Indahnya Tersesat Part 2

quinie said... hm... dikau ke rumah anak majikan atau ke labirin? hihihi... kok ketemunya itu2 ajah? xixixi. Itu komennya mpok Ratu. Yups, kalau aku pikir-pikir, emang seperti labirin. Jalan kesana kesini, ketemunya rumah yang itu-itu juga. Sampai penat menggelayut, sehingga semangat pun surut. Ada sedikit takut, maklum mungkin masih mending tersesat disebuah terminal. Karena, disana banyak kendaraan dan kita bisa saja sewaktu-waktu mencari jalan pulang. Nah, ini di perumahan, yang tergolong elite. Maklumlah, rumah kerajaan alias rumah pegawai negeri kalau di Indonesia
Banyak mobil berlalu lalang tapi, tidak mungkin khan aku tiba-tiba menyetopnya? Hanya ada beberapa orang-orang yang kelihatannya tukang sapu, para pengambil sampah juga pemotong rumput. Awalnya, aku sudah menanyakan kepada mereka dan petunjukpun telah kudapat. Sekali lagi, karena aku salah menulis alamat aku memang seperti memasuki labirin. Masuk gang yang sama dan keluar gang yang sama pula. Dan ujung-ujungnya, ketemu orang-orang yang itu juga. Sepertinya, mereka simpati terhadapku. Dan, berusaha mencarikan alamat tersebut. Dan meneliti betul-betul alamat yang aku tulis. Ada seorang lelaki yang berkepala botak, mengendarai sepeda motor bersama seorang rakannya. Melihat gaya bicaranya, sepertinya dia bukan lelaki melayu. Entah keturunan India atau mana. Awalnya, aku agak enggan, melihat tampangnya dan gaya bicaranya yang keras. Rakan yang duduk disampingnya, aku kira seorang perempuan, karena seluruh mukanya ditutup. Aku hanya bisa melihat matanya. Badannya kecil saja. Tapi, lagi-lagi, orang tersebut betul-betul mengikuti aku. Dan memastikan alamat yang aku cari. Di jalan berikutnya, lelaki tersebut meminta nomor hape yang akan aku tuju. Dan dia, bebicara dengan anak menantu majikanku. Dari hasil pembicaraan, terbukti nyata, bahwa jelas-jelas aku salah menuliskan alamatnya. Tanpa diminta, bapak berkepala botak tersebut mencari alamat tersebut. Dan Alhamdulilah, langsung ketemu. Subhanallah... betapa melelahkan. Teringat aku beberapa kali memasuki jalan yang sama dan keluar jalan yang sama. Panas terik yang terasa, membuat tenggorokanku kering. Tiada warung terdekat di perumahan itu. Sungguh pertolongan Allah itu dekat sekali. Teringat beberapa tahun dulu, ketika aku tersesat di kota Semarang. Ketika disebuah pinggir jalan, aku bertanya kepada beberapa orang, termasuk seorang sopir anguktan kota. Dengan ringan mulut, pak sopir memberi arah dan menyetop mobil yang harus kunaiki. Juga, memberi tahu berapa ongkos yang harus kubayar. Tak segan pula, Pak sopir mengeluarkan uang dari kantong bajunya. Aku menolaknya dengan halus karena, kebetulan aku juga masih memiliki ongkos. Subhanallah... Ah, berburuk sangka, memang tiada baiknya. tapi, bukan berarti, kita gak harus waspada khan...??? Wallahu'alam

17 komentar:

  1. hohoho... ada nama dakuhhh... hihihi..
    alhamdulillah, sayah tuh bener2 bersyukur banget kalo masih ada orang baik di muka bumi ini.
    akhirnya sampe juga kan?

    btw, bersambung lagih ga?!

    BalasHapus
  2. Pertolongan memang akan selalu tiba dari arah mana saja. Saya membaca tentang tersesat ini sembari ngupi dan menikmati rinai hujan di luar rumah. Selalu ada hikmah dari setiap peristiwa, bahkan dari tersesat sekalipun. Senang membaca tulisan ini.

    BalasHapus
  3. anaz, kapan balik ke marih? miss yoooouuu

    BalasHapus
  4. wah sama kaya pengalaman saya dulu pertama kali menginjakkan kaki di jakarta, di kota yang seramai itu sendirian... mencari alamat cuma berbekal secarik catatan di kertas.. OMG,, untung masi banyak orang baik yang menunjukkan jalan dan angkot menuju alamat yang saya tuju....

    BalasHapus
  5. lain kali simak alamatnya betul2 naz,trus pastikan kudu bw hp mudahin gituuu klo tersesat tgl call aja.....banyak2 bersyukur TUHAN masih sayang ama anaz.gak kyk satu temen ku kesasar yg akhirnya hrs merana seumur hidup bs d bayangin kan kenapa!!!!!!

    BalasHapus
  6. waahh.. alhamdulillah mbak yah... ternyata masih ada orang yg berbaik hati gitu.. emg bener waspada itu harus,, tapi ga boleh berburuk sangka...

    BalasHapus
  7. salam sejahtera
    salam kenal dari blogger ingusan

    BalasHapus
  8. emang pertolongan itu selalu datang darimana saja
    termasuk dari orang yang tak pernah kita duga
    seperti kata pepatah : Don't judge the books by it's cover
    jangan menilai orang dari kopernya
    he..he

    BalasHapus
  9. salam sobat
    buat pelajaran ya mba .
    lain kali lebih teliti ,supaya ngga salah alamat.
    semoga sehat selalu mba Anazkia...

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah, masih ada orang yang mau menolong!

    BalasHapus
  11. syukur alhamdulillah nyampe juga ya mba ^_^

    iya,sebentar lg pergantian tahun mba...betapa waktu cepat berlalu dan masih banyak sekali yang harus dibenahi.

    BalasHapus
  12. kalau salah menuliskan alamat,... kenapoa bukan alamat blog aja mbak yang ditulis, pasti nggak salah deh...

    BalasHapus
  13. tetep khusnudzhon yang utama naz... :-)
    Alkhamdulillah akhirnya ketemu...

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P