Memberi, Bukan Meminta

Menjadi baik itu susah tapi, apa susahnya menjadi tak baik. Semua ada jalannya, semua ada caranya. Kembali kepada diri masing-masing, hendak ke mana mengikutinya. Terkadang tersalah langkah tak sedikit pula tersalah arah. Terimakasih kepada sahabat-sahabat yang telah memberikan komentar pada postingan sebelumnya. Semuanya kujadikan pelajaran, semuanya kujadikan pengajaran Insya Allah. Hidup adalah untuk memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima, bukan menerima sebanyak-banyaknya, begitulah kata Andrea Hirata dalam Laskar pelangi *bener gak yah?*
Akhir-akhir ini, sering nongkrong di milis. Melihat-lihat e-mail yang sudah banyak sekali tak terbaca. Hanya beberapa yang aku baca, selebihnya adalah penghapusan massal. Agak lama duduk termenung di depan milis nya Mbak Asma Nadia. Ketika jiwa rapuh, ada kalanya mudah tersentuh dengan cerita-cerita hidup yang penuh liku dan peluh. Kadang, mbak Asma memberikan prolog dengan kalimat-kalimat pendek yang sedikit mencuit hati, "Apa khabar iman?" "Apa khabar cinta?" Sebuah singungan kalimat, yang membuat dahi berkerut kening. memikir, apa jawabanku tentang imanku hari ini...??? juga tentang cinta. Tentunya, iman kepada-Nya juga cinta kepada-Nya dan kepada sesamanya. Sedikit mengutip cerita hidup, sepenggal kisah insan yang Allah berikan dengan berbagai ujian. Saat membaca kisah ini, tak hanya gerimis hati tapi, anak sungai juga bermuara di sudut-sudut mata. Ya Allah, betapa hidupku lebih baik lagi dari mereka-mereka, orang yang Engkau uji. Maaf, tanpa mengalami editan jadi, berantakan :(
Assalamu'alaikum wr wb, Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Ijinkan melalui surat ini saya bercerita tentang : Kisah yang Benar-benar nyata entang Rita. Rita*), berjilbab, 40 th, pada saat ini sedang berjuang melawan penyakit kanker untuk yang ke tiga kalinya. Yang pertama: payudara 7 th yl (sudah diambi). Yang kedua Desember 2009, rahim diambil (kanker servix). Sehat sebulan, meneruskan bekerja, karena kecapean, drop. Saat ini ia terbaring di RS Dharmais sebagai pasien Jamkesmasy. Sel-sel kanker sudah menyebar ke liver dan ginjal, perutnya membesar, pernah disedot, dalam waktu 24 jam membesar lagi (isinya cairan). Yang paling menakjubkan dari Rita adalah Semangat Hidupnya, sangat tinggi! Ketabahan dan kesabarannya di atas rata-rata orang pada umumnya. Ketika serangan sakit sedang datang, ia hanya meringis dan menyebut Allah, Allah, Allah, betapa nikmat ujian Engkau. Tidak pernah mengeluh, senyuman terus mengembang pada tamu yang bezuk. Katanya : Tidak Ada yang tidak Mungkin bagi Allah. Yang penting aku berusaha semaksimal mungkin. Apalagi bagian-bagian dari tubuhku, nyawa sekali pun, kalau Allah mau ambil, kuserahkan....Aku berterimaksih kepada Allah yang telah memberi aku kehidupan, dan aku ikhlas Allah memberi sakit, asal Ia mengampuni dosa-dosaku, tetapi sebagai hamba, izinkan aku melihat anak-anaku dewasa, menikah, aku ingin melihat cucu-cucuku... Bahkan saat terakhir saya membezuknya ia bilang ingin berangkat haji. Betapa nikmatnya ya, shalat di Masjid Nabawi, thowaf dan semuanya... Ia juga berencana keluar dari pekerjaannya dan menulis buku tentang kisah hidupnya, yang sejak menikah sampai mempunyai dua orang anak, hanya KDRT yang ia alamai (secara fisik, psychis, ekonomi dan sexual). Ia sungguh perempuan yang luar biasa! KDRT yang terakhir dialami adalah ketika kepalanya dibentur-benturkan ke tembok dan diseret ke luar rumah (halaman) sampai hidungnya berdarah-darah. Barulah ia tidak sanggup dan pulang ke rumah Ibundanya. Pada waktu itu anak sulungnya 4 th, adiknya 1 tahun. Pada saat itu barulah seluruh keluarga mengetahui bahwa ia menikah dengan "orang sakit", karena selama ini ia tidak pernah mengeluh sepatah kata pun! Kemudian ia menggugat cerai. Ketika menjanda itulah ia terkena kanker payudara. Ia sudah berniat tidak akan menikah lagi (trauma) Tapi Allah berkehendak lain, suatu hari ia berkenalan dengan seorang pemuda yang lebih muda. Anak-anaknya jatuh hati kepada pemuda itu. Pemuda itu pun sangat sayang pada mereka. Rita menganggap pemuda itu sekedar teman, tapi kedua anaknya selalu merengek minta Ayah Sal*). Pemuda itupun meminta ia menikah demi anak-anak. Neneknya menggoda, bagaimana kalau Bunda menikah dengan Ayah yang dulu. Kedua anaknya dengan sangat tegas :m e n o l a k. Si Sulung pernah kabur ke Terminal Grogol ketika melihat Ayah kandungnya mengunjungi mereka. Si Sulung adalah saksi perlakuan ayahnya terhadap ibunya sejak balita. Setelah melalui shalat istikharah berkal-kali, Rika mendapat isyarat bahwa Sal adalah sebuah takdir. Sekarang Sal adalah perawatnya yang sangat setia dan sabar. Inilah ternyata rencana Allah. Ia sangat berterimakasih kepada anak-anaknya yang pernah "memaksa" ia menerima Sal menjadi Ayah mereka. Saya pernah berkata kepada Sal : " maafkan Rita ya, tidak bisa menjadi isterimu yang sempurna. Kasihani Rita ya. Kalau kamu ikhlas, Allah telah menyiapkan hadiah buatmu, Sal..." "Aku ikhlas dan ridha 1000 %. Justru aku sering merasa bersalah tidak bisa memberi nafkah dengan baik pada anak-anak...". Itu jawaban Sal. Rita bercerita, sebelum rahimnya diambil ia berkata pada suaminya : "Menikahlah lagi, Sal, asal anak-anak tidak diberitahu dulu kerena mungkin mereka akan sangat kehilangan. Nanti pelan-pelan kuberitahu, pasti ngerti, kok!". Tetapi ia menolak tawaran itu dan menjawab "aku akan mendampingi dirimu sampai maut memisahkan kita". Pada saat tulisan ini saya buat, Rita sedang menjalani berbagai tindakan medis. Tubuhnya sudah penuh bekas suntikan. Dokter akan melalukan laparoscopy (kalau tidak salah begitu istilahnya). Dari situ akan diketahui tindakan apa yang bisa dilakukan: kemo atau operasi. Rita barusan mengirim sandek (sms). "Insya Allah aku kuat, aku harus sembuh, anak-anak membutuhkan aku. Mereka mau ujian Bulan Maret ini. Aku mau nulis. Aku akan bilang pada semua orang bahwaseberapapun kesesuahan/kesulitan yang kita hadapi, Allah melarang kita putus asa. Usaha, usaha, doa, doa. Allah tidak tidur, Mahamendengar. Apalagi banyak orang membantu dan mendukung. Aku pasti sanggup menanggunya, kalau tidak, Allah sudah mengambil nyawaku...." Saudara-saudaraku, anak Rita, Sulung mau ujian kelas III SMU. Adiknya mau ujian klas III SMP (laki-laki). Ayah kandung mereka sama sekali tidak peduli, bahkan ketika Rita mengemis minta bantuan, khusus untuk bayar SPP. (Terpaksa Rita lakukan karena kasihan melihat Sal banting tulang, kerja). Sulung sekolah sambil jualan kue-kue.... Yang kuceritakan ini, sungguh-sungguh Kisah Nyata. Nyata dan Nyata, bukan fiksi. Sungguh-sungguh sedang terjadi. Ijinkan saya memohon kepada saudara-saudara : Panjatkan sepotong doa untuk kesembuhan, kekutan, ketabahan Rita menjalani cobaan Allah. Panjatkan doa untuk Sal. Semoga mereka dapat melewati ujian berat ini dengan hasil : LULUS. Doakan Rita, agar ceita-cita shalat di Masjid Nabawi dan mengelilingi Ka'bah tercapai, amin ya Rabbal 'alamin... (Seperti diceritakan Mbak Nening Mahendra-milis pembacaasmanadia- Bantuan untuk Rita (bukan nama sebenarnya. yang ingin menjenguk langsung bisa sms ke asma di 0811839531 utk detail pasien) bisa dititipkan melalui: An. Asmarani Rosalba, BCA Margonda Depok, No. Rek: 8690632111 Mohon SMS setelahnya ke Ibu Maria Amin (08158873733))

35 komentar:

  1. Halah.. panjang amat yah...??? dengan penulisan seperti ini. Harus diedit nih kayaknya.

    BalasHapus
  2. yeahhh curang si anaz dipake sendiri tempat parkirkuh ^_^

    BalasHapus
  3. @mas Ivan, iya tuh mas.. *males mau ngedit, tinggal ngopas aja dari imel :(

    @Fi, hahaha... lumaya Fi, untuk beli minyak tanah *lho, apa hubungannya?*

    BalasHapus
  4. seberapapun kesesuahan/kesulitan yang kita hadapi, Allah melarang kita putus asa". Jadi termenung akuh....

    susah jadi orang tawakkal naz, yang paling gampang jadi pengeluh professional. ^_^

    BalasHapus
  5. Bener Fi, aku juga merasa githu "pengeluh profesional" mudah sekali dilakukan :(

    BalasHapus
  6. Mbak.., ada juga ya ternyata wanita yang sekuat Rita ? Ada juga ternyata lelaki yang sebaik Sal.
    Itulah mengapa Rita dan Sal bersatu.., karena mereka sama-2 orang yang sangat baik dan kuat.
    Subhanallah... indahnya sebuah keikhlasan.

    BalasHapus
  7. Mbak, aku jadi malu... betapa seringnya aku mengeluh selama ini.
    Semoga Rita dan Sal mendapatkan kebahagiaan mbak. Amin.

    BalasHapus
  8. romantis banget kisahnya aku emailku penuh dengan spam berbahasa inggris nggak ada yang ngirim beginian

    BalasHapus
  9. Subhanallah...
    Saya sendiri merasa, cobaan saya tak ada apa-apanya, Mbak...

    Semoga beliau cepat diberi kesembuhan oleh Allah SWT. AmIn. Thanks untuk kisahnya..

    BalasHapus
  10. Subhanallah aku takjub dengan semangat,andai yg lain sdh terpuruk minta di ambil nyawanya lbh awal.....do'a ku moga tercapai smua harapannya dan orang2 di sekellingnya di cucuri rahnat dan hidayah....Amin

    BalasHapus
  11. hm... Dia tau yang terbaik untuk kita ^^

    BalasHapus
  12. Allah tidak akan membebani hamba-NYA melebihi kemampuannya kan mbak? Syukur, ikhlas dan sabar atas semua skenario indah-NYA, karena DIA tahu yg terbaik buat kita..

    BalasHapus
  13. Ya Allah........aku spechless....

    moga cepet sembuh, impian2 mereka tercapai semuaa....aamiin ^_^

    BalasHapus
  14. buat rita mudah2an bisa diberikan kesembuhan...
    hanya doa yg bisa saya berikan untuk kesembuhan rita..

    BalasHapus
  15. eemmm...ketabahan yang luar biasa ....

    BalasHapus
  16. yupz setujuh bangett lebih baikkk memberi dari pada menerima :D


    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    terima kasih
    :D

    BalasHapus
  17. duh dah lama...ga maen kesini... pa kabar mbak???

    BalasHapus
  18. Terlalu banyak email kayak gini yang aku terima dari Afrika, hong Kong, russia juga indonesia... mungkin juga yang nih jujur.

    BalasHapus
  19. keindahan jiwa yang tercuat dan melampaui ujian fisik.
    semoga berhasil dengan sebaik-baiknya. amin.

    BalasHapus
  20. cerita yang sungguh sangat luar biasa mbak... semoga Tuhanlah yang selalu memampukan dan memberi rahmat berlimpah untuk mbak Rita...

    BalasHapus
  21. Subhanallah..

    aku iri loh, sama orang2 kayak mbak Rita itu, mereka dikasi cobaan berat karena Allah tau, mereka orang2 hebat.

    punggung2 mereka ditegakkan dan sesungguhnya Allah bersama orang2 yg sabar.
    لا تحزا.

    BalasHapus
  22. iman dan taqwa, memperkokoh keteguhan hati dalam menghadapi setiap cobaan ...
    salut buat bu rita, semoga tetap diberi kesabaran dan ketabahan, serta semangat ...

    BalasHapus
  23. Amiiiinnn... Semoga diberi kesembuhan dan terkabul cita-citanya menggapai tanah suci.
    postingan Amprokan dah muncul tuh Na...

    BalasHapus
  24. semoga Allah selalu membimbing hati yang punya blog ini. dan Allah selalu memberikan kekuatan ketabahan dalam keluarga rita. amiin...

    BalasHapus
  25. alhamdulillah mbak Rita masih bisa berjuang dan tersenyum... aku yakin mbak Rita pasti menemui akhir yang bahagia, setelah mendung dan hujan lebat pasti matahari kan bersinar lagi kok... buktinya secercah sinarnya sudah datang melalui Sal :)

    BalasHapus
  26. luar biasa ya..jadi malu kalau gara2 hal sepele bisa patah semangat..

    BalasHapus
  27. kalau begitu aku minta dunk (apa yah jadi pusing sendiri)???

    BalasHapus
  28. suka sama kalimat pertma postingan ini..

    dan salut buat kesabaran mbak Rita atas hidupnya, semoga Allah memberi jalan yang terbaik :)

    BalasHapus
  29. ketika kita meninggalkan allah, allah tidak pernah meninggalkan kitam justru merangkul kita erat :)

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P