Benchmark

Ketika karya Buya Hamka (Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk) banyak dibicarakan konon, ia adalah plagiat dari karya Mustafa Lutfi El Manfaluthi (Magdalena) penulis dari Mesir. Setelah membaca karyanya, menurutku ia tak begitu sama serupa. Mungkin, hanya mengambil temanya yang hampir sama. Aku juga pernah membaca dalam karya Buya Hamka yang lainnya bahwa, saat belajar menulis ada ketikanya, kita akan mengikuti gaya dan cara penulisan idola kita. Bukan menjiplak tapi, hanya sekedar mempelajari gaya penulisannya. Dan, setelah aku mendapat ilmu baru lagi, rupanya ia adalah "BENCHMARK", sebuah proses tentang peniruan tulisan tapi, bukan menjiplak.
Seorang sahabat dekatku, pernah berujar katanya, Tulisanku mirip-mirip dengan tulisan HM. Tuah. Menulis, dari kisah keseharian. HM Tuah, seorang penulis motivasi, ia adalah idolaku dari Malaysia.Dan ternyata, Wina pun mengangguminya juga, sama-sama memiliki karya HM Tuah, dalam jumlah yang banyak. Mungkin, ini untuk pertama kalinya, aku menganggumi penulis dan membeli buku-bukunya sampai puluhan. Tak hanya untuk koleksi sendiri tapi, juga kukirimkan untuk sahabat-sahabat terdekatku. Secara tidak sadar, aku telah melakukan Benchmark pada gaya penulisan HM Tuah. Sekali lagi, ini bukan plagiat yah? :) Dan kalau penulis Indonesia sendiri, aku menggemari gaya penulisan Mbak Helvi, Mbak Asma, Mas Gola Goang, Boim Lebon, Hilman Lupus, Tasaro GK, Kang Abik, Andrea Hirata dan lain-lain, untuk karya fiksi. Sedangkan untuk penulisan essai, aku menggemari tulisan Prie GS, Muhammad Yulius juga lagi belajar mempelajari tulisan-tulisan Goenawan Muhamad dan Emha Ainun Nadjib. Untuk para penulis blogger sendiri, aku banyak menggemari gaya, tema dan penyampaian sahabat-sahabat semua. Mbak Elly, aku menggemari gaya penulisannya tapi, aku tidak mau mengikuti gayanya. Buatku, terlalu sulit untuk menulis seperti itu. Meskipun ia masih jenis essay, Piss yah mbak :). Mbak Renny, aku menyukai gaya menulis CS nya (CS= Chicken Soup) Pengen banget, menulis CS lancar seperti itu. Mbak Fanda, hmmm ini lain lagi. Seorang wanita, yang jago menulis review buku. Panjang banget kalau review, seolah kata-demi kata dalam buku yang dibaca tak terlupa (kapan yah aku bisa review kek githu...??) Shinta, ini juga pereview buku, ngiri lihat reviewan dia. Apalagi, sekarang dah jadi pekerjaan sampingan. Bener-bener hobi, yang menghasilkan rizki. Mbak Fanny, cerpenis yang bener-bener multitalent. Kalau nulis, gayanya santai banget ingin seperti itu tapi, ko kadang bahasaku kaku. Mbak Ajeng, hmm.. Kalau ini, aku lihat hampir mirip-mirip kek mbak Fanda. Maksudnya, kalau menulis betul-betul hati-hati banget. Titik demi komanya bener-bener dijaga bahkan, sampai makna katanya terhubung keberbagai pandangan ulama. Sayang sekali, kalau aku mem BENCHMARK gaya mbak Ajeng, jauh panggang dari pada api, alias gak bakal sampai deh seperti itu. Sementara mbak Ateh, penulis keseharian berjiwa lembut ini sangat terlihat dari postingannya. Kepasrahan hidup kepada-Nya selalu menjadi intisari tulisan-tulisannya. Ingin seperti ini tapi, sama masih jauh panggang dari pada api. Soale, tulisanku selalu lari terkejar-kejar :) jeng Sri...??? Ini sih lain lagi, jelas beda banget. Lho wong kadang menulisnya pake riset segala :) kalau aku hendak mem BENCHMARK nya yah, jauh wetan dari pada kulon, aku nggak bakalan sampai-sampai. Henny, meskipun sekarang postingannya dikit-dikit banget tapi, tulisannya keren. Kelihatan banget, kalau menyukai membaca, diksi kata demi katanya runut. Nah, kalau ngomongin Henny, gak jauh beda sama Yoliz. Yoliz pun kalau menulis, gramatikal bahasanya lengkap banget. Aku sampai iri dibuatnya. Aku sering memperhatikan satu demi satu kalimat yang ditulisnya dan aku menirunya dalam diam. Kali ini, aku mem BENCHMARK gramatikal bahasanya Yoliz :) Mbak Sari, sewaktu awal-awal aku kesana, aku sering terbahak-bahak. Hampir guling-guling. Tapi, itu dulu. Sekarang, ko bawaannya serius mulu yah? Kadang aku mikir-mikir, "Aku nggak salah tempat khan...???" Soale, aku malah pengen mem BENCHMARK gaya mbak Sari yang dulu. Nah, kalau Inul, sekarang anak itu dah berubah banget. Suka banget nulis puisi padahal, dulu nulisnya macem-macem. Aku malah pengen mem BENCHMARK gaya nulis puisinya Meskipun, jauh lor dari pada kidul, secara aku kurang ngeh kalau nulis puisi. Elpa, bloggerwati baru, aku belum bisa membaca lebih jauh :) Pun dengan Mbak Senja, seorang yang suka berpuitisasi. Sayang, segala yang berhubungan dengan puisi, agak susah aku mem BENCHMARK nya. Aduh, sapa lagi yah..?? :) Owh ya, Mbak Ani. Aku pengen banget nulis seperti mbak Ani, menulis biasa tapi, dengan gaya bahasa cerpen. Ah, andaikan aku mampu mem BENCHMARK nya. Tapi, ia serasa sulit. Sepertinya, aku harus sering berlama-lama disana. Juga, ada mbak Puspita seorang guru dari Jogjakarta, gaya penceritaannya adem ayem sekali. Kapan yah, aku bisa niru...??? Yuna, seorang ABG, menulis keseharian kehidupannya, pengen mem BENCHMARK juga tapi, aku khan dah nggak remaja lagi...??? Jadi mengingatkanku, pada Itik bali nan manis nian, ini anak juga bikin aku geleng-geleng kepala, seolah aku tak percaya bahwa ia masih terlalu muda untuk menulis seperti itu. hendak mem BENCHMARK nya...??? Kagak mungkin deh Naz... Lo mah kelaut aje..., begitulah, kata hati kecil. Mpok Ratu, itu juga tulisannya kadang garing banget. Bikin aku ngiri, bikin aku ngakak juga. Ngiri pengen cepet-cepet kopdaran sama dia. Kalau mem BENCHMARK mpok Ratu, sepertinya sudah deh, soalnya kadang khan aku emang posting kisah sehari-hari :) Aduh, sapa lagi yah, yang pengen aku BENCHMARK...??? udah dulu deh kayaknya. Kenapa nulisnya wnaita semua Naz..??? Emang yang pria nggak ada...?? Yah ada sih ada tapi, ini dalam rangka majang award dari para wanaita makanya, hendak mem BENCHMARK nya juga tulisan para wanita. Kalau hendak mem BENCHMARK tulisan para pria blogger, agak susah memang. Buwel, bang Atta, mas Ivan, Nuansa Pena, mas Sugeng, Pak Iwan Pokoknya, banyak deh, aku nggak bisa nyebutin satu persatu. Untuk sahabat wanita, maaf yah kalau ada yang belum tersebut.
Photobucket Award dari mbak Reni Award dari mbak Ani

23 komentar:

  1. Wah, calon penulis hebat nih. Saya doakan mbak, semoga sukses selalu. AMin...

    (mengenai statemen tentang plagiat yang dilakukan Buya Hamka terhadap novel Magdalena, saya sepakat dengan Mbak, bahwa beliau tidak menjiplak, melainkan sedang mem-BENCHMARK...)

    BalasHapus
  2. Waduh, BENCHMARK gitu Ya Naz..... :-)
    Btw kalo diriku punya hak menilaimu, tulisanmu itu seperti Anazkia Aja deh.... heheheheheh, soalnya buwel tahunya para penulis blogger doang... :-D

    BalasHapus
  3. Oiya Selamat Awardnya... Dan Thanks nama BUWEL muncul di postingan ini.... :-)

    BalasHapus
  4. yang sayah yakin bloggerita yang anaz sebutkan semuanya pun tentu akan kesulitan memBENCHMARKkan tulisan Anaz.... :-)

    BalasHapus
  5. Oiya Lupa, Selamat Awardnya Ea... :-D

    BalasHapus
  6. Aku baru ngerti artinya Benchmark dan penjiplak
    oke mbak, thanks infonya
    Be a great writer..

    BalasHapus
  7. jiahahahha, wetannya pemalang, kulonnya dublin mbak anaz, ntar juga nyampe kalo di cari di mapnya google, hihihi

    lanjutkan karya tanpa plagiat menurut style masing2, itu adalah yang terbaik; ya seperti mbak anaz ini. murni 24 karat, hehehhehe.

    Salam semangat 45 slalu mbak anaz,

    BalasHapus
  8. An, masak sih tulisanku hati-hati banget yah?
    Btw, benchmark itu bukannya berarti melakukan analisis terhadap 2 hal berbeda ya? Atokah di bidang sastra ada juga istilah benchmark?

    BalasHapus
  9. ohh..
    namany benchmark y mb?
    barutau saya. hehe..

    iya.
    memang kadang tiap kali bc tulisan org, bs jd khta terpengaruh dgn gaya menulis org itu. sebab, untuk bisa menulis, bukankah kita hrus bnyak membaca?
    banyak temen2ku yg aku suka gaya menulisnya dan kadang secara gak sadar aku bisa keikut gaya tulisan mereka. hehe..
    tp aku percaya walopun tulisan2 kita sedikit banyak terpengaruh dgn
    gaya menulis org yg kita kagumi, tiap tulisan pasti punya ciri khasny sendiri.

    keep reading, keep writing, keep thinking.
    =D

    BalasHapus
  10. bener banget neh Naz
    orang-orang yang disebutkan Anaz tuh emang sangat jago menulis dengan gaya masing-masing.
    Semua punya ciri khas
    patut dijadikan benchmark

    maju terus penulis Indonesia

    aku datang setelah kena hajarrrrr bang ais

    BalasHapus
  11. Hm benchmark ya na. Ya, bisa jadi ada pengaruh penulis idola kita terhadap tulisan kita. Saya sangat menyukai tulisan Naguib Mahfouz. Bisa jadi walau tidak saya sadari ada sedikit pengaruhnya meski tulisan Naguib sudah lama sekali, dulu waktu SMA, saya baca. Tetap saja siapapun kita harus punya gaya sendiri. Plagiat, sebaiknya hindari. Bangga dong dengan tulisan sendiri yang lahir murni dari jiwa, jiwa sendiri.

    BalasHapus
  12. Selamat ya mbak awardnya, semangat terus

    BalasHapus
  13. Kritis mb, ternyata sangat mengamati tulisan khususnya tman2 blogger. Siip.

    BalasHapus
  14. walah malah baru tau aku yg namanya BENCHMARK, tak kirain tuh negara bagian DEMAK heheheh (dasar udik)

    BalasHapus
  15. bagus repiyu tentang mereka.. TOP daah..

    selamat ya awardnya..

    BalasHapus
  16. oohh.. aku baru ngerti soal benchmark neehh mbak,, hehehehe... :p


    btw,, mem benchmark diriku?? walaaahh... aku mah belom pantes banget mbak,, kacau..kacau.. tulisannya,, huhuhuhuhu... :(

    hayuukk,, kita belajar bareng :D

    BalasHapus
  17. Aku sendiri baru paham tentang 'benchmark' di tulisan mbak Ana ini lho...
    Aku yg tadi 'dinilai' mbak Ana menulis dg gaya CS itu..? Masak sih gayaku CS mbak..?

    BalasHapus
  18. Sekarang mbak Ana mau bencmark siapa nih..?
    Padahal gaya mbak Ana yg sekarang aja aku sudah suka kok.

    BalasHapus
  19. Semua punya kelebihan dan kekurangan mbak, karena itulah yang membedakan antara satu dan lainnya. Mbak anaz juga punya gaya sendiri kok.. Catat ya mbak,saya salah satu penggemarnya embak lho ^_^

    BalasHapus
  20. selamat awardnya mbak...
    aku juga suka sama gaya nulis mbak anaz kok...

    BalasHapus
  21. Kalau saya nulisnya gaya bebas mba. walau terkadang pakai gaya kupu-kupu, dada dan punggung juga.

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P