Cinta

Bawalah dunia kita ke dunia mereka dan tariklah dunia mereka ke dunia kita (Quantum Learning). Sebuah kalimat yang manis dan memiliki makna cinta. Berbicara tentang “cinta”, kita akan teringat dengan seseorang yang selalu mengisi ruang rindu dan selalu kita ingat sepanjang hidup. Bahkan kita akan teringat secara detail lembar demi lembar cerita indah yang pernah kita lalui bersamanya
Dalam tulisan ini makna “cinta” yang dimaksud adalah cinta guru terhadap siswa didiknya. Mencintai siswa itu membutuhkan ketulusan dan keikhlasan. Manakala raga dibenturkan dengan segala persoalan yang membalut, hati hendaknya membuang praduga dan melepaskan segala prasangka. Saat cinta itu mulai menyumbul jangan biarkan dia melayu. Dan manakala kasih tlah berlabuh dalam hati, bukalah pintunya agar benderangnya dapat menyinari pemilik hati gersang. Itu semua tercurah untuk menumbuhkembangkan siswa didik. Tidak ada kerinduan yang paling dalam bagi seorang guru kecuali rindu pada siswa didiknya. Mata batin guru adalah mata batin siswa yang menapaki jalan setapak untuk meneruskan perjalanan menuju padang kehidupan. Terbentang lebar belantara yang harus ditapaki untuk menjadi guru yang penuh pesona cinta, adalah belantara tandus, terjal penuh onak dan duri. Kadang bebatuan mengganjal, melukai perjalanan guru untuk mencapai oasis. Luka kerikil tajam yang merobek kedalaman kasih tulus itu, kadang menyudutkan guru dalam kebimbangan, walaupun sesungguhnya Sang Pemilik Hati tlah menguji kesetiaan guru. Cinta ternyata butuh pemahaman dan kesadaran untuk bisa menerima perihnya. Seorang guru tak kan mungkin mampu melukiskan cinta pada kanvas pembelajaran bila tidak memiliki kesadaran utuh menerima cinta apa adanya Namun, seganas apapun belantara yang harus ditapaki, jika sang guru bertekad tegar setegar karang menahan gempuran ombak, tiada jalan yang tak dapat ditapaki. Bekal dasarnya adalah kuncup niat dalam raga, setangkup cinta sejatinya, dan sebongkah ketulusan. Siswa ada dalam bingkai diri guru dan guru sewarna dalam pelangi senyum siswa. Bila guru berharap semua siswa didiknya antusias, damai, bahagia dan harmony dalam mensesap pelajaran tentu saja sang guru harus menaburkan benih rasa cinta yang tulus kepada mereka.

19 komentar:

  1. sang guru harus mengajar dengan penuh cinta agar para murid bisa mengambil rasa cinta itu dengan terang

    BalasHapus
  2. Menurut pandi, Cinta seorang guru yang berasal dari hati yang ikhlas, akan membuat hati setiap murid tersentuh dan terus berkesan sampai kapanpun.

    BalasHapus
  3. cinta itu universal bisa untuk apa dan siapa saja

    guru yang baik adalah guru yang tidak hanya mengajar tapi mendidik. sayangnya sejak kebelakangan ini makin di temui guru yang hanya mengajar tapi tidak mendidik. sehingga cinta tak lagi berputik di hati guru dan murid
    hiks... hiks... huaaaaaa huaaaa...

    BalasHapus
  4. Guru sesungguhnya tidak hanya melulu tentang profesi mbak,tetapi lebih pada nurani,karena sesungguhnya selalu ada jiwa 'guru' dalam setiap diri. Ketika kita sudah berbagi ilmu,sekecil apapun,bukankah kita sudah menjadi 'guru' untuk orang lain?
    Selamat pagi pagi Mbak Naz ^_^

    BalasHapus
  5. Setuju dengan mbak Ajeng, setiap orang yang memiliki cinta dapat menjadi guru... asal ia mau berbagi. Nice post.

    BalasHapus
  6. seorang murid pasti akan senang jka gurunya mengajar dengan cinta...

    BalasHapus
  7. pelajaran cinta tidak akan pernah berjalan mulus..

    BalasHapus
  8. Mbak Anaz...

    Linknya kok gitu, buat nya seperti punya bank Emo kalau bang Emo kan NegeriAds.Com Solusi Berpromosi tp Kalau Embun Bukan Sekedar Blogger Bertuah.. DI pertbaiki ya Mbak

    BalasHapus
  9. cinta guru ke muridnya? hm... biasanya sih tulus banget... itu yang saya rasakan dari guru2 saya

    BalasHapus
  10. An,,kemarin aku gak bisa kemari. selalu masuk shoutcamp. ternyata memang lagi ada masalah ya di shoutcamp.

    BalasHapus
  11. Dengan Cinta segalanya menjadi indah dan damai...
    Have a nice weekeng ya mba Anaz :D

    BalasHapus
  12. menjadi seorang guru itu berat...!! terutama untuk menjadi seorang guru yang bener2 baik... menjadi guru yang ga hanya mengajarkan pelajaran, tapi juga nilai2 kehidupan seperti cinta...

    BalasHapus
  13. Ya, bahkan pengalaman kitapun guru bagi kita. Mari berguru pada sang pemilik semesta, Dia sang Maha, Pencinta dari segala cinta.

    BalasHapus
  14. Itu pasti guru dalam laskar pelangi. Mudah-mudahan dalam realita kita banyak menemui guru seperti yang digambarkan Anazkia, penuh cinta dan heroik. Sehingga melahirkan pemimpin dan pejabat yang cinta kepada tujuan dan idealisme untuk membenahi negeri tercinta Indonesia Raya.

    Selamat para guru, mudah-mudahan dengan sertifikasi bisa mewujudkan impian Anazkia dan jutaan siswa, Guru yang penuh cinta kasih..

    BalasHapus
  15. begitulah...guru bukan hanya mencintai anak didiknya, tp juga profesinya

    nice!

    BalasHapus
  16. kok komen saya raib?

    komen lagi ah..

    menag guru tidak hanya mencintai siswanya tp juga cinta profesinya sebagai guru akan menghasilkan cinta mengajar yg luar biasa...inovatif dan menyenangkan

    BalasHapus
  17. Kalau ane sih tergantung gurunya,,,,killer apa gak?

    BalasHapus
  18. terimakasih, Ibu-Bapak Guru...

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P