MICROSOFT BLOGGERSHIP 2011 (Teknologi, menghubungkan Informasi Sesama TKI)

Dulu, aku tidak pernah berpikir akan alat yang akan mendekatkan kita, meskipun beribu-ribu kilo jauhnya. Dulu juga, aku tidak pernah mengira, kalau aku mampu menjamahnya bahkan aku selalu menggunakannya. Berbicara dengan orang yang jauh tempatnya, juga mengetahui informasi dari berbagai nagara hanya tinggal klik di ujung jari. Ah, teknologi ternyata mampu mengubah semuanya.
Awal mengenali komputer sekitar pertengahan tahun 1997. Saat itu, aku masih duduk di bangku kelas satu Mts (Madrasah Tsanawiyah, setingkat SMP) Itupun hanya seperlunya saja, saat sekolahku mengenalkan beberapa peralatan komputer. Masih ingat jelas, bagaimana takutnya aku ketika harus memegang mouse dan menggerak-gerakan kursor. Tanganku berkeringat dingin, takut salah tekan dan takut rusak menjadi momok buatku. Saat itu, aku betul-betul hanya dikenalkan dasar-dasar komputer. Setelah itu, aku tak lagi berhubungan dengan dunia komputer, sampai aku menginjak sekolah menengah saat guru banyak memberikan tugas.
Maka dengan keterbatasan yang aku punya, kadang aku sering mengikuti teman-temanku yang kebetulan mengikuti kursus komputer untuk sekedar belajar mengetik, menyimpan file, juga membuka file. Atau sesekali aku membuka laptop majikanku, yang menyekolahkanku saat itu. Di sekolah menengah, aku belum begitu mengenal dunia internet. Pernah sekali menjamah warnet bersama dengan seorang teman, tapi hanya sebatas membuka beberapa web, selebihnya, aku tak lagi berhubungan dengan teknologi internet sampailah aku lulus sekolah menengah.
Baru ketika aku aktif di komunitas Rumah Dunia dan banyak bergaul dengan mahasiswa, dibuatkanlah aku account e-mail oleh salah seorang teman. Itupun batas penggunaannya belum maksimal olehku. Selain tak banyak teman-temanku yang memiliki e-mail, aku juga belum begitu mahir menggunakan teknologi internet tersebut. Atau ketika sesekali membukanya, aku harus datang ke warnet dan meminta penjaga warnet untuk mengajariku.
Begitulah, awal aku mengenali dunia teknologi internet. Maka ketika aku harus berangkat ke Malaysia menjadi seorang tenaga kerja wanita, bekal utama yang harus aku kuasai adalah mampu menggunakan internet. Alasannya sederhana saja, dengan bekal pengetahuan tersebut, mungkin aku bisa belajar banyak hal melalui internet. Atau aku bisa mencari informasi dan berbagi informasi dengan sesama TKI di luar negeri lainnya. Dengan bantuan beberapa teman, sedikit demi sedikit aku bisa juga menggunakan teknologi internet. Lagi-lagi, hanya sebatas e-mail.
Sampai di Malaysia, tentunya aku tidak langsung mengamalkan sedikit ilmu yang kupunya tersebut. Maklum, aku bekerja di sektor informal (Pekerja Rumah Tangga) Baru ketika sesekali aku melihat anak majikanku duduk di depan komputer, chatting, browsing dan lainnya, aku memberanikan diri untuk mendekati, bertanya, apa aku boleh membuka e-mail dari situ? Alhamdulilah, anak majikanku dengan senang hati mengizinkan bahkan, aku diajarinnya banyak hal tentang dunia internet. Maka sejak saat itu, aku acap kali menggunakan fasilitas internet yang ada di rumah majikanku.
Pada awalnya terbatas hanya untuk membuka e-mail, chatting, dan membuka beberapa web yang penting. Sampai akhirnya saat aku aktif di milis, ada salah seorang rekan yang menganjurkanku untuk membuat blog. Karena ketidak tahuanku, aku juga kembali meminta salah seorang teman untuk membuatkan blog. Sedikit demi sedikit aku belajar ngeblog. Dari dunia blog, aku lebih banyak mengenal teman-teman sesama blogger. Bahkan, dari blog juga aku banyak mengenali teman sesama tenaga kerja di lain Negara, Hongkong juga Taiwan. Alhamdulilah… betapa gembiranya.
Dari situ, aku banyak mendapatkan banyak informasi, tentang situasi dan keadaan para tenaga kerja wanita, atau biasanya disebut dengan BMI (Buruh Migrant Indonesia) Tak hanya bertemu para buruh migrant, aku juga banyak bertemu dengan teman-teman sesama blogger dari Indonesia. Sangat menyenangkan, mengenali mereka, aku dapat bertukar cerita, tentang segala kisahku khususnya selama berada di Malaysia sebagai tenaga kerja wanita.
Melalui teknologi internet juga, aku jadi mempunyai kesempatan untuk berbagi segala kisah-kisah pribadi, atau beberapa cerita yang kutemui dari para buruh migrant lainnya di blog. Lewat media lainnya, seperti facebook, aku juga mengenali banyak teman baik dari buruh migrant sendiri, atau terkadang para pekerja ekspatriat (pekerja professional) dan juga para pelajar. Dari situ, aku semakin banyak memperolehi manfaat dari teknologi internet.
Kadang, bahkan sering, banyak yang tidak percaya kalau aku seorang Buruh Migrant di Malaysia. Aku maklum akan hal itu, label keterbelakangan Buruh Migrant yang ada di Malaysia, seolah menjadikan momok, kalau buruh migrant menguasai teknologi adalah sebuah keanehan. Padahal, itu hal yang sangat biasa dan wajar kalau di Negara Taiwan dan Hongkong.
Aku jadi berandai-andai sendiri. Kalaulah para buruh migrant yang akan dikirim ke Negara tujuan dibekali dengan skill-skill yang menunjang di luar kewajibannya sebagai pekerja, tentu ia akan memudahkan pemantauan keadaan para buruh migrant. Mungkin ia sebuah kemustahilan, tapi apa salahnya saat para buruh migrant di penampungan, di sana diajarkan pengenalan tentang teknologi internet. Lantas, apakah hanya selesai sampai di situ? Tentunya pengenalan dan penguasaan saja tidak cukup. Campur tangan pemerintah dalam hal kerja sama dengan Negara bersangkutan juga sangat dibutuhkan untuk berdiplomasi. Seperti wacana terbaru, tentang rencana pemerintah yang akan memberikan handphone kepada para TKI, sepertinya itu bukan solusi terbaik. Pembekalan kemampuan kepada para TKI adalah yang terbaik tentunya.
Sangat banyak manfaat teknologi yang aku perolehi, selain mendapatkan teman, aku juga jadi mengetahui beberapa hak-hak dan kewajiban tenaga kerja hanya dengan membuka situs imigrasi di mana aku bekerja.
Untuk meminimalisir penggunaan energi secara berlebihan, penggunaan laptop adalah yang terbaik. Di mana kita bisa mengisi ulang batreinya, dan dapat menggunakannya beberapa jam kemudian. Juga handphone, juga menjadi alternatif untuk lebih menghematpenggunaan energi, toh sekarang sudah menjamur nomor-nomor GSM dengan harga murah.
Gambar diambil dari sini
Ditulis untuk mengikuti lomba ini

8 komentar:

  1. link lombanya kok aq ga bisa buka ya??? emang broken atau koneksiku yg error???

    BalasHapus
  2. Saya rasa tidak buat buruh migran saja mbak, tapi seluruh rakyat indonesia wajib difasilitasi pemerintah untuk pintar.

    Pengalaman mbak, mengingatkan saya juga akan masa lalu yang gaptek akan teknologi.

    BalasHapus
  3. wow, tulisan yang bagus. semoga menang ya. :)

    BalasHapus
  4. wah, keren juga nih,,,,
    eh, aku juga ikutan, tapi gak tau deadline pengiriman postingan, kalo di webnya kan tanggal 15 batas pengiriman e-mail pendaftaran, apa itu juga batas pengiriman postingan,,???
    terima kasih...

    BalasHapus
  5. sukses mba Anazkia...semoga semuanya menang...hehehe

    BalasHapus
  6. Semoga menang yah Mba tulisannya :-)

    Btw gw pertama kali mampir kesini ngerasa waduuuhhh, kemana ajah yah gw ko blog gw perasaan 'plain' bangets, sedangkan punya dirimyu begitu keren. Huahaha, kasian deh emaknya Zahia gapteknya ga ilang2

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P