. Mampukah aku menulis lebih baik lagi...??? Dua buah kontroversi yang berlainan. Seorang menegur tulisanku mungkin saja untuk kebaikan kwalitas menulisku. Meskipun, caranya mencalar hati, menoreh luka tapi, aku harus menyikapinya dengan lebih postif. bahwa, aku bisa berubah lebih baik karena tegurannya. Dan yang kedua, meskipun menumbuhkan bunga-bunga riak di dada, semoga ia menjadi teguran niat dan hati untuk menulis lebih baik lagi. Untuk hamba Allah yang sudah mengirim e-mail, ku ucap terimakasih banyak-banyak.
Nyata, tidak semua tulisan kita akan di terima dan tak juga semua akan menolaknya. Untuk Pak Iwan, tetep semangat pak, yakinlah, kalau masih ada yang membaca dan menyukai tulisan bapak. Insya Allah...
Aku jadi teringat akan tulisan mbak Asma Nadia dalam konfrensinya via ym suatu ketika lalu. "sebenarnya kunci melawan malas menulis nggak susah kalau kita ingat bahwa usia mungkin gak lama lagi di dunia jangan sampai meninggal sebelum sempat menuliskan apapun, menyuarakan apa yang ingin kita suarakan." Nyontek kata seorang penulis juga, "Membaca dan menulislah sebelum amalanmu yang di tulis di bacakan." "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan." QS, Al-alaq:1, "Nuun. Demi pena dan apa yang mereka catatkan." QS, Al-Qalam:1. Gambar di ambil dari google dan face book

36 komentar:

  1. semangat, anaz!!!
    blogger kan manusia juga... ada kalanya suka, ada kalanya duka.
    tentang mutu ga mutu, itu mah relatip.. tuh postingan sayah ga mutu semuanya... huahahaha...
    biarin ajah... asal kita ga nolak dikritik :)

    keep blogging yaa.. :)

    BalasHapus
  2. Kabarku baek-baek aja mbak Ana... Mbak Ana pa kabar ?
    Aku juga baru aja keluar dari goa persembunyian mbak..heheheh.
    Tapi bukan karna sakit hati, tapi karna kesibukan kantor yang luar biasa...

    BalasHapus
  3. satu lagih... makasih atas konspirasinya, horeee sayah jadi pertamax disini... jarang2 kan bisa pertamax disini :p

    btw, cuma anaz doang deh kayanya yang ketawa2 kalo baca postingan sayah. senangnya bisa menghibur. makasih yaaa :)

    BalasHapus
  4. subhanallah... nen juga jadi terpacu untuk menulis lagi nih... makasih ya mba..

    BalasHapus
  5. Ada seorang teman yang pernah berkata kepadaku "Sebuah kritikan, selembut apapun sesopan apapun kalau disebut kritikan, tetap akan menyakitkan hati, namun alangkah baiknya jika sebutan kritikan kita rubah menjadi usulan?" gak tau deh bener apa nggak, yang jelas tidak semua orang akan bangkit semangatnya saat mendengar kritikan, bahkan bisa down dan berhenti total.

    BalasHapus
  6. selalu lah lillahi ta'ala sepanjang masa, semoga semangat akan terus menyala...

    BalasHapus
  7. nice p0st mbak.
    Sungguh!

    Ana jadi kepikiran buat hiatus juga.

    BalasHapus
  8. nice p0st mbak.
    Sungguh!

    Ana jadi kepikiran buat hiatus juga.

    BalasHapus
  9. nice p0st mbak.
    Sungguh!

    Ana jadi kepikiran buat hiatus juga.

    BalasHapus
  10. Ayo An... smangat jangan ketularan aku.
    Ayo bangun bangun...

    Kalo aku hiatus kan emang dengan alasan yg jelas, bukan karena tersinggung sama kritik orang lain

    BalasHapus
  11. tetap semangat ya...menulis tanpa henti. gak usah pikirkan apa kata orang.

    BalasHapus
  12. Templatenya keren An....

    Anna.. gimana kabar sahabatmu? Kmana aja dari kemarin gak nampak? Sakit kah?

    BalasHapus
  13. hihihihi... berpuikirlah mungkin tulisan yang sedang kita tulis adalah mungkin tulisan terakhir kita di dunia.... :D

    BalasHapus
  14. Sabar Mbak... mungkin orang itu menilai kita hanya dari satu sisi saja, semangat Mbak jangan hiatus. Ayo BW...

    BalasHapus
  15. "Demi kalam, dan apa yang mereka catatkan. Bacalah dengan nama Tuhan mu Yang Maha Pemurah"..

    aku selalu suka potongan ayat2 ini..
    ayo, semangat ana..jgn kyk aku...yg gak produktif bikin postingan....hehehehe

    BalasHapus
  16. Aku merasa sediih juga ketika denger mbak mau hiatus,,padahalkan tulisan mbak selalu ditunggu-tunggu para pemirsa kenapa harus hiatus?? tapi sudah laah itu sudah berlalu,, sekarang mbak telah kembali kedunia blog dengan tampilan yang lebih fress..moga saja dengan adanya tampilan baru ini membawa semangat baru untuk kedepannya,,amiin

    BalasHapus
  17. Makasih buanyak Naz,... kamu sudah memberi semangat yang luar biasa buat aku.

    BalasHapus
  18. Ya setuju, harus tetap semangat Ana, apapun yang terjadi. Menuangkan apapun uneg-uneg di tulisan konon bisa menghilangkan migren, mengasah kepekaan. Sejauh ini, tulisanmu mantap. Jadi, ayo semangat dong.

    BalasHapus
  19. "Membaca dan menulislah sebelum amalanmu yang ditulis dibacakan" bolehkah ia kutulis didepan mataku agar aku selalu bisa menegakkan kepalaku?

    BalasHapus
  20. rumah barunya fresh, sesegar semangat baru Anazkia...tetap semangat y

    BalasHapus
  21. baiklah saya akan menuliskan sedikit cerita pada kunjungan kedua ini,....

    tidak banyak orang diberi nikmat pandai menulis oleh tuhan,..kalo yang bisa nulis banyak. saya adalah salah satu yang hanya bisa menulis tapi tidak pandai menulis. Ada beberapa postingan di blog ini yang saya "bongkar",....menurut saya pemilik blog "green peace" ini bukan hanya bisa menulis,...tapi juga pandai menulis,...

    nah,..saya sendiri menyukai bermacam gaya penulisan,...mulai dari yang serius sampai yang hancur-hancuran hahahaha,... karena banyak hikmah dari setiap pikiran yang dikeluarkan lewat tulisan.

    your blog is your personality,....ada roh kehidupan di balik sebuah blog. Blog ini mempunyai aura yang positif,...insya allah saya akan rajin berkunjung,....

    salam dari planet aneh

    BalasHapus
  22. kata seorang sahabat,sediakan ruang d hati untuk dikritik karena qita hanya manusia biasa yg tak lepas dari khilaf dan salah..

    BalasHapus
  23. Naz kamu bilang apa di newsoul tentang 'ledakan' itu.....wekekekkekekeek

    BalasHapus
  24. Jadi terharu mbak naz... Mungkin mbak naz sudah merasakan sebuah teguran yang membawa diri mbak kepada sebuah perenungan mengenai titik awal niat ketika mbak berangkat ke dunia blogging... Saya..??!! Tak banyak yang memotivasi niat awal menulis di sebuah blog... Seperti yang pernah saya ceritakan pada salah satu posting blog saya, Niat awal cman ingin mengenal blog. Tapi ketika sudah beberapa waktu di dunia blog tentu kita menemukan hal baru yang membuat kita menambah daftar motivasi dan tujuan nge-blog. Selama itu tidak mengakibatkan mudharat dan tidak menyebabkan dosa... bolehlah di teruskan... Kalo tulisan kurang mutu,??!! Namanya blogging adalah proses belajar setahap demi setahap... Insya Allah semakin hari kita mendapat pengalaman dan pelajaran kan...!!??

    btw, Kutipan ayat nya pas banget... love it...

    BalasHapus
  25. Waktu itu belum kenal mbak Reni, mbak Elly, mbak Tisti dll) Dan akulah...trimatra sang mediator perkenalan kalian :D
    hihikz..., asal klaim dech!

    menulis teyussssss..dibaca atau tidak ma orang, paling tidak kita dah dapet pahala dari menebar kebaikan di dunia maya.

    BalasHapus
  26. semakin tinggi pohon semakin besar anginnya, kayaknya mba anaz sudah siap2 berada di puncak tertinggi deh :D

    mmm saya gimana ya wkwkwkkwwk,,, gak bisa menulis sesuatu yang bermanfaat bagi khalayak ramai, :P

    BalasHapus
  27. mbak,,teruskan semangat ngeblognya ya ^^

    BalasHapus
  28. Meskipun aku terlambat..., tapi aku ikutan menyemangati mbak Ana nih !!
    Ayo mbak.., gak usah hiatus lagi. Tuliskan lagi hal-hal yang dapat kita jadikan renungan dan pembelajaran bersama.
    Belajar dapat ditempuh dengan banyak cara, salah satunya lewat media blog.
    Tulisan mbak Ana bermanfaat juga lho buat yang lainnya.
    Jadi... ayo tinggalkan rasa malas dan mulai lagi nulis sebanyak-banyaknya..!!

    BalasHapus
  29. Menurutku An, justru blog-lah tempat kita bisa menulis sbg diri kita sendiri. Ketika ada kritik, dan memang kritik itu benar dan membuat kita lbh baik, ambil aja. Namun kritik yg merusak, yg tak sesuai dgn prinsip kita, ga usah diambil hati. Tulislah semua dgn jujur sesuai apa yg kamu percayai dan pikirkan ttg dirimu dan dunia. Semangat terus ya!

    BalasHapus
  30. Yah kita kan nggak mungkin menyenangkan semua orang mbak.

    BalasHapus
  31. Kalau kritik di terima saja toh, tp kalau judgement orang lain pun belum tentu punya hak..
    Keep blogging & sukses selalu dlm menulis..! =)
    Menurut saya pribadi, blog ini bagus & berkarakter..
    Maju terus sist...

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P