Membayar Hutang

Dewasa itu, adalah sebuah pilihan dan tua adalah sebuah kepastian. Terkadang sadar tidak sadar, aku menganggap dewasa adalah sebuah kepastian. Seperti ketika aku kecil dulu, aku beranggapan bahwa ketika berumur 19 tahun adalah sangat menyenangkan. Tapi, rupanya kenyataannya tetap sama. Aku merasa aku masihlah aku yang dulu yang berharap berumur 19 tahun ketika itu. Nyatanya, aku justeru harus memilih bersikap dewasa atau kekanak-kanakan pada umur yang sudah dewasa...??? Sebuah pilihan yang harus dipastikan.
Akan halnya pilihan hidup saat kita dihadapkan pada dua dunia, maya dan nyata. Sepertinya, aku begitu disibukkan dengan maya sehingga seolah melupakan nyataku. bahwa aku, masih memiliki seorang teman, aku juga masih memiliki seorang sahabat yang mungkin, ketika itu ia membutuhkanku yang pasti ia ingin aku mendengar keluh kesahnya. Ah, terasa bersalah menghantui diri. Kemarin, saat bertemu dengan seorang sahabat aku betul-betul merasa bersalah. hampir setahun, aku tak berkunjung ke rumahnya. Ketika beberapa hari lalu dia sms hendak pulang, aku baru tersadar lama sekali aku tak mengunjunginya. Banyak perubahan dalam dirinya, ada cerita kesedihan pada setiap luahannya. Sahabat, maafkan aku. Sebetulnya, aku juga akhir-akhir ini nggak bisa keluar ketika akhir pekan. Rutinitas kerja di rumah juga, yang menghanyutkan aku lebih menjalin ukhuwah melalui sahabat-sahabat maya. Pelajaran berharga, adalah ketika aku mampu mengambil hikmahnya. Semoga ke depannya, aku lebih berhati-hati lagi menjaga ukhuwah dunia nyata. Tak juga itu, aku juga harus menjaga silaturrahmi dunia maya. Seperti, ketika ada tag dan award sebagai bentuk kepedulian kadang aku lalai untuk segera mengerjakan dan memajangnya. Biar nggak semakin merasa bersalah, aku teringat ada tag dari sahabat hendriawanz yang suruh menyebutkan 7 hal tentangku. Agak bingung juga, kayaknya, aku dah sering cerita tentangku di blog. Semoga ini bukan cerita-cerita basi :D. 1. Mulai bekerja dari kecil Sejak umur 13 tahun aku sudah mulai bekerja. Serabutan sih. Kayak misalnya, nguli di sawah :D, bantuin tetangga manen kopi, cengkih atau cabai, terus abis itu, ke Tangerang jadi PRT. Gajiku pertama kerja waktu di Tangerng Rp. 60.000. Itu tahun 95an. terus, kalau nguli di sawah seingatku dari jam 8-12an gajinya Rp.700. nah, kalau bantuin manen yah terkadang ikut berapa banyak yang kita dapet. Kalau bantuin nenek, jarang dikasih duit :D 2. pernah mencuri uang ibu Sejak kecil, aku tinggal bersama nenek, sedangkan kedua orangtuaku merantau. Aku jarang banget bareng-bareng sama ibu. Sewaktu ibuku ada di rumah, aku tak ingat berapa umurku ketika itu. yang aku ingat, aku mengambil uang ibuku Rp.50 dari dompetnya. Pas ibuku nanya, aku ngeles nggak ngambil :D. Setelah dah besar baru aku ngaku. Dan ibuku, sudah melupakan kejadian itu. 3. Katanya, pernah mau mati Waktu tahun 2007 lalu aku pulang, aku main ke rumah teman SDku. Dan, ketika bertemu dengan bapaknya, ia tak mengenaliku lagi :( berulang-ulang ibu temanku memberi tahu bahwa, aku adalah Ana teman anaknya. tapi, tetep tak mengingat juga. Lama kelamaan, baru mengingatnya dengan kalimat, "Oooo.... Ana yang dulu mau mati yah...???* Jiah... segitunya :( Dulu aku pernah sakit kulit pas kelas 3 SD. Aku nggak inget jelas, yang aku ingat waktu bangun tidur pagi-pagi di rumah dah banyak orang berkunjung :(. Aku juga sempat berbulan bulan nggak sekolah. beruntung, ketika SD otakku lumayan cair meskipun ketika besar justeru membeku :(( jadi, Alhamdulilah naik kelas 4. Sering main di kali Waktu kecil, aku sering dan seneng banget main di kali. Menyusuri sungai, mencari ikan, berburu udang meskipun jarang mendapatkannya. :)) 5. Sering dapet hadiah dari radio Ini pas udah di Cilegon, aku sering mengikuti kuis di radio TOP FM Cilegon (promosi neh :D). ketika itu masih sekolah. Aku mantengin terus acara-acara radio. Kalau ada kuisnya, senyap-senyap aku menelpon dari rumah kakaku. Waktu kelas 3 Aliyah, aku serumah dengan kakak. Bukan hanya sekali tapi, sering. Pernah, sekali ke sana mendapat 2 tiket gratis nonton dewa (aku kasihin ke tetangga) t-shirt, topi, asbak dan beberapa souvenir lain. Kuis yang aku ikutin biasanya ada hubungannya ama musik. Yang paling seneng, ketika aku mendapat tabungan dari BUKOPIN sebesar Rp. 100.000. 6. Sering bolos sekolah Aku dulu sering bolos sekolah, hanya untuk mengikuti beberapa latiha kepenulisan dan kejurnalistikan. Dulu, aku begitu berambisi dengan dunia tulis menulis. 7. Angkatan pertama kelas menulis Rumah Dunia Percaya atau enggak, kebiasaanku sering bolos sekolah akhirnya menemukanku dengan mas Gol A Gong. Pertama kali bertemu dengannya, ketika di MAN 2 Serang mengadakan diklat teater dan sastera. Aku mendapat gratis novelnya (Pada-Mu Aku Bersimpuh) karena menjadi penanya yang baik tentunya :D. Dari situ kemudian beberapa kali ditemukan lagi pada acara-acara lainnya. yang lebih seru, saat aku bolos sekolah mengikuti seminar. pembicaranya, mas Gol A gong, Asma Nadia dan Biru laut. Dari situ, keakraban demi keakraban terjalin. Dan aku mulai menganal Rumah Dunia. Dulu, namanya bukan Rumah Dunia tapi, Pustakaloka Rumah Dunia. Sayangnya, dalam setiap event kepenulisan atau ketika aku mengikuti kelas kepenulisan tak satupun, tugas-tugas yang aku kerjakan. Otomatis, aku tak punya sedikitpun tulisan. Seolah menjadi hal yang sia-sia semua kepergianku. Tapi, aku yakin tidak ada yang tidak bermanfaat dengan ilmu. Mungkin, dulu aku tak pernah menggunakannya tapi sekarang, Insya Allah aku menggunakannya. Meskipun, tak seperti teman-teman seangkatan kelas menulis denganku. Sebagian besar dari mereka sudah menulis buku. Yang hebatnya, angkatan kelas menulis pertama Rumah Dunia adalah termasuk dari orang-orang biasa saja (dari ekonomi rendah) tapi, kini mereka sukses menjadi "orang" Ibnu, telah menyelesaikan masternya di Leiden Belanda. Aad, telah menyelesaikan S1nya di UGM. Endang Rukmana, S1 UI (belum selesai kayaknya). Teh Najwa sudah menjadi ibu rumah tangga :). Kang Qizing, wartawan Radar Banten. Kang Firman (dari dulu emang dah jadi penulis) sekarang Dosen di Untirta dan presiden Rumah Dunia.(dah ganti jabatan dink, barusan ke FBnya mas Gong) Muhzen den, aku nggak tahu khabarnya. Mahdi, juga gak tahu khabarnya tapi, dia bener-bener nggak menulis. Mutmainah, Krisna dan aku sepertinya betul-betul menghilang dari Rumah Dunia. Jadi, untuk beberapa sahabat dan teman yang mau belajar menulis denganku (emang ada Naz...??? ada :D) jangan belajar denganku tapi, pelajarilah pengalamn menulisku. Bahwa menulis itu, bukan sebanyak mana kita belajar tapi, sebanyak mana kita mengamalkan ilmu kepenulisan yang kita dapatkan :). Wallahu'alam. Btw, sekalian mbayar utang majang award dari Abi Sabila dan Dik Shasa.
Award dari Abi Sabila
Yang banyak-banayk ini semua award dari Shasa anaknya mbak Reni Judhanto. Yang kecil-kecil dah bisa ngeblog Pasti, ketularan Mamanya ;)

19 komentar:

  1. Benarkah daku yang pertama? Hehehehe..

    BalasHapus
  2. Wah, ini nih. Sering curi-curi kesempatan ikutan kuis di radio. Hahaha.

    Keren award-awardnya. Selamat, mbak.

    BalasHapus
  3. Wah jadi kenal mbak Ana lebih dekat nih, sepertinya hidupmu penuh liku ya mbak, tapi membias aura kesabaran yang begitu tinggi dalam hidupmu.Aku kagum.

    BalasHapus
  4. Untung mbak Ana mengerjakan tag dari mas Hendriawanz, jadi aku makin kenal mbak Ana yg pekerja keras dan penuh semangat.
    Yang mengagetkan adalah poin no 3 tuh mbak.

    Oya, beberapa orang (aku juga) mencoba ganti link blogku tapi gagal, walaupun sudah ditulis link yg blogspot, tp yg muncul tetap aja 'dotcom' aku gak tahu dimana masalahnya mbak... :((

    BalasHapus
  5. Selamat utk awardnya dan makasih sekali dah pajang award dari Shasa.
    Alhamdulilllah, Shasa mulai hari ini sudah masuk sekolah kembali mbak. Terima kasih doa dan atensinya ya...

    BalasHapus
  6. Tag 7 hal yang mantap na. Mmebacanya, setidaknya membuat saya jadi tau ketangguhan Ana. Anazkia yang ceria, yang pekerja keras dan penuh semangat. Sukses dan barokah untukmu sobat.

    BalasHapus
  7. Hahaha...ketauan kalo Ana suka bolos ya!!!

    BalasHapus
  8. Hidup penuh liku..
    nggak nyangka kalo mbak Anna yang santun ternyata pernah bandel juga ya??
    he..he

    wah shasha semakin kreatif aja nih..

    BalasHapus
  9. Selamat atas awardnya. Banyak hikmah yang bisa kita ambil dalam hidup ini; baik dari kehidupan kita sendiri maupun kehidupan orang lain.

    BalasHapus
  10. aku juga mau dong belajar nulis mbak

    BalasHapus
  11. Kedewasaan merupakan sebuah proses melalui pengalaman, sedangkan usia tua... tanpa pengalamanpun suatu saat kita akan menjadi tua... mampir Nazz....

    BalasHapus
  12. membacanya jadi tahu betapa tangguhnya Mbak Naz. Semoga barokah mbak.. Tetap semangat!!

    BalasHapus
  13. selamat atas tag dan awardnya yah...
    salam

    BalasHapus
  14. membaca bisa dijadikan pelajaran buad diri sendiri
    dan selamat atas awards nya


    Berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    :D

    BalasHapus
  15. hehehehehe, jadi pernah mati suri neh naz... ih... :-)
    Ehm salute tuk perjalannan hidupnya...

    BalasHapus
  16. ehm, terkadang juga buwel lupa dengan temen2 nyatanya NAZ... ;-)
    dan lupa juga kalo ternyata buwel udah TUA... :-(

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P