Wanja Al Munawar

Dia adalah sahabat nyata yang kutemukan di Rumah Dunia. Dia adalah sahabat setia yang selalu menyemangati untuk berkarya. Dia adalah sahabat setia, yang karenanya aku berada di Malaysia. Dialah Wanja Al Munawar. Aku mengenalinya di Rumah Dunia pada kelas menulis angkatan ke lima. Dia adalah Wanja seorang bonek *bondo nekad* dari Palembang. Dia rela mengambil cuti kuliahnya semata-mata hanya untuk belajar menulis di Rumah Dunia. Jarak Palembang pulau Jawa tak sedikitpun menyurutkan langkahnya. Dialah sahabat nyata yang kini selalu membaca tulisan-tulisan nggak jelasku. Dia juga sering, memberikan komentar-komentar panjang untukku. Aku cukup terkejut, ketika tadi sore ada komentar yang lebih panjang dari biasanya ketika aku menuliskan sedikit tentang Rumah Dunia (pada postingan, membayar hutang). Bahkan, hampir melebihi postingan.
Wanja ALmunawar sama seperti aku..temen2 yang lain di kelas menulis banyak yg udh sukses..hilal jadi wartawan, damar skrg lagi promo band nya ( Suaranya damar keren loh) meskipun dia sudah punya dua buku antologi cerpen bareng2, belum tmn2 yang laennya... sementara aku, halah, satu cerpenku saja belum ada yang dibukukan, meskipun beberapa kali menang lomba cerpen tingkat nasional, tapi karya milik pribadi kan belum..doain ya... aku juga tidak memanfaatkan waktuku dg baik saat di rumah dunia. pdhl untukbisa nyampe di rumah dunia itu adalah sebuah perjuangan besar.akhirnya..cuma kebanyakan nguber dan jalan2. 6 bulan di serang udh keliling banten dan pulau jawa hahahaha...sampe ke baduy pun udah.. sekarang udah punya anak, menulis jadi banyak alasan. kurang waktu lah, mati ide lah, atau malah ga punya semangat menulis lagi. padahal fasilitas laptop dan internet sdh disediakan, sebenarnya tunggu apa lagi ya.. dulu, fasilitas terbatas bisa aja nulis. kalo kamu mau tau waktu aku di serang dulu, aku sampe ngumpulin duit buat nyewa satu komputer sebulan di warnet dekat ciceri hehe..tp dari situlah tulisanku bermuara di majalh2.. kasih aku semangat ya... kamu tulisannya udh oke koq. malah aku yang sekarang terheran2 dan kagum sm kamu. perasaan dulu,kamu nulis cerpen aja masih minta dikoreksi sama aku (Deu,,,gayanya..emang siapa gw hehe*Piiisss*), sekarang tulisan2mu bermakna. itu yang penting. menulis yang memberikan makna, bukan hanya menulis, tapi memberikan pencerahan pd pembaca di setiap tulisan kita itu bagiku wajib.. kamu juga sangat produktif, meskipun hanya di blogger. salutnya, kamu bisa tetap menulis di sela-sela kesibukanmu yang padat. Naz, sebenarnya kamu bisa mengirimkan tulisanmu itu ke media. kalo kamu ga pernah ngirim ke media, kamu mana tau kalo dirimu itu ada bakat menulis,setelah karyamu nongol di media, kamu akan terus bersemangat untuk menulis, menulis dan menulis... ya dah,,,mudah2an kita bisa jadi generasi penerus rumah dunia yang produktif ya,Naz,, Siiip deh! Betul-betul komen yang panjang. Membacanya melecutkan semangatku. Wanja, aku mengenalinya di Rumah Dunia. Ia asli dari Palembang. Dulu sekali, dialah yang menawarkanku kerja di Malaysia. Padanya, kuucap terimakasih. Karena asbabnya, aku sampai di Malaysia juga mengenali sahabat blogger semua dan mau "memaksa diri" untuk menulis. Meskipun, hanya lewat blog. Kesendirianku saat awal-awal di Malaysia begitu menyuntukkan. Dan aku dibuai kerinduan kepada keluarga, sahabat juga Rumah Dunia. Makasih banyak Nja, karena mu aku mengenali karbondioksin, karena mu aku mengetahui JK Rowling. Aku masih inget lho, waktu kamu bilang, "kalu nulis, kayak orang nyuci baju aja. Jangan berhenti, sebelum selesai biar nggak males" Ngomong githu, khan pas kita di jalan Ciloang :). Makasih untuk Wanja Al Munawar. Allahumma amin, atas semangat dan doanya. Insya Allah...

18 komentar:

  1. Review yang bagus, semoga cerpennya cepat terbit! Buat saja kumpulan cerpen! Optimis!

    BalasHapus
  2. Duuuh, kamu ternyata anggota komunitas Rumah Dunia. Aku suka baca karya dan kiprah Gola Gong dan Tyas Tatanka. Kamu beruntung, Ana, punya kesempatan belajar disana.

    Terus menulis ya, kutunggu karyamu dalam bentuk buku! Aku pasti beli.

    BalasHapus
  3. @annie: hohoho...jangan salah si anaz tuh anggota komunitas rumah dunia, namnya tercantum di hampir smua komunitas jejring penulis maya termasuk di Forum lingkar pena!!

    BalasHapus
  4. Subhanallah, senang membaca postingan ini. Semoga persahabatan dengan Wanja Al Munawar terus terjalin. Itulah indahnya persahabatan. Saling berbagi, saling memberi dukungan semangat. InsyaAllah, nanti saya ke blog sahabatmu itu naz (kalau dia berdomisili di Palembang mau diajak gabung Komunitas Blogger palembang Bicara). Selamat beristirahat Anazkia.

    BalasHapus
  5. Persahabatan memang indah dan pekerjaan paling sulit adalah menjaganya agar tetap langgeng ^__^

    BalasHapus
  6. kan udah sering menang lomba, jgn ragu mba klo mo bikin buku, pasti bisa....

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah

    semangat mbak...semoga bukunya cepetan terbit..supaya bisa menginspirasi aku yg masih pemula..hehehe

    BalasHapus
  8. Senangnya bisa punya sahabat yg selalu memberikan dukungan ya mbak...
    Semoga persahabatan itu makin membawa mbak berdua melangkah bersama menuju kesuksesan. Amin.

    BalasHapus
  9. Mbak Ana beruntung memiliki banyak pengalaman berharga, termasuk belajar di Rumah Dunia. Sebuah 'modal' yg luar biasa tuh mbak, ayo terus dikembangkan kemampuan menulisnya agar semakin berkembang. Semangat ya...

    BalasHapus
  10. gak salah aku meminati mu naz udah feeling sampai pingin ketemu tp gak jadi.
    teruskan berjuang naz km pasti bisa dan terbukti

    BalasHapus
  11. assalamualaikum
    hai anaz. kbr baik kan? kapan atuh anaz ke bandung, nanti sy anter deh ke tangkuban perahu, tempatnya legenda sangkuriang dan dayang sumbi.
    bisa dibuat novel lho, dalam versi lain.
    salam juga temennya, wanja.
    mari salam

    BalasHapus
  12. Mbak Anaz top deh. kapan mudik lagi ?:)

    BalasHapus
  13. sahabat yang baik buat mba,semoga akan terus terjalin,,sampaikan salam untuk wanja

    BalasHapus
  14. Sahabat .. kadang melampaui saudara sedarah. Thanks sharingnya bro :)

    BalasHapus
  15. Mbak..Kapan nulis bukunya? *Ngarep*

    BalasHapus
  16. wah, moga dikau bisa melebihi wanja al munawar Naz

    BalasHapus
  17. hmmm...
    nama kakak saya disebut2 nich. hehehee
    memang dia bonek, mbak. hahahaa
    bocah nekat tepatnya. mahkluk yang dikepalanya penuh dengan planning A. planning B and bla bla blaaa...

    tapi smua dijalani sama dia sepenuh hati.
    kasi semangat buat dia juga yah..
    semangat menulis yg jangan sampe padam :D


    eh kenalan dulu kitaah.
    saya Hannie Almunawwar... :)

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P