Jum'at, Shopping di Aur Kuning

Masih meneruskan beberapa kisah, kisah tentang perjalanan. Meskipun terkadang masih tersendat-sendat. Ini dikarenakan, otaknya sedang bercampur-campur dengan polutan baik. Setiap ada ide, pengen langsung ditulis maka, terbengkalailah, sebuah tulisan tentang perjalanan. Ok, kita kembali kepada perjalanan bulan lalu. Ini masih di Bukittinggi, tepat tanggal 25 Desember 2009 setelah hari sebelumnya aku bertemu dengan Nita hari jum'at, adalah saatnya berbelanja (padahal mah, belanjanya gak banyak, cuma beberapa helai baju doank. Soalnya, malah lebih banyak titipan hehehehe...)
Ke pasar Aur Kuning, bareng Etek Yurti, kalau nggak dengan beliau, wah, bakalan sesat n gak tahu jalan pulang. Sebenernya, gak begitu penting-penting banget sih, soal shopping di sharing. Soalnya, sederhana banget, "Takut pada pengen" hhihi.. narsis deh aye. Lah, gimana nggak pengen, coba kalau aku ceritain, gimana murah-murahnya baju, mukena, kerudung dall disana. Pokoke, Aur Kuning adalah pusat grosir bukittinggi. Makanya, gak heran kalau harganya tuh, miring banget. Dan, kalau mau lebih murah, belilah, dalam jumlah yang banyak. (jangan ditiru, iklan menyesatkan ini, pembadziran itu, khan temennya setan). Ok, back to shopping. Sekali lagi, gak ada yang penting-penting banget sharing tentang shopping, selain menghabis-habiskan duit juga, menghabiskan tenaga. Dan ini, yang paling aku nggak suka (padahal mah, kalau banyak duit seharian juga mau :D). Ke pasar, aku nggak bawa kamera, nyesel banget sih. Tadinya, mikir takut ujan, gak tahunya pas sampai dipasar, terang benderang. Bahkan, siap panas :). Mengelilingi pasar, meskipun nggak semua. Aku lebih banyak membeli mukena pesenan tetangga. Cukup sebel, karena mesennya banyak banget Bahkan, aku nggak menghabiskan uangnya, soale takut overweight tasku. Aku juga sempet membeli mukena untuk Kakak dan Mamaku. Meskipun, sharing shopping tidak begitu penting tapi, rasanya ada yang istimewa ketika di Aur Kuning. Ketika aku ingin membeli sebuah daster batik untuk Mama dan Kakaku, Etek Yurti membawanya aku kepada langganannya. Mereka tawar menawar, kalau sih, diam aja. Wong gak bisa ngomong minang. Tapi, sedikit-sedikit boleh paham juga sih.. :) Nah, ternyata oh ternyata, saat tawar menawar itu, Etek Yurti bilang, kalau aku ingin membelikan daster itu, untuk Ibuku. Entah gimana ceritanya, penjual itu, ko malah nanya (aku nggak tahu, sapa yang nanya apa siapa yang memberi tahu) Tapi, kesimpulannya, pedagang itu, memberikan harga murah kepadaku, dengan alasan, aku adalah anak yatim. Sumpah! aku terkejut. Seumur-umur, aku tidak pernah menggunakan status keyatiman aku, untuk sebuah tawar menawar harga (keculai, kalau minta traktiran ama temen, aku akan selalu bilang "Bayarin gue donk, gue khan anak yatim...???" Dan pasti cuma dapet balesan, "Anak yatim pale loe, loe khan dah besar, bukan yatim lagi" Kasarnya githu) Tapi ini, lain sahabat. penjual itu, mau memberikan harga murah, karena aku anak yatim! yah, itu alasannya. Subhanallah... Etek Yurti terkekeh. Lain dengan aku, ada ketidak enakan hati. Ko murah hati banget penjual itu. Sungguh, aku jarang sekali menemukan fenomena seperti ini. Sampai-sampai, aku berjanji didalam hati, kalau sewaktu-waktu, aku kembali lagi ke Bukittinggi, aku akan mengunjungi toko itu lagi. (Semoga Allah memudahkan rizki pedagang tersebut...) Dan, ketika beberapa waktu lalu aku menelpon ibuku, aku nanya dasternya muat apa enggak. Dan, jawaban Ibuku, cukup membuatku tersenyum haru dan gembira. "Ma, dasternya muat?." Tanyaku "Alhamdulilah mbak, muat. Mama pake untuk sembayang. Mama suka banget pake daster itu." Mendengarnya, sungguh aku terharu. Sahabat, tahukah berapa harga daster itu...??? Ah, harganya murah sekali, sangat murah, hanya Rp.20.000. Tapi, ibuku berkata dengan penuh gembira dan sumringahnya. Aku jadi teringat dengan kebaikan penjual tersebut, dengan kemurahan hatinya, ia memberiku harga murah. Sementara, dengan bangganya ibuku pun menyukainya. Subhanallah... Inikah keberkahan perniagaan...??Aku yakin, tidak banyak jiwa murah hati seperti pedagang daster tadi.

15 komentar:

  1. Ceritanya masih di Bukittinggi nih...
    Titip Pican Sikai dunk...

    wakakakakakaka

    BalasHapus
  2. waoooo....bahagianya seorang ibu mendapat perhatian dari anaknya, bukan nilainya materi tapi perhatian itu sudah merupakan hadiah terindah bagi seorang ibu! Ayo terus kasih kejutan dan doa buat ibu! selalu tersenyumlah dihadapannya, karena kebahagiaan anak kebahagiaan ibu juga!

    BalasHapus
  3. Semoga semuanya mendapat berkah dari Alloh swt.
    seneng yaa sopping
    cuma kalau saya kok males ya....
    biasanya kalau sudah sepperti ini susah mbedain mana needs dan mana wants

    BalasHapus
  4. Liburannya panjang amat, mbak...
    Jadi pengen nih, ikutan jalan2 :D

    BalasHapus
  5. subhanallah....
    daster kebanggaan ibu dari anak kebanggaannya....

    BalasHapus
  6. Semua hadiah dari putrinya
    pasti membanggakan, gak peduli seberapa mahal atau murahnya mbak

    BalasHapus
  7. Siiip, Sumatera Barat memang negeri elok. kapan ya bisa jalanj-jalan kesana lagi.

    BalasHapus
  8. tau gtu aku nitip daster yang banyak mba, ;)).
    semoga semua di berkahi oleh allah.

    senyum seorang ibu, adalah bahagia di atas semua kebahagiaan :).

    BalasHapus
  9. Iya... koq Sumatra terus ya yg dibahas? Jawa Timur kapan? Surabaya kapan di visit Mbak?

    BalasHapus
  10. Semoga shoppingnya berkah. Selamat, sudah membuat ibu bahagia.

    BalasHapus
  11. suit,,suit..shopping nih..
    jalan ke daerah lain juga dong mbak, ke Palembang misalnya? *kedip-kedip*

    BalasHapus
  12. tentu saja membahagiakan ya mba,membuat ibunda tercinta tersenyum bahagia. tak apa dgn harga yg cuma 20.000 saja.... sang bunda tidak akan melihat berapa nominalnya.

    BalasHapus
  13. kalo shopping, ajak aku lagi yaa
    heheheee

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P