3/29/2010

Sementara Waktu

Terkadang, bahkan sering aku merasakan jenuh juga dengan aktifitas harian. Itu-itu juga, aktifitasku, begitu-begitu juga kerjaanku. Setiap hari, setiap waktu. Tapi, begitulah hidup hakikatnya, kalau kita renungkan, dalam setiap hari dan hari-hari berikutnya kita melakukan aktifitas yang sama berulang-ulang. Menyikapi dengan berpikir positif, adakalanya ia menjadi terapi untuk lebih bersyukur, kepada Illahi. Atau sekedar berbagi di sini, ia juga sudah mengurangi beban di hati (cie.. cie... :D)
Sabtu lalu, aku berkesempatan untuk menghadiri silaturrahmi dan dialog dengan Dr. Sohibul Iman (anggota DPR PKS dapil luar negeri) Buatku, ia kesempatan yang amat jarang aku perolehi. Terimakasih, kepada presiden UNIMIG (Uniont Migrant) yang telah mengundangku. Sedikit uneg-uneg yang bersarang di kepala, sekurang-kurangnya bisa tersampaikan. Adapun sampai ke komisi yang bersangkutan atau tidak, ia menjadi tanggung jawab anggota dewan tersebut *semoga nggak lupa sama pesen yang aku sampaikan ya Pak :)* Kemarin, ahad 28 Maret 2010 adalah hari terakhir pesta buku antar bangsa. Dengan semangat niat tak niat akhirnya aku pergi juga. Biasalah, seorang diri menyusuri kesesakan kota Kuala Lumpur. Sebelum pergi, aku sudah mencadangkan, kalu aku hanya akan pergi ke tiga penerbit saja. Selain aku perginya sudah siang, aku juga nggak mau berlama-lama di sana (nggak banyak duit soalnya :D). 3 Penerbit yang ingin aku datangi, DBP (Dewan Bahasa dan Pustaka) pengen nyari bukunya Arena Wati, seorang sasterawan negara malaysia, tapi, beliau adalah kelahiran tanah Makassar. Kemudian, penerbit Al-Hidayah dan PTS Milenia. Sesampainya di sana, aku langsung menuju ke gerai-gerai yang kucari. Alhamdulilah, pas masuk di area pertama, penerbit DBP mudah sekali kutemukan. Dan pas sampai di situ, pas juga ada Perdana Menteri lewat. Wah, bisa juga lihat Perdana Menteri lebih dekat (nggak sengaja :D). Setelah beliau melewati gerai tersebut, mulailah aku berburu mencari karyanya Arena Wati. Hmmm... Mudah saja kudapat. Dari situ, aku mulai beranjak mencari gerai PTS Milenia. Sebelumnya, aku sudah mengenali salah seorang pekerja PTS Milenia ketika pergi ke bedah buku A. Fuadi di UIA dulu. Jadi aku sudah tahu, di mana gerai PTS Milenia. Sewaktu masuk ke dewan tersebut, rupanya penerbit Al-Hidayah dan PTS Milenia bersebelahan. Seneng banget jadinya, nggak usah pake lama-lama setelah mencari buku di Al-Hidayah, aku segera menuju gerai PTS Milenia. Sesampainya di PTS Milenia, aku mulai mencari beberapa buku, selain itu, aku juga mencari Kak Maslina. Pas lagi di bagian novel, di sebelahku ada seorang yang sepertinya aku kenal. Ternyata, oh ternyata Kak Maslina sudah berdiri di situ :) Jadilah, sesi salam-salaman :). terimakasih untuk Kak Maslina, yang dah susah-susah tolong. terimakasih juga, atas kartu potongan harganya, yang sampai 25% :) Di gerai PTS Milenia, aku juga bertemu dengan penulis Indonesia yang bukunya menjadi best seller di Malaysia. Baru sebulan, sudah terjual 10.000 naskah. Hmmm... hebad! asli, hebad banget. Secara, bukunya belum diterbitkan di Indonesia. Dan bukunya, tuebel banget asli! sumpe! (eh, kok aku promosi yah...??? hehehe... Nah, mumpung ada penulisnya, yah aku ambil aja tuh satu buku terus, biasa deh, sesi tanda tangan. Karena orang Indonesia, yah aku ngomong bahasa Indonesia. Eh, ternyata oh ternyata baru kali ini ada penulis yang minta foto bersama dengan pembacanya (hahaha... noraks deh gue). Lah biasanya khan aku yang nguber-nguber penulis untuk foto bersama plus tanda tangan =)). Aku sungguh-sungguh heran melihat bukunya laris manis. Buku yang ditulisnya, bukan tipis bahkan, ia sangat tebal untuk sebuah novel. Yang bikin aku lebih heran, adalah harganya. PTS Milenia, sungguh berani mengambil resiko. menjual buku setebal 500-600 halaman(ada beberapa buku-bukunya yang aku beli 500 halaman lebih) Buku tersebut, dijual tidak sampai kepada harga RM.40. Sepertinya, dunia penerbitan buku sudah mulai memiliki strategi baru. Keren! menjual buku tebal dengan harga murah, supaya ia terjangkau dan menjadi best seller serta memiliki oplah yang tinggi. Terbukti, ia sudah berulangkali mengalami cetak ulang. Sebelum aku membelinya, waktu bertemu di UIA Kak Maslina pernah bercerita, ketika melalui proses editing, ia melibatkan orang bijak pandai. Bahkan, sampai menghubungi beberapa ulama di Timur Tengah. Juga mengibaratkan, seorang editor untuk buku tersebut, adalah ibarat meletakan taruhan pada syurga dan neraka (mang buku apaan sih Naz...??? Ada deh... hehehe... Kapan-kapan daku kupas deh, sebelum membaca *lho*). Buku yang lain...??? ada, nggak begitu banyak. Secara, lagi kanker jadi hanya membeli 11 buku :( Sekian dulu, cerita pagi ini. Dan cerita kali ini juga sementara waktu, untuk menyudahi kisah di blogku. karena masih ketiadaan internet di rumah, aku harus menghentikan postinganku beberapa jenak dulu. Aku terlalu banyak "hutang", yang belum terbayar :( Mohon maaf kepada sahabat yang "rumah"nya belum aku kunjungi. Insya Allah, dalam masa-masa rehatku, kugunakan masa itu untuk berkunjung balik. Terimakasih, selama ini sudah sudi membaca kisah-kisah yang kadang nggak penting, yang kadang noraks, jadul, ember, dodol atau apalah. Mohon maaf untuk teman-teman blogger semua.

41 komentar:

  1. Ih ceritanya bagus kok naz... kok minta maap... ;-)

    ReplyDelete
  2. kalo buwel mbaca novel yang tebel2 nggak kuat Naz, kecuali kalo ceritanya emang bagus kek komik2 cersilnya gan kl ato kho ping hoo.... hehehhe

    ReplyDelete
  3. Imbuh...ketigaxxxxx... :-D

    ReplyDelete
  4. Ih Chen Nggak Boleh Nyepam.... waduh! ^______^

    ReplyDelete
  5. waduh, Achen ama Buwel balapan yah...??? :)) makasih, pagi-pagi dah nyepam

    ReplyDelete
  6. tak apalah lain kali di tunggu kupasannya buku,,,
    siap siap beli kalo dah terbit di sini

    ReplyDelete
  7. wah pada nyepam, ikut ah....
    ngapain minta maaf mba, setiap tulisan itu selalu ada manfaat yg bisa kita ambil, baik itu jelek maupun baik...
    keep blogging...

    ReplyDelete
  8. aku sukanya baca wiro sableng itu termasuk novel,atau cerpen,,saya kurang paham mba anaz

    ReplyDelete
  9. mbak anaz pa kabar??hehhe
    lamo tak bersua nih
    hehehe

    ReplyDelete
  10. Semoga aktivitasnya barokah na. Senang membaca postingan ini. Membuat tulisan adalah sebuah komunikasi, menuliskan apa yang memenuhi benak. Tidak harus dipaksakan diringi BW bila memang belum memungkinkan.

    ReplyDelete
  11. dimaafin naz, besok buat lagi ya?wakakakakaka... postingan ana keren2 kok :-)

    ReplyDelete
  12. ok dech hutangna aku ihklasin ajah owq ga perlku dibayar hehehhe

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    makasih
    :D

    ReplyDelete
  13. Sama mba akupun jarang silaturrahmi, dikarenakan internet yang aduh... lemotnya hehe. jadi kumaklumi mba...

    ReplyDelete
  14. pinjam bukunya :D

    ReplyDelete
  15. wah judul bukunya apa yah?? asik kayaknya tuh :D

    ReplyDelete
  16. wah, kamu ikutan foto gak dg penulis itu?

    ReplyDelete
  17. waahh.. asiknya jalan2 belanja buku, aku juga mauuu... btw, katanya ada foto ama penulis tapi kok ga diupload mbak?? :D

    ReplyDelete
  18. kalo aku.. kalo ceritanya bagus bisa 3 hari selese itu, tapi kalo ngebosenin bisa setahun lebih ga selese2.. hahahhaa

    tp kalo best seller kayaknya bagus ity.. kapan ada di Indonesia ya...

    ReplyDelete
  19. aktifitas boleh itu-itu saja dari hari ke hari, tapi kualitas semestinya terus meningkat dari hari ke hari, termasuk utamanya adalah ibadah. Insya Allah

    ReplyDelete
  20. kunjungan balik neh..
    udah lama saya nggak dateng ke pameran buku naz..jadi malu neh
    eh..asyiknya bisa liat Perdana Menteri di pesta buku..
    boleh dung request suasana pesta bukunya..biar laporannya tambah lengkap tuh

    ReplyDelete
  21. lah waktu inter error bukannya nebeng ma inet sebelah naz? dah gak bisa kesedot ampe kerumah yah?
    oke deh... ditunggu kehadirannya kembali yah

    ReplyDelete
  22. wow..
    bagus tuh ceritanya.
    salam

    ReplyDelete
  23. kunjungan rutin aja ke blog ini...

    ReplyDelete
  24. wah asik tuh ada bazar buku ya...
    baca buku pasti nambah ilmu
    begitu juga mampir kesini, memberi komen dengan harapan bisa terjalin silaturahmi
    salam kenal ya mba ... :D
    di tunggu kunjungan baliknya , Thanks

    ReplyDelete
  25. blackwalking pagi sObat,,
    salam kenal ya sOb..

    ReplyDelete
  26. senang kali rasanya bisa mengenal penikmat buku macam Mbak Anaz ne, bisa minta dikupas deh isi buku tebalnya, so tak perlulah saya beli, hahaha... (koq jd ikutan logat Melayu sih)

    ReplyDelete
  27. Dalam jenuh masih bisa ngeposting artikel...
    salut..

    ReplyDelete
  28. Cerita keseharian yang nggak membosankan.

    Kunjungan perdana keknya yach...? Met kenal aja dah...

    ReplyDelete
  29. Cerita keseharian yang nggak membosankan.

    Kunjungan perdana keknya yach...? Met kenal aja dah...

    ReplyDelete
  30. dimaafkan kok. btw, kapan ke indo?

    ReplyDelete
  31. Mbak.., jadi penasaran dg novel yg disebutkan itu.
    Judulnya apa sih mbak..? Emang belum beredar di Indonesia..? Ohya, mana fotonya..?

    ReplyDelete
  32. Ditunggu review novelnya mbak... Beneran lho.

    ReplyDelete
  33. 11 buku sekali beli, dan itu masih dibilang sedikit (woot)

    lha saya, dalam 11 bulan cuma mampu beli 1 buku... (nangis_kosehan)

    ReplyDelete
  34. Hehehe..Secara merasa bukan artis sih mbak, jadi tidak harus semua pribadi saya harus diketahui orang lain :D
    Apa kabar mbak, tetep semangat selalu ya..

    ReplyDelete
  35. buku orang indonesia best seler di malaysia? bukanya malaysia biasanya anti indonesia?

    ReplyDelete
  36. emang kaloketoko buku kadang kalap... luipa tanggal tua

    ReplyDelete
  37. Blognya keren.. Ijin ya aq masukin blogroll aq.
    Di tunggu kunjungan baliknya..

    Salam kenal

    ReplyDelete

jejak kata dunia maya