Kopdar

Awal mula mengenali kompasiana, dari seorang sahabat blogger. Pertama kali mengenalinya, aku sesekali singgah di rumah maya tersebut. Tapi, tak berniat sedikitpun untuk membuat acount di sana. Hingga pada suatu ketika, Mas Luqman memberikan link tentang Mas Pepeng di kompasiana. Karena sudah membacanya, dan memiliki jiwa blogger yang baik maka aku langsung memberikan komentar. Sayangnya, selain pemilik acount tidak bisa meninggalkan jejak di sana.


Maka sejak 25 April 2010, aku mulai terdaftar sebagai kompasianer. Di sana, aku hanya memposting tulisan-tulisan lama dari blogspot. Dan aku juga tidak begitu aktif. Meskipun tidak begitu aktif, sesekali aku menjenguk juga rumah kesekian yang kubangun di dunia maya. Kalau ngelihat oorang yang murtadin aku ke sana, juga nggak begitu aktif di Kompasiana. Jadi, aku di sana tidak begitu banyak teman.

Pun begitu, Mas Luqman wanti-wanti dari awal. Tetep usahakan aktif di Kompasiana, meskipun nggak sering posting. Kata Mas Luqman lagi, "Kompasiana tetap menarik untuk jadi orang "bener". Soalnya di situ, dari mantan wapres Jusus Kalla, pengamat ekonomi Christianto Wibisono, wartawan senior sampai orang biasa juga ada." ini ditulis pas bulan mei tanggal 11. Jadi, meskipun jarang posting di kompasiana, kadang aku masih nongkrong di sana. Cuma baca-baca doang, nggak pake posting dan komentar.

Maka tak heran ketika satu demi satu aku mulai mengenali para kompasianer, baik yang berdomisili di Indonesia maupun mancanegara. Tentunya, aku lebih fokus kepada teman-teman yang berada di Malaysia. Apalagi, sewaktu Kang Pepih menawarkan pembentukan paguyuban Kompasianer Malaysia yang melibatkan tidak hanya kompasianer Indonesia di Malaysia, tapi juga para kompasianer yang berwarga negara Malaysia.

Kebetulan, Kang Pepih menggulirkan ide tersebut di lapaknya Pak Andika. Dan Pak Andika kembali melemparkan isu itu kepada beberapa rekan-rekan lainnya (Aku, Wening dan Felix) Akhirnya dengan koordinasi yang sangat minim, aku berhasil mengumpulkan beberapa rekan kompasianer untuk melakukan kopdar perdana. Ahad, 26 September menjadi kopdar pertama kali buat kami kompasianer Malaysia.
Tidak banyak yang hadir. Hanya ada aku, Pak Andika dan keluarganya, Prof, Nurtjahyadi dosen UPSI (Universitas Pendidikan Sultan Idris), Rony(TKI), Encik Nazrey (orang Malaysia) dan Felix seorang mahasiswa. Sementara Wening, tidak dapat menghadiri kopdar tersebut dikarenakan ada kerja. Juga Encik Abede dari negeri sembilan yang tidak dapat hadir. Mas Tejo, yang istrinya orang Malaysia juga nggak bisa dateng karena istrinya lagi ke luar negeri.

Narsis sebelum pada pulang :)
Ini pas baru ngumpul semua...
Yang bawa kek ini Encik Nazrey, istrinya yang buat

Yang motong keknya istrinya Pak Andika
Sesi makan kek
Keluarga Pak Andika


Pencuci mulut...






Melihat hidangan di atas meja... baik yang ada maupun yang sudah tidak ada bekasnya...

Kopdar yang dilaksanakan di restoran Sari Ratu Bukit Bintang berjalan dengan lancar. Kesan santai sungguh terasa, meskipun kami baru bertemu untuk pertama kalinya. Meskipun berbeda profesi, meskipun berbeda generasi kami semua nyambung tanpa kompromi. Dan Insya Allah, kopdar selanjutnya adalah mengundang Kang Pepih atau Kang Iskandar daria dmin Kompasiana. Semoga berjalan dengan lancar... (huffttt... jadi koordinator lagi)

Dan betul kata Mas Luqman, di Kompasiana tetep menarik untuk jadi orang "bener". Makasih juga untuk Mas Trie, yang kalimatnya, kurang lebih sama dengan yang Mas Luqman bicarakan.

3 komentar:

  1. Subhaanallah... akrabnya kompasianer di Malaysia. Senang memiliki banyak kawan, bukan hanya ketemu secara online tetapi juga menjadi kawan sejati di darat

    Salam ukhuwah

    BalasHapus
  2. ada kriteria tertentu nggak mbak untuk ikut gabung sebagai kompasianer? kayaknya aku tertarik nih :)

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P