9/30/2009

Kau Cari, Bidadari Syurga

Tatkala tanganku tak mampu menulis seindah kata-katamu, maka ku tulis bait-bait kalimat bukan untuk menyaingimu tapi, sebagai kado persahabatan untukmu.
Kau cari bidadari Syurga Yang terlahir di dunia Bukan dari Nur, atau cahaya Ia tercipta Tapi, dari rahim wanita Yang mulia akhlaknya
Diantara belahan bentang bumi-Nya Kau temu Ia, kau jumpai dia Kau puja parasnya, Kau puji akhlaknya Dan kau berharap, Ia yang akan menyempurnakan Dien mu Kelak... Ketika langkahmu dalam rencana-Nya Tiba-tiba, Ia menepi Dia pun pergi Dan kau, kini sendiri... Dalam sendirimu kau ukir kata Tentang bahtera rumah tangga Juga kapal dan nahkoda Mungkin dia bukan yang terbaik Pun sebaliknya Harapku pada Illahi Yang menguasai langit dan bumi Semoga kau menemukan pengganti Bukan hanya cantik parasnya Tapi juga cantik agamanya Juga cantik pada akhlaknya
Insya Allah, Allahumma amin... Dalam kata yang tersendat-sendat, dalam kalimat yang tercungap-cungap. Ketika harus kembali belajar mengeja kata. Sungguh, betapa menulis itu harus di lakukan terus menerus tanpa henti. Untuk sahabatku, mohon maaf jikalau ada yang tak berkenan dengan kata-kataku.
Foto di ambil dari, http://satriopinandito.wordpress.com/2009/02/13/bidadari-di-surga/

42 komentar:

  1. Semua laki-laki mencari bidadari syurga. Meski kebidadarian itu relatif sifatnya. Menurut seorang lelaki pencari, seorang perempuan yang ia suka adalah seorang bidadari yang tepat untuknya, mungkin tidak menurut Dia sang Maha Segala. Akan ada bidadari lain untuknya, semoga.

    ReplyDelete
  2. kalau saya sih pernah nasehati seorang teman yang patah hati begini: Lelaki menang dalam memilih-karena perempuan jauh lebih banyak daripada lelaki. Tetapi wanita menang dalam menolak.
    maka tak perlu bersedih

    ReplyDelete
  3. Puisi yang indah,
    Semoga terwujud keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah

    ReplyDelete
  4. Aku mampir naz... setelah lama mangkir..... gimana kabar?
    Biasanya sebuah puisi terlahir dari hati yang terdalam, dan mengekspresikan sebuah perasaan yang sedang dirasakan, apakah yang sedang dirasaka anaz saat ini......

    ReplyDelete
  5. Kata-katanya begitu indah dan menyentuh, penuh makna
    adakah bidadari itu adalah Anazkia???

    ReplyDelete
  6. Aku kok membacanya seperti puisi untuk seseorang ya...
    Ada nuansa Anangkah yang mengilhamimu ?.

    nice poem

    ReplyDelete
  7. Maaf lahir batin, Ana ...
    Sedang biru atau jinggakah hatimu?

    ReplyDelete
  8. Puisimu ternyata indah juga, An... Teruslah berkarya ya! Aku masih belum sempat update blog nih. Hiks...

    ReplyDelete
  9. itu puisi mbak anaz yg buat??? keren ntu, bagus.... kukasih semua jempolku buat mbak anaz... laahhh aq gak punya jempol la'an???*oon*

    wes pokoknya keren sukeren dah..... :D

    ReplyDelete
  10. Bidadari itu cantik
    kalo ganteng namanya Bidadara
    semua perempuan adalah bidadari
    karena semua perempuan itu cantik

    ReplyDelete
  11. Rangkaian kata yang sangat indah Naz....
    Semangat dan sukses selalu.

    ReplyDelete
  12. semangat mbak anaz.. mari kita terus menulis dna btw. puisinya indah bgt ^ ^

    ReplyDelete
  13. Wow.. Hebat dan keren puisinya, tuk siapa ya?

    ReplyDelete
  14. amiin amiin amiin ya Rabbal alamin
    saya pun berharap sedemikian, cantik luar dalam

    ReplyDelete
  15. Sebelumnya makasih banget ya, buwel juga lagi belajar melupakan, lagi nunggu kakak2 tuk segera menjodohkan dengan wanita idaman....:-)

    ReplyDelete
  16. tuh kan buwel juga bilang apa naz, kalo pandai bikin cerpen biasanya bikinn puisi pun lebih jago....
    Tapi kalo tuk WAGE bahasanya ketinggian NAZ wage nggak sebaik yang di kau katakan, buwel hanya suka dia, padahal dia tak sesuai dengan harapan buwel, terlalu banyak perbedaan, buwel NURANI sedang dia MURTI....heheheheh

    ReplyDelete
  17. Duh tipografinya ciamik mbak, aku suka, diksinya juga menarik, penuh nuansa islamik, dan unsur estettikanya begitu terasa, penggunaan vulgaritas katanya pun tiada....
    mantabbbb mbak...:-)

    ReplyDelete
  18. Nice Poem :) maaf ya mbak baru mampir lagi nih, baru pulang mudik

    ReplyDelete
  19. Siapakah gerangan bidadari itu?
    dan siapakah laki laki itu?

    *mau tauu...aje..!*

    kata2mu (yg kau bilang tersendat2)...mengalir begitu indah...
    puisi buat seorang teman ini, begitu indah menurutku...

    sukses ya, Naz... :)

    ReplyDelete
  20. Puisimu menyentuh jiwa mbak. Selamat malam. Salam kangen dari jauh.

    ReplyDelete
  21. masakan bidadari...wanita dunia pun tidak ku jumpai '-)

    ReplyDelete
  22. apik mbak puisine..
    jadi inget bukunya tere liye yg Bidadari-Bidadari Surga, bisa gak yah jadi bidadari surga selanjutnya hehehe

    ReplyDelete
  23. kata - katanya indah bangetttt.....

    ReplyDelete
  24. waah aku jadi teringat sama yayang aku niih hiks

    Dia begitu mengecewakan,,yaa namanya manusia cuma bisa memilih dan allah laah yang menentukan

    ReplyDelete
  25. seperti yang dianjurkan oleh agama kita, carilah pasangan bagimu yang cantik, dan yang terpenting adalah agamanya.

    jadi intinya nggak perlu mendahulukan paras atau hal yang dapat dilihat oleh kasat mata terlebih dahulu.

    semoga ini bisa membantu

    ReplyDelete
  26. malam naz, maab baru bisa OL.....hmmmm makasih koreksinya.....

    ReplyDelete
  27. tertawa baca koment buwel. jadi mo dicariin jodoh toh, si buwel. ha ha ha...

    Anaz, puisinya keren deh.

    ReplyDelete
  28. untuk sementara mencari bidadari didunia aja dulu,,baru diakhirat mbak....

    ReplyDelete
  29. spechlessss, tak bisa berkata-kata lagi *ini nulis kok*

    ReplyDelete
  30. ehem test...test.. hehhe maklum lama gak mampir jadi agak tersendat-sendat nih.

    Assalamualaikum...
    waktu membaca puisinya otakku berputar kira2 siapa objek yang ana ceritakan. tapi biarlah siapapun dia yang pasti semoga dia menemukan bidadari surga yang lahir dari perut wanita. amin

    gak dateng ke pernikahannya nitha, secara komunikasi gak lancar, terakhir puasa masih sms-an tapi setelah itu senyap. mungkin nitha sibuk ana

    ReplyDelete
  31. Mbak, kata-2nya indah banget.. ^_^

    ReplyDelete
  32. bidadari syurga yang manaaaaa......... ?
    aduh kata katanya sangat indah. mba ana kapan pulang ke indonesia :D

    ReplyDelete
  33. mari menulis.. :D

    puisinya mengandung nuansa kerinduan je..
    kejar terus... *apa sih* hehehehe

    ReplyDelete
  34. puisi yg indah ana :)
    sepertinya tulisan ini ana tujukan untuk seseorang ya....

    hemmm,dia tengah kehilanagn rupanya.... mungkinkah bidadari yg dia cari yg telah merangkai kalimat menjadi puisi yg indah ini saja.... hehehe....

    ReplyDelete
  35. Dan ia akan menjadi Bidadari di surga Nya....

    ReplyDelete
  36. amiin...buat mas yg dimaksud semoga terwujud apa yang dilantunkan mbak Anaz dalam wujud puisi-doa diatas (worship)

    ReplyDelete
  37. sebenernya saya ga ngerti puisi, jadi ya saya baca2 komen2 di atas saya ajah. dan baru ngeh saat tadi dikau bilang kalo ini puisi balesan untuknya. Yap, him, orang yang sama2 kita kenal.
    dan saya baca kembali puisi dikau ini, benarkah?

    Hm...mungkin itu alasan dia ga beredar beberapa hari ini? duhhh.. maab kok sayah ga peka ya?! padahal ada sahabat yang sedang sedih. duh.. jadi ngerasa bersalah...
    ntar deh sayah hubungi dia, kali ajah dia butuh temen untuk cerita2.
    makasih infonya ya Anaz :)

    for him : berarti dia bukan yang terbaik untuk dikau. ADa yang lebih baik yang menunggu dikau di sana. cheer up dan keep posting ya :). kabar2i ajah kalo dikau mau cerita. ym aja yaaa... sekalian kita gosip...xixixix

    ReplyDelete
  38. Mbak aku mampir lagi
    kok gak pernah main ke rumahku ya?
    sibuk ya mbak?

    ReplyDelete
  39. Hmmm, puitis banget mbak...
    Mungkin emang belum jodohnya :D
    Tapi sabar aja, jodoh kan gak lari kemana :D

    ReplyDelete
  40. Saya suka puisinya, cinta itu buta, jadi semuanya dapat jatahnya masing-masing kadang tidak sesuai yang diinginkan tapi bahagia ! Mendapatkan yang sempurna malah digaet orang ! cinta itu juga melek karena bisa dilihat dan dinikmati ! Kutunggu puisinya yang lain !

    ReplyDelete

jejak kata dunia maya