Negeri 5 Menara

Pertama kali mengetahui novel ini, ketika aku mengunjungi blognya Ndoro Kakung, di sana beliau sedang mereview novel tersebut. Jujur, aku langsung "jatuh cinta" membaca sinopsinya. Sayangnya, aku nggak bisa langsung beli novel ini :( aku cuma bisa menunggu kesempatan, pulang ke Indonesia, baru baca bukunya :(( wah, lama sekali. Jadi, bersyukur banget sewaktu sodara ibu ke Malaysia, aku buru-buru mengirim novel tersebut kepada salah seorang sahabat. Alhamdulilah, November tahun lalu aku mendapatkan juga buku tersebut (makasih untuk yang sudi membelikannya)
Aku sudah begitu lama menghabiskan novel tersebut tapi, tak sekalipun aku mereviewnya di blog. Hanya sekilas mereview di goodreaders. Kisah tentang sebuah perjalanan seorang anak pesantren, yang awal kepergiannya adalah sebuah keterpaksaan. keterpaksaan dari seorang ibu, yang memaksanya untuk memasuki sebuah pesantren modern. Adalah Alif Fikri, seorang remaja yang baru menamatkan pendidikan Tsanawiyah di sebuah kabupaten Agam, kota Bukittinggi, ia menginginkan melanjutkan sekolahnya di sebuah SMU dan mengejar cita-citanya memasuki ITB (Institut Tekhnologi Bandung) bersama sahabatnya Randai. Dengan modal nilai yang memasuki sepuluh besar di Kabupaten Agam, ia yakin bisa memasuki SMU terbaik di kota Bukittinggi. Sayang sekali, Amaknya (Ibu) melarangnya untuk memasuki sebuah SMU. Dan sang Amak menginginkan anaknya memasuki dunia pesantren. Dengan alasan, beberapa orang tua menyekolahkan anak ke sekolah agama karena tidak punya cukup uang, ditambah dengan lebih banyaknya orang tua yang mengirim anak ke sekolah agama karena nilai anak-anak mereka tidak cukup untuk masuk SMP atau SMA. Dan akibat dari itu semua, madrasah menjadi tempat murid warga kelas dua. Bagaimana mereka akan bisa memimpin umat yang semakin pandai dan kritis? Bagaimana umat islam nanti? Itulah beberapa kalimat-kalimat Amaknya Alif. Meskipun dengan keterpaksaan, akhirnya Alif pergi juga ke pondok Madani di tanah Jawa (cerita ini adalah kisah nyata dari pondok pesantren modern, Gontor di Jawa Timur) Dengan menaiki bis, Alif dan ayahnya berangkat menuju ke pulau Jawa. Perjalan memakan waktu selama tiga hari tiga malam. Dan, di pondok Madani inilah, Alif Fikri dan beberapa sahabat-sahabatnya mulai mengukir mimpi dan cita-cita di bawah sebuah menara. Mungkin itu sekilas tentang cerita novel tersebut, yang belum baca, segitu aja yah bocorannya...??? :D. Jadi, ketika beberapa waktu lalu ada seorang teman facebook yang mengabarkan akan ada bedah bukunya, di UIAM (Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia) aku exited banget, bisa ketemu langsung sama penulisnya. Akhirnya, pergilah aku menuju ke sana. Kemarin prolognya udah khan? :) Bertempat di fakultas ekonomi, dengan membayar retribusi secukup masa akhirnya, aku masuk juga ke ruang yang disediakan. Aku mengambil harga lebih, pas aku tanya ke panitia apa bedanya, katanya bisa ngobrol-ngobrol bareng setelah sesi acara. Hampir jam 2:30 acara baru dimulai. Di awali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan-sambutan dari panitia juga beberapa sajian dari panitia. Ada hiburan dari "Suwargo" Suara Gontor, juga sedikit parodi dari mahasiswa PPI (Persatuan pelajar Indonesia) UIA. Lucu juga mlihat parodinya, dengan judul plesetan "Negeri 5 Berbeda" wah, bikin terpingkal-pingkal aja.
Dan, akhirnya acara yang ditunggu-tunggu bermula. Bang Fuadi naik juga ke atas pentas :) sungguh teruja, bukan hanya aku tapi, juga moderatornya. Moderatornya, alumni Gontor bahkan, beliau sampai terharu. Subhanallah.. nggak nyangka banget. Sejak pertama kali masuk ke dewan, aku udah ngerasa sih, kalau yang ikutan acara ini kebanyakan adalah para pelajar yang notabene adalah alumni Gontor. Sebagian besar, sedang menyelesaikan S1, S2, dan S3 dan beberapa lagi, adalah para tenaga ekspatriat (pekerja profesional) keknya, aku doank deh yang keselip ke situ :D Sesi dialog berjalan cukup lancar, dimulai dengan sekilas tampilan dari Bang Fuadi yang menampilkan sedikit tampilan video dari Pondok pesantren modern Gontor, juga beberapa tempat perjalanan beliau. Suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab bermula. Dan, benar saja para penanya sebagian besarnya adalah teman-teman bang Fuadi sendiri yang satu perguruan. Aku nanya juga lho :D, aku berani-beraniin sebenernya. Aku khan nervous n demam panggung. Sebetulnya, aku sudah beberapa kali berinteraksi dengan beliau melalui facebook. Bahkan, aku pernah memintanya mengisi live confrence Klub Buku Online via yahoo messenger kalau hendak membahas bukunya. Bang Fuadi bersedia. Dan, ketika kuutarakan niat ini ke mbak Fanda, mbak Fanda bilang perbaiki dulu sistem KBO kita, baru ngundang penulis :D (Makasih mbak Fanda). Maka, jadilah aku ketika menanyakan soalan memperkenalakn diri sebagai PJ KBO. Dan, rupanya Bang Fuadi juga masih mengingatnya. Wah, seneng masih diinget :D. Bedah buku diselenggarakan oleh PPI-IIUM (Persatuan Pelajar Indonesia-International Islamic University Malaysia), bekerja sama dengan, KBRI,, PCIM (Muhammadiyah) dan disponsori oleh Bank Muamalat Indonesia di Malaysia dan penerbit PTS Lentera Malaysia. Acara berjalan dengan lancar, dan berakhir tepat jam 6 lebih seperempat. Seperti yang dijanjikan, karena aku membeli tiket dengan harga lebih maka selepas acara selesai, kami dikumpulkan di kantin tingkat dua fakultas ekonomi. Sungguh tak menyangka, akhirnya dapet juga tanda tangan bang Fuad :D. Secara, aku lebih menggemari tanda tangan penulis berbanding tanda tangan artis. Ini juga menjadi faktor, kenapa aku tidak memajang foto bersama fahrin Ahmad dan aku lebih suka memajang foto bersama penulis :D (Jiah.. sok idealis aku).
Penampilan Suwargo (suwara Gontor)
Foto bareng isterinya bang Fuadi :) *kok keknya aku gembira banget yaks...??? :D*
Nah, ini foto sama bang Fuadi (banyak yang nyangka aku dah pulang ke Indonesia melihat foto ini padahal, aku masih di Malaysia :(
Nyuri foto barisan panitia :) *para cewekers...*
Dan ini, panitia para cowokers :D
Heran, kali ini aku posting lambat sekali :(

22 komentar:

  1. Alhamdulillah jadi yang pertamaz
    termasuk rejeki ini.
    neng membaca resensi mu dan melihat poto ini daku makin teringin nak baca novel tu.
    huuuuu bila kah masa tuh datang padaku.
    *nangis guling-guling*
    hahahhahahha
    lho kok malah ketawa sih

    BalasHapus
  2. ooh di malysia,,*baru tau akuuu

    acara yang bagus n bermanfaat mba,,
    salam

    BalasHapus
  3. ehm, suka dengan nama alif fikri nya... :-)

    BalasHapus
  4. sip Deh Naz, moga buwel pun nanti bisa minta tanda tanganmu ya... :-)

    BalasHapus
  5. 5 menara, sebuah novel yang cukup menginspirasi :D
    katanya trilogi ya mbak..?

    mantab, bisa ketemu langsung sama penulisnya dan foto bareng :)

    BalasHapus
  6. waduh,,mantap sekali mba anaz sekarang di malaysia gimana mba sehat kan??
    oya mba ...apabila mba anaz berkenan saya ingin mengajak mba anaz untuk sharing tentang SEO di blog saya,,di tunggu kedatangannya

    BalasHapus
  7. sepertinya buku ini rekomended untuk wajib baca ya,,,
    mudah2han aku bisa dapet itu novel. Hohoho...kenal ma ndoro kakung jugah rupanya dik anaz,,

    BalasHapus
  8. malam Naz dapat novel bagus lagi tuh

    BalasHapus
  9. Novel bagus nih. Tetanggaku ada juga yang punya.

    BalasHapus
  10. salam blogger
    saya baru membangun sebuah blog dan masih butuh dukungan juga persahabatan dengan tidak mengurangi rasa hormat berkenankah sobat mengunjungi blog saya

    BalasHapus
  11. huwaaa.. ponpes gontor??
    nama itu sungguh gak asing di telinga.
    waktu ponpes gontor ulang taun, tahun kemaren aku kesana loh mbak.
    dan temen2 sekelasku ad beberapa yg dari ponpes itu.
    tapi sayang aku belom baca novelnya, padahal katanya negeri 5 menara uda mau dibuat filmnya.

    hayaahh..makin semangat hunting novelnya.
    wukuku...

    enak ya mbaa, bs kenal sm penulisnya. heheh..

    BalasHapus
  12. Jadi pengen ikutan baca bukunya nih.. sptnya menarik mbak.

    BalasHapus
  13. Ayo dong mbak, tulis reviewnya.. biar aku tak penasaran lagi.. ^_^

    BalasHapus
  14. Eh iya, baca posting ini baru nyadar kalo aku blm bales e-mailmu kapan hari ya. Waktu itu lagi nulis trs tiba2 inet ngadat, jadi aku refresh lagi. Akhirnya lupa deh... Aku belum sempat baca ulang TKAMB, yok opo iki?? Trs buat KBO selanjutnya, mending pilih beberapa buku kayak yg lalu, dan biar peserta yg milih deh. Tapi buku apa ya? Blm sempat mikir...

    BalasHapus
  15. wah... di malaysia yah..
    novelnya sepertinya bagus tuh

    BalasHapus
  16. belum baca nih, gimana mbak bagus?

    BalasHapus
  17. foto bareng nietha nggak dipajang? hehehehe

    BalasHapus
  18. Wah, aku malah belum baca novelnya,Mbak. Kayaknya asyk banget deh. Jadi kepengen baca nieh...hiks...hiks...

    BalasHapus
  19. Jiahh,, ketemu sama bang Fuadinya di Malaysia yah. Kirain kemarin kamu ke Jakarta naz..

    BalasHapus
  20. Salam kenal..
    Blog yang menarik..
    boleh aq link?

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P