Sabtu, tak Jadi Bertemu

Hari ini, seharusnya aku ke Puduraya, ke stasiun bis antar kota untuk bertemu Elpa. Tapi, ternyata Allah belum menakdirkan kita berjumpa. Jum'at kemarin, Elpa ke Genting pergi jalan-jalan bersama seorang temannya. Awalnya, pulang dari genting, Elpa akan singgah di Kuala Lumpur dan bertemu denganku. Elpa dan temannya mengalami mabok berat, selama perjalanan. Semoga kini, dia baik-baik saja. Tak mengapa belum bisa berjumpa, semoga lain hari bisa ketemu. Insya Allah...
Selain bertemu Elpa, aku juga punya rencana untuk mengunjungi salah seorang sahabat yang akan pulang ke kampung halamannya. Tadinya, aku bertemu Elpa dulu baru kemudian pulang ke rumah sahabatku dan rencananya aku akan nginep di sana. Aku juga sudah meminta izin sama ibu. Setelah mengetahui Elpa nggak jadi mampir di Kuala Lumpur, aku merubah haluan, paginya ingin menuju perpustakaan negara di jalan Tun razak, Kuala lumpur. Sudah lama sekali aku tak ke sana. Dulu, ketika aku belum mengasuh anak ibu majikanku sering membawa ke mana-mana. Aku tidak ikut memang, kadang aku ditinggalkan di perpustakaan negara, atau terkadang di perpustakaan Islamic Center Kuala Lumpur. Sayangnya, aku tidak tahu hendak menaiki apa saat ke sana. Di Malaysia, kendaraan umum, memang tak mudah untuk didapatkan. Pagi-pagi, aku tanya sama Nini, naik apa kalau mau ke sana. Nini pun tak tahu, apalagi aku. Akhirnya, Nini malah justeru mau mengantarku. Alhamdulilah, siangnya jam satuan aku menuju ke sana. Aku seneng, kalau melalui jalan Tun Razak di situ. Berderet-deret dari Istana Budaya, Balai Seni Lukis Negara, Hospital Tawakal, Hospital Pusrawi, Wisma Budaya dan tepat di sebelah Wisma Budaya, adalah perpustakaan Negara. Setiap melalui jalan itu, aku juga ingin sekali masuk ke Istana Budaya. Sampai tadi, aku terdetik di hati, "Sebelum pulang, aku harus ke sana memasukinya." Kenapa ngeyel banget pengen ke sana? Awalnya, dulu sekali saat pertama kali teater "Putri Gunung Ledang" mengadakan persembahan pengen banget aku nonton. tapi, yah siapalah aku. Nggak mungkin malam-malam ke sana. Aku juga pengen banget, ke Balai Lukis Negara. Ah, terlalu banyak keinginan. Tapi, yang berani aku ungkapkan adalah perpustakaan Negara, kalau lewat, aku selalu bilang, "Ibu, kapan ke situ lagi...???" Kalau aku tahu kendaraan apa yang menuju ke sana, aku tak perlu merayu ibu :) Jadi, kalau tadi ke perpustakaan Negara lagi, aku seneng, aku juga riang. Aku membawa tas berisikan baju, juga beberapa buku. Niatnya, aku akan langsung pergi ke rumah teman setelah pulang. Sejak pagi, sebetulnya aku sudah dengar, kalau Nini hendak ke Istana Budaya. Tapi, aku tak mempercayainya. Dan, sewaktu dalam mobil, saat melewati Istana Budaya Nini lagi-lagi mebicarakan akan ke situ. Otomatis, aku ngeyel meyakinkan, "bener nih mau ke sana...???" Dan, aku ngeyel mau ikut. Tapi, khan mau tidur di rumah temen... :( Aku berbelah bagi. Apalagi, mendengar harga tiketnya. Lumayan, cukup mahal. Aku berusaha untuk memujuknya, mengambil kursi yang di atas dengan harga yang lebih murah. Bingung, antara ke rumah temen dan nonton teater. Akhirnya, aku berhenti tepat di depan perpustakaan Negara. Turun dari situ, langsung masuk ke dalam sebelumnya, meletakan tas, di tempat penitipan. Sewaktu hendak mengambil hape dan dompet, rupanya dompetku tak terbawa. Di tas itu, hanya ada uang RM.18. Tak cukup, akalu aku harus ke rumah teman, dan besoknya untuk ongkos pulang. Tidak mau pusing, aku buru-buru saja meletakan tas dan langsung menuju ke dalam perpustakaan. Perpustakaan Negara, cukup besar. Ketika masuk ke dalamnya, bersebalahan dengan ruang tunggu membuat kartu anggota ada berderet-deret PC yang bisa siapa saja gunakan. AKu langsung menuju ke atas, tingkat dua. Dulu, sewaktu awal ke situ, dengan anak majikanku. Sayangnya, aku hanya diajak ke tempat majalah saja. Jadi, pas tadi aku sibuk juga mencari-cari tempat novel dan sastera budaya. Akhirnya, setelah malu bertanya sesat di jalan, aku menanyakan juga pada petugas. Alhamdulilah, langsung ketemu :) Bingung, itulah ketika menjumpai buku yang banyak. antalogi drama ASEAN, menjadi pilihan. Berisi tentang kisah drama dari 3 Negara, Indonesia, Thailand dan Singapura. AKu masuk tanpa membawa apa-apa tak juga sehelai kertas dan pena. Padahal di sekelilingku, banyak juga yang membawa tas, buku, pena juga leptop tentunya. Hmmmm... Menjadi pemandangan yang menarik, sepertinya, aku suah menemukan tempat nongkrong yang aman. berjanji dalam hati, kalau minggu-minggu selanjutnya akan ke sana, bawa saja laptop :D Ketuka masuk tadi, shalat dhuhur belum waktunya Sepertinya, tak nyaman berlama-lama. Tidak sampai menghabiskan kisah dramanya Putu Wijaya dengan judul "ADUH" aku sudah menyudahi bacaan. Kembali meletakan buku ke tempat semula dan aku, menemukan buku. "Khazanah Pantun Melayu Riau" jadi teringat sama teman-teman di pekanbaru. Sebelumnya, saat baru masuk, aku juga melihat beberapa manuskrip surat lama dari dua kota Indonesia. Madura dan negeri Riau. Tulisan jawi lama. Aku nyoba baca, kok yah susah banget. owh ya, buku khazanah pantun melayu Riau, itu terbitan dewan bahasa dan pustaka. Karena hanya membawa hape, aku hanya sibuk mencatat sekerat pantun. Dalam mencatat sekerat itu, Nani menelponku, katanya, Nini menanyakan jadi ikut enggak nonton teaternya. Karena tidak membawa dompet dan mau tak mau aku harus pulang, akhirnya aku memutuskan untuk ikut nonton teater. Alhamdulilah.. akhirnya kesampean juga, masuk ke Istana Budaya :). Dari situ, aku buru-buru keluar, singgah sebentar di kounter pendaftaran, menanyakan keanggotaan. Karena orang luar boleh daftar, maka mendaftarlah aku sebagai anggota Perpustakaan Negara. Cepat sekali pembuatannya, kartu langsung jadi. Setelah itu, baru berlari-lari mencari Surau. Alhamdulilah, ketemu sama pak cik Satpam yang baik ditunjukannya, sampai aku melihat dan menemukan *makasih pak Satpam.. :)* pas selesai waktu shalat dan keluar dari mushola, Nani menelpon, kalau Nini akan segera sampai dan mengambilku. Tiket sudah dibeli dan aku, sore nanti akan menonton teater "ANTARA" Owh ya, sekerat pantun adat, yang berhasil aku catat dari buku "Khazanah Pantun melayu Riau"
Kata tua kata alim, Alim memakai kitabullah; Hina bangsa beraja zalim, Zalim sampai ke dalam tanah.

18 komentar:

  1. Sebenarnya saya merasa lebih tepat menyebutnya petualangan.. :)
    taklim benih kebaikan walau sesaat berbuah kebahagiaan tuk saat yang tak terkira

    BalasHapus
  2. Lama gak mampir di sini...maaf....

    BalasHapus
  3. ihh..keren2 ik kayaknya..
    jadi pengen ke sana mbak..

    BalasHapus
  4. Naz ku datang memohon maaf darimu....ku gagalkan pertemuan kita,emang lom jodoh kale,yups semua ada hikmah di sebaliknya....akhirnya keinginanmu terkabul.....cuma keinginanku sebelum ke Pekan harus jumpa kamu....

    BalasHapus
  5. duh pantunnya DAHSAT banget NAZ...

    BalasHapus
  6. mALAM KAK!!!

    postngannya menarik nich!!!

    BalasHapus
  7. Perjalanan hari yang mengasyikkan tampaknya na. Ya, belum berjodoh bertemu Elpa hari ini, semoga bertemu di lain hari , sebagaimana sayapoun berharap suatu hari kita ada jodoh bertemu. Perpustakaa, teater, minat yang mengasyikkan. Selamat malam Anazkia, selamat beristirahat kawan.

    BalasHapus
  8. Pantunnya maut, hendaknya kita selalu ingat kepadaNya

    BalasHapus
  9. Insya Allah dilain waktu bisa bertemu ya

    BalasHapus
  10. kappan ya aku ke KL?...... toko coklat yang terkenal itu di KL ya mba sama toko upin ipin...???hehehe...jb sepi sangat nih....

    BalasHapus
  11. pantun keren dan bingkisan keren untuk Anaz
    kita berbagi kebahagian bersama sehubungan ultah Blogger Bertuah Pekanbaru
    http://www.attayaya.net/2010/02/blogger-bertuah-pekanbaru-milad-dan.html

    BalasHapus
  12. nah itu memang namanya belum jodoh, Na. Asyiknya yang sering ke Perpustakaan Nasional.

    BalasHapus
  13. wick! tempat2nya tampak menarik mbak...kapan2 diulas satu2 donk :)

    BalasHapus
  14. Malaysia...

    2nd my destination after i passed my pesantren school...

    BalasHapus
  15. Kunjungan di hari Milad Bertuah...
    Ada award untuk Anaz... Silahkan dijemput.
    Oya, Thx udah jadi teman bagi Bertuah, semoga berkekalan

    (maaf komentnya gak nyambung dengan postingan)

    BalasHapus
  16. satu kata yang terucap."seru"..hehe.
    walau sepertinya melelahkan pasti ada rasa kepuasan dan senang gembira..hehe

    BalasHapus
  17. mungkin nanti jika Allah mengijinkan, insyaallah bisa bertemu.. :)

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P