Tiga Harta yang Tak Terbawa

Ia, saya dapatkan ketika masih remaja. Satunya pemberian salah seorang teman, sedang dua lainnya adalah hasil  membeli dengan jerih payah sendiri ketika remaja dulu. Mungkin, ia sangat sederhana bagi yang lain, tapi tidak dengan saya. Saat saya mulai merantau jauh, tiga hal ini kerap kali saya bawa. Dan kali ini, seperti ada yang hilang saat menyadari 3 harta yang selalunya dibawa ketika merantau, rupanya tak terbawa. Beberapa waktu lalu, tatkala saya "resmi" tak dibolehkan lagi bekerja sebagai PRT, ibu majikan membawa saya kepada kenalannya. Beliau, ustadz Hassan namanya. Dan beliau memiliki syarikat penerbitan sendiri. Selain penerbitan buku, ada juga majalah, drama dan entah apalagi saya tak begitu tahu.


Tentang tiga harta yang tak terbawa,


Al-quran kecil

Ia pemberian teman. Saat masih sekolah dulu, saya sering bertandang ke rumahnya. Ia begitu baik dengan saya. Suatu Hari, ia dan suaminya singgah sebentar ke rumah kontrakan. Di dashboard mobilnya, tergeletak al-qur'a kecil. iseng, saya menegurnya, "Boleh nggak buat saya?" Dan tak lama al-qur'an itu langsung diulurkannya kepada saya. Alhamdulilah, begitu senang saat itu, karena akhirnya saya memiliki al-qur'an kecil yang bisa dengan mudah dibawa ke mana-mana.

Buku Sakti Menulis Fiksi

Dulu, dulu banget waktu jaman-jamannya saya sekolah, saya seneng banget langganan dan membeli majalah Annida. Suatu ketika Annida mengeluarkan sebuah buku panduan, buku panduan untuk menulis. Judulnya, Buku Sakti Menulis Fiksi. Isi buku itu menyenangkan. Darimulai cerpen sampai ke dongeng dibahasnya. kalimatnya enak dibaca, ringan dan bersahaja tapi isinya mengena. Bukunya tidak begitu tebal, ia tipis saja dengan kertas beberapa warna juga ada beberapa gambar komik yang membuat kita betah saat membacanya. Ia saya beli saat mengikuti up-grade FLP Serang. Karena ringan itulah, saya selalu membawanya.

Modul Pelatihan Jurnalistik

Dari jamannya sekolah, saya terobsesi banget dengan dunia jurnalistik. Setiap kalai ada event workshop kepenulisan baik fiksi maupun jurnalis saya kerap datang dan bolos sekolah. Pengen banget ikutan kursus jurnalistik yang surat menyurat, tapi saya nggak punya uang. Maklum, saat itu belum begitu pesat dunia internet seperti sekarang. Tak ayal, ketika lulus sekolah dan saya mempunyai kelonggaran sedikit uang, saya langsung mengikuti kursus tersebut. Alhasil saya dapatkan dua modul pelatihan jurnalistik. Meski pada akhirnya, saya tak menyelesaikan juga kursus tersebut.

Begitulah, tentang tiga harta yang kerap saya bawa, tetapi kali ini tidak terbawa. Dan untuk point yang kedua serta ketiga, sungguh saya sangat kesal ketika ia tak terbawa serta kali ini. Kalau Al-qur'an saya boleh mencarinya di mana saja tapi tidak dengan dua harta lainnya. 

Jadi, ketika minggu lalu saya diuji coba untuk menulis juga kalau bisa membuat skenario drama saya terdiam, terpikir dengan dua harta yang tak terbawa. Yah, dalam Buku Sakti Menulis Fiksi, ada juga teori skenario meski ia sedikit. Kalau Al-qur'an bisa dicari, semoga yang dua lainnya bisa kembali saya pelajari.


POSTINGAN PENUH RASA SYUKUR INI UNTUK MEMERIAHKAN SYUKURAN RAME RAME Mama Cal-Vin, Litle Dija dan Mas RZ Hakim 

15 komentar:

  1. Tanpa buku sakti itu mbak Anaz tulisannya sudah bagus kok. Terima kasih ya mbak sudah ikutan, gak nyangka nih mbak Anaz mau ikutan :)

    BalasHapus
  2. Mbak Anaz ikutan juga :)

    Duchhh itu 3 harta ntar ngambek lho kalau tak terbawa, heheee...

    BalasHapus
  3. hanya amalan soleh yg bisa dibawa yah mba :D

    BalasHapus
  4. Wah bt skenario drama????mw dong jd pemainnya kl diflmkn mbk anaz kikiki.......3 yg brkesan ya...baarakallah ;)

    BalasHapus
  5. Iya spt Mba Lidya bilang, tanpa buku saktu itu mba Anaz dah keren kok tulisan-tulisannya. :D

    BalasHapus
  6. annida sekarang udah gak ada???
    jaman SMA dulu aku juga seneng tuh baca annida...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada mbak, tapi online..
      Sama, jaman aku SMP itu majalah favorit kedua setelah Gadis :)

      Hapus
  7. kalau tidak salah skenario drama memang agak beda. Ada prolog, monolog, dialog.. terus ada aksi2 tokoh yang ditulis dalam tanda kurung.. dan pemilihan diksinya juga disesuaikan dengan tema drama yang diusung.. Walau baru dua kali mampir, tulisan Kak Anaz udah bagus kok..
    Kalau untuk penulisan jurnalistik, memang ada kajian tersendiri terhadap bahasa jurnalistik.. Kalau memang ada ketertarikan dalam dunia jurnalistik jangan dilepas teh.. Berdasarkan mata kuliah Pengantar Ilmu Jurnalistik yang saya dapatkan, jurnalistik itu sangat elegan, penuh tantangan, dan bergengsi :)

    BalasHapus
  8. Produktif sekali ya ;)

    Semoga berkah,ya mbak. Sukses GAnya!

    BalasHapus
  9. wahh, buku sakti menulis fiksi masih bisa dipesen ga ya, mba anaz? dulu sih pas annida masih gencar promo kayaknya masih bisa pesen, sekarang ga tau kabarnya :')

    BalasHapus
  10. semoga menang mbak..... #nyemangatin
    membaca tulisan mbak anaz aku kayak pindah-pindah, sebentar di indonesia sebentar di malaysia :)

    BalasHapus
  11. Mbak Anaz, terima kasih atas partisipasinya di acara sederhana bertajuk SYUKURAN RAME-RAME.

    Penjuriannya sederhana saja, terdiri atas tiga tahap:

    1. Kesesuaian dengan tema (dan memenuhi persyaratan GA)
    2. Diksi dan penulisan
    3. Imajinasi (sudut pandang, dll)

    Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada 1 April 2013

    BalasHapus
  12. hehe harta yang hebat itu mbak'e.. patut dibawa terus ya? kalau saya kacamata dan hape gak boleh ketinggalan ^_^

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P