Mengapa Harus Kartini (Lagi)...???

Postingan dadakan, setelah mengunjungi blognya Mbak Renni. Aku tersenyum-senyum membaca postingan Mbak Renni dua hari lalu dengan judul, "Kartini Tanpa Konde" Jiahaha... Gak bisa bayangin deh, ibu-ibu PNS pada make baju kebaya plus konde. tapi, pada hakikatnya, banyak yang nggak make konde sih. Secara, ribet kali yah...??? Awalnya, aku emang gak mau posting tentang hari Kartini. Tapi, melihat postingan Mbak Renni, aku sungguh terusik Jadi mengingatkanku peristiwa beberapa tahun dulu. Eh, dah puluhan tahun kali yah...??? Aku pernah juga, posting di blogspot, setahun lalu. Atas anjuran dan ajakan blogger Trimatra, yang serentak menampilkan postingan Kartini tahun lalu. Judulnya juga sama, "Mengapa Harus Kartini...???" Kisahnya, tak jauh beda dengan Mbak Renny. Waktu itu, aku masih kelas 6. tahun-tahun sebelumnya setiap kali hari Kartini, tak pernah sekalipun merayakannya dengan baju kebaya. Kita hanya melaksanakan upacara. Nah, pas giliran tahun ajaran aku, kok malah tiba-tiba suruh pake baju kebaya. Walah, aku yo kelabakan. Secara, aku tinggal ama Nenek dan Bude aku, yang nggak bisa make up, gak punya alat makeup apalagi, memakaikan makeup. Maka, jadilah aku, menumpang kepada tetanggaku untuk mendandaniku. Selesai berdandan, berduyun-duyunlah kami para Kartini-Kartini baru menuju sekolah. Dnegan memakai kebaya, sanggul dan muka penuh make-up. Dan aku, sepanjang jalan kenangan adalah menutup wajah dengan buku. Betul-betul sosok yang pemalu dan sangat memalukan. Sampai-sampai tetanggaku negur, "Mbak Ana, kok ditutupin mukanya. Padahal cantik lho." jiahahaha... hiburan yang nggak lucu di pagi hari Dan, sampai ke sekolah, aku dipanggil wali kelas. Ternyata eh ternyata, aku disuruh jadi komandan upacara. Gubrag... sungguh memalukan. Sebelumnya, pernah sih, jadi komandan, tapi, ini dengan menggunakan kebaya dan memakai sendal yang aku pinjam dari Budeku...??? walahhh... Mau nggak mau, aku yah harus ikutin arahan Pak Guru Meskipun terseok-seok, akhirnya berhasil juga menjadi komandan upacara. Lucu juga saat mengingatnya,semua petugas upacara perempuan. Dari pemimpin upacara, komandan, danton, pembawa bendera, pembaca do'a, pembaca UUD 45 pokoke mah, semua cewelah... kalau inget, sebenrnya aku nyesel, kenapa aku gak lihat cermin, waktu make konde, kebaya dan baju minjemnya. Jadi, gak lihat tampang aku yang super duper semrawut itu. Nah, pas lihat postingan mbak Renny, aku ngekek aja, mengingatkan aku, andaikan dulu aku punya tentu aku akan memfotonya eh, minta tolong di fotoin ndink...
Postingan acak kadut, yang serius, baca aja di "Mengapa Harus Kartini...???" Mbak Renny, makasih atas curian fotonya

11 komentar:

  1. Acak kadut yah...?? postingan dari MP di import ke blogspot...??? :(( :(( gak bisa di edit... jueleeeekkkk banget... acak2an

    BalasHapus
  2. Alhamdulilah, YES! berhasil edit :) :D

    BalasHapus
  3. seperti apapun mimik wajah mu kala itu, tetap mencerminkan Kartini era kini *langsung di traktir*

    salam hangat

    BalasHapus
  4. kalo hari kartini aku paling suka lomba masak-masak di sekolahan, di RT , RW sampai final tingkat kelurahan. hahaha...kenyang,,,

    BalasHapus
  5. hari kartono kok gak ada ya
    hehehehehe

    BalasHapus
  6. hehehe.. siap ibu komandan pasti cantik jelita pake kebaya

    BalasHapus
  7. wah kenangannya lucu juga ea... :-))

    BalasHapus
  8. Ya Ampun mbak... kok aku baru tahu kalau fotoku terpajang disini...? hahahaha....
    Ada-2 aja mbak Ana ini...

    BalasHapus
  9. Harusnya foto mbak Ana yg jadi komandan upacara dengan berkebaya lengkap dengan kondenya yang dipasang... hehehe (sayang sekali gak sempat ada acara foto2an ya mbak...)

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P