Diskusi Kepenulisn FLP Malaysia


Kuala Lumpur-  "Menulislah, minimal satu buku sebelum tertutup ajalmu" Begitulah ujar Mbak Asma Nadia, dalam sebuah diskusi kepenulisan kemarin 9-10-11. Bertempat di aula SIK (Sekolah Indonesia Kuala Lumpur) sebanyak lebih kurang 100 pengunjung menghadiri obrolan santai seputar perempuan bersama dengan Mbak Helvy Tiana Rosa dan Mbak Asma Nadia. Acara yang bertemakan "Mempersiapkan Dan Mempertahankan Keluarga Sakinah" dipandu oleh dua orang adik beradik penulis kenamaan Indonesia. Pengunjung yang hadir sebagian besar adalah perempuan yang terdiri dari para pekerja kilang, ibu rumah tangga juga mahasiswa. Acara ini diselenggrakan oleh FOKMA (Forum Komunikasi Muslimah Indonesia di Malaysia) dan FLP (Forum Lingkar Pena) Malaysia.


Acara dimulai pukul 09.30. Awalnya pengunjung yang hadir terlihat lengang, tapi beranjak siang semakin banyak pengunjung yang berdatangan. Setelah beberapa sambutan dari ketua panitia dan kepala sekolah SIK sendiri, acara diskusi langsung dimulai.  Unik, saat melihat dua orang adik beradik ini di daulat maju ke depan dan membuka diskusi, masing-masing saling mendorong untuk siapa dulu yang ke depan. Tak hanya sebelum ke depan, bahkan ketika sudah di depan pun masih lagi dorong-dorongan siapa yang akan memulai berbicara lebih dulu. Akhirnya, setelah suwit, Mbak Asma Nadia sebagai pembicara pertama.

Masih dengan gaya khasnya  mengajak pendengarnya untuk terus menulis, Mbak Asma menceritakan bagaimana cara untuk mempertahankan semangat menulis. Menurutnya  tidak ada istilah untuk penulis terlalu muda dan tisak ada juga penulis terlalu tua untuk jadi penulis. Siapapun bisa memulai untuk menulis. Tidak usah beralasan untuk tidak memiliki waktu untuk menulis, apalagi untuk seorang ibu rumah tangga. Karena menurutnya, para perempuan lebih fleksibel untuk menjadi penulis. Yah, sekarang siapa tak mengenali Mbak Asma Nadia dengan karyanya yang sudah beredar di mana-mana bahkan menjadi beset seller sebagiannya.

Dilanjut oleh Mbak Helvy Tiana Rossa, diskusi tidak kalah serunya. Dengan pembacaan puisi berjudul "kangen" Mbak Helvy mulai berbicara. Berbeda dengan Mbak Asma yang menitik beratkan perbincangan kepada naskah bukunya tentang Sakinah Bersamamu, Mbak Helvy berbicara tentang "Menulis Sehat" Bukan hanya berbicara tentang teori menulis, tapi juga tentang semangat menulis di mana Mbak Helvy sendiri adalah pendiri pertama Forum Lingkar Pena (FLP) yang ujar Pak taufik Ismail menjadi gerbong lokomotif  penulis Indonesia.

Menulis adalah kesenangan, di mana kita bermain imajinasi tanpa perlu kekhawatiran. Menulis adalah berbicara, dengan membayangkan kita sedang mengobrol spontan, lugas dan lancar.  Menulis itu berbagi, ketika tulisan kita bermanfaat untuk orang lain. Menulis itu membebaskan, karena memiliki kesempatan luas untuk berekspesi. Menulis itu menyehatkan, aktivitas menulis dapat meningkatkan antibodi.  Menulis itu dapat mewariskan jejak abadi dan menulis juga bisa dijadikan media katarsis. Dengan semangatnya, itulah beberapa point-point yang dihembuskan oleh Mbak Helvy  kepada para pendengar yang datang dalam diskusi tersebut.

Setelah pemaparan oleh dua orang pembicara, tiba waktunya para pendengar untuk mengadakan tanya jawab. Meskipun waktu yang tersedia  terbatas, karena dua pembicara akan segera terbang kembali ke Indonesia, tapi semangat pendengar tak terpatahkan. Beberapa penanya antusias memberikan soalan dan dengan bergantian Mbak Helvy dan Mbak Asma menjawab dengan bijaknya.

"Hidupmu adalah sejarah dan karyamu adalah hal yang mempertahankannya." Terimacinta, Helvy Tiana Rossa.

Lebih kurang empat jam diksui bersama dengan dua orang perempuan penulis kondang. Tanpa terasa, akhirnya diksui diakhiri dengan do'a. Ah, empat jam diskusi semoga menjadi sumber inspirasi.

 Para panitia dan pembicara
 Kakak beradik :)
 MC :)
Peserta

Copas dari tulisan saya yang di kompasiana

13 komentar:

  1. "Hidupmu adalah sejarah dan karyamu adalah hal yang mempertahankannya."

    Sepakat dan sependapat!

    Keren euy, Mbak Anaz pernah ikutan diskusi dengan penulis sepopuler mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas, saya suka juga sama kalimat itu :)

      Hapus
  2. makin maju aja mba'...pengen ke KL ihhh hehe

    BalasHapus
  3. "Menulislah, minimal satu buku sebelum tertutup ajalmu"

    waduh abot rek rasane.. tapi cukup memotivasi..

    BalasHapus
  4. Mbak Anaz luv U dech ;)

    #tulisan ini? Akukan dah baca plus komment di kompasianamu :)

    BalasHapus
  5. prinsip yang salah...
    menulislah di blog sebelum kamu mati
    buku mah terbatas dan harus beli
    kalo di blog gratis dan bisa dibaca siapa saja
    lebih merakyat....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf Mbak, kali ini aku sepakat ama Kang Rawins, bukan berarti aku gak minat bikin buku sih, dari tahun kemaren juga sempet mau bikin biarpun belum jadi ampe sekarang *GUBRAK!!!! tapi kayanya blog tuh lebih dari sekedar buku untukku, soalnya tiap kali mau bikin buku, yg aku pikirin justru kenapa orang mesti beli cuma untuk baca apa yg aku tulis? makanya semua niat berubah, klo bisa bikin ebook mungkin aku bakal bikin ebook ajah :)

      Eh ngomong2 kok udah banget postinganmu, yg cerita2 itu yg mana? lier euy hahah...

      Hapus
    2. ferrr...
      mendingan ngeblog wae
      tar juga diterbitin sama anaz
      percaya deh...

      #komen di sebelah ah ben dibales...

      Hapus
    3. tapi aku sepakat dengan mba asma. kenapa harus berbentuk buku? biar anak-anak pelosok negeri yang ga bisa jangkau akses internet bisa baca. karena ada desa2 terpencil yang bahkan lisrik aja ga ada, ga bisa akses internetnya. jadi, lebih simpel dalam bentuk buku. ;)

      Hapus
  6. fotoku ga ono ya huaaaa.
    ko baru di post mba?

    BalasHapus
  7. Menulis minimal satu buku?
    Hmm... kalo misalnya kita menulis antologi, termasuk nggak ya?
    #akin ngeyel :D

    BalasHapus
  8. kadang2 menulis tergantung mood juga lho.
    kalo lagi gak mud, di paksa, bisa jelek ntar karangan tulisannya.

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P