Aku Dan Wina Part 2

Setelah basa-basi perkenalan. Keakraban itu semakin terjalin. Masing-masing bercerita dan saling mendengarkan. Rupanya, Wina sudah lama malang melintang di Malaysia. Hanya saja, Wina tidak pernah berada atau bekerja di Kuala Lumpur (gak heran kalau dia jarang naik LRT=kereta api) Aku banyak mendengar cerita Wina tentang para bloger, secara meskipun aku sudah lama ngeblog tapi, baru beberapa bulan ini saja aku mengenali BW dan kawan-kawannya.



Di sela-sela pembicaraan beberapa kali aku mengajak Wina makan tapi, ia terus mengelak. Katanya, sudah makan. Padahal, aku sengaja tidak makan siang dari rumah :D biar bisa makan bareng ama Wina. Kita tak beranjakpun dari depan Surau... Lalu lalang orang yang hendak menjalankan ibadah tak sedikit pun mengusik kami. Aku dan Wina lancar saja berbahasa Indonesia. meskipun, sesekali ada juga yang melirik kami (Wina nyedar gak kalau ada beberapa yang jeling-jeling ke kita?)

Tiba massanya saat aku menanyakan ke wina kenapa ia jarang sekali memposting tentang para tenaga kerja. Wina terdiam cukup lama. Tak lama ia pun berujar konon, ia tak mau menjadi orang yang munafik yang kelihatan membohongi sendiri. Aku bengong mendengar kalimatnya. "Gini lho Na, selama ini, orang Indonesia selalu melihat kebanyakan para TKW dan TKI yang ada di sini teraniaya. Tapi, tak banyak yang tahu pada kenyataannya. Kalau aku lihat, banyak dari kita yang pendatang setelah tinggal di sini lupa daratan. Ketika orang asli sini tak berani menghentakan kaki di atas buminya tapi, orang kita malah ada yang berbuat lebih. Trus, tak sedikit juga orang kita yang merasa rendah diri dengan kemampuannya sampai-sampai sifat yang demikian membuatnya mudah di remehkan, di rendahkan dan segala macamnya. Faham khan Na maksudnya...??? Aku diam, masih bengong....

Bukan karena songong tapi, analisa Wina benar juga. terbayang beberapa surat khabar yang menceritakan tingkah laku dan polah saudara kita di Malaysia. Dengan judul yang kadang cukup menyeramkam, pembunuhan, penganiayaan, perampokan dan kesadisan lainnya. Juga tentang pemberitaan di televisi yang sesekali menampilkan kasus kejahatan mereka. Sungguh terkadang membuatku menundukan kepala, malu mengakui bahwa yang melakukan itu adalah sodara sendiri, orang Indonesia. Juga, terngiang soalan-soalan tatkala menghadiri Tabligh Akbar di aula KBRI betapa isu poligami tak hanya mencuat tapi, juga poliandri (Astagfirullahaladzim...) Mungkin, kedengarannya terlalu tapi, itulah kenyataan yang ada.

Terlepas dari itu semua, masih banyak orang kita yang bernasib baik, berakhlak baik dan mendapatkan majikan yang baik untuk pembantu rumah tangga. Hanya saja, ia jarang terekspos. Aku merasa, wartawan sering berat sebelah dalam pemberitaan (wartawan kedua-dua negara). lelah memikir, waktu pun semakin beranjak ke senja. Wina harus segera pulang ke Melaka. Kami pun segera beranjak dari beranda Surau. Saat Wina mengambil sepatunya, aku tergelak di buatnya. Sepatu yang di ambil, modelnya persis seperti yang aku tebak :D. Wina nanya kenapa aku tertawa, Aku bilang aja, "tadi khan sebelum aku masuk ngira2 sepatu kamu yang mana? emang sih gak bener 100% tapi, modelnya itu lho Win..." wekekeke...

Menuju ke bawah, masih ada sedikit sela-sela cerita dalam menunggu waktu kedatangan bis. Cerita itu terus mengalir, tentang niat juga rencana. Ah, akankah terwujud semua itu...??? Wallahu'alam. Gambar di atas gak ada hubungannya ama postingan. Hanya saja ia terhubung saat aku mengambilnya di Pasar Seni setelah bertemu dengan Wina. Aku mengambil dan jeprat-jepret di sekitar situ. Nyeselnya, para pelukisnya gak ada. Biasanya, mereka melukis di situ. Aku pengen bikin karikatur sebenernya :(

53 komentar:

  1. Persahabatan itu indah, bisa saling berbagi,saling menguatkan dan saling menyemangati. That's what friend are for. Bravo for Ana and Wina.

    BalasHapus
  2. Jadi yang terekspos cuman yang teraniaya saja, sedang yang melakukan tindakan kejahatan, tidak diberitakan.

    BalasHapus
  3. sambungan kemaren...
    seru bacanya...
    semoga persahabatan kalian berdua terus tersambung di dunia nyata...

    BalasHapus
  4. ngomong2...
    sepatunya Wina, modelnya gimana, sih..?
    kok kamu sampai tertawa ngeliatnya...

    BalasHapus
  5. @Pak Iwan, kebanyakn githu pak :(
    @mbak Elly, makasih.. Insya Allah..
    @Mbak Tisti, Insya ALlah, Allahumma amin... Mbak, saya ketawa karena tebakannya alhamdulilah betul wekekeke... bukan sepatunya Wina yang aneh :)

    BalasHapus
  6. ngomong soal malaysia dan indonesia..bikin capek hati...males.....bikin BT.....

    naz..coba sepatunya dwina diphoto hehheheh

    BalasHapus
  7. waah... jadi penasaran nih... sepatunya kek apa yah....

    BalasHapus
  8. Bentar lagi mbak wina pulang kampung kan ya.
    Sem0ga silaturahimnya tetap terjaga.

    BalasHapus
  9. asik ya...
    trus gk pernah ktemuan lg naz? ato sekedar sms-an aja kali ya...

    salam buat wina, udh sembuh blum sih?

    BalasHapus
  10. Semoga kita dan para TKI selalu mendapatkan hidayah dari Allah SWT

    BalasHapus
  11. masih ada sambungannya ga nih mb...aq sedikit mengerti intisari dari cerita diatas..semangat mb..ditunggu cerita2 yang lainnya..

    BalasHapus
  12. waaaahhh tebakannya bener yak naz.....salute deh.....hehehhhe

    BalasHapus
  13. Keadilan dalam pemberitaan emang masih menjadi barang langka.

    Bangsa adalah sekumpulan manusia yang pastiyan mempunyai watak dan pribadi yang berbeda2. Tidak bisa kita menghakimi suatu kaum, suku atau bangsa secara merata. Batak belum tentu kasar, Jawa tak semuanya halus...tergantung dari hati masing2 pribadi....

    BalasHapus
  14. Cerita yg menarik... Ooo.. gitu to..
    Mba Anaz.. kok gak ada..

    BalasHapus
  15. sore....wah, ternyata dwina di malaka toh. kirain di KL.

    BalasHapus
  16. Ana makin seru aja nih ceritanya, hmm wina jadi ngerti kenapa wktu anaz nulis ini anaz merasa nervous mikirin komennya temen2 tentang TKI yah.

    pada kenyataanya ini lah yg terjadi di malay kan, dimana penganiayaan terhadap para TKI terjadi di mana-mana tapi yang sengaja menganiaya dirinya sendiripun gak kurang banyaknya. kita harus mengakui itu.

    mungkin bagi temen2 yang gak melihat langsung gak percaya atau mungkin nyangka ini gak bener. tapi untuk kita yang memang terjun di dalamnya kita gak bisa tutup mata gitu aja, berapa banyak warga indonesia yg menyakiti sesama warga indonesia disini?
    jangan heran kalau rakyat malay khususnya ibu-ibu pada takut kalau ada TKI yg baru masuk ke negara ini, mereka takut kita bikin onar disini,
    memang gak semua ngelakuin itu,
    tapi karena kita membawa nama bangsa, kita jadi sorotan disini, satu yang bertindak semua kena, yah seperti itulah kira-kira.

    dan itulah yang bikin wn miris, dan penyebab kenapa win gak mau posting tentang wujud penganiayaan yg terjadi d malay, karena yg sengaja nyari penyakit pun banyak dan buat temen2 mohon mengerti karena fenomena itu memang terjadi dan kami ikut melihat mendengar dan merasakannya

    BalasHapus
  17. lho komenku gak masuk yah padahal udah di publish what's matter iki

    BalasHapus
  18. jiaahh udah masuk tho hmm masih ada lanjutannya kan.... tak tungguin nih, ikut penasaran juga mo nyampe berapa episode gitu hehhehe

    BalasHapus
  19. wah asiiknya ketemuan

    maaf aku jarang bw sekarang
    lagi malesssss gitulah

    BalasHapus
  20. Lukisannya bagus dan indah dilihat, walaaah...jadi komen gambarnya.hee...hiks.

    BalasHapus
  21. kalo pengen bikin karikatur ya dibikin aja mbak anaz..

    BalasHapus
  22. wah, saya pernah mendengar dari mba wina sendiri, tapi saya cuma bisa ngangguk2, wadoh kayaknya kalau bertemu kalian berdua saya hanya bisa ngangguk2 hehehehhe

    BalasHapus
  23. assalamualaikum,
    pertemuan yang diharapkan dan ketika terwujud memang menyisakan kenangan, apalagi pertemuannya penuh makna. met utk ana dan dwina
    wassalam

    BalasHapus
  24. ya.. sepertinya kita selalu berat sebelah dalam melihat sesuatu.

    BalasHapus
  25. Mbak..sebenernya aku pengin banget liat foto-foto yang banyak antara mbak Wina dan mbak Anaz
    seneng melihat persaudaraan sesama teman yang terjalin indah dari Negeri Seberang

    Emang sih aku juga sering mendengar sesuatu hal yang negatif tentang TKI
    entah dianiaya oleh Bangsa Sendiri atau Bangsa dimana dia tinggal untuk mencari nafkah..

    Tetep berjuang ya mbak
    menyuarakan hati TKI di Negeri orang..

    BalasHapus
  26. Memang yang diliput selalu jang jelek-jelek yan naz, yang diberitaka selalu yang teraniaya, tidak pernah diberitakan "Seorang TKI Sukses dinegeri Jiran" tak pernah sekalipun, padahal jika diadakan sebuah perbandingan, berapa sih yang teraniaya?

    BalasHapus
  27. Masih tetap penasaran ama sepatunya Wina tuh. hehehe... Sori ga komen panjang2, kepalaku masih berdentam2 nih, otak ga bisa dibuat mikir yg berat2

    BalasHapus
  28. Memang iya, karena yang dikabarkan hanya orang-orang yang teraniaya saja, dan yang tidak bahkan malah yang katanya lupa daratan tadi tidak diberitakan. jadi yang diketahui hanya yang dianiaya!
    semoga saja persahabatan kalian tetap utuh...
    Iklan Gratis

    BalasHapus
  29. iya juga yah,, yg diliput selalu yg jelek-jelek,, yg serem-serem,, jd membuat orang takut ajah...

    BalasHapus
  30. mampir dimalam hari naz.... sambil pegangin kepala yang serasa berputar-putar....

    BalasHapus
  31. Salam kenal,
    Enak ya punya banyak sahabat, jalan-jalan kemana banyak teman, jadi bisa mampir. Kamu juga kalo main ke tempat aku

    BalasHapus
  32. Salam maniz,
    Apa kabar nich, salam kenal ya, kamu juga bisa main ke Pulau Bangka sambil berkunjung ke rumah aku sekalian bisa jalan-jalan ke tempat wisata yang menarik di Bangka.

    Wassalam,
    cyberbangka

    BalasHapus
  33. Salam maniz,
    Apa kabar nich, salam kenal ya, kamu juga bisa main ke Pulau Bangka sambil berkunjung ke rumah aku sekalian bisa jalan-jalan ke tempat wisata yang menarik di Bangka.

    Wassalam,
    cyberbangka

    BalasHapus
  34. bentar ya??
    aku telat nih,jadi baca yang pertama dulu, tapi komennya disini yak
    hehehehe

    BalasHapus
  35. Setelah baca tulisan kakak ini, saya dapet kesimpulan bahwa kita ini:

    Dibodohi media massa yang gak bertanggung jawab.
    Tidak saling tabayun(mencari kejelasan) antar negara.
    Yah, dan saya hanya bisa jadi penonton.

    BalasHapus
  36. Naz kok sekar langit muncul terus tenggelam lagi...xixixiixixix

    BalasHapus
  37. Ini cuma perasaan aku saja kalee yaa..kook sepertinya postingan kali ini terlihat seperti kaku begitu pula cerita yang dimuat..padahal yang sebelumnya itu terlihat seperti fress

    Aku enggak tau apa yang terjadi sama saudara-saudara kita dijiran yang aku tau (maaf) orang jiran itu jahat sama orang indo

    BalasHapus
  38. sebuah pertemian kecil dengan perbincangan2 yang sarat makna dan hikmah , salutr buat keduanya :D

    BalasHapus
  39. sebuah pertemian kecil dengan perbincangan2 yang sarat makna dan hikmah , salutr buat keduanya :D

    BalasHapus
  40. sebuah pertemuan kecil dengan perbincangan2 yang sarat makna dan hikmah , salutr buat keduanya :D

    BalasHapus
  41. Mbak, semoga persahabatannya dapat terus terjalin ya.. Soal TKI dan TKW, rasanya mbak Wina benar.. karena kita harus melihat suatu permasalahan secara utuh.., tidak setengah-setengah dan tidak dari satu pihak saja.
    Jadi ikut penasaran nih dengan sepatunya mbak Wina... ^_^

    BalasHapus
  42. telat mampir neh,,


    masih tentang sepatu,, jadi ikut penasaran juga neh sama sepatunya wina seperti apa??

    sok, di tunggu part 3 nya, tentang sepatu :D

    "Hati yang bersatu dalam ikatan persahabatan Ilahi memang selalu Indah ya Naz,," :)

    BalasHapus
  43. Hi mbak Anaz, I'm back nih :) semoga dalam keadaan sehat ya

    BalasHapus
  44. iya juga..
    kita terlalu memikirkan dendam dan amarah terhadap apa yang dilakukan TKI tapi lupa faktanya..

    BalasHapus
  45. ow.. ini dwina yang disebut2 hoiron ya?!

    BalasHapus
  46. Wakakakakkaakkakak!!!!

    bener2 Surprise neh Anaz.....Begitu dalamnya membaca postingan alifbatatsa......Saluttttttt!!!!

    BalasHapus
  47. Ampe melongo neh buwel.....Nggak tahu komentnya dia ntar kalo mbaca komentnya anaz....

    Ntar dikira buwel curhat ama anaz lagi....hiihiihiihi

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P