Nak, Keponakanku

Nak, keponakanku,

Hari ini, tante membaca postingan bundamu di sini. Ah, Tante terharu. Tante ingat ingin menuliskan sesuatu untkmu, Nak. Di hari kepergianmu yang ke 100 ini, Tante mencoba untuk mengingat-ingat kembali kalimat apa yang ingin Tante susun sejak lama. Yah, memang sejak lama Tante ingin menuliskannya beberapa baris untuk Tije.

Nak, keponakanku,

Suatu hari, sebelum engkau lahir ke dunia, tante pernah berbincang dengan salah seorang teman di inbox FB. Saat itu kita berbicara tentang masa lalu dan teman Tente itu berujar, "Aku malah ingin menghapus memory masa lalu yang beberapa tahun saja :P" 1 april 2012 Tante hanya membalas "Berdamai dengan masa lalu" Sudah, sampai di situ Tante tak membahas lagi diskusi Tante dengan teman. 

Tapi tahukah, kau, Nak? Menjelang pagi, saat Tante mengemas rumah, Tante kembali terngiang-ngiang kalimatnya. Dan yang terpikir kemudiannya di benak Tante adalah Bundanya Tije. Kenapa beliau, Nak? Karena Tante teringat cerita almarhumah Tante Nita sepenuhnya saat baru pulang dari Cirebon bersama dengan Bundamu, juga bulik Kriwil tentunya. Tante ingat Bundamu, juga Om mu...

Nak, Keponakanku,

Besoknya, saat Tante membuka multiply, Tante melihat bundamu pergi ke Solo ditemani oleh bulik kriwil. Tante tertanya-tanya kenapa? Bukankah perut bunda saat itu sudah besar mengandungmu, Nak? Tante telusuri komentar teman-teman, kenapa ada yang berbela sungkawa. Duh, Gusti... Rupanya Om mu sudah pulang ke haribaann-Nya. Masya Allah, sungguh Tante tak mengenal Om mu kecuali dari cerita juga foto-foto yang bundamu pajang. 

Nak, keponakanku,

Akhirnya engkau lahir di Klaten, Nak, bukan di Jakarta. 3 april 2012, engkau melihat dunia. Kami semua gembira, kami semua tersenyum menyambutmu penuh tawa. Kamu cantik, Nak, sangat cantik. Seminggu kemudian engkau kembali pulang ke Jakarta menaiki kereta bersama ayah dan bunda setelah sebelumnya bulik kriwil pulang lebih dulu. 

9 april, bulik Kriwil publish foto-fotomu dalam jumlah yang banyak. Meski sebelumnya, Tante Shanty juga pernah mempublishnya. Pada foto yang ini, Tante memberikan komentar


anazkia wrote on Apr 9
Calon traveller sejati ini

Selamat lahir ke dunia, yah, Nak
Pecah tangismu saat lahir, gunakanlah ia kelak sebagai kekuatanmu. Kekuatan menaklukan dunia...

nawhi wrote on Apr 9
setuju sama Anaz, calon traveller sejatiii..!!


Dan komentar Tante, diaminkan oleh Om Ihwan. 

Nak, keponakanku,

Saat besoknya Om Deba menulis quick note mengenai sebuah kabar, kami tertanya-tanya ada apa? Satu demi satu quick note kembali bermunculan mengabarkan engkau telah pergi. Ternyata, Allah lebih menyayangimu, Nak. Sebanyak mana kasih sayang kami kepadamu, tapi rupanya kasih sayang Allah telah menantimu di sana. Selamat jalan, Nak, selamat jalan... Sekarang 100 hari kepergianmu, semoga kini engkau tengah bermain-main dengan Tante Nita juga om mu, yah, Nak... Salam hangat, salam sayang dari Tante Anaz, juga tante dan om, bulik, semua di multiply dan di mana saja.


Dalam kenangan: Brigita Dyah Ayu Simumora
3 april 2012-10 april 2012

16 komentar:

  1. Subhanallah.. Terharu sekali membaca tulisan ini dan tulisan yang di multiply, Mbak Anaz..

    Insya Allah ananda akan menjadi pembuka pintu surga bagi keduaorangtuanya..

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum...salam ukhuwah..semoga memberi manfaat kepada kita..InsyaAllah

    BalasHapus
  3. Ya Allaaaah.. saya bingung mau komentar apa ...

    BalasHapus
  4. sangat menginspirasi mbak anaz...

    salam dari jogja :)

    BalasHapus
  5. ahhh tije semoga engkau bahagia di alam sana

    BalasHapus
  6. Subhanallah... betul2 menyedihkan....

    BalasHapus
  7. ya Allah,,,saya merinding baca ini,,,,

    BalasHapus
  8. begitu cepat waktu berlalu, bahkan ketika air mata belum sempurna mengering, seratus hari kini terbilang. Selamat jalan wahai penghuni syurga, semoga kami yang masih tertinggal kelak menuju kesana juga.

    *Mbak, multiplyku terabaikan lagi :(

    BalasHapus
  9. semoga menjadi pembimbing ortu menuju surga

    amin ya rabbal alamin

    BalasHapus
  10. what..

    saya larut dalam gaduhnya hening..
    seribu kata mati dalam kelu..

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P