Dua Lelaki, yang Membuatku Menangis di Gerbong Kereta Api

Pernah mendengar, kalau ada tujuh rupa, yang serupa fisik dengan kita. Entah kesahihannya. Tapi, dulu aku dan teman-teman sering membahasnya. Meskipun, berakhir dengan gelak ketawa. Gimana enggak, konon tujuh serupa itu, beragam akhlak dan profesi katanya. Terbulir juga tanya, "Ada enggak yah, yang serupa dengan aku tapi, dia gila?" Juga celetukan yang lain, "Ada enggak yah, yang serupa dengan aku tapi, dia pengemis?" Atau, ada enggak yah, yang serupa aku tapi, dia artis...???" Wah, pokoknya, ramai kalau sudah membahas tujuh serupa, dalam dunia.
Beberapa teman-temanku yang kadang melangkah jauh, setiap kali bertemu dengan orang yang "serupa" dengaku, selalu mengabarkan. Ada seorang sahabat yang kuliah di Jogja. Dia pernah membawa cerita juga oleh-oleh sehelai gambar seorang wanita yang katanya, serupa dengan aku. Sekillas, ia memang mirip apalagi dengan tahi lalat di bawah hidung. Tapi, aku tetap mengelak. Kemudian, datang juga cerita baru. Ujarnya, sang Dosennya juga ada yang serupa. Mirip, dari tutur kata, gaya bicara juga amarahnya. Aku hanya geleng-geleng kepala. Yang lebih lucu, ada seorang yang salah menegur orang lain. Dianggapnya itu aku, padahal, bukan. Tapi, kemiripan itu hanya dalam rupa wajah. Entah kebetulannya cerita tujuh serupa. Aku menaggapinya, biasa-biasa saja. Beberapa hari lalu, tatkala aku membaca sebuah novel fiksi, meskipun ia diambil dari kisah nyata "Galaksi Kinanthi" Aku merasa terungkit kepada masa lalu. Ada keserupaan cerita, tentang cerita seorang gadis desa. Hanya berbeda nasib (lho, katanya serupa...???) Sepertinya, serupa pada jalan cerita, bukan pada nasibnya. Diawal-awal bab sang penulis, Tasaro GK, telah berhasil mengacak-acak emosi aku. Tersenyum, meringis, berkerut kening, meyakinkan arti bahasa jawa yang ditulisnya. Tak cuma itu, bahkan, aku dibuatnya menangis. Menangis ketika Kinanthi, meronta hendak dijual orangtuanya ke kota juga, saat adegan Ajuj menangis melepas kepergian Kinanthi, dari balik kaca jendela mobil. berpaut erat, rapat kedua tangan keduanya yang dibatasi pada jendela kaca. Awal-awal cerita, aku masih mampu menyembunyikan air mata. Maklum, aku masih dalam perjalanan, dalam gebong kereta api. Disela-sela kesibukan penumpang, aku menyempatkan diri untuk membacanya. Tidak peduli, mau berdiri atau duduk. Novel itu betul-betul menyedot perhatianku. Ketika satu demi satu stasiun terlewati, aku masih setia membaca dan menekuni kata demi kata yang ditulis oleh Tasaro GK. Ada gerimis kesedihan dalam hati, rinai air mata jatuh juga dikedua pipi. Meskipun tak sama persis alur ceritanya, ada beberapa hal yang membuatku menangis. Aku mengingat Om Christ, orang yang telah menyekolahkan aku. Aku tak mau lagi menoleh kiri kanan, kebetulan, gerbong kereta di satsiun selanjutnya tidak banyak orang. Aku biarkan saja air mata mengalir. Sesekali mengesatnya. Tapi, berlanjut kecerita selanjutnya, tak lagi aku mengesatnya. Kubiar air mata terjatuh. Kelebat om Christ tak mau beranjak dibenak. Aku memangisi kedua orang lelaki. Tasaro GK, yang telah mengingatkan aku tentang Om Christ. Juga, Om Christ yang karenanya lah, aku diajari berpikir. Wallahu'alam. Ya Allah, sejahterakanlah hidup mereka...

13 komentar:

  1. Menarik nh Neng ceritanya,, Jadi terharu bacanya..

    Nice post,,

    BalasHapus
  2. Waaaaaah, nice posting Naz.....
    Tentang 7 serupa buwel kok lum pernah nemuin satupun yang mirip dengan buwel ya....ehehehehehe....
    Dan tentang Novel nya yang di baca pengin mbacanya juga, ntar di cari2 wis barangkali ketemu....
    dan amiiin tuk doanya Naz, moga beliau2 sejahtera selalu....
    maaf jarang mampir kesini....

    BalasHapus
  3. duuuhh..ikutan ngucek-ngucek mata neh...

    pa kabar mbak Ana? met malam....

    BalasHapus
  4. Salam buat Om Christ...

    (lho, malah dadi sok kenal) :D

    BalasHapus
  5. hehm... kliatannya susah deh nyari yang sama denganku... hihihihihi

    soal pertanyaan mbak di FB mungkin ini bisa sedikit membantu :
    http://tutorial-tip-trik.blogspot.com/2009/07/menampilkan-jumlah-posting-dan-komentar.html

    BalasHapus
  6. Aku sebenernya suka baca novel sedih begini
    cuma akhirnya jadi kebawa mbak
    tapi overall ceritanya bagus banget
    seperti biasa, mbak anaz selalu menceritakan dengan haru biru

    BalasHapus
  7. Selamat pagi mBak Anaz.

    Salam bahagia dari desa. Selamat berjuang Mbak Anaz. Semoga tambah sukses. Amin.

    BalasHapus
  8. met siang mba... yang penting doa kita untuk orang-orang terkasih tak pernah putus kepada Allah SWT. met kenal mba

    BalasHapus
  9. Semoga Sukses Segala Kinerjanya

    Terus Berkarya
    ----------------->


    Salam Sastra

    Kumpulan Puisi Acep Zamzam Noor, Artikel Budaya, Artikel Sastra, Artikel Sosial,

    Artikel Seni, Lukisan Acep Zamzam Noor dapat di update pada Blog

    http://acepzamzamnoor.blogspot.com

    Selamat Berapresiasi
    ----------------------------


    Salam musik Indonesia

    band ternama, directory pop, lirik pop, lagu pop, pop lyric, free pop lyric, lirik

    pop gratis, kumpulan lirik pop, lirik pop melayu, tembang pop lengkap ada di

    http://popindonesia.co.cc

    Selamat Bersenandung Ria
    ------------------------------

    Salam Dangdut

    goyang dangdut, directory dangdut, lirik dangdut, jago dangdut, dangdut lyric, free

    dangdut lyric, lirik dangdut koplo, direktori lirik dangdut, hot dangdut lengkap

    bisa dikunjungi di http://goyangdangdut.co.cc

    Salam Dangdut
    ---------------------

    Salam Karya

    Kumpulan puisi, Kumpulan Cerpen, Artikel Bebas, Gita Lirik, Otodidak Computer

    silakan kunjungi di http://kobongsastracipasung.blogspot.com

    Selamat Berapresiasi
    ------------------------

    Terima Kasih

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P