Tak Semua Menjadi Teman

Tidak semua yang kita anggap teman, menganggap kita teman. Saya pernah dan sering berpikiran seperti itu. Nyatanya, kadang saya tertampar sendiri merasa tersadarkan. Kadang, saya seolah tak menghiraukan beberapa orang dan lebih mengutamakan orang yang lain. Nyatanya, orang yang saya hiraukan jelas-jelas tak respect dan nggak peduli sama saya. Sedang orang yang saya tak hiraukan ia justru sangat peduli dengan saya. Bahkan, mungkin saya ada dalam baris doa-doanya. Hal-hal kecil yang sering terabaikan :(


"Mbak Anaz, pernah denger kalimat bijak yang bunyinya seperti ini, "Untuk melihat nasib kita dua sampai lima tahun ke depan, lihatlah sekarang dengan siapa kita bergaul, dan buku apa yang kita baca. Dua faktor itu yg bisa mempengaruhi penyelesaian dalam diri kita itu."

Kalimat tersebut, saya perolehi dari seorang teman yang saya anggap senior ketika saya curhat tentang kelemahan diri yang sedang melanda saya. Berkali-kali saya membacanya lantas saya berujar,

"Sekarang saya jarang membaca buku, Pak."
" Mbak, ingat dua faktor tadi? Buku dan pergaulan. Buku jangan diartikan hanya sebatas fisik, tapi bahan bacaan melalui nge-blog, bukankah kita bisa mengisi ruhani kita dengan vitamin bacaan dan pesan-pesan yang baik dari sahabat yang benar."

Duh, jadi tambah-tambah deh, mikir selama ini kesibukan saya di dunia blogging dan nulis ini itu apa bermanfaat yah buat yang baca? Terutama buat saya? Padahal di sinilah saya mencari teman dan berteman. Di sinilah saya bertukar kabar dan cerita.

Jadi teringat kalimat dari buku motivasi yang saya baca dulu, "Sahabat yang baik adalah yang berani mengingatkanmu, bukan yang membetulkan kata-katamu."

23 komentar:

  1. intinya dari maksud implementasi hadist rosul ya mba =,=" aku kok sok tau ya hihihih

    “barangsiapa yang bergaul dengan tukang minyak wangi, maka ia akan terkena harumnya. Dan barangsiapa berteman dengan pandai besi, maka ia akan terkena bau hangusnya”.

    afwan

    BalasHapus
  2. Iyah, Zey...

    terimakasih dah ngingetin...

    BalasHapus
  3. aku berteman dengan mbak anaz walau didunia maya itu juga kalau mbak anaz menganggap aku teman :)

    BalasHapus
  4. Mbak Anaz: Itulah dinamika berteman, mbak. Sulit sekali mencari teman sejati. Namun jangan menyerah, ya. banyak yang perduli meski ta mengutarakannya secara langsung. Dan blogging gini memberi kita banyak teman maya yang saling perduli jika dibutuhkan.

    BalasHapus
  5. meski aku sm mba anaz blom pernah ketemu, tapi aku merasakan pertemanan yang indah, lewat tulisan2 mba... :)

    BalasHapus
  6. Memang harus jeli berteman mbak,,,,,, seperti pesan mas Brigadir Kopi..........:)

    BalasHapus
  7. bener sekali.. tak semua yang kita anggap teman kita bisa menerima kita sebagai teman. atau seseorang yang sekarang menjadi teman kita, tapi dengan berjalannya waktu dia malah menjadi musuh kita. setiap orang berubah.. demikian juga kita.

    BalasHapus
  8. sejauh ini aku masih menganggap mbak anaz sebagai temanku, meski aku tak bisa rutin mampir kemari. semoga saja pertemanan kita dapat terjaga dengan baik ya mbak... :)

    BalasHapus
  9. iya juga sih mba aku jg merasa gtu ^^ kadang aku menganggap dia teman baik tapi ternyata dia cuekin aku

    BalasHapus
  10. buku dan sahabat.. penentu masa depan...
    bijak sekali kata2nya... dan memang benar adanya ya.. ^_^

    BalasHapus
  11. buku dan pergaulan, adalah dua hal yang penting dalam hidup, keduanya memberikan kontribuasi penting dalam kesuksesan kita.. :D

    BalasHapus
  12. SALAM KENAL YA?
    Benar. Saya berpendapat dua hal itu. Yang terpenting adalah keyakinan diri. Dalam Islam sudah menyebutkan bahwa kita tidak boleh berburuk sangka kepada setiap citaannya.
    Karena kita manusia, maka harus tetap berpikir positif setiap teman yang kita jumpai. Karena ada yang disebut dengan hukum alam. Artinya, dalam ilmu pengetahuan ada ilmu yang disebut dengan hukum daya tarik menarik. Inilah yang disebut hukum gravitasi atau hukum daya tarik.
    Ingatlah bahwa "HUKUM DAYA TARIK MENARIK YANG TERBESAR DI DUNIA INI ADALAH ALAM PIKIRAN".
    Jadi apa yang kita pikirkan (positif maupun negatif) maka akan kembali ke diri kita sendiri.
    Inilah bukti bahwa Islam (Al-Quran) sudah membuktikan sebelum ilmu pengetahuan dilegalkan manusia.

    BalasHapus
  13. siang mba, mba anaz aku mau bgt lho jd tmnmu :)

    BalasHapus
  14. Hm, bagi saya, Anaz adalah teman terbaik. Meski kita sering ngmbekan, hihi. Sahabat blogger yang paling saya sayangi ya Anazkia.

    BalasHapus
  15. Naz, teman yang baik akan sll mengingatkan ketika lalai, ikut merasa suka dan duka, dan melakukan sesuatu untuk temannya tanpa pamrih.Menurut mba, pertemanan akan terjalin dgn erat jika dilakukan atas dasar yang kuat, dan niat benar, menjalin persahabatan untuk saling memberi manfaat dan hanya mengharap ridha Allah SWT semata.
    Btw, dengan blogging kan akhirnya mba' kenal Anaz hehehe

    BalasHapus
  16. jujur mbak, hati saya tergerak masuk ke blog ini pun karena ketulusan tulisan mbak,..jadi tulisan2 mbak itu ada manfaatnya mbak,..pokoknya saya salut dg alur hidup mbak,..jempol ya mbak!!

    BalasHapus
  17. Kita memang harus pintar2 nyari teman. Karena tak jarang kasus, dimana teman sendiri nusuk kita dari belakang.

    BalasHapus
  18. anaz ki ncen dahsyat tenan
    lain blog lain tulisan
    trus njuk kapan turune..?

    opo kapan kerjone yo..?

    BalasHapus
  19. Teman yang mendekatkan pada buku

    Buku yang mendekatkan pada teman, wech...opo iki maksud ne?

    Hmm...indahnya diingatkan sahabat, ditegur teman untuk banyak kebaikan.

    Senyum ;)

    BalasHapus
  20. ya betul mba teman yang baik itu teman yang mau mengingatkan apabila kita salah bukan malah membiarkan kita berkubang dlm kesalahan...

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P