Emak Ingin Naik Haji

Sungguh keberkahan Ramadhan. Alhamdulilah, di bulan ini aku menerima beberapa hadiah buku. Pertama, kiriman novel dari mbak Fanny. Terimakasih mbak, tapi novelnya belum habis aku baca. Dan kedua, saat kemarin Abah (majikan aku) ke Jakarta, di bawakannya aku segepok pesanan bukuku. Yang menarik, aku mendapat satu buku gratis dari penulisnya plus tanda tangannya. Karena ia lebih tipis, dan hanya kumpulan cerpen saja maka, tidak lama aku mengkhatamkannya. "Emak Ingin Naik haji" dari Asma Nadia.

"Masjidnya bagus di sono ya, Zen? Lampunya banyak," Mak terkekah. "Eh, berape sekarang ongkosnya, Zen?" "ONH biasa atau plus, Mak?" Mak tertawa. Beberapa giginya yang ompong terlihat. "Kagak usah plus-plusan. Mak kagak ngerti." "Kalo kagak salah dua ribu tujuh ratusan." "Murah itu!" Kali ini Zen tertawa. "Pakai dolar itu, Mak. Kalau dirupiahin mah dua puluh tujuh jutaan." Suara riang Mak kontan meredup, "Dulu sih kita punya tanah. Tapi keburu dijual waktu Bapak sakit." Beberapa saat Mak hanya menghela napas panjang. Suaranya kemudian terdengar seperti bisikan, "Mak pengin naik haji, Zen. Pengin."

Sedikit kutipan dialog "Emak Ingin Naik Haji" Aku sungguh terharu membaca cerpen ini. Kisah seorang Emak dan anak lelakinya Zein. Mereka tinggal berhadapan dengan rumah gedong yang setiap tahun pemiliknya naik haji. betapa Emak ingin ke Tanah Suci. Tapi, keinginan itu hanyalah angan-angan semata. Meskipun begitu, Zein berusaha mati-matian menunaikan impian Emaknya. Sampai ia berniat merampok rumah juragan Haji. Tapi, niat itu tidak terlaksana. Zein justru mengikuti undian di sebuah surat khabar dan, kebetulan, ia memenanginya. Malangnya, ketika Zein hendak mengabarkan berita gembira itu, ia harus terlanggar oleh mobil. Ia tergeletak begitu saja di jalanan aspal dan, surat khabar itu, berhamburan di jalan di timpa air hujan. Cerpen dengan mengambil layar setting Betawi ini di kemas dengan begitu apik dan menarik saat di baca. Aku salut dengan gaya dan cara penyampaian mbak Asma. Meskipun ia hanya sebuah cerpen tapi, ia bersifat multitokoh dan multikonflik (mengutip harian Republika). Betapa menggambarkan wajah Indonesia. Wajah-wajah kesenjangan sosial antara kaya dan miskin yang begitu nyata. Sungguh penggambaran sistem kapitalis, di mana yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin. terbukti, di saat yang lain begitu inginnya naik haji dan tiada biaya tapi, di pihak lain masih ada saja orang yang naik haji dengan mudahnya hampir setiap tahun.

Yang menarik, cerpen ini sudah di angkat ke layar lebar. Dan Insya Allah, akan di tayangkan pada bulan Oktober. Setting film mengmbil lokasi di beberapa daerah yaitu, Jakarta, Pulau jawa dan Mekkah. Aditya Gumay sang penulis skenario dan sutradara menemukan cerpen ini ketika Beliau menghadiri acara perpisahan TK Al Azhar di taman mini. Dia mendapat goody bag berisi majalah-majalah lama. Salah satunya adalah Noor terbitan Desember 2007. Dari situ, beliau langsung tertarik untuk membuat filmnya dan langsung menulis skenario untuk film tersebut.

Padahal, Aditya Gumay belum bertemu penulisnya. Para pemain Emak Ingin Naik Haji, Aty Kanser, reza Rahadian, Didi Petet, Niniek L Karim, Ayu Pratiwi, Cut Memey, Henidar Amroe, Adenin Adlan, Helsi Herlinda, gagan Ramadhan, Genta Windi lestari, Dedy Saroenk, Yongky dll. Ada riak-riak kesedihan membaca cerpen ini. Betapa setiap muslim memimpikan harapan itu. Naik haji. Ya, naik Haji. Semoga Allah senantiasa memberikan Rahmat kepada hamba-hamba-Nya yang selalu memimpikan kesana. Insya Allah..

Kabar menariknya, 100% royalti dari penjualan buku ini di persembahkan untuk sosial kemanusiaan da membantu memenuhi mimpi ke tanah suci, bagi saleh dan salehah yang kurang mampu. Jadi, jangan segan-segan untuk membeli buku ini. Karena, dengan membelinya kita bersama-sama mewujudkan mimpi mereka (termasuk juga mimpiku ke sana). Selamat untuk mbak Asma Nadia. Semoga menjadi amal jariyah, Insya Allah... Foto di ambil dari facebook mbak Asma dan blog mbak Asma. "Mak, betapa inginnya aku membawamu kesana..." Judul : Emak Ingin Naik Haji Penerbit: Asma Nadia Publishing House Jmlh hal: 192 Harga: Rp. 40.000 (tapi aku dapet gratis, coz beli banyak :D mau di jual lagi) Bisa di dapat di seluruh toko buku Gramedia di Indonesia
Untuk Sahabat semua, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf saya, baik yang terucap, maupun yang tak terungkap. Semoga amal ibadah kita di terima di sisi-Nya. Dan kita, bertemu lagi dengan bulan Ramadhan yang mulia. Insya Allah...

51 komentar:

  1. Kisahnya bagus sekali! Meskipun kisah tersebut mungkin saja hanya sebuah kisah fiksi, tetapi rasanya dekat sekali dengan realitas di sekitar kita.

    Kenyataan hidup di negeri ini memang sering mencengangkan. Betapa tidak, begitu banyak orang yang kekayaannya luar biasa melimpah (meskipun bisa jadi hasil kerakusan dari korupsi), tetapi sangat-sangat berjibun orang, bahkan tetangga mereka sendiri yang hidup dihimpit kemiskinan yang mendera sepanjang hidupnya.

    Konon ada kisah yang menegaskan bahwa "Barang siapa yang sudah menuhi syarat untuk menunaikan ibadah haji, akan tetapi masih ada orang diantara tetangganya yang masih kelaparan atau tidak bisa tidur karena tidak bisa makan, maka kewajiban berhaji tersebut menjadi gugur, dan wajib baginya untuk membebaskan orang miskin disekitarnya dari penderitaan". Sungguh kisah yang menonjolkan pentingnya kesalehan sosial! Kesalehan yang berorientasi pada kepdulian horisontal kepada sesama.

    Kalau umat muslim di negeri ini menonjolkan kesalehan sosial, dengan tidak korupsi, rajin berzakat, juga mengembangkan integritas pribadi dan solidaritas pada sesama, maka negeri ini akan menjadi negeri impian layaknya bonus surga dunia untuk kita semua. Mungkinkah?!

    BalasHapus
  2. Jadi tertarik pengen baca novel dan pengen nonton juga filmnya nanti na. Selamat ,menyambut Idul Fitri 1430 H, maaf lahir dan bathin.

    BalasHapus
  3. saya jadi tertarik ingin membaca bukunya...
    selamat menyambut hari raya idul fitri , mohon maaf lahir dan batin...
    dari
    sudinotakim&keluarga..

    BalasHapus
  4. Asma Nadia memang jagonya bikin cerpen. Dan kamu pinter bikin ulasannya, jadi klop deh, aku pengen baca bukunya.

    Selamat Idul Fitri, Ana, mohon maaf lahir batin...

    BalasHapus
  5. Hidup ini hanya sebentar lagi
    bentar marah,bentar ketawa
    betar berduit,bentar boke
    bentar senang,bentar susah
    ooo ye…bentar lagi 1 syawal
    met lebaran…mohon maaf lahir bathin

    Taqabbalallahu minna waminkum.

    BalasHapus
  6. musti baca nih buku, selamat lebaran...

    BalasHapus
  7. Salam ya anazkia. Kadang2 Di Perantauan Lebih menyeronokkan utk menyambut Hari Lebaran. Apapun, AKu senang punyai seorang sahabat seperti mu. AKu juga minat membaca novel. Tetapi waktu sering mengganggu ku. :D

    BalasHapus
  8. Duh senangnya yg baru dapet buku gratis...
    Met merayakan Idul Fitri, ya An!

    BalasHapus
  9. hmm, jadi kepengen banget baca juga nih..

    BalasHapus
  10. lama gak mampir nih Naz.... cerita yang menarik dari sebuah novel.

    BalasHapus
  11. huaaa bagus euy resensinya. pengen baca juga, tapi di rumah ada banyak buku yang belom kebaca euy :(.

    selamata idul fitri juga ya anaz
    semoga kita kembali fitrah.
    mohon maaf lahir bathin :)

    BalasHapus
  12. mbak kalo engga salah asma nadia itu kan anaknya Pipiet Senja ya?
    Penulis favoritku
    aku suka buku2nya
    kisahnya sebenernya diambil dari kisah hidupnya sendiri
    tapi difiksikan dengan kisah orang lain

    selamat hari Raya Idul Fitri ya
    Maaf lahir dan bathin

    BalasHapus
  13. cerita yang sungguh amat menarik mbak... pun dengan ulasannya...

    BalasHapus
  14. Selagi mampu, usahakan priority untuk mak... percayalah....tuhan membalas beribu kali lipat (ustadz mode:on)

    BalasHapus
  15. naik haji sih banyak jadi impian emak-emak se Indonesia...

    filmnya bisa mewakili tuh...

    Mbak,,,cuma mo bilang:

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon maaf lahir dan Batin.

    BalasHapus
  16. Ramadhan sudah pamit
    Kemenangan akan kita gapai di hari yang fitri
    Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
    Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
    Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
    Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
    Kami sekeluarga menghaturkan
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqobalallahu minna wa minkum
    Mohon maaf lahir dan bathin

    BalasHapus
  17. Balik lagi An, mau membawa ucapan terima kasih buat dukungannya tuk blogku

    BalasHapus
  18. Minal aidzin wal faidzin ya Mbak Anaz, mohon maaf lahir dan batin.

    BalasHapus
  19. Ane mo ngucain neh...
    ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░
    ▒▓██▓▒░Mohon maaf lahir dan batin....░▒▓██▓
    ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░ ▓▒░

    BalasHapus
  20. yg pasti, warna cerita yg begitu kebanyakan mengharukan, tragis dan nangis bombay, tetapi lihat setingnya, danaunya keren euyyy

    BalasHapus
  21. ceritanya memang menarik tuh kayaknya. o ya,met idul fitri ya.

    BalasHapus
  22. Bagus banget bukunya mbak Ana... latar belakang betawinya kental banget..

    Selamat Idul Fitri 1430H, minal aidzin walfaidzin... mohon maaf bila ada yang kurang berkenan...

    BalasHapus
  23. udah jago review neh sekarang....heheheheeh...
    buwel mohon maaf lahir dan batin ya.....met lebaran...

    BalasHapus
  24. minal aidin wal faidzin ya.....
    met lebaran...

    BalasHapus
  25. menunggu filmnya, kayaknya keren..

    maaf lahir batin ya mbak.. *kayaknya udah deh di YM* :)

    BalasHapus
  26. Ceritanya tuh kayaknya bagus .....

    Apalagi yang nulis asma' nadia....

    BalasHapus
  27. salam sobat
    NURA mengucapkan selamat idhul fitri 1430 H
    minal aidhin walfaidzin
    maaf lahir dan batin untuk ANAZKIA.

    wah jadi pingin nonton filmnya emak pingin naik haji ini,,biar ngga cuma baca bukunya,,lebih asyik mba,,,

    BalasHapus
  28. lhah...aq malah ga tau sama sekali tentang buku/cerpen ni...Naz..kirim ke aku dunk, plis....

    BalasHapus
  29. ide ceritanya bagus
    aku juga pengen naik haji

    BalasHapus
  30. naik haji is the best,,,,

    silahkan mbak ambil award diblog ane...

    BalasHapus
  31. Satu kata yang tiada tergantikan
    Kata MAAF nan tulus dan ikhlas
    Keluar dari lubuk hati terdalam
    Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Buruk laku tindak tandukku
    Hanya Harap dan MAAF terucap
    Mudah mudahan esok lebih baik
    Saat Hari Kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    Murnikan Jiwa dalam genggamanNYA
    sucikan keping hati di hari nan Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Dari :
    “Kang Boed Sekeluarga”
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuullllllllllllllllllllll

    BalasHapus
  32. Sebulan sudah kita jalani Ramadhan bersama
    Malam penghujung hari yang indah ini
    Genderang Perang sudah di tabuh.
    Pekik Kemenangan dikumandangkan
    Alunan Nada Pengagungan dinyanyikan
    Suara Riang Gembira berkeliling kota
    Ramadhan dengan segala perniknya telah kita lewati bersama

    “Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”

    Mudah mudahan Jerit kemenangan ada dalam diri kita semua
    Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
    Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
    Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
    Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
    Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
    Bebenah dan jadikan momentum kemenangan ini
    Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
    Dahulu datang putih suci bersih
    Mudah mudahan kembali suci putih bersih
    Tiada kata yang terungkap lagi
    Mari kita bersama menyambut hari yang FITRI
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqoba lallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Dari :
    ” Kang Boed Sekeluarga “
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
    ‘tuk Sahabat Sahabatkuku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

    BalasHapus
  33. selamat malam semuanyaaaaaaaa
    aku datang kembali

    BalasHapus
  34. Aku baru bisa hadir mbak....
    Wah, kembali mengulas buku nih... Makin lancar aja ya kayaknya..? Selamat deh..!!
    Sepertinya buku dan filmnya sama bagusnya. Jadi pengen ikutan baca...
    Semoga saja, mimpi banyak orang utk bisa ke tanah suci dapat terwujud melalui royalti buku itu. Amin...

    BalasHapus
  35. mampir ajah naz, maaf neh buwel lagi males update dan ngenettttt.....

    BalasHapus
  36. tok tok tok
    masih lebarankah disana mbak anaz?
    aku datang bawa ketupat award
    diambil ya ;)

    BalasHapus
  37. kapan tayang
    kapan tayang
    kapan tayang
    kapan tayang......

    BalasHapus
  38. saya baru inget nih, Naz...pernah baca cerpen ini di majalah Noor..

    akhir ceritanya sedih...
    akhirnya anaknya mati ketabrak saat menyebrang jalan, dan dlm genggaman tangannya terselip kupon pemenang naik haji utk emaknya...hikz..sedih..

    tp, gak tau di filmnya...biasanya ada sedikit perubahan pd alur cerita...
    :)

    BalasHapus
  39. Insya Allah suatu saat nanti emak akan naik haji

    BalasHapus
  40. Wuihhhh.... Dalem.

    Sekarang ini banyak diri kita yang berdalih Pangilan Iman lalu berangkat Haji.
    Tapi mata dibutakan dengan tak mau melihat sekeliling banyak yang menarik nafaspun setengah mati.

    BTW.....
    Ingin rasanya memberangkatkan EMAKKU naik haji.

    BalasHapus
  41. Cerita yang sangat menyentuh hehe... salam kenal ya..

    BalasHapus
  42. semoga bangsa ini menjadi lebih baik .. thanks atas ulasannya :)
    wahyu

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P