Kata-Kata Sederhana

Lagi nulis surat buat balesin untuk anak-anak yang di Papua, saya kok terharu baca suratnya Ibrahim Patur. Kenapa? Karena dia menceritakan tentang Pak Gurunya. Nggak bisa bayangin kalau surat ini dibaca Pak Guru sama istrinya kelak (lirik Erma heheheh) mungkin akan berinai air mata. Ah, anak-anak kepolosanmu membuat saya terharu. Saya copas suratnya di sini, eh, maksudnya saya tuliskan di sini...
Ibrahim Patur

Suatu hari saya dan teman-teman dan Pak Guru Arif Lukman Hakim, kita ke belakang pulau. Pak Guru Arif sangat baik dan sangat perhatian kepada kita. Di belakang pulau karangnya sangat indah dan mempunyai laut yang banyak ikan dan mangga. Dan kita pergi piknik, itu belajar di pasir putih tentang KPK dan tentang bahasa Inggris dan tentang bahasa Indonesia.

Pak Guru senang piknik dengan kita, wah, Pak Guru lucu sekali. Pak Guru senang, berlompat-lompat dan bermandi bersama kita. Pak Guru hobinya foto dan hobinya membuat kita gembira. Dan Pak Guru ikut bermolo di laut dan Pak Guru senang sekali dengan kita anak Papua.

Pak Guru senang sekali dengan kita, Pak Guru ingin kita belajar dengan baik, kalau Pak Guru sudah pergi, akan saya tulis surat untuk Pak Guru yang baik. Mudah-mudahan, Pak Guru bisa pergi ke luar negeri, akan saya doakan untuk Pak Guru. Pak Guru sudah memberikan kita sekolah dengan baik dan Pak Guru senang mengajak kita menyanyi dan piknik dan pergi ke laut dan molo dan tembak ikan di laut.




17 komentar:

  1. :'( *speachless,terharuu*
    alangkah beruntungnya perempuan yang bakal menjadi istri pak arif :)
    semoga banyak pak arif diluar sana..
    jadi pengen kenal sama pak arif ^^

    BalasHapus
  2. doa yang tulus dari seorang..murid.. akankah..di daerah yang lebih maju masih seperti disana..

    BalasHapus
  3. mengaminkan doa Ibrahim untuk guru Arif, dan semoga anak2 yang sekarang sedang dididik, tetap bisa belajar dan meneruskan pendidikan ke jenjang yg lebih tinggi.

    BalasHapus
  4. ...Pak Guru senang piknik dengan kita, wah, Pak Guru lucu sekali. Pak Guru senang, berlompat-lompat dan bermandi bersama kita. Pak Guru hobinya foto dan hobinya membuat kita gembira. Dan Pak Guru ikut bermolo di laut...

    benar-benar polos dan apa adanya, pasti Pak Guru senang membacanya.

    BalasHapus
  5. aku kira ibrahim patur tulus menuliskan itu. beda kalau yang nulis orang senayan...

    BalasHapus
  6. Nama belakang Pak gurunya keren ya :)

    Ini akan jadi sekeping kenangan tersendiri saat dibaca nanti..

    BalasHapus
  7. terharu sekali saya memebaca cerita di atas,,,
    sosok seorang guru yang baik dan ingin membuat muridnya senang,,,

    BalasHapus
  8. wah senang nya punya pak guru seperti pak guru arif lukman hakim :)

    sangat penyayang anak2 didik nya:) #terharu :'(

    BalasHapus
  9. Terharu mbak bacanya... Maju terus utk anak2 Papua..! :-)

    BalasHapus
  10. kesedrhanaan itu sudah tepancar dari kepolosan mereka merangkain kata2...sambil membayangkan logat bicara papua disana....

    BalasHapus
  11. huhuuuu, asli mbak, saya speechless :')
    memang sngat polos dan apa adanya.

    BalasHapus
  12. gak banyak guru yang kayak pak arif,,kebanyakan hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri dan tidak berbaur dengan murid-muridnya,,

    jadi terharu

    BalasHapus
  13. Nunggu komentar Pak Guru di sini ahhh...
    sapa tahu kelak istrinya bakal baca ini juga.... :P

    BalasHapus
  14. aduh,,,jadi pengen kenal sama pak arif nih,,,begitu penyayang,,,

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P