Maaf, Kalau Aku Sombong

Aku meraih kertas berwarna oranye, dari laci lemari baju. Selembar kertas, yang dibuat seperti kartu ucapan dan di tengahnya ditambah lagi dengan sepotong kertas dengan warna yang sama. Di bagian depan kertas itu, bertuliskan tangan ditambah dengan beberapa coretan gambar senyum dan bintang. Aku membuka dan membacanya. Tertulis, 27 Muharram 1429H/5 Februari 2008. Sudah dua tahun lebih, dulu aku menuliskannya untuk sahabatku, nun jauh di sana. Tapi urung kukirimkan.
Aku menemukannya beberapa minggu lalu. Ketika aku mencari buku puisinya, Taufik Ismail, "Malu Aku Jadi Orang Indonesia" Buku tak kutemukan, justeru sepucuk surat lama yang aku dapatkan. Tak ada yang istimewa dalam surat itu, hanya bentuk ucapan maaf. Tak juga istimewa bentuk surat itu, hanya secarik kertas berwarna oranye. Aku kembali membaca tulisanku dua tahun lalu. Biasa saja. Hanya tertarik dengan bait terakhir tulisan tanganku, "Terkadang, kita merasa gembira saat bertemu dengan seseorang yang dapat membuat kita tertawa, tapi terkadang kita mudah melupakannya. Tetapi, terkadang kita lebih susah menemukan orang yang membuat kita menangis dan, orang yang membuat kita menangislah yang paling sulit kita lupakan. Alangkah indahnya jikalau kita menemukan seseorang yang dapat membuat kita tertawa, kita selalu mengingatnya dan seseorang yang bisa membuat kita menangis kita tidak akan melupakannya." Aku berminat kembali mengambil surat ini, setelah dua hari lalu aku ngobrol dengan sahabat yang berkenaan. Dia sahabat dekatku, bahkan sangat dekat. Meskipun kami hanya ditemukan lewat dunia maya. Sudah empat tahun, umur persahabatan kami. Seingatku, aku mengenalnya pada hari kamis bulan mei tahun 2006. Sekarang, aku jarang ngobrol dengan dia. lagipun, aku tak selalu membuka yahoo messenger. Aku lebih sering membuka facebook, blogspot, multiply dan plurk. Padahal, kami sama-sama punya acount di facebook. Tapi kami jarang sekali menggunakan fasilitas facebook untuk bertegur sapa. Awalnya biasa saja, sekedar bertanya khabar dan seperti sebelum-sebelumnya, dia mengajariku banyak hal. Kebetulan, saat itu aku ngobrol dengan dua orang. Sahabatku tersebut, dan Miftahul Jannah sahabat baruku. Miftah pamit lebih dulu. Aku pun disibukkan dengan aktifitas BW juga mengutak-atik blogspotnya Miftah. Tentunya, dengan bantuan sahabatku tersebut. Hingga tiba pada sesi curhat, aku sungguh terenyuh membaca kalimatnya, "Aku merasa sekarang Mbak sombong" Kesedihanku mengalir tanpa diminta. Gemuruh duka, menitikan air mata dengan sendirinya. Ah, sejauh itukah aku...??? Duh Gusti, kalau sahabat dekatku sudah mengatakan demikian, adakah lagi orang lain yang menganggapku demikian...??? Ya, aku merasa kejauhan itu. Tapi bukan tanpa sebab ketika aku melakukan semuanya. Aku juga mengaku, lebih banyak berhubung dengan sahabat-sahabat blogger berbanding dengan sahabat yang kenal di facebook maupun YM. Sentilan kecil, yang membuatku merasa semakin kerdil, betapa tidak bisanya aku menjaga silaturrahmi. Kalimat itu, membuatku tercenung dan merenung... Mengingat kembali ke belakang, ketika aku awal-awal mengenal dunia maya pada tahun 2005. Dan tahun 2006lah aku betul-betul aktif di dunia maya, setelah keberadaanku di Malaysia. Dialah, sahabat dekatku yang aku punya. Dialah tempat aku melempar duka, menebar cerita baik suka maupun bahagia. Dia juga pembaca setia tulisanku di blog ketika baru di buka. Tapi kedekatan tak selamanya kekal, adakalanya waktu membuatnya pudar. Lagi-lagi, aku terlempar kepada rasa bersalah, rasa bersalah yang amat sangat. Merunut lagi, satu demi satu keberadaanku di dunia maya, manfaat juga pengaruhnya dalam kehidupanku. Dan tahun 2010, buatku membawa perubahan pada kehidupanku. Di mana ketika blogku direview di salah satu majalah yang terbit di Hongkong, membuatku semakin banyak teman. Meskipun pada awalnya aku tak mengenalinya, tapi tak sedikit yang mengenalku dan menambahkan sebagai teman di facebook. Terimakasih, kepada yang telah mereview blogku. Juga, ketika tulisanku "Ketika TKI Menjadi Ladang Korupsi" menang dalam lomba anti korupsi blog post kompetition dan diiringi dengan satu demi satu tulisanku yang masuk dalam antalogi. Juga, kini ketika blogku mengadakan kontes alhamdulilah, dampak postifnya adalah semakin banyak teman... Maaf, kalau aku tak mampu menjaga silaturrahmi perpanjangan... Tapi, percayalah duhai engkau para sahabat dekatku. Siapapun sahabat yang mengenaliku sebagai Anazkia, sebagai Ana ataupun sebagai Eli, bahwa aku, adalah masih orang yang sahabat kenal dulu. Kalau ketiadaanku di FB, YM atau blog dalam sementara waktu, itu bukan karena kesombonganku. Tapi terkadang karena kesibukanku. Terimakasih kepada yang telah menegurku. Alhamdulilah, ketika masih ada yang mengingatkanku. Bukankah, "Demia massa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasihati supaya menetapi kesabaran." (QS, Al-Ashr 1-3)

26 komentar:

  1. itulah ujian bersahabat di dunia maya..
    dan sebarapa tahan akan ujian itu..
    seperti saat saya gak sengaja saat bebersih ID anaz ke delete di multiply, karen saat itu emang belum ada interaksi..
    namun setelahnya malah bisa mengenal ana :)

    BalasHapus
  2. yang bilang anaz sombong, berarti mereka masih memperhatikan keberadaan anaz.
    itu hal yang sangat positif

    BalasHapus
  3. kadang memang agak susah untuk selalu ada didunia maya
    terlebih ketika kesibukan dunia nyata begitu menyita

    pasti mba' nggak bermaksud sombong, hanya mungkin waktu belum ada dan tidak selonggar dulu ^^

    BalasHapus
  4. Semua ada hikmahnya sob .Tetep semangat !

    BalasHapus
  5. bisa dimengerti kok mbak, Insya Allah silaturahmi tetap terjaga

    BalasHapus
  6. hemhem.. bener juga kata papaku dulu.
    meraih itu lebih mudah daripada mempertahankan.

    memiliki banyak teman memang gak gampang. tapi mempertahankan teman yang telah kita punya ternyata lebih gak gampang lagi.

    BalasHapus
  7. Iya aku tau mbak ga bermaksud sombong... Aku aja yang baru kenal mbak ngerasanya nyaman kok mbak ramah begituu.. :))

    Kesibukan dunia nyata biasanya emang ga ada yang tau dan berkesimpulan sombong gituu..

    BalasHapus
  8. aku juga takut dibilang sombong mba :D, maafin aku juga :D

    BalasHapus
  9. Anazkia.....masih sama seperti yang dulu.......

    BalasHapus
  10. Gpp lagi dibilang sombong mba
    namanya juga artis hehhehe
    yang penting kan sebenrnya mba Anaz ga sombong

    Jadi inget, dulu mbak Anaz bilang aku sombong
    tapi setelah kenal ternyata aku orangnya baik, suka menolong, pintar, menyenangkan, ramah, artis top dsb dsb hehhe

    piss mbak..yang penting PD aja lagi.

    BalasHapus
  11. salah seorang teman kampus jg pernah menegur sy di fesbuk, ketika melihat kebanyakan sy berinteraksi hanya dengan teman blogger.
    mungkin memang ada betulnya, tapi untuk membuatnya sama seperti dulu pun tidak mudah. jadi ingat postingan sy yg tentang Beda Rasa. Selepas nanya kabar, kerjaan, dah punya anak berapa (untungnya pertanyaan ini ga ditanya balik ke saya, minta dikeplak apa :D) selanjutnya jadi bingung mw membahas apa.
    Mungkin, mereka hanya ingin disapa, walo sekedar basa basi. yaa anggap aja mereka nganggap kita lebih terkenal dari mereka, jadi mereka minder melihat pergaulan kita yg semakin meluas, hoho... *aroma kesombongan tetap terasa yak dari komen ini* :D

    oia, postingan berbagi kisah sejatiku dah selese mbak, silakan cekidot. huff.. menguras energi uy nulisnya. Nggak, bukan berarti ngarep menang, tapi kalo iya jg gapapa.. *siyul siyul*

    BalasHapus
  12. mereka bilang gitu karena mereka sayang ma anaz,^^
    merindukan keberadaan anaz,

    BalasHapus
  13. mbak Anaz orang yang aku kagumi meski jarang aktif di blog tapi aku tahu bagaimana mbak dari pak iwan dan pak munir ardi
    aku juga izin ikutan kontes ya mbak meski coretanku ya gitulah coretan anak muda yang nggak tentu arah
    linknya di sini
    http://nice-bayu.blogspot.com/2010/05/gadis-yang-suka-ngelantur-itu-kakakku.html

    BalasHapus
  14. bener kata bang atta kalo ada yang bilang kita sombong itu artinya dia memperhatikan kita, tinggal kitanya yang intropeksi diri ajah... :)

    BalasHapus
  15. Kami bisa memaklumi semua itu Mbak, jadi gak usah khawatir.. Tetap semangat :)

    Oia Apa kbr Mbak ku yang cantik :)

    BalasHapus
  16. g sombong kog,.....
    hehehehe sok tau dey,...

    BalasHapus
  17. potret persahabatan di dunia maya, belajar banyak dari cerita ini..

    BalasHapus
  18. Saya juga lebih sering membuka blog daripada email. Sehingga ketika ada yang kirim email hampir selalu saya telat membacanya. Semoga komunikasi seperti ini bisa diperbaiki

    Salam ukhuwah

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P