Di Balik Cerita BHSB Fase Keempat [Aceh]



BHSB (Blogger Hibah Sejuta Buku) fase keempat dengan tujuan Aceh, alhamdulilah telah selesai dilewati. Alhamdulilah, buku-buku yang  dikumpulkan selama tiga bulan sudah dikirimkan melalui perjalanan darat dengan menggunakan transportasi bus. Ini bukan tulisan mengenai laporan akhir dari BHSB fase keempat, tapi tulisan mengenai rupa-rupa cerita dan banyak rasa di balik kisah BHSB fase keempat (jiyahhhh, bahasanya, rek!)


BHSB fase keempat dimulai pada awal bulan juni sampai agustus 2012 lalu, setelah sebelumnya kita ke Manusela. Tujuan Aceh sendiri setelah sebelumnya dikabari oleh Bang Almas, blogger Ambon yang memberitahukan kepada saya, kalau teman-teman komunitas Aceh Blogger Community (ABC) juga sedang melakukan program  1blogger 1 buku untuk dikumpulkan dan disebarkan ke wilayah Aceh. Setelah BHSB satu kali singgah ke barat di kepulauan Meranti-Riau serta diikuti wilayah timur, Papua dan Manusela, akhirnya teman-teman di group sepakat kalau BHSB fase keempat adalah ke Aceh.

Biasanya, untuk memudahkan komunikasi kita membawa teman tersebut ke dalam group BHSB untuk memudahkan komunikasi. Dimasukanlah oleh Bang Almas beberapa teman saat itu, Tengku Muda. Juga diikuti selanjutnya oleh Dokter Liza Fathiya oleh saya.

Komunikasi pertama, sih, biasalah basa basi :D biar gak kelihatan basi. Meski akhirnya jadi keki, karena OOT yang gak jelas (nunjuk diri sendiri) Sampai akhirnya entah malam tanggal berapa saat saya berbalas komentar dengan Mbak Else,  dibuat marah dengan salah satu komentar Tengku Muda huahahaha…. (asli kalau inget ngakak) Udah, akhirnya saya berhenti itu OOTan. Lanjut ngobrol dengan Mas Trie, ealah… ini kok yah nambah ruwet malah saya marah (lagi) terus lagi, saya colek-colek Bang Almas, lah bukan jadi benernya kok saya malah dapet kalimat “sakti” dari Bang Almas yang membuat saya sangat-sangat berkecil hati. Eh, iya, saya jadi inget waktu itu pas sabtu malam minggu, kayaknya Bang Al lagi chat sama pacarnya kali, yaks? :P

Beberapa hari setelah itu, saya mulai jadi orang yang “pendiem” pendiem di dunia maya. Kalau ingat saya pernah menghilang dari twitter mungkin salah satunya adalah hal di atas (buehehehe, enggak banget, sih kalau inget)

Karena ditanyain banyak temen kenapa “ngilang” di twitter, akhirnya saya kembali menampakan diri :D dan kembali deh bercuap-cuap. Hal pertama, saya langsung inbox Tengku Muda, silaturrahim dan meminta maaf atas kesalahpahaman saya, SMS Bang Almas serta bertegur sapa lagi dengan Mas Trie. Dan akhirnya, alhamdulilah, komunikasi di antara kami lancar. Saya kerap kontak Tengku Muda, bertanya gimana caranya kalau mau kirim buku dengan cara yang murah. Alhamdulilah, saya kembali dikenalin dengan Bang Aulia. Begitulah, komunikasi berjalan lancar.

Saya sedikit khawatir, ketika melihat tulisan mengenai BHSB fase keempat tidak sebanyak seperti fase ketiga dengan tujuan Manusela. Tapi, rezeki dari Allah memang tidak akan ke mana, satu demi satu kiriman buku mulai berdatangan, juga donatur uang.

Donatur buku

Mungkin dan memang pasti, saya nggak bisa nyebutin satu persatu siapa aja yang sudah kirim buku untuk BHSB fase keempat ini. Tapi, ada beberapa nama yang saya ingat, dimulai dari Mbak Fanny di Jakarta yang mengirimkan buku-buku karyanya sendiri. Terus dari situ lanjut siapa lagi, yah? Kayaknya teman di multiply deh, yang ngirimin buku melalui volunteer Semarang, Mas Slamet. Terus, pernah suatu hari saya nulis TL di twitter kalau lagi nyari buku-buku bekas SD. Alhamdulilah disahutin sama Mbak Lusiana dan Mbak Reni. Mbak Lusiana langsung dikirimin ke Mbak Else yang terkumpul di komunitas Blogger Bertuah, sementara buku dari Mbak Reni dikirim ke Tangerang.

Siapa lagi, yah...???

Volunteer Bekasi, Harie Sulistyo, seorang guru di SDIT ini usaha ngumpulin bukunya layak diacungin jempol. Dia kerap membuat slide video BHSB kemudian diputar di depan anak-anak muridnya. Nah, dari situ, anak-anaknya sering nagih cerita mengenai BHSB dan sekolah-sekolah mana lagi yang membutuhkan buku, karena dengan sendirinya anak-anak muridnya akan membawa buku yang masih layak baca kemudian diserahkan kepada gurunya. Tak hanya itu, ketika Sekolah Kehidupan mengabari BHSB akan menghibahkan ratusan buku, dengan cekatan pak guru berbadan kecil ini bolak-balik Bekasi-Halim dengan mengendarai sepeda motor bersama temannya untuk mengambil buku.

Shona Vitrilia dengan Syefilia Rosa dua orang teman yang bermukim di Bukittinggi juga melakukan aksi yang sama. Mereka, dengan beberapa teman-temannya di Bukittinggi menjadi volunteer untuk wilayahnya sejak fase ketiga. Kali ini, mereka langsung mengirimkan bukunya dari Bukittinggi ke Aceh.

 Kiriman buku dari Bukittinggi yang langsung sampai ke Aceh

Selain Mas Slamet di Semarang, ada juga Citra, seorang blogger yang sedang menyelesaikan belajarnya di salah satu universitas di Semarang yang rela menyisihkan sedikit waktu luangnya untuk mengumpulkan buku. Di akhir deadline, dibarengi dengan sakit yang dideritanya ia memaksakan mengirim buku ke Jakarta. Meski berulang kali saya mencegahnya menunggu sembuh, tapi ia tetap berkeras untuk segera mengirimkannya ke Jakarta. Kata dia, "Ini sudah tanggung jawab saya, Mbak, jadi harus segera dikirim" Duh, sedih bener pas baca inbox-inboxnya....

Kiriman buku dari Medan yang langsung sampai ke Aceh

Blogger Bertuah, nah komunitas blogger bertuah, selalu terdepan untuk urusan BHB. Karena sejak awalnya BHSB ini juga bergulir dari salah satu member komunitas blogger tersebut, Emo. Jadi, dari fase pertama sampai fase keempat ini komunitas Blogger Bertuah selalu support baik sebagai volunteer maupun donatur yang mengirimkan bukunya langsung ke Aceh. Terimakasih buat teman-teman bertuah, Bang Atta, Bang Fiko, Mbak Else, Mak Wina, Emo juga semuanya...

Kiriman buku dari pekanbaru yang langsung sampai ke Aceh

Mas Erick, volunteer Bogor. Ini kalau dibilang volunteer yang paling pasif, jarang sekali bahkan nggak pernah nongol di group, biasanya saya komunikasi hanya via twitter saja. Tapi, dari Mas Ericklah BHSB terhubung ke Mbak Melanie Subono. Fase keempat kemarin, Mbak Mel kembali mengirimkan ratusan buku ke Jakarta setelah sebelumnya ketika ke Papua Mbak Mel juga mengirimkan ratusan bukunya. Alhamdulilah....

Untuk Jakarta, volunteernya berganti-ganti tiap fasenya. Saidy ketika ke Papua, Om Roe Salampessy saat ke Manusela dan Mbak Yuli ketika ke Aceh ini. Ah, bertemu dengan Mbak Yuli memberikan banyak pengalaman-pengalaman baru untuk saya. Orangnya kooperatif banget, ditambah ide-idenya yang bikin saya mikir tambah panjang ke depan untuk BHBS selanjutnya. Banyak teman-temannya yang mengirimkan buku melalui Mbak Yuli. Dan tak lupa, teman-teman volunteer dari beberapa tempat juga mengirimkan bukunya ke alamat Mbak Yuli. Dari situ Mbak Yulis packing semuanya sebelum dikirim ke Aceh.

Tak lupa, Mbak Marcia Diandra, seorang blogger yang bermukim di Jakarta mengirimkan buku di saat-saat akhir deadline BHSB fase keempat. Mbak Retnadi, dari toko buku Halaman Moeka juga kembali mengirimkan bukunya ke Jakarta. Citra Mardiati, yang mengirimkan langsung bukunya ke Aceh dari Medan. Mbak Helen, yang sedang berlibur di Indonesia juga kembali mengirimkan buku-bukunya ke Tangerang. Ah, entah siapa lagi nama-nama yang tak bisa saya tulis satu persatu di sini. Siapapun nama yang tak tertulis, mohon maaf atas keterbatasan saya dalam mengingat nama.


Donatur Dana

BHSB fase keempat, alhamdulilah kembali memperoleh suntikan dana dari teman-teman blogger yang peduli dengan komunitas kumpul buku-buku bekas ini. Fatah, tanpa memberi kabar rupanya telah mengirimkan uang ke rekening Babeh Helmi, kemudian diikuti oleh Mbak Ilyani yang juga tanpa memberi kabar, tahu-tahu udah dikabarin Babeh Helmi aja kalau ada uang masuk untuk BHSB :) teman-teman dari komunitas Kampret (Kompasianer Hobi Jepret) juga memberikan sumbangan hasil dari jual kaos kampret dan sumbangan ikhlas teman-teman yang datang kopdar perdana di Jogja menyambut kedatangn Mbak Dwi dari Hongkong. Mbak Helen, selain mengirim buku juga kembali mengirimkan uang. Mas IA, yang kembali mengirimkan uang untuk BHSB, Alhamdulilah...

Botol Untuk Pendidikan

Volunteer Jember, Mas Hakim dan teman-teman selalu mempunyai cara berbeda untuk BHSB. Fase ketiga saat ke Manusela, Mas Hakim dengan teman-temannya mengadakan evenet Tribute To Manusela. Kemudian, ketika fase keempat kemarin, Mas hakim dengan teman-temannya kembali mengadakan hal yang tak ajuh berbeda, bedanya kali ini dengan mengumpulkan botol-botol bekas serta buku-buku bekas. Kemudian, botol-botol serta buku-buku tersebut dijual dan hasil penjualan sepenuhnya dikirim ke Babeh Helmi yang sepenuhnya digunakan untuk operasional BHSB. Subhanallah...

Di Balik kisah pertama, di balik pengiriman buku yang begitu banyaknya di balik jumlah uang donasi yang alhamdulilah nominalnya, ada saja "ujian" kecil dalam sebuah komunitas yang ada. Hilangnya seorang volunteer yang entah ke mana dengan janji-janjinya. Tapi dengan keikhlasan donaturnya, itu menjadi pelajaran berharga buat semuanya khususnya untuk saya pribadi.

Alhamdulilah, alhamdulillahirobbilalamin...
Terimakasih buat teman-teman semuanya. Terimakasih untuk nama-nama di atas, juga terimakasih buat teman-teman yang ikut membantu membeli kaos serta gantungan kunci BHSB, Mbak Fanny, Mbak Niez, Mbak Dani, Mbak Tin, Idah, tengku Muda, Citra Mardiati, Bahaudin, Chipto, Mbak Ni, Mak Wina, Bang Atta, Choirul Huda, Mbak Elik, Lintang, Harie.

Minitruck yang digunakan teman-teman di Jakarta saat pengambilan buku untuk dibawa ke pull bus Pelangi setelah akhirnya dikirim ke Aceh (sedang menunggu info dari teman-teman di Aceh, sepertinya masih pada mudik lebaran )

Tak lupa, ucapan terimakasih buat teman-teman di Jakarta yang ahad lalu sudah berkumpul serta mengangkat buku untuk dikirimkan ke Aceh. Mas Trie, yang jauh-jauh dari Jogja menuju Tangerang kemudian langsung ke Kalibata mengantar buku. Mas Isman, yang sudah berlelah-lelah dari Kalibata-Bekasi-Halim kemudian Kalibata lagi mengangkat-angkat buku. Mbak Yuli, yang juga ikut mengangkat-angkat buku paling banyak. Kak Irwanti, yang sudah dengan rela hati menunggu Mas Isman di pull bus pelangi selama 4 jam. Babeh Helmi yang selalu direpotkan dengan pengiriman uang. Tengku Muda dan Bang Aulia yang menjadi pemantau di inbox facebook. Tak lupa teman-teman di Aceh, yang nanti akan kembali angkat-angkat buku juga mendistribusikannya. Terimakasih, terimakasih buat teman-teman semuanya.

Semuanya, ada 13 kardus yang dikirim dari Jakarta ke Aceh. Alhamdulilah...

Penat lelah teman-teman, tak akan ada yang membalasnya, kecuali balasan kebaikan dari-Nya. Insya Allah, Allahumma aamiin....

Awal yang kurang menyenangkan dengan ending yang membahagiakan. Allah menemukan kita dengan banyak cara.

Sampai ketemu di BHSB fase kelima selanjutnya dengan tujuan Kalimantan. BHSB Goes To Offline! yuk gabung di group BHSB di sini




Selamat hari blogger Indonesia
Selalu ada jalan untuk kebaikan
Selalu ada cara untuk membantu sesama
Jadikan ngeblog bermanfaat untuk sesama
Blogger hibah sejuta buku
berbagi buku menebar ilmu

Buat teman-teman yang ingin bergabung, yuk, tunggu infonya untuk BHSB fase kelima.





4 komentar:

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P