Genderitas Dalam Dunia Blogger, Adakah...???

Teringat cerita seorang sahabat dekat. Ia menceritakan kalau seorang sahabat dekat lelakinya tidak begitu suka ketika mengetahui aktif di blog dan ada banyak teman lelaki yang comment di blognya. Padahal, tulisannya biasa-biasa saja. Juga, koment para sahabat blogernya juga sangat biasa. Sungguh mengejutkan saat teman lelakinya berujar, "Kamu khan sudah ada yang memiliki" Duh, ko githu amat yah...??? padahal, belum pun ada ijab kabul menurutku, batasan memiliki dan di miliki adalah pada ijab kabul pernikahan. Wallahu'alam. Apa hubungannya yah ama Postingan aku...???
Sekedar menilik dan melihat beberapa sahabat bloger baik para bapak-bapak, juga ibu-ibu. Aku salut dengan kehadiran mereka di dunia maya yang aku yakin begitu sibuknya di dunia nyata. Lihatlah mbak Elly, seorang wanita karir ini sampai hari ini masih eksis dalam dunia bloger. Komentarnya aktif di mana-mana juga pengunjungnya hadir dari kalangan siapa saja. Selain itu, ia juga seorang ibu rumah tangga yang ketika menulis penuh dengan metafora-metafora kehidupan nyata. Yang kadang aku selalu berfikir, siapakh objek yang di maksudnya. Meskipun ia begitu dekat ku rasa tapi, butuh empati yang nyata unruk memahami tulisannya. Eksisnya mbak Elly dalam dunia blog, aku rasa tak lepas dari dukungan dan semangat suaminya. Aku yakin itu, andaikan suami mbak Elly melarang ngeblog, tak mungkin akan ku baca kisah Bejo, Abu nawas, Negeri kira-kira, juga cerita tentang bunga-bungaannya. Yang lebih tertarik aku membaca tulisan, "Angin datang Bawa Cinta Chentini" sungguh aku menemukan mbak Elly dalam dunia nyatanya. Mbak Reni, tak jauh beda dengan mbak Elly saling berkaitan satu sama lain. Seorang penulis bloger, ibu rumah tangga juga wanita karir. Tulisannya sederhana, mudah di fahami. Seorang ibu dengan jiwa yang sangat di siplin saat mendidik anaknya. melalui tulisanya dapat ku baca dan fahami bagaimana caranya beliau mendidik Shasa anak semata wayangnya. Juga kisah cintanya yang membuat aku geleng-geleng kepala. Betapa bersyukurnya mbak Reni di anugrahi keluarga yang bahagia. Dan, sekali lagi, aku yakin ini tak terlepas dari dukungan suaminya yang tidak melarangnya ngeblog. Satu lagi, seorang ibu rumah tangga juga wanita karir tapi, tak perlu keluar pagi setiap harinya. Konon (kata sang empunya) ia adalah seorang arsitek yang bekerja di rumah saja. Selalu juga beliau bercerita sekilas-sekilas tentang sang suami juga malaikat-malaikatnya. Betapa aku suka dan gembira saat beliau menuliskan di sebuah buku Naruto milik anaknya, Untuk mas Rashif, Anakku, Lelaki kecilku tersayang, Cintailah wanita karena Allah.. jemput dia di tempat yang Allah sukai.. nikahilah dia yang tegar dan berbakti.. berusahalah sekuat tenaga untuk tidak melihat segala kekurangannya.. berusahalah pula untuk membahagiakannya.. cintai dia karena Allah.. hanya karena Allah.. Tak ada yang lain... Tulisannya selalu menyapa di blog aku membacanya dan, aku yakin andaikan sang suami tak mengizinkannya, akankah mbak Tisti masih ngeblog?. hampir sama dengan wanita kedua diatas. Dukungan suami, tentu yang membuat mereka masih bisa berada di dunia blogger. Dari ibu rumah tangga, beralih kepada para bapak rumah tangga yang pastinya adalah lelaki (ya iyalah, gimana sih anaz ini?) Cerita sahabat di atas, agak memilukan sepertinya. belumpun menjadi haknya tapi, sudah di larang begitu rupa. Bahkan, ada irama mengatakan kalau telah menjadi isterinya akan di larang ngeblog lagi. Tapi, bagaimana agaknya para isteri menyikapi yang suaminya rajin ngeblog? tanyakan saja pada para isteri blogger (aku khan gak kenal.. wekekeke..) makanya, ku tulis saja sedikit tentang para suami yang sukses sampai hari ini di blog. Bang Atta asal Pekan baru, mas Try asli semarang juga, Mas Rio asli Surabaya. Aku yakin, seperti ketiga wanita di atas tanpa dukungan dari sang isteri tiada mereka akan menuliskan ide-idenya juga kisah-kisah hidupnya. Dan sedikit pertanyaan, adakah para isteri dari blogger lelaki akan di perbolehkan ngeblog...??? (wedeww..., apa-apaan sih Naz?) Eh, ko nulis lelakinya sedikit sih? yang perempuan banyak...?? gak genderitas nih Naz...??? Bukan! ini karena aku gak tahu mau nulis apa tentang para bapak-bapaknya hehehe... Tapi, aku sering banget mendapatkan pelajaran juga dari para blogger lelaki. bang Atta misalnya, yang peduli banget ama lingkungan hidup. Aku jadi mengurangi mengeringkan baju di mesin cuci sejak baca postingannya tentang hemat (apa yah? aku lupa) Juga mas Try yang terkadang upload hal-hal yang banyak aku gak tahu. Alm Mbah Surip aku mengenalinya dari blog mas Try, juga TV livenya dan banyak lagi ilmu-ilmu lainnya. Sedang mas Rio, aku banyak mendapatkan tutorial blog. Inilah hidup, juga cerita tentang para bloger ibu rumah tangga dan bapak rumah tangga. Kedua-duanya saling membutuhkan dukungan dan semangat dari para pasangannya. Jadi inget seseorang pernah bertanya kepadaku, Dia: "Naz, kalau kamu dah punya suami dan ngambek apa akan di posting di blog? itu khan aib" Aku: "Yah enggaklah. Aku belajar dewasa donk..." Dia: "mang blog bisa dewasa githu?" Aku: "Bukan blognya tapi, tulisannya" Aku tertawa...
Free Image Hosting
Menyusul adalah award dari mbak Fanda, Mas Ivan Kavalera, Dicky Polar dan mas Cahyadi :). Mohon maaf jikalau ada kata yang salah dalam posting ini. Terutama kepada para nama-nama yang ku cantumkan di atas.

35 komentar:

  1. hemmm........
    deskriptif sekali dikau menceritakan dalang di balik blog-blog terkenal.

    kira2 kalo besok blogspot sebagai "bos" para blogger melarang orang yang sudah menikah utk punya blog gimana yach???

    BalasHapus
  2. Meski berbeda, hakekatnya perempuan dan laki-laki sama saja. Ngeblog sendiri adalah kegiatan pribadi, hajat pribadi, bagi saya sama seperti kebutuhan saya akan membaca buku, nonton tv, dll. Sepanjang RT kita urus, hak-hak anggota keluarga dipenuhi, kenapa tidak, perempuan dan laki-laki ya silahkan ngeblog. Begitu Na. Wah award saya dipajang lagi, saya merasa tersanjung na.

    Saya tergelitik dengan komentar Trimatra, kalau blogspot melarang mereka yang sudah menikah menjadi blogger, dijamin tidak ada postingan tentang Malam Jum'at bersunnah rasul, hehe.

    BalasHapus
  3. Idem nih sama Newsoul, kalo blogger melarang yg sudah nikah, pasti gak ada postingan seperti 1% saja
    Btw aku jadi tersanjung nih sedikit diulas disini, kalo istriku kadang suka baca blog aku, tapi untuk ngeblog dia masih malas katanya gak punya ide macem-macem, tar blognya malah nganggur.

    BalasHapus
  4. Mantap postingannya Naz,...
    benner nih, semoga aja tidak ada larangan ngeblog buat yang sudah nikah. Aku langsung protes deh.

    BalasHapus
  5. Saya mau komentar dari tadi pagi, cuma HP ku rodo lelet, makanya baru komen sekarang.
    Cerita di atas adalah kasus, bisa saja blogger cewek banyak "dikerubuti" blogger laki-laki, tapi kan itu di dunia maya saja, tergantung tujuan ngeblog tuh apa? kalau kemudian ada yang cemburu, berarti perlu menjaga tulisan, cara berkomentar dan cara megomentari komentar.
    Jadi menurut saya tidak perlu mempertentangkan dengan gender.

    Selamat banyak award nya ya....

    BalasHapus
  6. wah..ana kepikiran tentang gender didunia maya ya??
    untungnya ga ada yang larang2 nietha u tetap ngeblog nih.hanya saja, nietha yang emang lagi males banget nulis

    BalasHapus
  7. saya pikir tinggal kitanya saja....yang istri mengerti dengan hak dan kewajibannya begitu juga sang suami....komunikasi mungkin yang harus ditingkatkan.....semua dah pada dewasa...ha...ha...ha...

    BalasHapus
  8. Setuju mbak, ngeblog adalah hobi,jangan disangkutpautkan dengan realitas kehidupan. apalagi sampai memasukkan emosi ke dalamnya. sebisa mungkin kita harus bisa menjaga privasi.

    BalasHapus
  9. jujur, aku tahu dunia blog malah atas arahan suami. melihat aku suka coret2 nulis puisi2 ga jelas di buku, akhirnya suami bilang...bikin blog deh, biar hasrat menulismu tersalurkan.

    satu lagi, suamiku kenal teman2 blogger krn aku selalu cerita ttg si A, si B dll...so, ga masalah kalau misalnya tiba2 ada blogger cowok nge-add aku di YM...

    yang penting sih, simpel aja..nge blog boleh, asal tanggung jawab sbg ibu RT dan..hm..hmm..urusan cari duit gak terlantar...hahahaha

    BalasHapus
  10. i think men and women are common..emancipation girl......think about that.hehhee

    BalasHapus
  11. wow.. saya setuju mengenai pendapat anda..
    seharusnya kita open u/ menerima komentar dr para sahabat blogger..
    asalkan masih positif.. =)

    salam kenal,
    classically

    BalasHapus
  12. Hmm... Gak masalah sebenarnya udah nikah juga, yg penting tetep menjaga etika aja. Selamat awardnya anaz..

    BalasHapus
  13. Hmm... Gak masalah sebenarnya udah nikah juga, yg penting tetep menjaga etika aja. Selamat awardnya anaz..

    BalasHapus
  14. assalamualaikum,
    lama ga berkunjung,mhn maaf. post yg menarik ana. genderitas blog sy pikir memang menarik untuk dibahas, dari komen-komen diatas terlihat beberapa pendapat yg berbeda. ng blog boleh aja asal bisa menjaga keseimbangan aktifitas kita.
    wassalam

    BalasHapus
  15. tergantung masing2 orang juga sih. intinya kalo ada koment blogger cowok yg macam2 mesti dicuekin aja. biar pasangan kita gak cemburu.

    lagipula, liat dulu apa tujuan ngeblog? kalo hanya nulis dan nyalurin hobi aja kan mestinya gak papa. mungkin cowok dari temen blogger itu takut ceweknya pindah ke lain hati. berarti tuh cowok gak pedean dan gak percaya sama sang kekasih.

    wah, repot memang. kalo baru pacaran aja udah mengekang kayak gitu.

    BalasHapus
  16. hehhe sapa tuh yang ngelarang ngeblog?

    para bapak2 dan ibu2 yang anaz sebut emang sip banget mereka itu,
    hehhe semoga ngeblog gak di larang lagi ya naz...

    BalasHapus
  17. untung suamiku gk kyk cowok yg diatas itu
    suamiku gk begitu suka menulis n membaca (loh kok bisa lulus sekolah? hehe) makanya gk punya blog n gk punya novel kecuali komik.
    dia tahu aku suka baca, negblog dsb n dia gk nglarang asal gak membuat kerjaan jd berantakan, itu aja sih prinsipnya. malah dia kadang suak liat2 blogku n seneng kalo aku ngomongin dia hahahah... dsr narcis..

    BalasHapus
  18. Lepas dari persoalan gender, semoga blog bisa membuat kita banyak belajar, berukhuwah, dan beramal. Bukankah Inna akramakum indaLlaahi atqaakum?

    BalasHapus
  19. wah,, jangan sampe deh dapet suami yang ngelarang ngeblog.. yg namanya hobi itu kan susah banget kalo udah dilarang-larang...

    ato nyari suami yg ngeblog juga kali yah?! hiihihi... :p

    BalasHapus
  20. Wah menarik nih. Genderitas. Hmmmmmhhh...mesti dikembalikan lagi ke "nawaitu" atau niat individu untuk ngeblog. Masalahnya terletak pada membabi butanya pemahaman segelintir manusia yg memandang negatif 100%terhadap internet.

    BalasHapus
  21. @ newsoul : hallah...niate mesti mung ngiming2ngi mlm jumat sunah rosul

    @ yliz : hmmmm...dah addict berarti sampean ma blog nih

    BalasHapus
  22. weiks...siiip naz reviewannya dan award nya...mantabbb...maaab baru mampir...
    Hmmmm tentang genderitas tentunya ada lah, namanya juga hidup...hihihihi...nyambung nggak ya....:)

    BalasHapus
  23. Pertamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....Koment dulu ^_^

    BalasHapus
  24. genderitas ? gak ada deh mbak.
    kalo kita aktif ngeblog dengan niatan positif, pasangan pasti ngedukung.

    BalasHapus
  25. kita di bebaskan di sini, tapi saya sakit temen2 yang lain sudah cukup pintar untuk melakukan hal yang kira2 boleh di lakukan dan yang enggak.

    Biar nantinya tidak terjadi salah faham, terus terjadi masalah dengan sang pasangan hidupnya :D

    BalasHapus
  26. mba, selamat atas awardnya :D

    heheheh jam segini saya baru tidur :P

    BalasHapus
  27. aslm'kum mbak Anaz...
    apa kabar??

    bagiku, mw blogger perempuan atw laki-laki, klw baik dan bisa berteman, aku mw dan bisa berteman dgnnya.
    sama banyak kok klw mnrt aku antara blogger perempuan sm blogger laki-laki...

    ^_^

    BalasHapus
  28. Wah, lagi-2 mbak Ana cerita tentang aku.. Jadi malu niy..
    Mbak, aku beruntung kenal dg mbak Elly dan mbak Tisti.. serta nama-2 lain yg disebutkan mbak Ana di atas.
    Mereka memang hebat mbak... :D

    BalasHapus
  29. Asal maksudnya baik, harusnya kegiatan ngeblog ga dihalangi ya! Apalagi dengan mengatasnamakan alasan gender.
    Ana, klo lagi BW sekalian ke rumahku yg Sungai Hidup dong. Ada cerber yg perlu kamu komentarin. Kritik/sarannya ditunggu...

    BalasHapus
  30. sepertinya eksis di dunia maya itu gak ada hubungannya dengan gender atau status deh .. apalagi kalau niatnya memang ingin menambah teman dan menjaga silahturahim dengan teman2 lama yang mungkin bisa 'ngobrol' di dunia maya ..
    terus eksis ya mbak ..

    BalasHapus
  31. wah, kalo gitu nyari calon istri blogger aja ah.. biar ngga dilarang ngeblog.. hahaha

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P