Jangan Bugil Depan Kamera

Tadi malam, adalah waktu tercepat aku tidur. Sebelum jam sembilan malam, aku sudah menutup laptop, meraih earphone, menyumbatkannya ke dalam telinga. Memasang obat nyamuk elektrik, kemudian menekan suis lampu dan menutupnya. Senangnya tidur awal... Bisa bangun lebih awal. Teringat dengan postingan bersama yang dianjurkan oleh Trimatra. Jauh-jauh hari, aku sudah menjadwalkan, akan mengikutinya. Dan sudah mensetkan di kepala, aku akan memposting tulisan Mas Luqman. Bukan tulisanku sendiri. kenapa...?? yah karena tulisannya pas aja dengan moment yang dianjurkan oleh Trimatra. Kontrol sosial, kontrol moral dan budaya. Maaf, kali ini aku betul-betul mengcopas 100% :)
Takkan capek ngomongin Ariel, bukan berarti masyarakat kelewat multiple orgasm, orang malah menunggu video lanjutannya. Setelah Luna Maya, berikutnya Cut Tari, lantas dengan siapa lagi? Perdebatan seru cerita di balik layar Ariel dengan perempuan-perempuannya santer dibahas di segala media. Luna Maya menolak habis-habisan masalah ini adalah dirinya. Cut Tari sendiri ketika videonya beredar di hari Selasa, 8 Juni 2010 sekitar jam 6 pagi, siangnya ia yang harus memandu acara infotainmen di salah satu televisi swasta bareng Indra Herlambang, malah digantikan oleh Fenita. Pro dan kontra muncul, timbul pertanyaan, “Benarkah itu Ariel, Luna Maya dan Cut Tari?” Dari hari Selasa kemarin, Bareskrim Polri sudah memeriksa film-film itu yang nyatanya sudah melanggar UU No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi, terutama ada dalam dalam Bab VII tentang ketentuan pidana. Ariel, Luna Maya dan Cut Tari bisa terkena pidana, seperti yang dikatakan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jakarta. “Kalau itu bukan film rekayasa, ini sedang diteliti oleh para ahli. Kami melihat film itu nyata-nyata sudah melanggar Undang-Undang Pornografi pasal 29 yang isinya setiap orang yang memproduksi, membuat memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, dipidana paling sedikit enam bulan dan maksimal 12 tahun. Membuatnya saja sudah terkena.” Yang membingungkan, jika memang Ariel, Luna Maya dan Cut Tari merasa itu bukan dirinya, jika ini adalah kejahatan canggih dengan memanfaatkan kepiawaian multimedia lewat teknik special effect yang hebat hingga tokoh dalam film-film porno itu adalah bukan mereka, lantas kenapa ketiga public figure itu tidak melaporkannya ke polisi atas tindakan pencemaran nama baik? Dugaan benar-tidaknya video ini asli terus bergulir, hingga surat pemanggilan Bareskrim Polri terhadap Ariel, Luna Maya dan Cut Tari sudah dikirimkan sejak Selasa kemarin.
Poster Jangan Bugil Depan Kamera karya, Ratri Primayani
Apabila masih teringat dalam memori kita kejadian 4 tahun silam, tepatnya akhir tahun 2006 ketika salah satu anggota DPR dari fraksi Golkar, Muhammad Yahya Zaini terlibat kasus skandal seks dengan ’sekuter’ (selebriti kurang terkenal) bernama Maria Ulfah yang lebih dikenal dengan nama Maria Eva. Video skandal seksnya menyebar dan merebak ke mana-mana, Yahya Zaini sampai mengundurkan diri dari karir politik dan namanya makin meredup dari dunia perpolitikan Indonesia. Bagaimana dengan Maria Eva? Tanggal 4 Desember 2006 di Gedung Lembaga Sensor Film Jl. Jalan MT Haryono, Jakarta, Maria Eva mengadakan press conference tentang beredarnya video mesumnya dengan anggota DPR. Ia mengatakan bahwa dari hasil hubungannya dengan Yahya Zaini, ia mengandung janin berusia dua bulan dan itu sudah digugurkannya. Ini dilakukan atas desakan Yahya dan istrinya, Ny. Sharmila. Maria Eva justru makin terkenal dari kasus ini. Bila dulunya hanya ’sekuter’ biasa, kini ia justru terkenal dari pemberitaan kasus skandal video seksnya yang beredar di mana-mana. Bahkan belum lama ini bulan April kemarin, Maria Eva ‘dipinang’ beberapa partai untuk maju di kancah politik meramaikan bursa pemilihan Bupati Jawa Timur. * * * * * Hal yang bertolak belakang dengan skandal seks, bilamana Maria Eva dulunya adalah ’sekuter’ dan akibat pemberitaan video mesum, namanya langsung melejit bak meteor. Tapi bagaimana dengan Ariel, Luna Maya juga Cut Tari? Mereka sudah terkenal di dunia hiburan, dengan adanya video ini mereka makin tambah terkenal, tapi apa efeknya?
Itupun bilamana video porno yang dinyatakan mirip dengan Ariel, Luna Maya juga Cut Tari adalah benar-benar mereka. Bilamana salah ya nantinya akan berlalu juga seiring dengan waktu, toh Indonesia itu orang-orangnya pemaaf dan pelupa, berbagai kasus akhirnya terkubur dan terlupakan begitu saja. Saat kejadian bugil depan kamera yang dilakukan oleh Yahya Zaini dan Maria Eva, sekelompok anak-anak muda Yogyakarta menyuarakan kepedulian untuk “Jangan Bugil Depan Kamera”, sebuah gerakan menggagas lingkungan untuk menahan gejolak pornografi. Lahir dari kepedulian dan keprihatinan atas keinginan untuk iseng tapi bisa meluluhlantakkan masa depan. Salah satu slogannya yang unik, “Boleh Usil, Boleh Centil, Asal Ga’ Bugil Depan Kamera”. Diangkat menjadi tematikal poster oleh Ratri Primayani yang kala itu masih berstatus mahasiswa UNS Solo. Gerakan “Jangan Bugil Depan Kamera” sejak 3 tahun lalu sudah gencar menyuarakan jangan ‘petakilan’ terhadap alat-alat multimedia, sempat pula masuk di ‘acara Kick Andy’ 3 tahun silam. Logonya ini yang sangat unik, menggambarkan sepasang anak muda yang matanya terbelalak saat menatap kamera. Logo yang dibuat secara unik oleh Ismail, kartunis Sukribo yang karyanya bisa dinikmati setiap Hari Minggu di Harian Kompas. Adapun sosialisasi gerakan Jangan Bugil Depan Kamera! bisa ditelusur di janganbugildepankamera.org

37 komentar:

  1. Huehehehe.. nyepam lagi ah

    Pertamaxxx....

    Soalnya, itu khan bukan tulisan aku :)

    BalasHapus
  2. Miris setiap melihat televisi, menangis menatap negeri ini.. Semoga bersama kita dapat membangun kembali bangunan moralitas bangsa ini yg kini sudah semakin keropos ya mbak. Sebuah PR bersama buat kita..

    BalasHapus
  3. yupz..... kebanyakan tontonan sekarang udah bukan tuntunan.....

    BalasHapus
  4. "lantas kenapa ketiga public figure itu tidak melaporkannya ke polisi atas tindakan pencemaran nama baik?"

    ada yang bilang "bukan Artis namanya kalo ngga di gosipin..."
    benar atau tidaknya Video tersebut hanya Allah dan mereka bertigalah yang tahu, tapi yang jelas ini sudah menggambarkan semakin bobroknya Negeri ini.
    Bila kita membaca tanda-tanda zaman yang diberitakan oleh Rasulullah SAW apakah kita sudah sampai kepada masa terjelek yang diramalkan Rasul. Pada waktu hari kiamat sudah semakin dekat. Di masa itu perbuatan zina sudah dianggap biasa saja. Manusia tidak ada bedanya dengan binatang.
    Sudah jelas yang namanya Tontonan bukanlah Tuntunan...

    BalasHapus
  5. aku ga mau bugil depan kamera takut masuk angin :)

    BalasHapus
  6. ya ya ya emang pernah sih kegiatan di digalakan ditelevisi di jakarta tapi kayaknya kurang mengena....tapi mudah-mudahan gerakan ini berhasil saya mendukung 1000 persen

    BalasHapus
  7. Ikutan juga posting bersama yg diadakan Mas Trimatra ya mbak..?
    Itu tulisan mas Luqman..? Bagus banget. Makasih udah share disini.. jadi aku bisa ikutan baca.

    BalasHapus
  8. aku juga nggak ngerti apa motivasi ketiga artis itu membuat video porno? kalau mau ngetop kan mereka sudah ngetop duluan kan?

    BalasHapus
  9. trus bugilnya di mana hayyyooo..


    *gubrak dibahas..

    BalasHapus
  10. lebih baik di depan kaca, terlalu berbahaya di depan kamera........... hha... murah mana beli kaca segede pager sama kamera,....... toh juga itu buat ditonton diri sendiri, ga dipasarkan.... hhi....

    BalasHapus
  11. lebih baik di depan kaca, terlalu berbahaya di depan kamera........... hha... murah mana beli kaca segede pager sama kamera,....... toh juga itu buat ditonton diri sendiri, ga dipasarkan.... hhi....

    BalasHapus
  12. laah emang yg ini tulisan sapa nih Naz..

    BalasHapus
  13. lucu logonya...^^ makin ngeri pergaulan jaman sekarang... ;(

    BalasHapus
  14. Iya bener juga. Kalau memang mereka merasa nggak melakukan kenapa nggak menggelar acara jumpa pers untuk meluruskan masalah ini. Dengan begitu khan beres. Nggak perlu dikejar-kejar wartawan dan nggak perlu nunggu dipanggil polisi, karena udah melapor duluan atas tuduhan pencemaran nama baik. Dengan sikap misterius yang mereka bertiga tunjukkan malah semakin menguatkan dugaan, kalau mereka melakukan.

    BalasHapus
  15. Keren tuh logo-nya. Jadi bugil di depan kamera bisa jadi dua sisi: jadi terkenal atau hancur.
    Semoga tidak mengikuti langkah keblinger ini: mempertontonkan hubungan seksual ke khalayak ramai.

    BalasHapus
  16. terima kasih sharenya,,,
    menyapa mu naz..., pa kabar??

    BalasHapus
  17. Jadi bugil (bahkan lebih dari bugil) boleh ya na kalau di belakang kamera..?, hihihi. Becanda ya. Selamat pagi na.

    BalasHapus
  18. jangan bugil di depan kamera tapi kalo bugil di belakang kamera n bukan dengan muhrimnya gimana??? boleh ga???

    BalasHapus
  19. wah..saya ga berani bugil depan kamera,,
    oia kalau mau buat, buat saja blog baru buat percobaan..kapan lagi mba nanti semua akan berganti ke html5,css3, tampilan di handphone bisa sama di browser lain juga suport dan erornya sedikit jadi loading cepat saya publish post cuma beberapa detik langsung kelacak search engine,,di coba mba untuk blogspot belum ada yang coba baru saya dan beberapa teman,,coba cari di google tentang blogger template yang mengunakan css3,html5...baru beberapa mba,,
    waduh jadi kepanjangan,,maaf mba anaz

    BalasHapus
  20. aku lebih suka bugil di kamar mandi
    hehehe
    thanks

    BalasHapus
  21. Wah aku udah bosen sama Ariel dan pornografi hhe.........

    BalasHapus
  22. ampun dech bugil didepan camera
    males banget mode on

    BalasHapus
  23. terima kasih atas sharenya, dapat bermanfaat bagi kita semua sebagai media pengingat akan kesalahpahaman terhadap budaya dan penggunaan perangkat teknoLogi modern.

    saLam persahabatan sekaLigus ijin untuk menjadi foLLower di bLog yang keren ini.

    BalasHapus
  24. bugil atau bertelanjang diri adalah hal yang pribadi kalau sudah di camerakan walau dilakukan sendiri kemungkinan tersebar pasti ada...

    BalasHapus
  25. walopun asli pst akan mengendap juga nih kasus...

    BalasHapus
  26. mari bersatu padu, menyelamatkan anak-anak bangsa ini dengan stop segala bentuk kekerasan pornografi dan pornoaksi dalam segala macam bentuk dan kamuflasenya.

    Maaf, Na, saya baru bloging dan ol lagi

    BalasHapus
  27. jangan bugil depan kamera
    jangan bugil depan umum

    BalasHapus
  28. "toh Indonesia itu orang-orangnya pemaaf dan pelupa, berbagai kasus akhirnya terkubur dan terlupakan begitu saja."

    sayah merasa tersentil di depan layar komputer saat membaca kalimat itu,,,

    BalasHapus
  29. itulah konsekwensi dari yang mereka (aktor/aktis) katakan "seni"...ujung2nya jadi liputan massa dan masuk penjara..

    BalasHapus
  30. Itulah kalo rasa malu udah terkikis dari diri kita. Semoga kita dihindarkan dari godaan syaitan seperti itu yah Mba. Amien.

    BalasHapus
  31. aku tuh gak habis pikir
    sama seklai gak ngerti
    sama orang yang hobi memvideokan dirinya yang sedang mesum....

    buat apa gitu loh???
    heran deh

    BalasHapus
  32. ya, jangan 'bugil' dan jangan pula 'pakgil' di manapun. hehehehhe....

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P