Kamis, Bertemu di Jam Gadang

Hari rabu, sebelum aku berangkat ke Lobang Jepang, Nitha seorang sahabat blogger dari Medan, mengirim sms untukku. Dari Wina, ia memperolehi nomorku. Katanya, ia sedang berada di Payakumbuh bersama suaminya. Dan hari kamis, Nita akan berkunjung ke Bukittinggi. Sungguh di luar dugaan, Nita yang jauh-jauh berada di Medan, rupanya ada di Payakumbuh dan aku, ada kesempatan untuk bertemu dengannya. Sedangkan dengan Mbak Elly, yang sudah aku rencanakan jauh-jauh hari, batal untuk bertemu. Manusia, memang hanya mampu berencana dan, Allahlah pemilik sebaik-baik rencana. Aku belum bisa bertemu dengan mbak Elly tapi, aku justeru ditemukan dengan Nitha, sang pemilik lubunghati.
Kamis, sejak pagi, aku setia menanti khabar dari Nitha. Tidak meletak jauh-jauh hape(padahal hape orang :D) takut, sewaktu-waktu Nita sms atau telphone, aku tidak mendengarnya. Akhirnya, setelah beberapa kali sms dan telephone aku bersiap-siap menuju ke Jam Gadang. Disitulah, aku dan Nita membuat janji bertemu. Sebetulnya, ketika keluar hari rabu dengan Romi, aku sudah mengunjungi Jam Gadang dan Kebun Binatang. Tapi, kali ini aku pergi seorang diri. Lagi-lagi, Etek Yurti selalu mengkhawatirkan kepergianku. Berulangkali, aku harus meyakinkannya, kalau aku Insya Allah akan baik-baik saja (model Ratu bangets...) Sampai di Jam Gadang, baru pukul 11. Menghalau kebosanan, aku berjalan kesana kemari, berulangkali mengambil foto Jam Gadang dari berbagai sisi tapi, hasilnya gagal. Kali ini, aku kecundang. Padahal, dulu aku bisa mengambil gambar menara petronas lengkap, dari atas kebawah. Jam Gadang, tidak begitu tinggi, hanya 30 meter, kata A Fuadi, epnulis Negeri 5 Menara. Kata A Fuadi juga, dulu orang umum diperbolehkan masuk kedalamnya menaiki menara setinggi 30 meter tersebut. Tapi, sekarang tidak boleh. Menurut sejarah, Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazid Sutan Gigi Ameh. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, Controleur (Sekretaris Kota) Bukittinggi pada masa Pemerintahan Hindia Belanda dulu. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun (sumber, wikipedia Indonesia) Dinamakan Jam Gadang, karena jam tuh "gadang" dalam artian besar. menurut bahasa Minagkabau. kembali kepenantianku terhadap Nita, lelah menyusuri area jam gadang, aku berusaha mencari warnet, sayangnya, tidak ketemu. Aku malah masuk kesebuah mall yang bersebelahan dengan Jam Gadang, Ramayana. Berharap, disitu aku bisa membeli buku. Sayangnya, sampai saja di dalam, rupanya, di Mall tersebut, tidak ada toko bukunya. Mengeluh kesal, mall sebegitu besar, kenapa tidak menyediakan toko buku? Apa minat membaca di Bukittinggi sangat rendah? Selalunya, banyak tidaknya toko buku, ditentukan oleh banyak tidaknya statistik pembaca dan pembeli. Wallahu'alam. Semoga, saat aku kembali kesana, sudah ada toko buknya. Akhirnya, aku hanya duduk di bawah pohon, membaca sebuah majalah, yang aku beli saat di Padang. Sesekali, pengamenan jalanan menghampiri, mendendangkan suaranya. Juga, hilir mudik beberapa pengunjung, yang hendak melihat Jam Gadang. Semakin siang, semakin ramai. Nita, tak juga kunjung datang. Ternyata, ban mobil yang dinaiki beserta penumpang lainnya pecah. Saat adzan berkumandang, buru-buru aku mencari masjid. Lurus saja aku menyebrang dari jam gadang, melewati berderet-deret pelataran toko. Kalau masuk sebelah kanan jalan, itu adalah pasar atas. menjual berbagai kebutuhan juga barang-barang khas oleh-oleh Bukittinggi. Aku menuju masjid raya, entah apa namanya, aku lupa. Saat hendak mengambil air sembayang, Nita menanyakan keberadaanku. Masuk ke tempat wudhu, ada yang lain di sini, tidak seperti di tempat yang ku temui, temat wudhu di sibi, tidak menggunakan keran. Tapi, bangunan kolam berbentuk panjang dan lebar melingkari sekeliling. mangkuk-mangkuk plastik kecil, bertebaran di atasnya, sebagai pengganti gayung. Sebuah hal baru buatku. Aku mengambil wudhu, menggunakan mangkuk kecil itu dan, membayar Rp.1000 setelahnya. (terfikir juga, kenapa harus bayar yah...??? *kalau gak punya uang gimana...??*halah..). Masuk kedalam masjid, penuh dengan jama'ah. Subhanallah... Baru kali ini, shalat jama'ah di tempat umum penuh dengan para makmum. Kesejukan, terasa, perasaan juga sedikit hiba. Mungkin terharu, akupun tidak tahu. Alhamdulilah, aku mmebawa mukena sendiri jadi, gak harus ngantri, menunggu giliran mukena. Jama'ah lelakipun, terdengar penuh. Selesai shalat berjama'ah, aku dan jama'ah wanita lainnya, dikejutkan oleh rengekan seorang anak kecil. Yang terburu-buru mengejar sang ibu, yang belumpun melepas mukenanya. Menyedihkan, rupanya tas sang ibu telah digondol maling. Innalillahi... Denger-denger, anak kecil tersebut, menjaga tas sang ibu, ketika ibunya shalat. Tapi, telah raib dibawa sang maling. Innalillahi... ditengah banyak-banyaknya jama'ah, ada juga yang mencuri. Ketika ramai orang yang mengerumuni ibu-ibu tadi, bukan tak mungkin, sang pencuri masih disitu, jangan-jangan, malah sedang memperhatikan!. kehidupan, memang berpasang-pasangan. baik dan buruk, juga hitam dan malam... Selesai shalat, kembali menuju Jam Gadang. Nyoba foto sana sini, ambil dari berbagai sisi Jam Gadang, rupanya, tetap gagal total. Sepertinya, aku harus mundur lebih jauh, sayang sekali aku malas melakukannya. hasilnya, tiada satupun foto jam Gadang yang bagus, ku ambil. Aku betul-betul kalah. padahal, tingginya hanya 30 meter, lebih rendah dari menara KLCC. Dulu aku mampu mengambil gambar KLCC tapi, tidak dengan Jam Gadang. Setelah sibuk foto sana sini, akhirnya, Nitha dateng juga. Alhamdulilah... Jauh-jauh bertemu di dunia maya, rupanya bisa juga berjumpa di dunia nyata. Nita, seorang wanita dari Aceh dan aku, dari Jawa, ternyata, setelah kenal di dunia maya, tempat bertemunya di tanah Sumatra. Maha besar Allah, yang telah menemukan kita. Karena beberapa tempat aku kemarin dah pergi, akhirnya, aku kembali jalan-jalan ke tempat yang sama :D. Nitha bersama suaminya. makan siang di pasar atas, di kedai Nasi Kapau, hmmm... Yummi, jadi pengen lagi deh! belanja oleh-oleh untuk keponakan-keponakan Nita. Sementara, aku hanya jadi penonton saja :). Pergi ke kebun binatang. Dan, atas nama kenekatan, jam 4 sore, kami menuju Danau Singkarak. Sampai sana, dah petang hujanpula! AKhirnya, kita tidak kemana-mana. Sampai saja, langsung menunggu mobil untuk kembali pulang ke Bukittinggi.
Gagal mengambil gambar Jam Gadang
Mall sebesarini, gak ada toko bukunya :((
Foto Jam Gadang, dalam 3 zaman...
Nita dan misua :)
Ehem.. ehem.. Anaz dan Nita action :)
Nggaya di depan rumah baanjuang :)
Dua2nya, mesen kalung, nama. Buat kenang-kenangan..

34 komentar:

  1. perjalanan yg menyenangkan ya mba ana,berjalan-jalan dan bisa bersilaturahmi dgn sahabat bloger...

    masih sama harapannya,semoga aku juga bisa bertemu denganmu mba.
    aku harap akan datang kesempatan itu ^_^

    BalasHapus
  2. wah,pertamaxxx ternyata...yessss...

    BalasHapus
  3. lha jauh--jauh ke singkarak ga ngapa-ngapain????
    lagian perginya dah sore amat ya
    tapi sempet liat KELOK 44 khan???

    pada in-action semua
    jiahahahaha.....

    BalasHapus
  4. kapan2 ke JAkarta kita ketemuan ya mbak :)

    BalasHapus
  5. hahahha...ketemu mbak nietha, senangnya..

    eh mbak, gramed ga pernah nyambung keknya ama ramayana,klo dibali, gramed hanya ada di matahari dan numpang di toko lainn

    BalasHapus
  6. jam gadang itu sememang gadang alias gedhe

    BalasHapus
  7. Kenapa yah gak ada toko buku nya mall segede gitu ??
    berpoto-poto saat jalan-jalan memang menyenagkan, jadi ada kenagan-kenanganya .:)

    BalasHapus
  8. lha kok jadi serasa ikut jalan2 ke sana ya?

    BalasHapus
  9. Kwereeeeen... critanya Mbak Anaz keliling Nusantara nih? Kapan ke Pacitan?

    BalasHapus
  10. Iya ya na, kita belum jodoh bertemu. Insyaallah, lain waktu bia Dia mengizinkan kita akan bertemu. Bukittinggi selalu asyik. Nasi kapau Uni Lis, onde sedapnya.

    BalasHapus
  11. kunjungan pertama q mbak...aq lihat banyak juga temen2 q yang komen di sini jadi ga ada salahnya klo kita juga menyambung silaturahim kan?

    BalasHapus
  12. hooohh..dari kemaren ceritanya jalan2 mulu, asik bgt, hehe..

    BalasHapus
  13. Semoga nanti bertemu Mbak Newsoul ya.. :-)

    BalasHapus
  14. Duh senengnya bisa melihat kalian berdua in Action..... :-)

    BalasHapus
  15. Kota yg ga punya toko buku bukan tujuanku deh!
    Asyiknya yg jalan2 ketemu teman2...

    BalasHapus
  16. mau dong lihat jam gadang. ketemu Nita pula. hiks..

    BalasHapus
  17. wallah narsis toh ceritanya nih, keren deh potonya didepan rumah minang itu.

    BalasHapus
  18. waah.. keliatannya seru banget kopdarnya nih.. kapan yah, gw bisa liat Jam Gadang secara langsung? pengeen..

    BalasHapus
  19. Mau dong diajak jalan-jalan mbak Anaz. kalau jalan-jalan lagi sebut namaku 3X!

    Salam paling manis buat mbak Anaz.

    BalasHapus
  20. waahhh... ketemuan ma mbak nietha neehh.. aku juga pengen ke jam gadang,, huhuhuu...

    BalasHapus
  21. waahhh... ketemuan ma mbak nietha neehh.. aku juga pengen ke jam gadang,, huhuhuu...

    BalasHapus
  22. huaaaa...serunyaaa! jam gadangnya keren..pengen!! :'(

    BalasHapus
  23. Jam gede, hehe...
    mantep nian, jalan-jalane...

    BalasHapus
  24. jalan lagi kemari mo lihat jamnya udah gadang apa belom

    BalasHapus
  25. waaaa ngiriiiii pengin jalan2 juga, apalagi bisa ketemu sm sahabat blogger. hiks hiks

    BalasHapus
  26. asyik ney bis jalan" keliling daerah...hehehe

    BalasHapus
  27. thanks to info,,berjalan yg menyenangkan ya,,,,,salam,,,,,,,,,,

    BalasHapus
  28. kereennnnnnnn banget,, sambil menyelam minum susu,, hehehehe.. ternyata indonesia ini kecil banget ya,, semoga kita bisa terus bersilaturahmi dimanapun kita berada..

    BalasHapus
  29. berjalan disana pasti menyenangkan sekali, semoga saya bisa kesana,,,,

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P