Untuk Apa menulis?

Senin, 15 Maret 2009 (sebuah instansi kenegaraan)
"Kalau mau menulis, kita harus memikirkan juga, kita ini siapa dan kepada siapa buku kita dipasarkan? Jangan cuma bermimpi, "aku ingin menulis" karena semua tak semudah itu. Ini semua kembali kepada kamu, kalau aku ngomong begini dan kamu patah semangat, itu tidak akan merugikan siapapun. Maaf kalau aku ngomong begini, karena aku nggak mau, kamu datang ke sini kemudian aku mengiyakan saja niat kamu tanpa melihat bagaimana sulitnya makanya, aku berbicara pahitnya dulu. Semua kembali kepada kamu, kamu hendak meneruskan atau tidak, toh tiada siapa yang dirugikan,kamu nggak rugi, orang lain juga nggak rugi."
Rabu, 17 Maret 2009 Sahabat: "Naz, sabtu kemarin ente chat sama Mas Gong yah?" Aku : "Enggak, ah. Emangnya kenapa?" Sahabat: "Sabtu kemarin khan ultah Rumah Dunia, kita ngobrol-ngobrol tentang kepenulisan terus, mas Gong nyebut-nyebut angkatan pertama Rumah Dunia yang nggak pernah menyelesaikan tugas dan sekarang ada di negeri jiran. Itu pasti ente khan?" Aku : "Owh, itu. Aku nggak chat sama mas Gong, cuma sedikit mengomentari statusnya aja."
Jadi teringat ketika sabtu lalu mas Gong memajang photo profile barunya (yang merupakan novel terbaru beliau) dan menulis beberapa kalimat, "Aini, gadis kecil yang menemukan indahnya warna-warni dunia melukis. Ketekunannya berlatih membuatnya memiliki cita-cita menjadi seorang pelukis. Di tengah kondisi keluarga tak mampu, ia beruntung bergabung dengan Rumah Dunia, sebuah pusat belajar yang menyediakan media belajar membaca, menulis, melukis dan berpuisi. Di sanalah bakat dan kemampuan melukis Aini terasah, sehingga ia berkesempatan memamerkan lukisannya di depan para pejabat."
Begitulah, maka aku mengomentarinya. "Saya juga bersyukur mas, bisa bergabung di rumah dunia. meskipun dulu, tak satupun tugas yang saya buat, meskipun dulu tak sehelai kertas pun saya tulis untuk mengamalkan ilmu yang saya dapat tapi, Alhamdulilah saya sekarang bisa merasakan apa untungnya sebuah ilmu. Tidak ada yang sia-sia pada ilmu. ketika dulu mungkin tak berguna tapi, ia kini menjadi bermakna." Sedikit balasan komentar dari mas Gong, "@ Anazkia: Subhanallah... semoga kamu bisa bekerja dengan bermartabat, ya. Menulis bisa menjadikan kita bermartabat dan menjadi seseorang." Begitulah mas Gong, selalu tampil dengan kejujurannya. Tidak menyangka kalau sekilas perbincangannya dibawa ke dalam forum kelas menulis ketika itu. Sejak dulu, mas Gong orang yang selalu blak-blakan. Menegur siapa saja yang datang awal dan terlambat, ketika itu juga, tanpa tedeng aling-aling. Kamis, 18 Maret 2009 "Anaz menang di tempat Joddie." Sebuah sms dari Bang Atta, aku yang sedang sibuk di dapur dan tidak bisa mengakses internet seperti biasanya, sungguh terasa gembira. Alhamdulilah, tidak menyangka kalau tulisanku bakalan lolos. Bersaing dengan 90 peserta lainnya, membuatku pesimis ketika itu. Senangnya, karena tulisan itu akan dibukukan. Dan sorenya, Wina dengan sukacita mengabarkan khabar lainnya, "Selamat yah neng atas kesuksesannya jadi pemenangdi kontes anti korupsi. Semoga akan ada kelanjutan untuk neng Anaz berkarya di masa depan. Amin." Betul kata Wina, semoga ada kelanjutan dari tulisan-tulisanku kelak. Semoga aku tak berbangga dengan hanya mendapat satu karya. Lebih bersyukur, ketika satu tulisanku "Murobiku Seorang Muallaf" Alhamdulilah lolos dalam seleksi nulis bareng bersama-sama dengan teman-teman facebook yang dalam proses menuju penerbita. Alhamdulilah... kadang, terlalu indah untuk membagi hal-hal kebahagiaan. Dan, bukan tidak mungkin, setiap air mata yang mengalir, adalah bukan karena suatu kesedihan. Terimakasih, untuk mas Joddie, Fauzul Izmi, Bang Atta, Wina, juga mbak Ellly dan mbak Ajeng atas award yang diberikan. Maaf kalau lambat memajang. Hampir dua minggu, inet sekarat di rumah. Dan, sampai sekarang tidak boleh digunakan (ko bisa posting dan FBan Naz? "Iya, itu nebeng internet tetangga sebalah :D)
Award dari mbak Ajeng, dalam rangka dua tahun ngeblog. Selamat yah mbak, semoga tulisan2nya semakin emmbawa pencerahan, khususnya kepada aku :)
Award dari mbak Elly, yang ilalang, adalah dalam rangka setahun blognya. Semoga kisah angin selatan dan ilalang akan terus mengikuti lau jalan kehidupanku. Satunya, adalah sebuah permen award, semoga mampu memberikan kemanisan pada semangatku :) makasih yah mbak
Terimakasih juga, untuk tetangga sebelah, yang tidak menggunakan passwod wifinya :D

21 komentar:

  1. Maka teruslah menulis. Sebab dengan itu kita merangkai sejarah..... dan dengan itu kita akan tetap ada.

    BalasHapus
  2. halah gak in lg d internet jd ktinggalan kontes nulis ni! Btw slamat y mbae, pesainge hadir kembali nih, hehehe

    BalasHapus
  3. Siiip. Selamat kontesnya, selamat awardnya na. Terimakasih award saya sudah sudi dipajajng disini. Semangat terus menulis ya.

    BalasHapus
  4. jadi begitu tha,, emang senang kalo bisa beteman dengan mbak anaz,,,sama orang2 penulis dan blogger tentunya.

    BalasHapus
  5. menulis untuk menghibur hati yang sepi..

    BalasHapus
  6. wow...
    selamat yah mbak udah menang.
    ajarin nulis dunk... hehe..
    selamat juga atas awardnya.

    BalasHapus
  7. siipphh.. selamat sekali yah mbak atas kemenangannya... semoga ini menjadi langkah awal bagi kita semua, amiiinn...

    moga inetnya cepet baek juga deh :D

    BalasHapus
  8. menulis jangan pernah berhenti, aku jadi tambah semangat ni mba, makasih sharingnya hehe, menulis juga berbuah manis :D

    BalasHapus
  9. Selamat dulu ya sebelumnya buat kemenangan tulisanmu. Semoga makin tertantang buat mengembangkan diri deh. Eh..selamat juga buat awardnya!

    BalasHapus
  10. Menulis it mengasikkan buat ku. Pekerjaan yg mengelus jiwa dan raga. #halah #soktau

    BalasHapus
  11. Kalau aku bukan penulis, tapi tukang tulis hehehehe

    BalasHapus
  12. selamaat mbaaakk ^^
    terus menulis dunk mbak..diamalkan ilmunyaaa ^^

    BalasHapus
  13. Memang tantangan bagi seorang blogger adalah bagaimana bisa membuat tulisan-tulisan yang menarik hati pembacanya. Kuncinya adalah terus menulis dan menulis krn untuk menjadi seorang penulis yang handal diawali dengan sebuah tulisan yang jelek. Bener ngga?

    BalasHapus
  14. wew.. selamat ya naz.. semoga gairah menulis tetap ada di jiwamu ..

    heheheh

    btw saya menulis untuk menghilangkan penat.. ehuehueh

    BalasHapus
  15. Terima kasih awardnya sudah dipajang mbak. Selamat ya untuk keberhasilannya mbak. Untuk apa ya saya menulis? Saya percaya ilmu Allah terbentang disetiap aspek kehidupan,dengan menulis saya berharap bisa menabur dan menuai ilmu tersebut. Semoga..

    BalasHapus
  16. anaz... selamat ya buat awardnya?

    BalasHapus
  17. slamattt akhirnya keluar juga jadi pemenang nya bang JOdie..semakin teruji kemampuan nulis nya,smoga tambah sukses..

    BalasHapus
  18. wah, selamat naz, sebenernya pengin ngabarin lewat sms waktu anaz menang, tapi khan belum punya nomernya... hihihihi

    BalasHapus
  19. em, selama menulis itu dengan niat yang tulus untuk kebaikan tentu akan bernilai dan berharga Naz... :-)

    BalasHapus
  20. salut deh dengan kemampuan menulisnya.:) keren..

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P