Memikir-mikirkan

Assalamau'alaikum Sahabat, apa khabar? Cukup banyak cerita di sini, begitu banyak kalimat kutulis di sini. Ada kalanya, aku tulis begitu saja tanpa memikir apa akibatnya dan tanpa berpikir individunya mengetahui atau engga. Dan sekarang, aku baru tahu bahwa ada yang kecewa dengan tulisanku bahwa ternyata ada yang merasa terhujat dengan tulisan-tulisanku. Astagfirullah... Betapa dangkal dan naif aku menulis. Seolah baru tersadar dari pembaringan yang cukup panjang kembali aku memikir-mikirkan apakah aku harus meneruskan menulis atau aku berhenti saja dari dunia blogger...???
Kalau ini ku posting dalam beberapa hari yang lalu atau tepatnya 4 maret mungkin aku akan menulis seperti ini, "Sahabat, mohon maaf karena sesuatu dan lain hal sepertinya aku harus mengundurkan diri dari dunia blogger. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf, terimakasih atas persahabatan yang di berikan. Semoga Allah kembali menemukan kita dalam kebaikan." Mungkin, itulah yang akan aku tulis. Biasanya, kalau menulis begitu dengan linangan air mata, dengan rasa duka juga sesak di dada. Alhamdulilah, aku tidak memposting dalam beberapa hari lalu. Alhamdulilah, aku masih memikir-mikirkan hal itu. Ketika ada yang menegur, saat ada yang mengingatkan itu menjadi cambuk pengajaran bahwa menulis itu ada tanggung jawab moral yang harus diemban (meskipun hanya dalam blog yang acak kadut seperti aku) Bahwa menulis itu, janganlah merugikan siapa-siapa. Dan, bahwa teguran itu adalah sebuah pengingat kalau yang menegur menginginkan hal terbaik dari kita (khusunya aku sendiri). Terimakasih aku ucapkan, untuk seseorang yang telah melakukan peneguran. Juga, mohon maaf kuucapkan kalau segala kalimat dan baris ceritaku di sini ada yang menyinggung perasaan.Juga, terimakasih ku ikrarkan kepada sahabat yang mengatakan, "kini aku semakin emosian." dalam menyikap banyak hal. Alhamdulilah bersyukurnya ketika memiliki teman dan sahabat yang masih bisa saling mengingatkan. Mungkin kemarin aku marah, kecewa, sedih atau apalah namanya. Bahkan, sempat berpikir "tutup saja rumah mayaku" Sekali lagi, alhamdulilah tidak aku lakukan. Aku ucap terimakasih dan ku pinta kemaafan. Sudah dulu, aku hendak memposting kisah "Memahami Wanita-wanita" dalam blog lainnya. *Weks, emang loe punya berapa blog Naz...???* Owh, bloggku banyak tapi, sering nggak diurus. termasuk di wordpress juga blogdetik satu lagi, multiply yang postingannya dompleng dari blogspot :). Sayonara, sampe ketemu postingan jadulku lagi esok hari. Insya Allah, beberapa hari ke depan aku sedikit membuat kelainan dengan memposting beberapa kisah copasan. "Kamu dah nggak ada ide Naz...???" Bukan juga. Karena aku berpikir berbagi bersama kadang menimbulkan kebahagiaan juga kadang kesedihan di sudut lainnya. Untuk Klub Buku Online, Insya Allah konfrensi pada tanggal 27 Maret 2010

33 komentar:

  1. LOKOMOTIF, datang!!! ijin amankan posisi pertama yaaaa

    BalasHapus
  2. hohoho...akhirnya si anaz buka-bukaan, eh...maksudnya buka url blog lainnya.

    tapi blog ini tetep yang terbaik , tercantik.

    BalasHapus
  3. gak usah berhenti dari blogger mbakk..
    kalau capek, cukup istirahat, menata nafas untuk siap berlari lagi di dunia blog, hohoho

    BalasHapus
  4. itulah resiko jadi blogger, siap dipuji dan dicela,,,]

    kebanyakan sih dipuji,,

    BalasHapus
  5. iya mba ga perlu sampai berhenti dari blogger, klo memang ada kesalahan kan bisa diperbaiki, namanya juga manusia...

    BalasHapus
  6. Harus ttp Ngblog kalu situasi msh bersahabat. :) :)

    BalasHapus
  7. Eheemmm....kalo mbk tisti gini, naz...
    kita harus lebih banyak belajar lagi, belajar untuk mendengar hal-hal yang tak bisa didengar, dan belajar untuk melihat hal yang tak bisa dilihat....(kok malah kyk paranormal yak??!!??)

    ehm, maksute ngene lho, mau belajar mendengarkan orang lain, karena kamu nggak pernah tau, rahmat (Ilmu) apa yang akan Tuhan sampaikan dari waktu ke waktu buat kamu lewat kata-kata orang lain...plus merendahkan hati...karena kita dapat menjangkau yg Maha Tinggi saat kita sedang rendah hati.

    semangattt... ^_^

    BalasHapus
  8. Sabar saja, kita tidak luput dari kesalahan, yang penting minta maaf dan tidak mengulangi kesalahan itu lagi! Tetap ngeBlog! Semangat dan Optimis!

    BalasHapus
  9. Wow, ada apa Anazkia....? Menulislah selagi ada yang hendak dituliskan. Menulis itu hak azazi juga kan. Tidak seorangpun bisa menghalangi kita menulis. Soal perasaan, hiks, ada yang salah tanggap dan sebagainya, sebaiknya tepiskan saja. Bukan berarti kita tidak tanggap. Selama kita tidak bermaksud menyinggung/menyakiti orang, tepiskan saja "perasaan" sentimental lebay orang lain. saya sering mengatakan ini, he suka aneh kalau membaca pernyataan orang yang mendayu-dayu soal disakiti/merasa tersinggung ini. Diskusi lagi yukkkk....

    BalasHapus
  10. Dalam menulis kadang kita melukai orang lain, karena itu kita harus berhati-hati dalam menulis! Bulan kemarin saya banyak mendapat email yang menghujat dan mengancam saya berkenaan dengan tulisan saya, tapi dengan selalu mendoakan mereka dengan Surat Al Fatihah, dan menjawabnya dalam email balasan dengan mengutip Al Quran dan Hadits karena tulisan saya juga saya sisipkan Al Quran dan Hadits, Alhamdulillah keluarga kami masih dalam lindungan Allah! Tetaplah ngeBlog, aku suka petualangan anda!

    BalasHapus
  11. Semangat..
    Semangat....
    Maju terus pantang enter.
    Eh salah,
    Pantang mundur maksudna.
    Xixixixixi....

    BalasHapus
  12. pro kontra itu biasa kok. kalo komplainnya membangun. why not? kan bisa untuk kemajuan kita juga.

    BalasHapus
  13. semangat mb..
    tulis apa yang bisa mb tulis. jangan pernah takut salah..karena dengan salah kita bisa belajar, dan bisa memperbaiki semua..
    monggo dilanjut nulisnya..hehe

    BalasHapus
  14. Ada saatnya kapan kita harus menjadi pendengar yang baik dan kapan menjadi pembicara yang handal.
    Ada saatnya kapan kita harus banyak belajar pada orang, pada kesalahan, pun juga pada penyesalan...

    Hehehe. Kayak orang mau khotbah ya, Mbak Naz? Piiisssss!!!!

    BalasHapus
  15. haha,, masih besukur mbak,baru di tegur belum dituntut,gimana klo nasib mbak yu ini sama dengan prita mulyasari..!hahaha, yah namanya juga hidup.. smangat!

    BalasHapus
  16. Menulis untuk ekpresi di blog sendiri, berbagi pengalaman, memberi manfaat juga buat sobat2 yang membaca, maka mawas diri seperti ini perlu dikembangkan. Namun jika menulis, motivasinya untuk menghakimi, menghujat orang lain, maka lupa diri seperti ini, wah saya tidak tertarik.
    Mari kita bersama-sama menyuarakan kebaikan. Begitulah sobat apa yang saat ini saya pikirkan tentang menulis.

    BalasHapus
  17. emang ada apa sih yah?? yang namanya menulis itu setau aku kan menuangkan apa yang ada di pikiran kita (dan di hati juga).. jadi lebih sering berupa 'pendapat pribadi' kalo ada orang yang ga setuju itu mah biasa... yang penting kita mau membuka diri terhadap kritik2 tersebut, tapi bukan berarti harus berhenti nulis lho mbak... yang semangat yah ^^

    BalasHapus
  18. weleh... mo kemana niih??? kalo sampe ngilang beneran awas..! hehe.. :p

    BalasHapus
  19. berkunjung mba,,ada apa nih? tetep semangaat,,,

    *saya juga dari pulosari loh??* hehe

    BalasHapus
  20. sumanat maju terus pantang mundur, soale di belakang udah jurang heeehhhhhe

    BalasHapus
  21. menulis ga ada yang salah..tapi kalo ada yang merasa tersinggung dengan tulisan kita dan kita ga ada maksud untuk menyinggung ya maap maap sajah..
    kalo mo nulis ya nulis aja...ada yang protes ya didengerkan tapi jangan sampe kita jadi pesimis untuk menulis :)
    ok ditunggu kbo na

    BalasHapus
  22. Mbak.., untung aja mbak gak jadi pamitan dari blogsphere...
    Rasanya nasehat dan masukan dari Mbak TIsti, Mbak Elly dan sahabat-2 yg laen sudah mewakili yg ingin aku sampaikan.

    Ayo mbak terus menulis..., kita banyak belajar dari menulis ini kok.

    BalasHapus
  23. Mbak.., aku tak tahu apa yg terjadi padamu, tapi aku hanya ingin berkata bahwa aku akan sangat kehilangan jika mbak Anaz mundur dari dunia ngeblog. Semangat ya mbak..!

    BalasHapus
  24. sampai hari ini win tidak pernah merasa tersinggung atau kecewa terhadap tulisan-tulisan nu nona. ayolah jangan menyerah.
    siapa beliau itu tidak penting. yang penting adalah untuk apa kita menulis, beliau seperti itu karena beliau perhatian sama kamu.
    so, jadikan itu penyemangat. gak mudah sih tapi harus di coba.

    ayo lah senyum dunk... oke ya... gitu..
    nha diem yah...
    1....2...3... *ceklik*

    BalasHapus
  25. Tak bisa dihindari memang, menyinggung seseorang dgn tulisan kita. Yg penting kita yakin bhw kita tak bermaksud begitu. Tetaplah menulis, jangan patah semangat ya!

    BalasHapus
  26. ehm, saya pun sedih bila nantipun harus mundur Naz.... :-(

    BalasHapus
  27. nona anaz.... saya datang bawa penthungan hiaaahahahhahahha

    ups..
    hmm jadi gini.. halaaah apa sih....

    udah cuma mo bilang ada award buat anaz. ayo di kerjakan.
    hehhehe kabuuuurrr

    BalasHapus
  28. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P