Aku hanya mampu duduk
Di sini,
Diam
Memandangmu jauh-jauh
Meskipun ia tak berapa jauh
Mungkin dengan itu
Aku bisa mengetahui khabarmu
Mungkin dengan begitu
Aku tak akan lupa cerita tentangmu
Memandangmu jauh-jauh
bukan pada jarak
Hanya pada gerak
memandangmu jauh-jauh...
ini tentang apa toh mbak, aku ra ngerti :)
ReplyDeleteih ternyata posisi yg pertama toh :)
ReplyDeleteAku suka puisi ini :)
ReplyDeletememandang catatanmu siang ini, Ana, aku paham cerita hatimu, meski sedikit.
ReplyDeletePuisi yang indah. Memandang dari jauh, biasanya lebih santai, cuma ya kita tidak bisa melihat kondisi realnya. Jujur, saya kurang mengerti arahnya. Saya, kurang suka menebak-nebak, sangat takut salah mengira. Chat lagi yuk na. Lewat YM atau FB.
ReplyDeleteSama dengan Bu Elly,enggak suka menebak-nebak juga. Tapi kok kayaknya Mbak Naz sedang sedih ya? Semoga saya salah..
ReplyDeleteWahai yang jauh dekatilah sobatku, buatlah dia tersenyum!
ReplyDeleteada tapi tiada...
ReplyDeletejauh tapi dekat...
dekat tapi tak teraba...(halah...)
puitis men... lagi jatuh cinta ya pren?
ReplyDeletemantap puisi'nya..
ReplyDeleteduh..
ReplyDeletehalah buwel kok komentnya duh doang sih...
ReplyDelete