Kemana Pembantu Pergi, Ketika Mendapat Cuti?

Jum'at, 18/6/2010. Jam menunjukan, tepat pukul 6:15 petang. Artinya, aku sudah telat 45 menit, setelah terjebak macet di jantung kota Kuala Lumpur. Padahal, acaranya jam 5:30. Aku buru-buru keluar dari taksi menyandang tas, melewati pintu garasi dan menuju aula utama KBRI. Benar saja, sebaik masuk ke aula utama setelah sebelumnya mengisi nama di meja panitia acara sudah bermula. Aku melenggang masuk, menuju ke depan yang masih kosong kursinya. Seorang moderator sudah mengucap katanya. Tak lama setelah itu Pak Da'i Bachtiar menyambung dengan semua infonya.
Atas undangan presiden UNIMIG (Union Migrant) aku menghadiri, “Acara Dialog bersama dengan Masyarakat Indonesia dan Peluncuran Website www.kbrikualalumpur.org/web” Sore itu, kebetulan aku ada waktu luang. Jadi aku bisa meluncur ke kedutaan. Bagusnya, ketika mengikuti kegiatan seperti ini aku banyak tahu tentang info-info baik dari dalam negeri Indonesia sendiri ataupun di dalam Malaysia itu sendiri. Terutama, informasi tentang sektor pekerjaan informal, atau lebih tepatnya PRT.
Pak Da'i Bahtiar, memberikan sambutan dan juga wejangan kisah tentang keadaan Indonesia. Baik sektor ekonomi, politik, pendidikan, keamanan dan lebih terheboh, adalah terkait video porno yang beredar belakangan ini. Inilah keuntungannya, ketika aku menghadiri dialog-dilaog seperti ini. Wawasanku bertambah. Meskipun harus direntasi seorang diri, biasanya yang menghadiri acara-acara tersebut adalah perwakilan-perwakilan dari pekerja formal, pelajar juga pekerja-pekerja ekspatriat. Beruntung, ketika sampai di sana ada orang yang aku kenali. Terlepas dari membahas keadaan negeri tercinta, pak Da'i juga membahas hubungan antar dua negara, Malaysia dan Indonesia. Juga, sedikit membahas tentang kunjungan Presiden Indonesia beberapa waktu lalu (18-19 Mei) dan menyinggung apa saja kesepakatan antar pemimpin petinggi negeri ke dua negara. Ujarnya, ada beberapa tahap sebelum kesepakatan pertemuan kedua petinggi-petinggi negeri tersebut. Setelah sebelumnya mengirimkan beberapa wakil menteri barulah menemukan dua petinggi negeri. Selain kesepakatan MOU percutian pembantu rumah tangga dan pemegangan passport oleh pembantu juga ada beberapa kesepakatan lain, diantaranya tentang masalah perbatasan, militer, ekonomi, pendidikan juga yang lebih intern adalah hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia. Sebagai pekerja informal, yang kebetulan hadir di situ, ada satu persoalan yang selalu singgah di kepalaku. Tentang cuti pembantu yang telah didapatkan. Mumpung di situ, mumpung bertemu dengan Pak Dutanya, kesempatan itu tak ku buang sia-sia. Ketika sesi tanya jawab, aku menanyakan "Apakah kedutaan bisa menyediakan sebuah event yang lebih bermanfaat kepada para pembantu ketika mereka cuti?" Sebetulnya, meskipun kesepakatan pembantu mendapat cuti setiap satu minggu sekali, tapi kesepakatan itu tidak berlaku menyeluruh. Misalnya, hari cutinya nggak sama. Tergantung kesepakatan antara majikan dan pembantunya(lebih kurang itulah jawaban pak Da'i). Kalau gini khan susah juga. Semoga ke depannya, kesempatan cuti yang diberikan akan digunakan semakin baik, meningkatkan kecerdasan para PRT yang bekerja di sektor informal. Insya Allah... Banyak yang mau ditulis tapi, blank. Jadi inget pas nulis status di FB dengan soalan yang sama, "kemana Pembantu pergi ketika mendapat cuti...??" jawabannya, beragam, malah yang mau beliin tiket pulang, tiket ke Qatar (ini adik kelas yang baik nih), ikutan klub buku dan banyak lagi...
Pak Iqbal (Presiden UNIMIG)

21 komentar:

  1. kalo cutinya lama emang bs pulang kampung yah mba'...
    tp kalau cuman 1 hari itu yang repot... ^^

    tetep semangat mba' ^^

    BalasHapus
  2. Pembantu juga kan manusia mbak, harus punya waktu libur juga. Mbak Anaz malah lebih dari aku loh, salut banget deh

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah, senang mendengar ada cuti buat saudara tki kita disana. Semoga moment cuti bisa dimanfaatkan secara baik.

    Apa kabar Anazkia ?

    BalasHapus
  4. btw, anaz ga mengusulkan blogging di saat mereka cuti? kayanya seru tuh kalo anaz jadi ketua komunitasnya.. hihihihi

    BalasHapus
  5. presiden UNIMIGnya masih muda yaa.. :P
    kayak mahasiswa..

    BalasHapus
  6. allow mbak anaz
    lama ku tak blogwalking kesini...he..he
    tag baca dulu artikelna

    BalasHapus
  7. aku gg pernah dapat cuti :D, ahahah, kan sama PRT-nya :D

    BalasHapus
  8. mbak...kapan ya aku dapet cuti juga..
    enak ya cuti itu..jalan2 ngga kerja tapi tetep dapet gaji
    ya udah ke Bali aja..
    hehehe

    BalasHapus
  9. ALhamdulillah..

    Semoga dgn ini, kerjanya semakin semangat...

    BalasHapus
  10. Akan lebih baik seandainya, TKI yang ke luar negeri adalah pemilik keahlian yang memiliki kedudukan tinggi...

    Semoga,wakil rakyat lebih bisa menghargai rakyatnya(yang sebetulnya adalah majikannya)

    BalasHapus
  11. Yang penting jangan ada kerenggangan hubungan lagi antara RI dan malaysia

    BalasHapus
  12. aku ingin bikin lagu untuk TKI ah...
    sumpah! aku terhenyuh sekali baca ini. Sekaligus bahagia yang entah kenapa!
    KALIAN ORANG2 HEBAT!!!

    BalasHapus
  13. sebagai seorang kuli
    kalo pas lagi di sono dulu aye sukanya jalan2 liat kota malaka
    atau nonton kalo ada pelem bagus
    selepas pulang kerumah ane kalo libur ngumpet aja di rumah.
    udah jelas kan kemana ane pergi kalo lagi dapet cuti. *gak lupa bawa bata*

    BalasHapus
  14. TKI juga butuh cuti untuk berkumpul bersama keluarganya. Kayak sisw/mahasiswa gitu lo...>.<
    biar gimanapun kan keluarga nomor 1!

    BalasHapus
  15. ops udah lama banget gak mampir disini..kangen sama yang punya blog ni he he he he

    BalasHapus
  16. smoga para TKW tetap mndapat kbebasan di berbagai bid...

    BalasHapus
  17. Agak bingung juga, soalnya ngga punya pembantu ...
    he he
    salam kenal ....

    BalasHapus
  18. Semua pekerja punya hak cuti, seharusnya....

    BalasHapus
  19. semoga ada sedikit celah yang bagus bagi teman2 pekerja di Malaysia untuk merasakan hak hak yang harus mereka dapatkan...

    libur mingguan, libur hari nasional,dan cuti finish kontrak adalah hak-hak yang semestinya didapatkan oleh para pekerja rumah tangga dimana saja. tapi kenyataannya banyak yang tak mendapatkan hak-hak yang semestinya mereka terima..

    (mbakkkkkk kangennnnnn^^)

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P