Mahanani, Sebuah Senyum Untuk Anak Negeri

Mahanani, nama itu saya ketahui setelah membaca cerpennya Mas Aris Kurniawan Basuki, salah seorang teman di kompasiana. Dari situ, saya baru mengetahui fan page mahanani. Lantas, apa itu mahanani? Mahanani adalah sebuah nama Taman Bacaan, yang dikelolah oleh salah satu teman blogger yang saya kenali di kompasiana, Mas Naim Ali. Kalau teman-teman up-date beritanya sudah menyebar di mana-mana. Ada di kompas.com, terus di harian surat kabar lokal di televisi (dua statisun TV yang pernah menayangkan profile Mahanani adalah Indonesiar sama Trans TV) Semoga nggak salah inget.

Apa arti Mahanani dan siapakah Naim Ali? Apakah Mahanani jelmaan dari Naim Ali, atau Naim Ali yang menjelma menjadi Mahanani? Ok, baiklah kita simak sedikit mengenai dua nama yang saling berkaitan...

 Inilah penampakan Mas Naim Ali 


Naim Ali, adalah seorang cowok berambut kriwil yang kini entah sudah berumur berapa tahun. Melihat tingkat kekriwilan rambutnya bisa jadi ia sudah berusia setengah abad. Atau bahkan lebih (karena nggak punya data jadi nulisnya begini) Pemuda berambut kriwil ini hobi motret dengan tema BW, alias Black and White. Abaikan tentang prolog Naim Ali, kita kembali ke Mahanani. #NungguDiSeblakMasNaimAli :D

Tak ada yang kebetulan dalam hidup, tapi pemuda yang rendah hati ini sering menganggap bahwa semuanya kebetulan. Kebetulan ketika kecil ia tak memiliki banyak buku, kemudian karena kebetulannya itulah ia mulai mengumpulkan buku satu demi satu. Meskipun buku yang ada ia tak mampu membacanya satu persatu,  padahal jumlahnya tak banyak. Bahkan, 10 jarinya pun masih boleh mengira kalau ia duduk dengan anak kecil yang baru masuk TK. Kalimat itu adalah menurutnya :)

Kemudian, ia menambahkan kebetulan selajutnya. Ujarnya, karena menyadari akan kebodohan diri yang malas membaca, hobi kluyuran, sekolah gagal, nggak berguna bagi dirinya sendiri, ia merasa ketakutan akan kegagalan dirinya. Di mana ketakutannya takut menjalar kepada lingkungan sekitar. menular kepada adiknya, menular kepada saudara adiknya dan menular kepada adik tetangganya. Maka dengan semua kebetulan itu, Naim Ali mencoba menebus dosa dengan berbuat semampunya yaitu dengan mendirikan Taman Bacaan Mahanani.

Menurut ibundanya, Mahanani itu berasal dari bahasa jawa yang berarti suatu yang berguna atau bisa diartikan sebagai "wahana". Naim Ali sendiri berharap, Mahanani menjadi wahana untuk menebus dosa, atau wahana orang lain untuk belajar bersama. 

Selanjutnya, ia mulai mengumpulkan buku-buku yang sedikit dari miliknya, digabung dengan milik saudaranya juga milik teman-temannya tentu saja untuk diberikan kepada Mahanani. Buku yang ada, kemudian ia pinjam-pinjamkan kepada siapa saja secara gratis. Naim Ali berharap, dengan caranya meminjamkan buku ia bisa menjadi berguna.

Kebetulan selanjutnya, di dekat rumahnya ada sebuah bangunan yang tak berguna, kemudian ia gubah menjadi rumah Mahanani. Kebetulan-kebetulannya tak hanya sampai di situ saja, masih banyak kebetulan lain yang tak bisa ia sebutkan. Kebetulan yang menimpa kepada Naim Ali semoga menjadi keberkahan untuknya. Amin...

Kebetulan yang ada, tak membuat Naim Ali merasa berhenti begitu saja, justru semuanya memberikan kesadaran untuknya. Ujarnya, untuk membaca tak memerlukan bangunan, untuk membaca juga tidak harus membaca buku. “Bacalah!” begitu bunyi wahyu pertama untuk nabi Muhammad SAW, padahal beliau nggak bisa baca apalagi nulis. Dari gelisah itu, imbasnya nama TAMAN BACAAN MAHANANI diubah oleh Naim Ali menjadi TAMAN BACA MAHANANI. Wahana belajar apa saja, diawali dengan membaca apa saja.

Akibat dari itu semua sekarang Naim Ali  jadi sering usil ngelamuni ide-ide asyik buat agenda yang seru di Mahanani selain membaca buku, tapi yang tetap aktif merangsang tabiat gemar belajar, senang membaca. Semisal agenda Do Seneng: Dongeng Seneng, Wisata Baca, MaiBuku, Coret, Buku Keliling, Buku Mampir, dsb. Semoga dalam waktu dekat seluruhnya bisa terealisasi. Amin..

Penggalan-penggalan di atas saya perolehi dan saya copas semena-mena dari blognya atas ketidakizinan pemiliknya :D.

Yang menarik dari semua kegiatan di atas menurut saya adalah ketika cowok berambut kriwil ini harus menggoes becak, kemudian keliling kampung dengan membawa buku-bukunya lantas dipinjamkan kepada siapa sajasecara bergiliran. Sungguh kalau menurut saya, ini bukan kebetulan. Ini adalah bentuk perjuangan! Semangat Mas Naim Ali, memberikan sebaris senyuman untuk anak negeri. 

Kesibukan Mas Naim Ali


 Kesibukan dan kemeriahan anak-anak menyambut Mahanani keliling

Mulai ubah mind set, kita ngrumpi dengan buku :)

Buatteman-teman yang ingin berkunjung ke Mahanani ini alamatnya

Alamat: jl. supit urang utara 13 kediri jatim 64112
ym: tamanbaca.mahanani@yahoo.co.id
e : tamanbaca.mahanani@gmail.com
website: mahanani.com (blom jadi :)) )

Dan buat teman-teman yang ingin ikut berpartisipasi,  Bagi yg tergerak membantu melalui membeli buku #T2W Greatest Love of All #1000Pembeli4Mahanani, bisa membeli buku 1 dan buku 2 langsung dari nulisbuku di link ini (seluruh royalti, diperuntukkan bagi MaBagi yg tergerak membantu melalui membeli buku #T2W Greatest Love of All #1000Pembeli4Mahanani, bisa membeli buku 1 dan buku 2 langsung dari nulisbuku di link ini (seluruh royalti, diperuntukkan bagi Mahanani, thanks kepada pengarang2 yg baik hati :D):hanani, thanks kepada pengarang2 yg baik hati :D)



Buku di atas bisa dipesan melalaui nulisbuku, royalti sepenuhnya untuk Taman Baca Mahanani

"Bekerjalah, beramalah. Maka keajaiban akan menyapa dari arah tak terduga. Mulailah. Karena dalam keberanian memulai itulah terletak kemudahannya. Bukan soal punya dan tak punya. Mampu atau tak mampu. Miskin atau kaya. Kita bekerja, kita beramal, karena bekerja dan beramal adalah bentuk kesyukuran yang terindah." Dipetik dari buku Dalam Dekapan Ukhuwah, by Salim A Fillah

29 komentar:

  1. nah, gini maksudku naz,
    jadi klo pas plesir gitu kan, tau deh ada taman baca di tempat itu. kan jadi enak :D *apa coba :P*
    semoga TBA nya awet :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kudu banyak kenalan yah, Mbak? :)

      Horeeeeeeeeee, akhirnya posting setelah asyik ngefbe aja juga nwitter aja :D

      Hapus
  2. mantaaapppp ulasannya Mbak... *nguleg cabe dulu sambil lirik2 Mas Naim :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wehehehehe, Mas Naim gak berani datang ke sini bawa ulekan :D

      Hapus
  3. Hm..hebat tuh Mas Naim, kalau saya baca cerita ini semua bukan karena kebetulan tapi karena usahanya . . sip² ya bisa main ke Kediri :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, bener, Kang usaha dan kerja kerasnya Mas Naim Ali yang membawa manfaat. Kalat tak, tak akan ada nama Mahanani apalagi sampai masuk di TV :)

      Semoga salamnya dibaca oleh Mas Naim Ali :)

      Hapus
  4. weh mas naim khan skrg gak kriwil lg mba anaz, terakhir aku lihat di indosiar wis cepak rambute :

    BalasHapus
    Balasan
    1. Opo iyo, Mak? Wehehehe
      Sungkem sama mas Naim Ali :)

      Hapus
  5. Waaah taman bacaannya si Mas Naim. ^_^

    BalasHapus
  6. niatnya bagus sekali ya mbak semoga banyak yg membantu. Apa kabar mbak Anaz?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminnn, alhamdulilah baik, Mbak Lidya :)

      Hapus
  7. waw.. hidup itu memang banyak kebetulannya.. ya kebetulan kesempatan datang ke hidup kita, yaahh, kadang juga ga sekali.. tinggal kitanya aja yg harus menyikapi kesempatan2 dalam hidup.. take it, or leave it? :D itu aja sih opini saya setelah baca artikel ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho'oh, kesempatan yang mampu kita pergunakan sebaik mungkin :)

      Hapus
  8. keren mas.... berbagi adalah hal yang menyenangkan .....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yio, Mas. tapi saya Mbak bukan Mas :D :P

      Hapus
  9. keren banget! saya jadi ingin ke taman bacaan itu. tapi sayang, saya jauh dari bekasi ke kediri berapa ongkosnya, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo kita ke sanaaaa

      #nggak tahu ongkosnya berapa, Mbak :D

      Hapus
  10. keren juga nih , semoga dengan ada nya posting ini .
    bakal lebih memperbanyak kesadaran kita dalam membaca

    BalasHapus
  11. Subhanallah semoga banyak yang dibukakan hati mau membantu :)

    Mbak Anazzzz....pa khabr?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, Insya Allah

      Alhamdulilah baik, Mbak Aritneke :)

      Hapus
  12. semoga taman bacaannya tetep langgeng yo mbak

    BalasHapus
  13. kayaknya ini sebuah panggilan deh, maksudnya panggilan hati ia sendiri. karena tdk semua org bsa seperti mas kriwil, hehe pekerjaan yg mulia ya mbak... tp apa hubunganya dgn gambar penyanyi whitney houston?

    BalasHapus
  14. wah keren banget , harus di kembangkan lebih besar lagi

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P