Belajar Sempoa

Membaca postingan Mbak Renny, tentang kehilangan Shasa yang sedang mengikuti lomba sempoa, ada sedikit ketawa di mulut. Bukan mentertawakan Shasa dan mbak Renny tapi, aku mentertawakan kejadian beberapa tahun dulu. Sebuah kisah, tentang sempoa *belum selesai nulis dah cengar-cengir duluan...* hehehehe...
Sewaktu aku belum ke Malaysia, aku bekerja dengan seorang majikan yang mempunyai anak berumur 6 tahun dan dua tahun. Kakanya, sudah memasuki TK. Sewaktu di TK itulah, ibunya memasukannya dalam kursus sempoa. Kedua orang tuanya bekerja. Jadi, tidak heran, kalau semua urusan kursus menjelang sore, aku yang menguruskannya. Terkadang, Dea (nama anak majikanku) tidak mengerjakan PR-PR yang disuruh gurunya. Mau nggak mau, aku harus menyelesaikannya juga. Sejak saat itulah, aku mulai mempelajari sempoa. Karena masih tingkat dasar, aku mampu menguasainya dengan cepat. Kedua orang tuanya juga membelikan beberapa buku tentang sempoa. Awalnya, aku yakin untuk Bapak, tapi, lama kelamaan justeru aku yang menggunakan dan mengisinya. Sangat menantang, karena tak hanya nilai satuan bahkan sampai ribuan. Tak hanya tambah tapi juga kepada kali dan kurang. Aku semakin merasa tertantang. Hampir setiap malam, sebelum tidur aku selalu mengerjakannya. Karena menggunakan teori-teori yang ada dalam buku tersebut aku ikut saja alurnya. Seperti, membayangkan mengitung sempoa, tanpa memegangnya. Dulu, aku sampai menguasai perkalian. tapi, itulah ilmu, saat tidak dipake yah luntur :( *sekarang dah gak bisa lagi* Nah, aku menceritakan sempoa kepada Kakaku. Dia sih tertarik banget. Tertarik, aku suruh ngajarin anaknya juga ngajarin dia. Sip! maka, mulai berhitunglah aku didepannya. Mengajarkan dan menunjukan, bagaimana menggunakan sempoa. Menunjukan, bahwa nilai manik di atas yang satu biji adalah nilai satuannya lima. Dan, manik-manik di bawah berjumlah empat. Jadi, total keselurahan manik dalam setiap baris adalah sembilan. Tergantung kepada jumlah nilainya, apakah satuan, puluhan, ratusan, atau ribuan. "Paham mbak?!" tanyaku, Kakaku, mengangguk saja. Maka jadilah aku, ke pokok persoalan, kepada contoh. "Mbak, coba 5+1." Aku menyuruhnya menurunkan satu manik di atas dan menaikan satu manik di bawah. "Jadi berapa mbak?" tanyaku lagi. "dua" jawab kakaku polos dan jujur tanpa muka dosa. Tawaku langsung meledak saat itu juga, tak sadar, aku mengucapkan "Goblog kamu mbak, mosok 5+1= 2." Aku masih tertawa. Kakaku juga tergelak hebat, "yah abis, emang ada dua manik. kamu khan nyuruh aku nurunin manik yang di atas dan menikan satu manik yang di bawah, yah jumlahnya dua manik." Bijak kakaku menjawab. Masih berderai tawa, aku menjelaskan lagi. Tentang nilai manik yang ada di atas bahwa ia bernilai lima, dan manik yang di bawah bernilai satu. Jadi, jumlahnya sama dengan enam. Kami tertawa lebar bersama. Membaca cerita mbak Renny, sungguh aku kembali mengingat kenangan itu dan aku, kembali merindukan kakaku :( *semoga dia nggak ngamuk baca cerita ini* :)) =))
gambar sempoa, diambil dari sini itulah jumlah manik-manik sempoa. Nilai satu manik yang di atas adalah 5 dan nilai manik-manik kecil di bawah adalah 4 :)

20 komentar:

  1. dari dulu pengen belajar sempoa biar bisa menghitung cepat...

    BalasHapus
  2. Sempoa kreatif..
    Sayang, saya nggak pernah belajar ya.
    hiks..hiks..

    BalasHapus
  3. pagiii mbak...
    mampir sebeum berangkat ke jogja........

    BalasHapus
  4. Ketika anakku kesulitan dengan sempoa, terpaksa bapaknya ini belajar untuk bisa ngajarinya!

    BalasHapus
  5. ah kamu, Na ... bikin malu kakak aja. Dulu anakku pernah belajar sempoa tapi sayang gak sampai tuntas.

    Oya, ada tag buatmu, dijemput ya!

    BalasHapus
  6. heheheheh iyya saya juga terkekeh lihat ceritanya mbak reni, dan terkekek melihat cerita sempoa disini... :-)

    BalasHapus
  7. hai pa kabar?? baru balik ngeblog nih...maaf lama ga berkunjung.

    btw, aku sampe sekarang yang paling error dalam soal hitung menghitung (kecuali duit)...mungkin aku mesti les sama kamu nih. :p

    BalasHapus
  8. hihihihih diriku gag tau make sempoa *menyedihkan padahal sebelah mama pada gape pake tu barang :D
    gag jadi kbo yah mbakk??

    BalasHapus
  9. aku gak mudeng2 nih di ajarin suami ku hihihi

    BalasHapus
  10. Oalah mbak..., mbaknya gak salah tuh kalau jawab spt itu. ^_^
    Gak sangka kalau tulisanku membawa kenangan lama muncul ya..?

    BalasHapus
  11. dari dulu pengen belajar
    ga jadi2
    huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......

    BalasHapus
  12. weh.. sempoa nih identik ama orang china ya neng, tapi baik lho untuk mempercepat hitungan.

    BalasHapus
  13. aku ga pernah belajar sempoa, hehehe... tapi adekku dulu juga pernah kursus sempoa, kalo sekarang masih bisa ga yah dia?! tauuukk deehh... jarang digunain soalnya :D

    BalasHapus
  14. sepupuku punya sempoa dari plastik, harganya 2000 an,sempoa abal-abal kali ya?? :P

    BalasHapus
  15. Apa ada ya...??? tempat kursus sempoa untuk orang dewasa, setahuku cuma untuk anak-anak. Tapi tidak ada salahnya orang dewasa belajar sempoa juga, minimal bisa buat ngajarin anak2 sendiri. Ada sy pernah jumpai iklan yg jual CD Interaktif Sempoa, kalau gak salah tempatnya di : www.bilarik.com

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P