Tentang Blogger Hibah Sejuta Buku

Desember 2009, saya memiliki kesempatan untuk memijakan kaki di Pekanbaru. Jauh-jauh hari, sebelum ke sana, saya sudah mengabarkan kepada teman-teman komunitas blogger bertuah akan kedatangan saya. Jauh-jauh hari juga, saya sudah memilih dan memilah buku-buku yang masih layak baca untuk dibawa ke sana. Yah, saat itu, baru bergulir tentang gerakan sosial dunia maya Blogger Hibah Sejuta Buku yang dipelopori oleh Nanlimo, Datuk Bertuah. 27 desember2009 bertempat di mall Pekanbaru, akhirnya kopdar ramai-ramai dengan teman-teman komunitas blogger Bertuah dapat terlaksana. Tentunya, tak hanya kopdar semata-mata, karena ada sebagian dari kami yang membawa buku untuk dikumpulkan.

Bersama Nanlimo, pengasas gerakan Blogger Hibah Sejuta Buku. Kelak, berharap kita bisa kembali duduk bersama, di tempat yang berbeda dengan baju yang sama juga tujuan yang sama untuk meluaskan BHSB. Aamiin...

Itulah kali pertama saya terlibat sebagai donatur buku dalam gerakan sosial dunia maya. Tahun berikutnya, ketika salah seorang teman saya yang berada di Melaka kopdar di Pekanbaru, pun melakukan hal yang serupa. Kopdar beramai-ramai, disertai dengan pengumpulan buku.

Blogger Hibah Sejuta Buku, awalnya saya ketahui dari jurnalnya Nanlimo. Seorang mahasiswa akhir tahun, yang kamarnya berserakan karena buku-buku yang dimilikinya mempunyai inisiatif untuk menyumbangkan harta yang dia punya. Berawal dari Kuliah Kerja Nyatanya yang dilakukan di kepulauan Meranti-Riau, di mana di desa tersebut anak-anak haus akan bahan bacaan, tapi persedian buku sangat terbatas. Maka terbentuklah gerakan sosial ini, yang didukung oleh teman-teman blogger dari berbagai komunitas. Baik yang di tanah Jawa, Sumatra bahkan sampai ke Papua.

Mulai bergulirnya Blogger Hibah Sejuta Buku pada november 2009 berlanjut sampai akhir tahun 2010, buku-buku tersebut baru bisa dikirimkan ke kepulauan Meranti-Riau. Kenapa begitu lama? Adanya kendala keuangan itulah yang melambatakan kenapa buku-buku begitu lama disimpan dan baru dikirimkan ke Meranri-Riau. Teman-teman blogger bertuah, Nanlimo (Prima Wahyudi), Bang Ais, Rizki Khaizir, Ridho Faldana. Tak lupa diantar sampai ke pelabuhan oleh Bang Atta, Bang Fiko dan Bang Maryo.

Dari akhir 2010sampai bulan september 2011 BHSB menyepi.

Juni 2011, seorang teman dunia maya yang saya kenali via kompasiana mendapatkan tugas di Fakfak-Papua Barat sebagai pengajar muda dalam program Indonesia Mengajar. Arif Lukman Hakim, seorang mahasiswa alumni Universitas Gajah Mada fakultas ekonomi ini acap kali membagi cerita-ceritanya selama bertugas melalui notes facebook juga laman blog kompasiana. Tentang kampung Tarak yang tak ada penerang cahaya listriknya, tentang sekolah yang hanya ada dua ruangan saja, tentang guru yang terkadang hanya satu saja dalam dua kelasnya juga tentang minimnya bacaan-bacaan di sana.

Lantas saya teringat tentang Blogger Hibah Sejuta Buku. Bagaimana kalau mengaktifkan lagi gerakan sosial dunia maya ini? Saya menghubungi Bang Atta juga Emo pengasasnya. Mereka mendukung, mereka support sepenuhnya untuk kembali mengaktifkan gerakan sosial dunia maya tersebut. Satu demi satu beberapa teman saya hubungi, satu demi satu ide diperolehi. Maka, atas saran Bang Atta dibentuklah volunteer di beberapa kota dengan kemauan sukarela teman-teman blogger yang ada. Terbentuklah lanjutan hibah buku sebelumnya, Blogger Hibah Sejuta Buku fase kedua pada bulan oktober dengan tujuan SDN Fakfak-Papua Barat.

Rantang waktu yang kami sediakan adalah tiga bulan, oktober-desember jeda waktu yang kami tempuh dengan beberapa perwakilan volunteer di beberapa kota, Pekanbaru, Malang, Jakarta, Bogor, Bandung, Serang juga Makassar. Alhamdulilah, 1000 lebih buku terkumpul. Sumbangan dari teman-teman blogger juga para netter.

Setelah ke Papua, program tak berhenti begitu saja. Februari-april Blogger Hibah Sejuta Buku kembali bergerak ke Ambon tepatnya di SD YPPK Manusela Seram Utara. Kembali dengan format yang  serupa dengan fase kedua, BHSB fase ketiga bertambah lagi alamat volunteer dari beberapa kota sebelumnya. Kediri, Jember, Bukittinggi, Bekasi, Semarang, Sulawesi, Kalimantan, Jogjakarta juga Ambon tentu saja. Lagi, jeda waktu yang kami tentukan adalah tiga bulan. Alhamdulilah, pada fase ketiga ini, tak hanya buku yang berhasil kami kumpulkan, tapi juga sumbangan berbentuk uang. Di mana uang tersebut adalah untuk biaya pengiriman para volunteer juga biaya akomodasi teman-teman di Ambon yang akan ke Manusela.

Satu kali ke barat, ke pedalaman Meranti-Riau dan dua kali ke timur Ambon dan Papua, kami kembali mencoba merambah wilayah barat dengan tujuan tanah rencong-Aceh. Alamat volunteer kembali bertambah, Surabaya, Palembang, Bengkulu, Tangerang, Sumedang dan juga Aceh tak ketinggalan. Kembali dalam waktu tiga bulan kami bahu membahu memberikan infomasi, mengabarkan pengiriman buku juga pengiriman uang ditambah dengan usaha kami untuk lebih mengenalkan BHSB ke khalayak umum (meski amsih terbatas pada member BHSB saja) dibuatlah kaos BHSB juga gantungan kunci BHSB di mana hasil keuntungan sepenuhnya adalah untuk akomodasi BHSB. Alhamdulilah, waktu tiga bulan mampu kami lewati. Puji syukur buku-buku kami perolehi.

Penjualan kaos BHSB
Gantungan kunci BHSB

Satu, dua, tiga, empat semoga angka-angka itu tak berhenti dan ia terus meniti sampai angka tertinggi. Dengan bantuan teman-teman dengan semangat teman-teman baik pengguna blogger, para netter, rekan-rekan facebooker juga twitter gerakan sosial ini tidak akan berhenti begitu saja. Tapi, terus bergulir seperti bola salju yang mencair kemudian melelehkan airnya dan mengalir ke mana-mana. Semoga saja...

#Bersambung, masih ada banyak cerita yang akan tersalin dalam kata...


11 komentar:

  1. semoga sukses dg keikhlasan anda dalam hibah sejuta buku. amal baik diterima di sisinya

    BalasHapus
  2. kakak acaranya keren sekali, banyak banget dunk yg datang?

    BalasHapus
  3. sayangnya nggak banyk buku yg sy pny untuk di sumbangkan...:((

    BalasHapus
  4. mantap mbak anaz,,saya termasuk suka bca tapi gak pernah beli,,hehe,paling ke perpus...;)

    BalasHapus
  5. keren dan bermanfaat banget...salut atas jiwa2 besar BHSB

    **sayang aku terlalu pelit banget untuk bagi2 buku**

    BalasHapus
  6. hihihi. . .
    Saya cuma mau komen, kalau saya sudah tidak punya utang tapi saya tidak akan tutup akun, mba. :P

    Kaosnya euy, baguuuuuuuuuus. .
    Gantungan kuncinya juga bagus, kreatif ada kaca benggalanya, mba. :D

    BalasHapus
  7. Salam.
    Kalau untuk Wilayah Makassar, nitip bukunya dimana yah..??

    BalasHapus
  8. Ide bagus yang perlu ditularkan...
    Salam kenal, semoga sukses selalu

    BalasHapus
  9. Semoga sukses.. perbuatan baik pasti banyak tantangannya..

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P