Mantan Saya, Umurnya Tujuh Belas Tahun

Swistien Kustantyana, saya mengenalinya dari facebook, berawal dari inbox jama'ah beberapa tahun lalu yang dikirim oleh Mas Gong dan teman-teman kelas menulis Rumah Dunia. Saya tak pernah bertemu secara langsung dengannya. Karena Swistien entah angkatan ke berapa di kelas menulis tersebut. Dari situ, Swistien menambahkan saya di list teman facebooknya. Swistien, bermukim di Jakarta. Tapi ia berasal dari tempat yang sama dengan saya, Pemalang. Awal-awal mengenalinya, saya sering banget ngobrol via YM. Jadi sedikit tahu dan paham karakternya, ia yang kadang moody juga blak-blakan. Dia juga orang yang sering bilang "Loe bego deh, Naz. Jadi orang baik banget, sih?" Buahahahaha....

Swistien, dia adalah seorang cerpenis. Cerpennya sudah banyak terbit di media-media Indonesia. Bahkan, cerpen anak-anaknya sudah beberapa kali nampang di kompas. Saya seneng ngelihat Titin dengan segala dunia juga kesibukannya. Titin yang selalu tertawa di beberapa foto yang ditampilkan pada laman muka bukunya, ia yang kadang terlihat jarang sekali berduka. Sampaikan saya pernah bertanya dengannya, "Eh, Tin, dikau nggak risau belum menikah?"

Saya lupa, jawaban pastinya seperti apa, tapi yang saya ingat, Titin tidak begitu khawatir dengan status kesendiriannya di usia menjelang 30 saat itu (mungkin dia sudah lupa saya pernah menanyakan hal ini kepadanya) Karena ujar Titin, ia banyak membaca buku-buku yang berhubungan dengan dunia feminis di saat mengerjakan skripsinya (skripsi apa Thesis, Tin, saya lupaaa) 

Ada kalanya, obrolan-obrolan kecil itu menjadi cemeti untuk saya simpan sendiri. Saya yang yang sebaya dengan Titin, saya yang sama-sama lahir di bulan delapan pada tahun yang sama dengan Titin kadang merasa salut dengannya. Ia tetap happy dan gembira terlihat di mata saya. Jadi, diam-diam, saya banyak belajar darinya. Saya juga mengagumi Titin dengan caranya yang terbuka, terbuka menceritakan hal-hal yang menurut saya privacy di blognya. Ukuran privacy atau enggak menurut orang lain berbeda loh hehehe

Tapi dari situ saya jadi tahu dan kenal siapa saja orang-orang terdekat Titin. Dari si Pendek sahabatnya, mantan pacarnya yang membelikan televisi padahal Swistien minta mobil #katanya :P juga, tak lupa adalah pacarnya beberapa waktu lalu yang ia sebut sebagai oknum Z. Saya tak sengaja mengetahui oknum Z pacaranya Titin adalah saat melihat status di facebooknya. Penasaran, saya langsung melihat profile oknum Z dan yang membuat saya melongo, itu anak umurnya 17 tahun. Sampai saya tanya ke Titin, "serius ini?" Tapi tiada jawaban....

Esok, esok dan esoknya, saya mulai rajin berkunjung ke blognya Titin. Emang iya saya selalu rajin juga ke sana, sih :) dan tahulah saya kalau Titin emang sedang pacaran dengan oknum Z yang masih duduk di bangku SMU. Cinta, memang tak memandang usia, bukan? sejak saat itu, saya sudah lama ingin menuliskan tentang Titin ini, tentang cintanya yang rupa-rupa, tentang pekerjaannya (meski saya nggak tahu) wehehe... Tapi tetep, yang menggelitik saya adalah percintaan Titin.

Karena sebulan saya gak ngeblog, nggak up-datelah saya dengan Swistien. Beberapa hari lalu saya kembali membuka blognya. Ternyata, Swistien habis menyembunyikan diri dengan deactivate FB juga menutup blognya. Titin, sudah putus dengan oknum Z. Saya terdiam lama di depan laman blognya. Mencari-cari kembali tulisan lamanya mengenai oknum Z, tapi sepertinya semua sudah dihapus. 

Ah, cerita perjalanan hidup, itu rupa-rupa dan berwarna. Kalau saya tak mengenal Titin, tentunya saya tak mengenal cerita-cerita hidup di atas. Dan kalau Swistien tak mengenal oknum Z tentunya tak ada juga cerita cintanya yang hanya beberapa bulan saja. Tak ada yang kebetulan dalam hidup, ketika Allah tak memberikan apa-apa yang kita inginkan, mungkin saja Allah telah memberikan apa-apa yang kita butuhkan. Meski terkadang kita tak dapat membilang, apa saja yang telah Allah berikan kepada kita? Dan itu, tak terhitung jawabannya....

Saya mau nulis apa, sih? Bingung....


15 komentar:

  1. kirain mah mantanmu mb' :D
    semua ada garisnya tersendiri :D

    BalasHapus
  2. kirainn saya mba punya mantan bronis hehe
    #salah fokus

    BalasHapus
  3. yang komen juga jadi bingung niy mau bilang apa :D

    mau bahas sang mantan? gak lengkap juga infonya :P
    mau bahas temenmu itu ... tapi kok?

    tapi saya mau bilang
    semakin kita menyadari dan mensyukuri apa yang kita dapat sampai hari ini, maka masa depan itu bukanlah sesuatu yang berat untuk dihadapi :D

    BalasHapus
  4. saya nggak punya mantan :D
    daripada punya mantan mending jadi manten :p *gak nyambung*

    insya Alloh Titin dapat ganti yang lebih baik :)

    BalasHapus
  5. weleh
    kirain mantan yang nulis

    v(^_^)

    BalasHapus
  6. Mbak Anaz... :D *komen model opo iki*

    BalasHapus
  7. hidup ini seperti pelangi ya mbak hihihi... ;-D

    BalasHapus
  8. heheh gak tau juga mbak anaz mau cerita apa. pokoknya seneeeeng aja mbak anaz udah ngeblog lagi. :D

    BalasHapus
  9. Mbak, aku komen ini karena abis baca blognya mbak Titin
    aku silent reader di blognya, tapi aku nggak kenal2 amat, nggak pernah ngobrol malahan.
    sempet heran, kok FBnya sama blognya gak ada ya? apa aku diunfriend? Tahunya tadi lihat mbak Titin update status dan baca blognya yang ganti alamat.

    hihi..baru tau critanya kek gitu to? Salam ya sama beliau, bilang aku fans beratnya

    BalasHapus
  10. Sekedar info, Swistien Kustantyana tanggal 8 Agustus 2015 kemarin telah berpulang ke Tuhan YME, setelah perjuangannya melawan kanker ovarium.
    Saya juga termasuk silent reader-nya Titien, dan pernah kursus penulisan bareng dengan Titien, kami saat itu cukup akrab, namun akhirnya hanya berteman via dunia maya. Sampai akhirnya dapat kabar tsb, sangat kaget dan berduka atas kepergiannya.

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P