Blogger/Facebooker Peduli TKW, Mungkinkah...???

Beberapa waktu lalu, saat Emo (Nanlimo Datuk Bertuah kumpulan blogger bertuah Pekanbaru) menggulirkan isu Jambore Blogger Indonesia, aku semangat sekali memberi dukungan. Dan, 100% memberikan dukungan tersebut,. Selain itu, program itu harus jelas, visi dan misinya untuk apa? Sampai-sampai, aku memberikan cadangan, "Gimana kalau mengusung Blogger Peduli TKW". Meskipun, belum mendapatkan feedback, terutama, dari sesepuh blogger bertuah tapi, dua orang yang aku kirimi cadangan tersebut memberikan respon yang baik. Salah satunya, bertuliskan seperti ini, "blogger peduli TKW/TKI sebagai jargon perlu dibuat lebih detail lagi. semisal peduli pada bagian mana, apakah keagenan, kesemrawutan bandara, potensi tki, penanganan konsulat/dubes atau bagian lain. karena lingkupnya sangat besar."


Hanya sekilas, pembuka sebuah berita duka. Beberapa hari lalu, aku membaca sebuah surat khabar harian lokal Malaysia. Ketika menemukan berita, seorang pembantu rumah membakar rumah kaka majikannya, aku sungguh terkejut. Miris dan sedih, bercampur baur jadi satu. Setelah membaca sekilas beritanya, rupanya pembantu tersebut baru berumur 14 tahun, yah, 14 tahun! Ironis sekali, ketika anak sebesar itu masih harus dalam jagaan kedua orang tuanya tapi, ia kini tersangkut masalah di Negeri orang. Kelibat tanya, menyusupi seluruh otak kepala. Andaian burukku, ia adalah korban trafficking!. Memanipulasi umur, sebelum diberangkatkan ke Negara tujuan. Setelah membakar rumah tersebut, sang pembatu dikabarkan lari, dengan membawa dua buah laptop dan uang sebesar, RM.500. Dua jam kemudian, dia ditangkap polisi. Beberapa media, menyebutkan pembantu tersebut bernama Dinda, berasal dari Palembang (tapi, ada juga yang menyebutkan ia berasal dari Bandung)

Lebih menyedihkan lagi, saat tadi malam mendengar sebuah berita TV3, bahwa sang pembantu di vonis bersalah, tanpa dampingan seorang pengacara. Innalillahi... Miris, banget dengernya Tidak adakah wakil atau konsulat yang menjenguknya...??? (mati ide, aku tak tahu lagi hendak menulis apa) Jadi teringat novel "Galaksi Kinanthi" nya Tasaro GK. Sebuah cerita fiksi, yang diambil dari kisah nyata. Saat membacanya, mungkin kita akan mengenal lebih jauh, apa dan bagaimana prosesi tenaga kerja.

Dalam sebuah prolog reviewnya di majalah Annida bulan Mei tahun lalu, tertulis, "Di Indonesia, ada banyak persoalan bergelimpangan untuk disaksikan. Ada yang kita ketahui sekedarnya saja dan bersikap abai. Ada yang tidak sama sekali kita ketahui namun diam-diam menyoal besar. Pun yang jamak diketahui, namun dibicarakan ketika sesuatu yang dahsyat, memuntahkan fakta-fakta mencengangkan hingga membuat sisi kemanusiaan bangkit. Dan itu, biasanya dilakukan media massa. Sebuah kasus TKW yang kerap disiksa, terbongkarnya penjualan anak/perempuan, serta berita pilu lain." (Annida, no 9/VIII Mei 2009)

Melihat dan meneliti lebih jauh, mungkin beberapa pertanyaan muncul. kenapa pembantu tersebut bisa sampai ke Malaysia...??? Padahal, umurnya sangat muda sekali. Sedangkan, kerajaan Malaysia memberi syarat, minimal usia tenaga kerja, adalah 21 tahun. Tanggung jawab siapa, yang mengirimkan tenaga kerja dibawah umur...??? Dan, kenapa tidak ada pengacara yang mendampinginya...??? Jadi teringat kasus Manohara, yang beritanya diekspos kemana-mana, pulangnya, disambut bak pahlawan bukan devisa (kalau pahlawan devisa, pulangnya khan banyak mengalami penipuan di Bandara).

Ironis! Jadi, melalui tulisan ini, aku mengusulkan, tidak adakah yang peduli dengan nasib pembantu tersebut...??? Tak adakah dukungan, untuk menghentikan trafficking...?? Apa dan bagaimana seharusnya pemerintah Indonesia membuat peraturan untuk para agen..??? Kepada siapa, kesalahan itu dibebankan...??? Mengingat, pembantu tersebut masih dibawah umur, masih labil emosinya...??? (fiuh... mengeluh panjang, menulis soalan, dan memikirkan jawabannya) Foto diatas, diambil dari, berita harian online

Ditulis, oleh Anazkia.

26 komentar:

  1. emang ironis banget naz seorang selebriti malah d banggakan sedangkan yg kasih masukan sebagai devisa negara di abaikan.bukannya undang2 tentang tenaga kerja sudah d perbarui,lebih ketat lagi dlm pengiriman tenaga kerja,itu yg kudapat waktu pendidikan d imigrasi INDONESIA,tp agen kadang lebih pinter ngirim suka hati dia janji untung kasih masukan..yg buntung para pekerja....

    BalasHapus
  2. yang harus dibenahi ya kondisi di dalam negeri dulu. bagaimana caranya agar masyarakat kita gak miskin miskin banget, sehingga tidak ada lagi orang tua yang terpaksa melepas anak-anaknya yang masih di bawah umur untuk mencari uang di negeri orang....

    intinya ya..kemiskinan....

    BalasHapus
  3. persoalan TKI tak kan pernah habis selama semua pihak berjalan sendiri-sendiri. Saya sering miris dan "keuheul" sendiri melihat kenyataan demikian banyaknya saudara2 kita yang teraniaya atau "dipaksa keadaan" sehingga mengalami nasib buruk.

    BalasHapus
  4. ada banyak jalan menuju ke Roma
    ada banyak cara membenahi masalah ini

    Tujuan TKI maupun pekerja di bidang lain (baik swasta maupun di pemerintahan) adalah "urusan perut" (maaf agak sedikit kasar) atau dalam bahasa lain adalah untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga dengan mendapatkan nafkah atau pendapatan yang pasti dan (kalo bisa) lebih dari mencukupi untuk ditabung serta mendapat berkah dari-Nya. Tuhan tidak menyenangi orang yang tidak mencari nafkah.

    1 dari sekian banyak jalan ke Roma yang bisa dilakoni misalnya :
    dari pemerintah :
    memperluas lapangan usaha dengan menstabilkan kondisi dalam negeri (baaaaah... ini agak terlalu utopia)

    dari diri sendiri dan temen-temen :
    membuka lapangan usaha sendiri bersama temen-temen. mulailah dari kecil-kecilan sesuai modal, yang diharapkan bisa lebih berkembang dan bisa merekrut orang-orang lain. Menjadi "Raja" pada usaha sendiri lebih bagus.

    oooopssss komenku kok panjang amat ya
    malah kek mo jadi postingan
    jiahahahahaha...
    maaf...maaf...

    bagaimana kalo dibuat grup Komunitas Peduli TKI di facebook. menjadi komunitasnya aja udah lumayan, kalo bisa juga memberi sumbang saran.

    BalasHapus
  5. Beginilah pemerintah kita, kalau ada berita dan kejadian baru bertindak bahkan sama sekali tidak bertindak!
    Benahi dulu moral pemerintah kita!

    BalasHapus
  6. wah kasihan tuh anak yang 14 tahun...kan masih harus sekolah biar pinter dan ga perlu jadi pembantu segala...

    BalasHapus
  7. hmmmm... saya tuh selalu ikut tergukul ketika dengar berita tentang rakyat kecil... ingin hati ini membantu tapi gimana caranya saya juga ndak tau...

    Mungkin lewat komunitas tersebutlah kita bisa membantu, 'facebooker peduli TKW'

    BalasHapus
  8. memilukan nasib TKI kita, tak jarang yang harus mengalami hujan batu di negeri sendiri, hujan bara di negeri orang....

    BalasHapus
  9. TKI = pahlawan devisa ^_^

    semangat trus mba ana,semoga suatu saat kita bisa bertemu ya...amin

    BalasHapus
  10. Masya Alloh, Moga cerahlah esok hari...

    BalasHapus
  11. pengen mendukung... hmmm.. hmmm... *lagi mikir tema yg mo ditulis*

    BalasHapus
  12. "Tingkatkan kualitas TKW Indonesia" cocok gak ya? intinya bagaimana supaya regulasi pemerintah diperketat, Agen2 TKW juga harus melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait data TKW yang akan dikirim (harus dikrosscheck lagi), kalau perlu diadakan sertifikasi TKW yang akan dikirim.
    Dibutuhkan kerja keras dan niat yang tulus dari semua pihak termasuk masyarakat (calon TKW), untuk mewujudkannya.

    BalasHapus
  13. Sebenarnya ini yang saya harapkan dibenahi oleh bu Mentri PP kita ini. Halah, jadi ingat lagi postingan saya dulu na.

    BalasHapus
  14. Saya Dukung Mbak.. Saya rasa anggota bloger yang lain pasti mensupport 100% untuk hal ini..

    BalasHapus
  15. kasihan banget, di umur 14 tahun, sangat belia, dan di masa yang terkenal labil itu, dia harus bekerja di negeri orang, mungkin karena berada di bawah tekanan dia jadi nekat kayak gitu,,

    Tapi kita tidak bisa hanya diam saja melihat hal itu, aku dukung sekuat tenaga gerakan peduli TKW-nya mbak!!
    Yang lain pasti juga ndukung..

    BalasHapus
  16. astaghfirullah.. yang jadi pertanyaan besar kenapa ada orang yang rela menyiksa orang lain begitu? dimana rasa kemanusiaanny? apalagi malaysia, negara yang mayoritas pendudukny beragama Islam. haduwh.. ga habis pikir! >,<

    BalasHapus
  17. masalah ini emang seharusnya menjadi perhatian kita bersama terutama pemerintah... nggak hanya karena bisa mendatangkan devisa saja tetapi seharusnya bisa memberi perlindungan dan memberi bantuan ketika terjadi permasalahan...

    BalasHapus
  18. Memang memprihatinkan mbak, telah begitu banyak kasus TKW yang terlantar dan tersia-sia... namun belum juga ada tindakan dan bantuan dari pemerintah.

    BalasHapus
  19. kalo ngomongin soal TKI saya jadi geram pusing miris dan jengah sama jasa pengirim tki. Keterlaluan!!!

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P